p-Index From 2021 - 2026
2.787
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO Syntax Idea
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Gelombang Kejut (Shockwave) Akibat U-Turn Pada Jalan Perkotaan (Studi Kasus: Jl. R E Martadinata – Jl. Yos Sudarso, Paal Dua, Manado) Injillia Christy Moningka; Semuel Y. R. Rompis; Lucia I. R. Lefrandt
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55517

Abstract

Ruas jalan Paal Dua, Kota Manado terutama arus lalu lintas dari Jalan R E Martadinata menuju Jalan Yos Sudarso, menjadi salah satu titik padat di Kota Manado, terutama selama jam sibuk atau pada waktu puncak. Gelombang Kejut (Shockwave) pada Jl. R E Martadinata – Jl. Yos Sudarso disebabkan oleh adanya aktivitas kendaraan yang melakukan putaran balik (U-Turn) sehingga mengganggu aliran lalu lintas yang sedang berlangsung dan dapat menyebabkan peningkatan kepadatan kendaraan, bahkan membentuk antrian. Berdasarkan hasil analisis untuk model terbaik yang diperoleh dari hubungan antara volume, kecepatan, dan kepadatan lalu lintas yaitu model Greenshields pada hari Jumat, 17 November 2023 ditunjukkan dengan nilai Koefisien Determinasi (R² = 0,780914452) dan persamaan hubungan Volume – Kepadatan yaitu V = 24,8506635 D – 0,110026 D² dengan volume maksimum (Vc) sebesar 1403,202638 smp/jam, kepadatan maksimum (Dc) sebesar 112,9308 smp/jam, dan kecepatan saat macet total (DB) sebesar 225,862 smp/km. Karakteristik Gelombang Kejut yang terjadi untuk arus VA = 1363,515 smp/jam adalah Gelombang Kejut maju bentukan (ωDA = 14,514 km/jam), Gelombang Kejut diam depan (ωDB = 3,106 km/jam), Gelombang Kejut mundur bentukan (ωAB = -5,018 km/jam), Gelombang Kejut maju pemulihan (ωDC = 12,425 km/jam), Gelombang Kejut mundur pemulihan (ωCB = -6,213 km/jam), Gelombang Kejut bergerak maju searah pergerakan lalu lintas (ωAC = 2,090 km/jam). Pengaruh kendaraan yang melakukan U-Turn selama 60 detik membuat panjang antrian maksimum (QM = 434,79 meter). Kata kunci: Gelombang Kejut (Shockwave), U-Turn, lalu lintas
Analisis Gelombang Kejut Pada Lengan Persimpangan Bersinyal (Studi Kasus: Jl.Sam Ratulangi – Jl.Toulour di Kota Manado) Angelita C. Kumaat; Semuel Y. R. Rompis; Lucia I. R. Lefrandt
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56562

Abstract

Peningkatan populasi dan kendaraan di Kota Manado telah meningkatkan kepadatan lalu lintas, khususnya di Persimpangan Jl. Sam Ratulangi – Jl. Toulour. Persimpangan ini sering mengalami kemacetan, antrian, dan tundaan akibat lampu lalu lintas yang memicu peningkatan volume kendaraan. Lokasinya di Pasar Karombasan, pusat aktivitas kota, membuatnya menjadi titik konflik penting yang menghubungkan berbagai wilayah. Model terpilih untuk perhitungan gelombang kejut yaitu model Greenshield pada hari Rabu, 23 Agustus 2023 dengan angka koefisien determinasi (R2) tertinggi sebesar 0,7709 dengan persamaan hubungan matematis volume – kepadatan adalah V = 30,2244 – 0,1841D2 dengan volume maksimum (VM) sebesar 1240,307 skr/jam, kepadatan maksimum (DM) sebesar 82,0730 skr/km, dan kepadatan saat macet total (DJ) sebesar 164,1460 smp/jam. Analisis gelombang kejut di Jl.Sam Ratulangi lengan utara menunjukkan bahwa lampu lalu lintas sangat memengaruhi panjang antrian maksimum. Durasi lampu merah selama 64 detik menyebabkan kemacetan, dengan volume maksimum mencapai VA = 1117,139 smp/jam, kepadatan maksimum 92,405 smp/km, dan arus aktual 1155,2 smp/jam mengalami penundaan r = 40 detik, menghasilkan panjang antrian QM = 413,005 meter dan waktu penormalan T = 217,671 detik. Waktu penormalan yang lebih lama dari lampu hijau menunjukkan bahwa tidak semua kendaraan dapat melewati garis henti saat lampu berubah menjadi merah. Kata kunci: gelombang kejut, simpang bersinyal, Greenshield
Analisis Kinerja Ruas Jalan Di Kota Manado (Studi Kasus: Ruas Jalan R. E. Martadinata Depan SPBU Paal II) Cosmas C. Wijaya; Lucia I. R. Lefrandt; Sisca V. Pandey
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58447

Abstract

Padatnya volume kendaraan pada ruas Jalan R. E. Martadinata yang sering menyebakan kemacetan pada pagi hari, sore hari dan malam hari. Arus lalu lintas yang terus meningkat dari tahun ke tahun pada ruas jalan diakibatkan terus meningkatknya kebutuhan penggunakan transportasi darat yang mempengaruhi kinerja ruas jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja ruas Jalan R. E. Martadinata dengan mengambil data – data yang dibutuhkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu geometrik jalan, volume kendaraan, hambatan samping, dan kecepatan kendaraan. Data sekunder yaitu lokasi dan jumlah penduduk Kota Manado. Survey di lakukan selama 3 hari, di dapatkan volume kendaraan tertinggi pada hari Rabu, 22 November 2023 pada pukul 17.00 – 18.00 WITA sebesar 2565 smp/jam. Data yang didapatkan di simulasikan menggunakan software Simulation Of Urban Mobility (SUMO). Penurunan kecepatan sebesar 35% dari arah Kota Manado menuju Patung Kuda dan sebesar 40% dari arah Patung Kuda menuju Kota Manado. Berdasarkan analisis data menggunakan PKJI 2014 didapatkan derajat kejenuhan sebesar 0,456 yang dikategorikan kedalam tingkat pelayanan C, berdasarkan tingkat pelayanan jalan dapat disimpulkan ruas Jalan R. E. Martadinata memiliki arus stabil dan kecepatan dikontrol oleh lalu lintas. Kata kunci: kinerja ruas jalan, tingkat pelayanan, PKJI 2014, Simulation Of Urban Mobility (SUMO)