Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TRANSFORMASI SOSIAL DAN IDENTITAS DI ERA AI: KAJIAN POSTHUMANISME DALAM NOVEL MENANAM GAMANG Murahim Murahim; Mahmudi Efendi; Farida Jaeka; Karoluslina Karoluslina; Wahida Apriani
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i1.2602

Abstract

The novel Menanam Gamang by Dhianita Kusuma Pertiwi reflects a post-pandemic world dominated by technology and artificial intelligence (AI) in human life. Set two decades after a global pandemic, the novel depicts humanity’s uncertainty in facing both the comfort and the existential void brought about by dependence on technology. This study aims to examine how social transformation and human identity are represented in the novel using a posthumanism theoretical approach. The method employed is qualitative research based on literary text analysis, focusing on narratives, dialogues, and descriptions related to the relationship between humans and technology. The findings reveal that technology in the novel functions not merely as a tool but has transformed into an entity that reshapes the way humans think, feel, and interact. Human identity becomes fluid, social relations undergo disruption, and traditional values are marginalized. These findings suggest that literature can serve as a reflective space for understanding the dilemmas of humanity amidst the relentless tide of technology. Keywords: Posthumanism; Identity; AI; Novel; Technology.
Revitalisasi Sastra Lisan Sasak Berbasis Komunitas: Pemodelan Bekayat di Kalangan Pemuda Lombok farida jaeka; Randa Anggarista
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v7i2.1156

Abstract

Bekayat merupakan salah satu sastra lisan di Suku Sasak Lombok yang berada dalam ambang kepunahan. Padahal, selain menjadi salah satu artefak sejarah, kandungan isi dalam teks cerita bekayat masih dapat diteladani oleh generasi muda saat ini. Hal itu menjadi landasan dasar bagi peneliti untuk mengambil penelitian yang memiliki tujuan untuk merevitalisasi bekayat melalui pembentukan komunitas bekayat muda yang berkelanjutan agar bekayat tetap menunjukkan eksistensinya di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif. Tahap penelitian dimulai dengan preparasi (observasi, penyiapan instrumen wawancara, penentuan objek penelitian, wawancara, catat, rekam, dan dokumentasi) sebagai preliminary research terkait pembentukan komunitas bekayat muda. Selanjutnya, tahap pengembangan komunitas (pemaparan hasil preliminary research, pembuatan silabi, pembentukan personil komunitas, empowering aktivitas komunitas) sebagai inovasi dalam penelitian ini. Terakhir, tahap pengolahan dan interpretasi data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses revitalisasi sastra lisan bekayat dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu pertama, persiapan berupa kegiatan observasi partisipatif dan identifikasi untuk meninjau perkembangan sastra bekayat di Lombok. Kedua, pembentukan komunitas yang dimulai dengan perekrutan anggota komunitas, identifikasi narasumber (seminar dan mentor bekayat), pelaksanaan seminar revitalisasi sastra lisan, serta penyusunan silabi. Ketiga, tahap pengembangan yang dimulai dari pembelajaran terpumpun dan intensif bersama ahli bekayat di Kabupaten Lombbok Tengah.
Kajian Setilah dalam Prosesi Bejangkep Suku Sasak Lombok: Pemertahanan Ragam Istilah Lokal Farida Jaeka; Randa Anggarista
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i2.1830

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik dengan tujuan untuk mengkaji berbagai setilah Sasak dalam prosesi bejangkep. Data dalam penelitian ini berupa satuan lingual tentang setilah Sasak dalam prosesi bejangkep, sedangkan sumber data dalam penelitian ini menggunakan informan yaitu tokoh adat Sasak di Kabupaten Lombok Tengah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, rekam, simak dan catat. Adapun teknik analisis data dilalui dengan tahapan identifikasi, reduksi dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, prosesi bejangkep memiliki beberapa bentuk atau tahapan, mulai dari berayean, midang hingga bales nae. Kedua, beberapa jenis satuan lingual dalam prosesi bejangkep terdiri dari kata, baik nomina maupun verba; serta frasa subordinatif yaitu satuan gramatikal yang terdiri dari dua kata dengan kelas atau jenis yang berbeda. Ketiga, beberapa setilah dalam prosesi bejangkep memiliki relevansi dengan kearifan lokal atau lokalitas masyarakat Sasak. Andang-andang sebagai salah satu sesajen atau simbol untuk memulai prosesi bejangkep, terutama begawe, merefleksikan sistem mata pencaharian hidup serta sistem pengetahuan masyarakat Sasak. Kata Kunci: bejangkep; etnolinguistik; Sasak Lombok; dan setilah.