p-Index From 2021 - 2026
2.494
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Theo K. Sendow
Universitas Sam Ratulangi

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Pemanfaatan Pasir Pantai Pulau Salibabu Sebagai Bahan Tambah Pada Agregat Halus Dalam Campuran Asphalt Conrete – Wearing Course (AC-WC) Tyasning P. Pebila; Lucia G. J. Lalamentik; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pasir Pantai dalam agregat halus pada campuran AC-WC terhadap nilai karakteristik Marshall. Pada penelitian ini menggunakan Pasir Pantai yang berasal dari Pantai Pulau Salibabu Kab. Kepulauan Talaud yang akan digunakan sebagai bahan tambah pada agregat halus. Metode yang digunakan yaitu, metode eksperimental dengan variasi pasir Pantai Pulau Salibabu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pada variasi kombinasi campuran AC-WC dengan variasi 0% dan 25% pasir Pantai berada didalam batas spesifikasi yang disyaratkan sedangkan pada variasi penambahan pasir yang ke 50% dan 75% sudah tidak memenuhi spesifikasi, kemudian dilakukan pengujian dengan pada variasi 50% yang dihilangkan kadar garam yang terkandung didalam pasir Pantai untuk melihat apakah terjadi perbedaan dan perubahan dalam nilai-nilai pada pengujian Marshall. Hal ini juga menghasilkan hasil yang sama, yaitu tidak memenuhi spesifikasi.. Dari spesifikasi sehingga penelitian sudah tidak dilanjutkan pada variasi kadar pasir Pantai berikutnya. Dari hasil perhitungan dengan Kadar Aspal Optimum diperoleh penambahan kadar pasir Pantai 0% dengan nilai stabilitas 897,62 kg, flow 3,372 mm, VMA 15,786 %, VIM 3,004 %, VFB 81,480 %, kadar aspal efektif 0,932, kepadatan 2,049 gr/cc. Untuk penambahan kadar pasir Pantai 25% adalah stabilitas 808,41 kg, flow 3,705 mm, VMA 17,294 %, VIM 4,696 %, VFB 73,061 %, kadar aspal efektif 0,922, kepadatan 2,002 gr/cc. Hasil pengujian di atas menjelakan bahwa penambahan kadar pasir Pantai 0% - 25% untuk campuran AC-WC memenuhi syarat ketetapan dalam kriteria Marshall pada spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 dengan rentang kadar aspal yang dapat digunakan berkisaran pada 7,5% - 8%. Kata kunci: pasir pantai, AC-WC, uji Marshall
Desain Gradasi Campuran Beton Aspal Menggunakan Desain Kerangka Agregat Untuk Diaplikasikan Sebagai Lapis AC-Base Sinta P. Mulyadefie; Joice E. Waani; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56054

Abstract

Perancangan campuran aspal dengan metode kerangka agregat diusulkan untuk meningkatkan titik kontak antar agregat yang sangat berperan dalam memikul beban lalu lintas. Dalam desain campuran pemilihan gradasi agregat dan penentuan kadar aspal akan dilakukan berdasarkan sifat volumetrik campuran sehingga variabel volumetrik menjadi variabel input dalam desain. Gradasi pada agregat kasar dan agregat halus didesain secara terpisah, Agregat kasar didesain menggunakan metode kerangka agregat sedangkan untuk pengujian agregat halus mengikuti Spesifikasi Bina Marga 2018. Pembuatan sampel berdasarkan hasil rancangan proporsi campuran aspal yang didapat setelah dilakukan perhitungan menggunakan metode kerangka agregat pada persentase agregat kasar sebesar 74,23%, agregat halus 25,77%, dan kadar aspal 6,03%. Hasil karakteristik Marshall pada campuran AC-Base yang diperoleh nilai stabilitas 1244,9 kg, flow 7,35 mm, VMA 20,08%, VIM 6,95% dan VFB 65,37%. Hasil tersebut menunjukan tidak semua memenuhi persyaratan berdasarkan Spesifikasi Bina Marga 2018. Setelah dilakukan percobaan dengan menambahkan kadar aspal menjadi 6,53% dan 7,03% hasil Stabilitas dan Flow yang diperoleh tidak memenuhi persyaratan berdasarkan Spesifikasi Bina Marga 2018. Hal ini menyebabkan metode desain kerangka agregat yang diusulkan untuk merancang campuran memiliki kelemahan terhadap sifat campuran dan belum mencapai hasil dan tujuan yang diharapkan sehingga perlu diadakan suatu penelitian lanjutan terhadap perbaikan desain metode kerangka agregat Kata kunci: Kerangka agregat, AC-Base, pengujian Marshall
Uji Laik Fungsi Jalan Secara Teknis Pada Ruas Jalan Sam Ratulangi Manado Dengan Nomor Ruas 033 Christine A. Darmawan; Theo K. Sendow; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56561

Abstract

Penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengevaluasi dan monitoring kondisi lapangan secara visual terhadap standar teknis untuk setiap komponen teknis, meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada ruas jalan Sam Ratulangi Manado dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS), yang artinya jalan tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis laik fungsi jalan namun masih mampu memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik dioperasikan untuk umum dengan syarat harus dilakukan Perbaikan teknis pada ruas jalan tersebut, seperti perbaikan serta pemeliharaan rutin terhadap setiap komponen pengujian yang dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS). Kata kunci: Uji Laik Fungsi, perbaikan, analisa
Analisa Uji Kelaikan Fungsi Jalan Nasional Ditinjau Dari Aspek Teknis Pada Ruas Jalan Yos Sudarso (Manado) Dengan Nomor Ruas 004 11 Karen S. M. Supit; Theo K. Sendow; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56600

Abstract

Ruas jalan Yos Sudarso (MANADO) merupakan ruas jalan dengan peranan arteri sekunder dan salah satu prasarana transportasi yang memegang peran penting dalam hal mendukung pertumbuhan guna meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Pentingnya untuk dilakukan analisis uji kelaikan fungsi jalan secara teknis pada jalan khususnya untuk segmen Jalan Yos Sudarso sepanjang 3,233 km dengan monitoring dan evaluasi kinerja pelayanan dan kondisi fisik jalan dibandingkan terhadap standar teknisnya sehingga dapat diketahui kelaikannya secara teknis. Persyaratan teknis fungsi jalan yang diambil dilapangan, antara lain teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, serta teknis perlengkapan jalan yang berkaitan langsung maupun tidak berkaitan langsung dengan pengguna jalan. Kata kunci : Uji Laik Fungsi, persyaratan teknis, perbaikan, analisa, ruas Jalan Yos Sudarso (Manado)
Analisa Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Secara Teknis Untuk Ruas Jalan R. W. Monginsidi (Manado) Dengan Nomor Ruas 008 Grasella C. Moningkey; Theo K. Sendow; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56602

Abstract

Laik Fungsi Jalan mengacu pada kondisi jalan yang memenuhi persyaratan teknis dan administratif yang diperlukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dan memberikan kepastian hukum bagi pengelola dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat digunakan oleh umum. Ruas Jalan Monginsidi di Manado merupakan jalan arteri sekunder yang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan dan perbaikan yang diperlukan agar sesuai dengan Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) menurut Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Analisis kelayakan teknis jalan dilakukan dengan evaluasi dan monitoring kondisi lapangan secara visual berdasarkan standar teknis untuk setiap komponen, termasuk teknis geometrik jalan, struktur perkerasan, bangunan pelengkap, pemanfaatan ruang, manajemen lalu lintas, dan perlengkapan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas Jalan Monginsidi dari STA 0+000 hingga STA 3+958 dikategorikan sebagai Laik Fungsi Bersyarat (LS), yang berarti jalan tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis tetapi masih memberikan keselamatan bagi pengguna jalan, sehingga dapat digunakan dengan syarat dilakukan perbaikan teknis dan pemeliharaan rutin pada komponen yang memerlukan perhatian. Kata kunci: uji laik fungsi, analisa, perbaikan, ruas Jalan R. W. Monginsidi (Manado)
Desain Gradasi Campuran Hot Rolled Sheet (HRS-Base) Menggunakan Desain Kerangka Agregat Chines V. G. Rumuat; Joice E. Waani; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56606

Abstract

Pembentukan kerangka agregat dalam desain gradasi telah menjadi langkah penting dalam perancangan campuran aspal. Model desain gradasi diusulkan berdasarkan karakteristik mekanik kerangka agregat yang meliputi pemilihan gradasi agregat dan penentuan kadar aspal dimana persamaan desain dibuat membentuk kerangka agregat. Metode desain gradasi ini difokuskan pada agregat kasar menggunakan metode kerangka agregat sedangkan agregat halus menggunakan metode Bina Marga 2018. Dari hasil Penelitian, campuran aspal HRS-Base menggunakan metode desain kerangka agregat menunjukan terlalu banyak persentase agregat kasar yaitu 85.37% dan persetase massa agregat halus yang jauh lebih kecil yaitu 14.63%. Kurangnya agregat halus pada campuran HRS-Base menggunakan metode kerangka agregat menyebabkan lapisan aspalnya menjadi tebal dan pemadatan sulit dilakukan dikarenakan banyaknya rongga udara pada campuran sehingga tidak terjadi sifat saling mengunci antar agregat . Karena desain campuran HRS-Base menggunakan desain gradasi kerangka agregat belum memenuhi spesifikasi, maka penelitian ini dilanjutkan dengan desain campuran HRS-Base menggunakan Metode Bina Marga 2018. Desain campuran HRS-Base Metode Bina Marga 2018 memperoleh kadar aspal optimum (KAO) sebesar 7,05%, nilai stabilitas 765.32 kg, nilai Flow 3,25mm, nilai VMA 18,455%, nilai VIM 4,987%, nilai VFB 72.981%, nilai FF 6,333, dan nilai Marshall Quotient 243,21 kg/mm, memenuhi karakteristik Marshall menurut Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 untuk campuran Lataston HRS-Base. Kata kunci: Kerangka agregat, HRS-Base, desain gradasi, pengujian Marshall
Uji Laik Fungsi Jalan Secara Teknis Pada Ruas Jalan Batas Kota Tahuna - RSU Tahuna Dengan Nomor Ruas 034 15 K Andini R. Kansil; Theo K. Sendow; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57751

Abstract

Ruas Batas Kota Tahuna-RSU Tahuna merupakan Fungsi Jalan Kolektor Primer dan merupakan jalan penghubung antara Kecamatan Tahuna dengan Kecamatan Tabukan Utara, yang mana merupakan akses ke tempat wisata, pusat perdagangan, pusat industri, akses ke Bandar Udara Naha, serta Pelabuhan Petta, dengan adanya hal tersebut maka pengujian terhadap Kelaikan Jalan sangat diperlukan di ruas jalan ini, dengan dilakukan penelitian di ruas jalan ini maka dapat dilihat afaktor apa saja yang mempengaruhi kelaikan jalan, bagaimana kelaikan fungsi jalan pada ruas jalan Batas Kota Tahuna-RSU Tahuna jika dilihat secara teknis berdasarkan peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 11/PRT/M/2010 serta apa saja perbaikan yang diperlukan agar meningkatkan kelaikan pada ruas jalan tersebut. Dari hasil penelitian Laik Fungsi Jalan pada Ruas Jalan Batas Kota Tahuna-RSU Tahuna maka dapat dianalisa beberapa komponen pengujian dinyatakan Laik Fungsi Bersyarat (LS) artinya Ruas Jalan ini masih bisa digunakan secara umum dengan diiringi perbaikan pada Komponen Jalan yang masih belum mencapai kondisi Laik Fungsi (LS) berdasarkan kondisi dilapangan didapati bahwa sebagian besar kerusakan struktural disebabkan karena kurangnya pemeliharaan, maka dari itu untuk meningkatkan kembali kondisi Laik Fungsi Jalan di Ruas Jalan Batas Kota Tahuna-RSU Tahuna guna menjamin keselamatan pengguna jalan diperlukan pemantauan, pengawasan, serta langkah konkret seperti pemeliharan secara berkala. Kata kunci: jalan kolektor primer, uji laik fungsi jalan, kelaikan jalan