Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

BELAJAR TAKEPAN SASAK BERSAMA SISWA SMK SHOFWATUL KHAER DESA BILOQ PETUNG, SEMBALUN, LOMBOK TIMUR Muh. Syahrul Qadri; Murahim Murahim; Mahmudi Efendi; Natsir Abdullah
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2019): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.863 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i2.1150

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada peserta didik SMK Shofwatul Khaer tentang bagaimana membaca, menerjemahkan, dan mengkaji naskah kuno masyarakat Sasak (takepan), guna menumbuh-kembangkan minat peserta didik di bidang naskah kuno secara khusus dan sosial budaya pada umumnya, sebagai upaya menggali nilai-nilai luhur peninggalan masyarakat di masa lalu melalui pembacaan takepan Sasak. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan pembelajaran bagaimana cara membaca takepan Sasak, menerjemahkannya, dan menggalinya, dengan mengadakan pertemuan berulang kali layaknya di perkuliahan. Target luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan membaca peserta didik dalam memahami takepan Sasak, dan melahirkan satu bahan bacaan pembelajaran takepan. Adapun hasil yang diperoleh dalam program pengabdian ini adalah bahwa secara menyeluruh siswa SMK Shofwatul Khaer Desa Biloq Petung Kecamatan Sembalun Lombok Timur sangat antusias dalam menerima proses pembelajaran takepan ini, meski tidak semua siswa dapat mencapai target standar yang diharapkan dikarenakan kondisi sekolah dan siswa itu sendiri.
Sosialisasi Nilai Budaya Sasak kepada Komunitas Seni Tradisi di Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (Upaya Penguatan Ekspresi Nilai Budaya dalam Seni Tradisi) Murahim Murahim; Mari’I Mari’I; Mahmudi Efendi; Syaiful Musaddat; Muh. Syahrul Qodri
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 3 No 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v3i3.1340

Abstract

Seni tradisi yang berkembang dalam masyarakat, terutama masyarakat Sasak di Lombok sangat banyak. Seni tradisi tersebut sering ditanggap dalam acara dan ritual-ritual tertentu dalam masyarakat. Hal yang tidak banyak disadari adalah seni tradisi adalah ekspresi nilai dan keluhuran budaya masyarakat di mana seni tradisi tersebut berkembang. Hal ini menimbulkan anggapan bahwa seni tradisi hanya bersifat menghibur tanpa memikirkan lagi bahwa ada hal tersembunyi yang disampaikan, ada pengajaran yang di sampaikan melalui pertunjukan seni tradisi tersebut. Pembelajaran nilai inilah yang akan disosialisasikan melalui kegiatan pengabdian ini. dengan kegiatan ini diharapkan munculnya kesadaran masyarakat terutama pendukung seni tradisi akan adanya nilai-nilai budaya tersebut. Kegiatan ini juga akan berkontribusi dalam peningkatan kualitas pertnjukan seni tradisi karena adanya kesadaran nilai tersebut. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat yang berjudul “Sosialisasi Nilai Budaya Sasak kepada Komunitas Seni Tradisi di Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (Upaya Penguatan Ekspresi Nilai Budaya dalam Seni Tradisi)” dapat dinyatakan berhasil karena dapat menyentuh kesadaran dan pemahaman masyarakat target terkait dengan nilai budaya Sasak yang terkandung dalam seni tradisional yang hidup dan masih berkembang dalam masyarakat Desa Terengan, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Dengan kesadaran semacam ini, seni tradisional akan terus berkembang dan lestari bukan hanya sebagai seni yang menghibur, tetapi sebagai ekspresi dan paparan nilai dalam kehidupan masyarakat Sasak. Program semacam merupakan hal penting dalam rangka penanaman dan pemahaman nilai dalam seni tradisi. Dengan begitu, seni tradisi hidup bukan hanya sebagai seni hiburan tapi juga sebagai media penanaman dan pemahaman nilai budaya yang harus dihargai dan dihormati.
TRANSFORMASI SOSIAL DAN IDENTITAS DI ERA AI: KAJIAN POSTHUMANISME DALAM NOVEL MENANAM GAMANG Murahim Murahim; Mahmudi Efendi; Farida Jaeka; Karoluslina Karoluslina; Wahida Apriani
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i1.2602

Abstract

The novel Menanam Gamang by Dhianita Kusuma Pertiwi reflects a post-pandemic world dominated by technology and artificial intelligence (AI) in human life. Set two decades after a global pandemic, the novel depicts humanity’s uncertainty in facing both the comfort and the existential void brought about by dependence on technology. This study aims to examine how social transformation and human identity are represented in the novel using a posthumanism theoretical approach. The method employed is qualitative research based on literary text analysis, focusing on narratives, dialogues, and descriptions related to the relationship between humans and technology. The findings reveal that technology in the novel functions not merely as a tool but has transformed into an entity that reshapes the way humans think, feel, and interact. Human identity becomes fluid, social relations undergo disruption, and traditional values are marginalized. These findings suggest that literature can serve as a reflective space for understanding the dilemmas of humanity amidst the relentless tide of technology. Keywords: Posthumanism; Identity; AI; Novel; Technology.
Psikologi Tokoh Utama dalam Cerita Rakyat Cupak Gurantang dan Bawang Merah Bawang Putih: Kajian Sastra Perbandingan Baiq Alvi Ramdantia; Saharudin Saharudin; Murahim Murahim; Agusman Agusman
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 13, No 2 (2024): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v13i2.7757

Abstract

The folklore of Cupak Gurantang (CG) and Bawang Merah Bawang Putih (BMBP) was born and developed in the community and spread using everyday language. The folklore (CG) and (BMBP) tell about two brothers, but not siblings. Both stories have similarities in the characters and characterization in the story. This study aims to determine the similarities or differences in the classification of the emotions of the main characters in the folklore in terms of character psychology. The study approach used in the study is the study of literary psychology, Krech's classification theory and comparative literature studies. The data analysis technique used is the content analysis technique with the following steps: 1) identifying the emotions of the characters in the stories (CG) and (BMBP), 2) classifying the emotions of the characters based on the characterization of the characters in the story, 3) analyzing the emotions in the stories (CG) and (BMBP) by describing the data that has been obtained using David Krech's emotion classification theory, 4) comparing the emotions of the main characters in the stories (CG) and (BMBP). The results of the study show that the main characters in the folklore (CG) and (BMBP) have similarities and differences in emotions between characters. The characters Cupak and Bawang Merah have similar emotional classifications, namely anger, hatred and failure. The similarities in the emotions of the characters Cupak and Bawang Merah are due to the same character between the two. This is motivated by envy of their younger sibling and the luck that they never got. Thus, the envy that exists within them affects the psychological condition that they must have what their younger sibling has even though they have to do it in a cunning way. Meanwhile, the characters Gurantang and Bawang Putih have different emotions, but have the same character. The similarities in their characters are motivated by a life that demands them to be good and patient people. AbstrakCerita rakyat Cupak Gurantang (CG) dan Bawang Merah Bawang Putih  (BMBP) lahir dan berkembang di tengah-tengah masyarakat serta menyebar dengan menggunakan bahasa sehari-hari. Cerita rakyat (CG) dan (BMBP) menceritakan tentang dua orang bersaudara, namun bukan saudara kandung. Kedua cerita ini memiliki kemiripan pada tokoh dan penokohan dalam ceritanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan atau perbedaan klasifikasi emosi tokoh utama dalam cerita rakyat tersebut pada aspek psikologi tokoh. Pendekatan kajian yang digunakan dalam penelitian adaalah kajian psikologi sastra teori klasifikasi Krech dan kajian sastra banding. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi dengan langkah-langkah: 1) mengidentifikasi emosi tokoh dalam cerita (CG) dan (BMBP), 2) mengklasifikasikan emosi tokoh berdasarkan penokohan tokoh dalam cerita, 3) menganalisis emosi dalam cerita (CG) dan (BMBP) dengan mendeskripsikan data yang telah diperoleh menggunaakan teori klasfikasi emosi David Krech, 4) melakukan perbandingan emosi tokoh utama dalam cerita (CG) dan (BMBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama dalam cerita rakyat (CG) dan (BMBP) memiliki persamaan dan perbedaan emosi antar tokoh. Tokoh Cupak dan Bawang Merah memiliki persamaan klasifikasi emosi yaitu  pada emosi marah, benci dan kegagalan. Persamaan emosi  tokoh Cupak dan Bawang Merah  dikarenakan watak antar keduanya yang sama. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh rasa iri hati terhadap sang adik dan keburuntungan yang tidak pernah mereka dapatkan. Dengan demikian, rasa iri hati yang terdapat dalam diri memengaruhi kondisi psikologis bahwa mereka harus memiliki seperti apa yang dimiliki oleh sang adik meski dengan cara licik agar mereka mendapatkannya. Sedangkan, pada tokoh Gurantang dengan Bawang Putih memiliki perbedaan emosi, tetapi memiliki watak yang sama. Kesamaan watak keduanya dilatarbelakangi oleh kehidupan yang menuntut mereka menjadi pribadi yang baik dan penyabar.
Mahabbah dalam Perjalanan Sufistik Jatiswara Dalam Novel Jatiswara Karya Lalu Agus Fathurrahman: Perspektif Sufi Rabi’ah Al Adawiyah Murahim Murahim; Mahmudi Efendi; Muh Syahrul Qodri; Mari' i Mari' i; Baiq Dahlia Putri Ayuningtias
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i2.2299

Abstract

Penelitian ini mengkaji perjalanan spiritual Jatiswara dalam mencari Ki Sajati, saudaranya. Perjalanannya dikaji melalui tahapan-tahapan sufi dalam konsep mahabbah Rabi'ah al-Adawiyah. Dalam perjalanan ini, Jatiswara melewati langkah-langkah sufi: tobat, sabar, syukur, raja' (harapan) dan khauf (takut), fakir, zuhud, mahabbah, dan ma’rifat. Penlitian menemukan bahwa tobat merupakan langkah awal Jatiswara dalam menghapus keraguan melalui kepasrahan kepada Allah, diikuti kesabaran dan syukur dalam menghadapi penderitaan dan anugerah ilahi. Rasa raja' dan khauf terhadap takdir juga memperkuat keyakinannya akan campur tangan Allah dalam hidupnya. Tahap berikutnya adalah fakir dan zuhud, yang dicapai Jatiswara melalui pemahaman atas kemiskinan dan kehendak Allah sebagai bagian dari perjalanan hidupnya. Terakhir, tahap mahabbah dan ma’rifat menjadi puncak perjalanan Jatiswara, di mana cintanya pada Allah menumbuhkan kerinduan dan keterhubungan mendalam dengan-Nya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perjalanan Jatiswara mencerminkan tahapan sufi menuju mahabbah, di mana pencarian cinta sejati pada akhirnya mengarah pada cinta dan penyatuan spiritual dengan Sang Pencipta.