Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implications of the principle of involvement in learning design at elementary school level Debora Pratiwi Sibarani; Rachmy Aryati Nurdin
xxxx-xxxx
Publisher : Sekolah Pascasarjana UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5340/ciee.v2i1.61846

Abstract

A learning process requires the direct involvement of students to develop their potential to prepare them to seek opportunities and manage the challenges of the coming smart society 5.0. However, the involvement of students does not guarantee active learning in the classroom. This article will define the principle of involvement in learning, describe two learning approaches that can engage students in learning physically, mentally, emotionally, and intellectually, and explain the implications of these learning approaches in concrete learning for educators and students. This article used a literature review as a qualitative method to describe the principle of involvement through two learning approaches, namely John Dewey's Learning by Doing Theory and Barrows and Tamblyn's Problem-Based Learning (PBL) Method. Hence, the readers can see how important the principle of involvement in learning is and its implications as the teacher's ability to serve not only as a facilitator, but also as an activity manager who is able to direct, guide, and encourage students toward predetermined learning goals. Therefore, the direct involvement of students in the learning process is absolute because those experiences aim to alter and enrich them in acquiring the 21st-century skills needed.
PELATIHAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI KOMUNITAS GURU BELAJAR SMAN 86 JAKARTA Debora Pratiwi Sibarani; Wiputra Cendana; Juliana Tirza; Adventina Situngkir
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 1 (2024): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membahas dan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam konteks penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui pelatihan pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan interdisipliner bagi para guru. Pelatihan tersebut dilakukan dengan mendalami konsep dan prinsip dasar Kurikulum Merdeka, serta bagaimana strategi pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar beragam siswa. Selain itu, penelitian ini membahas pentingnya pendekatan interdisipliner dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang holistik dan kontekstual di kelas. Instrumen penelitian yang digunakan mencakup observasi di sekolah, kuesioner yang disebarkan kepada guru, serta wawancara mendalam dengan guru dan ahli kurikulum untuk mengumpulkan data tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan interdisipliner di sekolah. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan interdisipliner terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila. Namun metode dan pendekatan pembelajaran ini belum dapat diimplementasikan oleh guru secara maksimal sehingga penelitian ini dapat menjadi rekomendasi dalam meningkatkan efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam pelaksanaan P5.
EDUKASI LITERASI BACA-TULIS MELALUI PELATIHAN DAN PERLOMBAAN PENULISAN—PEMBACAAN CERPEN PADA SISWA SDN 5 TIGARAKSA Jonter Pandapotan Sitorus; Debora Pratiwi Sibarani; Christina Purwanti; Kusman Sudarja; Hanna Sutedja
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 2 (2025): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i2.9812

Abstract

Kecakapan literasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia karena kecakapan itu akan membantu kehidupan manusia menjadi lebih baik. Tantangan yang terjadi adalah kecakapan literasi khususnya di Indonesia masih menjadi perhatian penting karena nyatanya hasil dari kecakapan literasi masih terhitung rendah. Kenyataan itu juga terjadi pada siswa SDN 5 Tigaraksa Tangerang. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kecakapan literasi baca-tulis khususnya kepada peserta didik. Bentuk literasi baca-tulis yang dimaksudkan dapat ditempuh melalui pembagian informasi dalam bentuk pelatihan dan perlombaan. PkM telah dilaksanakan menjadi sarana dan wadah penting bagaimana peserta didik langsung mendapatkan informasi penting dari literasi baca-tulis, memberikan ruang untuk melatih kemampuan melalui penulisan cerpen dengan gabungan teknik penulisan Pentigraf-Cilukba, dan memberikan ruang untuk menghasilkan karya cerpen dan membacakannya dengan teknik membaca cerpen nyaring dan kreatif. Berdasarkan pelaksanaan PkM di SDN 5 Tigaraksa Tangerang, disimpulkan adanya sikap antusias siswa dalam mengikuti pelatihan literasi baca-tulis melalui pembacaan dan penulisan cerpen tiga paragraf (pentigraf). Hasil lomba penulisan dan pembacaan pentigraf menunjukkan adanya potensi yang baik pada peserta didik karena mampu menuliskan pentigraf dan membacakan pentigraf sesuai dengan rubrik yang telah ditentukan.
PEMBELAJARAN INTERAKTIF DAN EDUKASI POLA ASUH BAGI MASYARAKAT DESA PAGERWANGI Wiputra Cendana; Debora Pratiwi Sibarani; Indra Praja Kusumah; Chandra Han; Hernawati Siahaan
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10499

Abstract

Dari hasil observasi yang dilakukan, peneliti dan mitra melihat adanya temuan di Desa Pagerwangi, Lembang, yang menunjukkan bahwa masih banyak orangtua belum memahami pentingnya pola asuh dalam membentuk karakter anak. Kegiatan Heart To Serve 2025 hadir sebagai upaya edukatif yang berfokus pada penguatan peran keluarga dalam mendidik anak sejak dini. Pola asuh yang tepat berperan penting dalam menanamkan nilai tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kebiasaan hidup sehat, yang berdampak langsung pada kualitas interaksi sosial dan lingkungan masyarakat. Minimnya pemahaman orangtua tentang hal ini dapat menyebabkan kesenjangan nilai, lemahnya kontrol sosial, serta kurangnya teladan positif bagi generasi muda. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi seputar pola asuh kepada masyarakat Desa Pagerwangi secara komunikatif dan kolaboratif. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran orangtua mengenai pentingnya pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak secara utuh, baik secara emosional, sosial, maupun moral. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana partisipatif bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelayanan masyarakat melalui interaksi lintas generasi. Luaran yang ditargetkan yaitu sebanyak 80% dari peserta edukasi orangtua menunjukkan peningkatan pemahaman dan kepuasan atas materi pola asuh yang diberikan, sebagaimana diukur melalui evaluasi akhir kegiatan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan sikap dalam praktik pengasuhan anak, guna membentuk lingkungan keluarga yang sehat dan masyarakat yang harmonis.