Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Indonesian Community Journal

Peningkatan Nilai Tambah Limbah Hasil Pertanian Sebagai Pakan Ternak Bernutrisi Tinggi Berbasis Mesin Pencacah di Desa Bunder Karina Meidayanti; Astri Iga Siska; Novilia Kareja
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 4 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i4.3404

Abstract

Luasan area persawahan yang dimiliki oleh Kecamatan Kabat, diimbangi oleh besarnya potensi akan limbah pertaniannya. Kecamatan Kabat, melalui BPP telah mencanangkan program pertanian sehat dan program tersebut adalah terkait pakan sehat telah disosialisasikan kepada kelompok tani binaan. Permasalahan yang paling yang dihadapi mitra: limbah hasil pertanian pada mitra belum dimanfaatkan sama sekali sehingga mencemari lingkungan; kelompok tani belum memiliki keilmuan dan keahlian dalam pakan fermentasi, mengoperasikan mesin dan merawat mesin pencacah limbah hasil pertanian; mitra belum memiliki fasilitas berupa mesin pencacah limbah hasil pertanian; SDM belum mampu melakukan analisis usaha dan pencatatan keuntungan secara sistematis. Solusi tepat guna yang ditawarkan  pada mitra dikerjakan dalam tiga tahapan yaitu; 1) melakukan sosialisasi pembuatan pakan ternak pada mitra, 2) pelatihan pembuatan pakan menggunakan mesin pencacah dan melakukan SOP perawatan mesin, 3) Pelatihan manajerial dan analisis usaha produk. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yakni pakan ternak fermentasi yang siap dikomersialisasikan dan diaplikasikan untuk ternak.
Booklet Resep Berbahan Dasar Ikan Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Tambong Banyuwangi Astri Iga Siska; Novilia Kareja; Sandryas Alief Kurniasanti
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 4 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v4i4.5579

Abstract

Based on information from the Banyuwangi Health Service, the incidence of stunting in 2023 was recorded at approximately 2,300 children, this number is known to have decreased significantly from the number of 2,780 stunted children recorded in 2022. This community service aims to address issues related to stunting which are of particular concern, especially in the health sector in Banyuwangi. Stunting prevention can be done by providing education to mothers regarding the provision of healthy and nutritious food. One of the healthy foods in question is fish-based food. Through this activity, PKK mothers from Tambong Village were trained in processing fish products into nutritious food for children, preventing stunting. They were also given a booklet of fish-based recipes to apply at home. The training and mentoring process involved preparation, socialization of fish utilization in preventing stunting, training in processing fish-based food, and evaluation. The results showed that participants gained knowledge and skills related to fish-based food processing, and were enthusiastic about making these processed foods for children's meals.
Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci Sebagai Upaya Mewujudkan Program Desa Hijau di Watukebo, Blimbingsari Karina Meidayanti; Astri Iga Siska; Nurul Alfiyah
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 4 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v4i4.5585

Abstract

Lack of utilization of household waste, especially used cooking oil (Jelantah) in Watukebo Village, where Jelantah is disposed of carelessly without further processing, causing odors and polluting the environment. Furthermore, it causes odor and environmental pollution. Besides being carcinogenic, used cooking oil, which is dangerous if disposed into the environment, is also included in the category of B3 waste. into the environment. Lack of knowledge about the utilization of Used Cooking Oil by the the Watukebo village community, especially housewives, is one of the obstacles in the efforts to manage household waste that should be utilized in other products of high economic value. One of the ways to handle used cooking oil that is environmentally friendly is by making it laundry soap. To provide appropriate solutions to partners, the cooking oil processing program was carried out in three stages: 1) socializing the making of used cooking oil-based laundry soap to partners, 2) training in making cooking oil-based laundry soap, and 3) managerial training and product business analysis. The results obtained from this activity are liquid laundry soap that is ready to be commercialized and applied to the residents of Bunder Village.
Revitalisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Metode Takakura Sebagai Akselerasi Desa Hijau dan Desa Mandiri Pupuk Berkelanjutan di Desa Lemahbangdewo Karina Meidayanti; Aldy Bahaduri Indraloka; Astri Iga Siska
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.8001

Abstract

Kurangnya pemanfaatan sampah rumah tangga di Desa Lemahbangdewo masih menjadi persoalan serius, karena sebagian besar limbah dibuang tanpa diolah sehingga menimbulkan bau dan pencemaran lingkungan. Minimnya pemahaman masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mengenai potensi pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi turut memperparah keadaan. Salah satu pendekatan ramah lingkungan yang dapat diterapkan adalah pengolahan sampah organik dengan metode Takakura. Melalui metode ini, warga tidak hanya memperoleh manfaat dari segi produksi, tetapi juga mampu meningkatkan keterampilan baik teknis maupun manajerial yang berpotensi mendorong lahirnya industri rumahan. Program pengabdian ini dilaksanakan dalam tiga tahap utama, yaitu: (1) sosialisasi pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik Takakura, (2) pelatihan teknis pembuatan pupuk organik Takakura, dan (3) pelatihan manajemen usaha serta analisis kelayakan produk.