p-Index From 2021 - 2026
4.811
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Tisano Tj. Arsjad
Universitas Sam Ratulangi

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja Dan Lingkungan (SMK3L) Pada Proyek Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan Michael R. A. Sumanti; Tisano Tj. Arsjad; Deane R. O. Walangitan
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih diabaikan yang mengakibatkan kecelakaan kerja sering terjadi. Ini membuktikan bahwa Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) menjadi acuan sebagai mengelola K3 dengan teratur dan menyeluruh pada suatu sistem manajemen sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja. Penilaian SMK3 pada Proyek Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan mempunyai tujuan untuk mengetahui besarnya tingkat penerapan SMK3 dan faktor-faktor apa saja yang menjadi tidak terpenuhnya penerapan SMK3. Melalui dari hasil audit dan analisis dari 166 kriteria (Tingkat Lanjutan) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3, jumlah kriteria yang terpenuhi sebanyak 151 kriteria dengan nilai persentase yaitu 90,96% dan juga terdapat 15 kriteria (13 Minor dan 2 Major) yang tidak terpenuhi dengan nilai persentase yaitu 9,04%. Hasil tersebut termasuk pada kategori tingkat penilaian penerapan ‘Memuaskan’. Jadi, Penerapan SMK3 pada Proyek Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan yang dilaksanakan oleh PT. Wijaya Karya akhirnya sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku. Kata kunci: analisis, penerapan, SMK3, PP Nomor 50 Tahun 2012
Analisis Penjadwalan Proyek Dengan Metode Precedence Diagram Method (PDM) Menggunakan Konsep Cadangan Waktu Pada Proyek Pembangunan Jembatan Sosongian Minahasa Selatan Calvin Luntungan; Tisano Tj. Arsjad; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan kegiatan proyek konstruksi merupakan hal yang sangat penting karena perencanaan kegiatan atau penjadwalan merupakan dasar untuk proyek dapat berjalan dengan lancar dan proyek yang dilaksanakan dapat selesai dengan waktu yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan dengan metode dan konsep yang tepat mempengaruhi penjadwalan proyek yang akan dibuat. Analisis ini menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh dari observasi dan dituangkan dalam bentuk tabel skematik dari perusahaan berupa Barchart dan Kurva S proyek, kemudian dituangkan dalam laporan mingguan. Pengumpulan data didapatkan dari wawancara langsung dengan pihak manajemen proyek, agar diperoleh informasi yang jelas dalam penelitian. Metode penjadwalan menggunakan precedence diagram method (PDM) dengan konsep cadangan waktu dengan tahapan pengelompokan data proyek, pembuatan precedence diagram method (PDM), dan perhitungan cadangan waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan nilai cadangan waktu sebesar 39 hari CW memiliki nilai positif (+), sehingga proyek memiliki safety factor dalam aspek jadwal, artinya jika jadwal tidak berjalan sesuai rencana, maka ada toleransi 39 hari yang dapat dialokasikan untuk pengendalian jadwal proyek. Kata kunci: penjadwalan, Precedence Diagram Method (PDM), Cadangan Waktu (CW)
Perataan Sumber Daya (Cash Flow) Proyek Konstruksi Menggunakan Aplikasi Microsoft Project Pada Pembangunan Gedung Balai Kesehatan Ibu Dan Anak Kota Manado Prince A. Sepang; Tisano Tj. Arsjad; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari proyek konstruksi ialah untuk mencapai target penyelesaian proyek yang sesuai dengan waktu, anggaran dan mutu yang telah ditentukan. Realita di lapangan menunjukan bahwa pelaksanaan sebuah proyek tidak bisa dipastikan dapat terlaksana berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Salah satu bagian yang merupakan pokok dalam hal ini adalah manajemen suber daya. Sumber daya yang digunakan dalam suatu proyek dan memiliki pengaruh yang besar adalah biaya, sehingga diperlukan manajemen terhadap biaya dalam rangka meminimalisir terjadinya over budget. Salah satu teknik pengolahan sumber daya dalam suatu proyek adalah dengan metode peretaan sumber daya. Pemerataan sumber daya mampu menghindari kemungkinan buruk yang berkemungkinan untuk terjadi pada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan fluktuasi yang tajam pada cash flow proyek. Perencanaan cash flow yang baiktentunya akan berujung pada capaian keuntungan optimal bagi kontraktor. Prinsip penyesuaian sumber daya yang tepat adalah dengan tidak menggangu pekerjaan yang berada pada jalur kritis. Penundaan pekerjaan yang berada pada jalur kritis ini akan mengakibtkan bertambahnya waktu pelaksaan proyek sehungga proyek tidak dapat terselesaikan tepat waktu. Microsoft Project memiliki keterkaitan dengan siklus hidup proyek. Microsoft Project berperan dalam fase perencanaan, fase pikiran, fase penjadwalan, fase perorganisasian, serta fase pengontrolan. Dengan Microsoft Project maka kontraktor dapat melakukan perataan biaya pada proyek sehingga dapat memprediksi dan mengontrol cash flow proyek. Kata kunci: perataan sumber daya, cash flow proyek, Microsoft Project
Analisis Waktu Pelaksanaan Dan Anggaran Biaya Rumah Type 78 Pada Perumahan Puri Kelapa Gading Thidora N. Tareluan; Jermias Tjakra; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.52705

Abstract

Manajemen proyek konstruksi merupakan pendekatan strategis dalam mengelolah proses pembangunan dari awal hingga selesai dengan tujuan mencapai sasaran yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu pelaksanaan dan anggaran biaya dalam pembangunan rumah tipe 78 pada perumahan Puri Kelapa Gading dengan menggunakan PUPR sebagai pedoman dalam menganalisa. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari catatan proyek, melakukan observasi lapangan, serta melakukan wawancara dengan pihak terkait. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pedoman PUPR untuk mengetahui lama waktu dan anggaran biaya pada pekerjaan struktur pembangunan rumah tipe 78 perumahan Puri Kelapa Gading. Hasil penelitian dengan menggunakan PUPR menunjukan bahwa lama waktu pelaksanaan pekerjaan struktur untuk pembangunan rumah tipe 78 pada perumahan Puri Kelapa Gading yaitu selama 163 hari atau lima bulan lebih, dengan anggaran biaya sebesar 182.066.237 juta rupiah. Melalui kurva S, penelitian ini menggambarkan bagaimana pembangunan rumah tipe 78 mengalami peningkatan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pedoman PUPR dalam menganalisis waktu pelaksanaan dan anggaran biaya dapat mencapai efisiensi waktu pelaksanaan dan pengelolaan anggaran yang baik dalam proyek pembangunan rumah tipe 78. Penelitian ini juga memberikan masukan penting bagi pengambilan keputusan dan perbaikan proses dalam pengelolaan proyek konstruksi di masa depan. Kata kunci: manajemen proyek konstruksi, waktu pelaksanaan, anggaran biaya
Analisis Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Pada Proyek Pembangunan Gedung Mesin Dan Alat Sinar Pure Foods Bitung Menggunakan Metode SNI 2022 Dan Metode Kontraktor Gersania F. A. Gerung; Pingkan A. K. Pratasis; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53628

Abstract

Proyek adalah suatu kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan sumber daya tertentu untuk menciptakan suatu produk yang direncanakan. Rencana Anggaran Biaya (RAB) merupakan salah satu elemen penting dalam pelaksanaan proyek, sistem pembiayaan dan kerangka estimasi yang akan dikeluarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbandingan dan hasil estimasi yang lebih ekonomis dari perhitungan dengan menggunakan Metode Kontraktor dan Metode SNI 2022 pada proyek pembangunan Gedung Mesin dan Alat Sinar Pure Foods Bitung. Metode pengambilan data yang dilakukan dalam penulisan tugas akhir ini adalah dengan data Sekunder. Sumber data berupa data harga upah pekerja dan bahan/material, Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) serta rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek diperoleh dari Kontraktor, dan sebagai pembanding untuk menyusun Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) diperoleh dari pedoman SNI 2022. Berdasarkan hasil analisis perhitungan rencana anggaran biaya pada proyek pembangunan Gedung Mesin dan Alat Sinar Pure Foods Bitung, diperoleh anggaran biaya dengan Metode SNI 2022 sebesar Rp. 764.597.333,51 dan Metode Kontraktor sebesar Rp. 749.307.520,22. Selisih yang didapatkan dari perhitungan dengan menggunakan Metode SNI 2022 dengan Metode Kontraktor sebesar Rp. 15.289.813,29, dan untuk persentase selisih perhitungannyaa adalah sebesar 2,00%. Dapat disimpulkan bahwa perhitungan rencana anggaran biaya menurut Metode Kontraktor yang lebih ekonomis dibandingkan dengan Metode SNI. Kata kunci: Rencana Anggaran Biaya (RAB), SNI 2022, AHSP, kontraktor
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Fire Station MP 72 PT. Freeport Indonesia Aldy Kristian; Pingkan A. K. Pratasis; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53629

Abstract

Metode pelaksanaan adalah metode yang menggambarkan penguasaan penyelesaiain pekerjaan yang sistematis dari awal sampai akhir pekerjaan , yang meliputi tahapan/urutan pekerjaan , dan juga uraian /cara kerja dari setiap jenis kegiatan pekerjaan . Salah satu fungsi metode pelaksanaan pekerjaan adalah untuk menentukan cara untuk melakukan pekerjaan dan juga untuk menentukan sarana yang mendukung pekerjaan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Oleh kerena itu dalam metode pelaksanaan kita juga perlu memahami tentang manajemen kontruksi , Manajemen Konstruksi adalah suatu metode/system atau proses pengelolaan proyek konstruksi paada seluruh tahap proyek (perencanaan,perancangan, lelang/tender, dan pelaksanaan) secara terpadu, sistemati dan efisien untuk mencapai tujuan dari proyek secara optimal. Jika kita sudah tau tentang itu maka saat pelaksanaan proyek bisa berjalan dengan lancar. Jadi dalam Pembangunan fire Station kita harus tau metode pelaksanaan pekerjaan yang akan dilkakukan disana, apakah metode pekerjaan yang dilakaukan itu sudah sesuai atau tidak dengan standar yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini hanya difokuskan dalam metode pelaksanaan fire station MP 72 PT.Freeport Indonesia yang meliputi pekerjaan pondasi , pekerjaan kolom , pekerjaan sloof, dan pekerjaan lantai. Metode pelaksanaan pekerjaan tersebut apakah sudah sesuai dengan standart atau tidak. Kata kunci: metode pelaksanaan, pondasi, kolom, sloof, lantai
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Atap Dan Plafon Pada Pembangunan Rumah Dinas Kejari Kotamobagu Angelique Malonda; Tisano Tj. Arsjad; Deane R. O. Walangitan
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53681

Abstract

Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya terhadap pengaruh panas, debu, hujan, angin atau untuk keperluan perlindungan. Bentuk atap berpengaruh terhadap keindahan suatu bangunan dan pemilihan tipe atap hendaknya disesuaikan dengan iklim setempat, biaya yang tersedia, dan material yang mudah didapat. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2005 menjelaskan bahwa Rumah Dinas atau Rumah Negara adalah bangunan yang dimiliki oleh negara dan berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga serta menunjang pelaksanaan tugas pejabat dan/atau pegawai negeri. Dalam hal ini, Rumah Dinas Kejaksaan Negeri Kotamobagu merupakan fasilitas pinjaman negara yang hanya dapat diberikan pada pejabat atau pegawai Kejaksaan Negeri saat masa tugasnya. Dalam perencanaannya, proyek pembangunan Rumah Dinas Kejari Kotamobagu di jadwalkan untuk selesai dalam kurun waktu 200 hari, dengan biaya secara keseluruhan pada proyek yang di anggarkan sebesar Rp. 2.888.328.415,44. Penelitian ini difokuskan pada pekerjaan atap dan plafon yang merupakan struktur konstruksi bangunan bagian atas dari Pembangunan Rumah Dinas Kejaksaan Negeri Kotamobagu. Metode pelaksanaan pekerjaab pemasangan atap pada pembangunan Rumah Dinas Kejari Kotamobagu terdiri dari beberapa tahap pekerjaan yakni, pekerjaan persiapan, pemasangan konstruksi kuda-kuda, pemasangan gording, pekerjaan penutup atap, pemasangan atap spandek, pemasangan bubungan atap, dan pemasangan Listplank. Sedangkan metode pelaksaan pekerjaan pemasangan plafond terdiri dari pekerjaan persiapan, pemasangan plafond, dan finishing. Kata kunci: metode pelaksanaa,atap, plafon
Optimalisasi Waktu Pelaksanaan Dengan Metode PDM Pada Proyek Pembangunan Puskesmas Bailang Tuminting Agnes A. Aring; Tisano Tj. Arsjad; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53714

Abstract

Pembangunan puskesmas menjadi kebutuhan yang mendesak, mengingat banyaknya kebutuhan fasilitas Kesehatan yang harus mengimbangi pertumbuhan Masyarakat itu sendiri. Semakin tinggi kesulitannya, berarti semakin panjang durasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Oleh karena itu disini sangat diperlukan suatu manajemen waktu untuk mempertajam prioritas, juga mengusahakan peningkatan efisiensi proyek agar dicapai hasil maksimal. Semua itu untuk mencapai tujuan dari sebuah proyek yang memenuhi kriteria waktu (jadwal), biaya (anggaran), dan mutu (kualitas). Dengan manajemen waktu dan pelaksanaan yang baik, maka resiko sebuah proyek konstruksi untuk terlambat akan menjadi semakin kecil. Dalam penelitian ini untuk mengendalikan pelaksanaan proyek dengan menggunakan ( Microsoft Project 2019), sehingga dapat diketahui kemajuan proyek dan melakukan langkah penyelesaian masalah jika terdapat keterlambatan dalam pelaksanaan proyek kontruksi berupa penjadwalan ulang. Pada Proyek Pembangunan Puskesmas Bailang Tuminting. Dari hasil penerapan PDM (Precedence Diagram Method) dalam analisis optimalsasi waktu pada proyek Pembangunan Puskesmas Bailang Tuminting, durasi jadwal pekerjaan yang awalnya 150 hari kerja berkurang menjadi 122 hari kerja. Dapat disimpulkan bahwa PDM pada dasarnya merupakan metode yang berorientasi pada waktu, yang mengarah pada penentuan mencari nilai waktu optimal dan jalur kritis pada pekerjaan, agar pekerjaan dapat berjalan lebih efisien dan efektif. Kata kunci: Pecedence Diagram Method, optimal, efisien, Microsoft Project 2019
Analisis Perbandingan Rencana Biaya Kontraktor Dengan Perhitungan Biaya Berdasarkan Analisis Harga Satuan Pekerjaan 2022 Pada Proyek Pembangunan Rusun T-45 12 KK ASGAB IX Wanea Korem Monica Tumarang; Tisano Tj. Arsjad; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53829

Abstract

Proyek adalah kegiatan yang menggunakan bahan dan sarana tertentu untuk menciptakan suatu produk di mana akan dikonstruksikan dalam rentang waktu yang terbatas. Pada setiap kegiatan proyek konstruksi erat hubungannya dengan Rencanaan Anggaran Biaya (RAB). Perencanaan anggaran didasarkan pada analisis setiap komponen, termasuk berbagai material beserta peralatan dan upah untuk setiap aspek pekerjaan yang termasuk pada lingkup pekerjaan proyek tersebut. Hasil analisis terhadap berbagai komponen tersebut nantinya akan menciptakan Harga Satuan Pekerjaan (HSP) untuk setiap proyek, dimana hal tersebut yang menjadi landasan untuk memutuskan perkiraan keseluruhan biaya untuk menjalankan pelaksanaan proyek. Pada pelaksanaannya, proyek Pembangunan Rusun T-45 12 KK ASGAB IX Wanea Korem menghasilkan harga total sebesar Rp1,445,056,741.42, untuk item pekerjaan yang terbatas pada pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan struktur, dan pekerjaan lantai. Hasil perhitungan menurut AHSP 2022 diperoleh harga total sebesar Rp1,463,923,698.86, di mana hasil tersebut adalah lebih besar nilainya dibandingkan dengan harga total menurut perhitungan kontraktor. Selisih harga total antara perhitungan kontraktor dan perhitungan menurut AHSP 2022 sebesar Rp18,866,957.44. Kata kunci: proyek, kontraktor, anggaran, AHSP
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Beton Pada Proyek Pembangunan Rumah Dinas Kejari Kotamobagu Janette G. Kumendong; Tisano Tj. Arsjad; Deane R. O. Walangitan
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53842

Abstract

Beton adalah suatu material konstruksi yang campurannya terbuat dari beberapa bahan, seperti semen, air, batu kerikil atau pasir, dan aditif lainnya. Campuran ini dicampur bersama untuk membentuk suatu massa yang keras dan kuat setelah mengalami proses pengeringan atau pengerasan. Beton sering digunakan dalam pembangunan untuk berbagai aplikasi, termasuk pembuatan fondasi, struktur bangunan, jalan, jembatan, dan banyak lagi. Beton memiliki keunggulan dalam hal kekuatan, ketahanan terhadap api, daya tahan terhadap cuaca dan terhadap temperatur yang tinggi serta biaya peralihannya yang murah. Dalam perencanaannya, proyek pembangunan Rumah Dinas Kejari Kotamobagu di jadwalkan untuk selesai dalam kurun waktu 200 hari, dengan biaya secara keseluruhan pada proyek yang di anggarkan sebesar Rp. 2.888.328.415,4416. Penelitian ini difokuskan pada pekerjaan beton yang di tinjau pada pembangunan gudang penyimpanan barang bukti rumah dinas kejari kotamobagu pada pekerjaan pondasi, kolom , dan balok yang merupakan struktur konstruksi bangunan yang penting dalam suatu pembangunan. Mutu beton yang digunakan dalam pekerjaan pondasi, kolom dan balok adalah mutu beton K 300. Adapun jenis pondasi yang digunakan dalam pelaksanaan pembanguanan ialah pondasi telapak. Kata kunci: metode pelaksanaan, beton, pondasi, kolom, balok