Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

JALAN KELUAR KONFLIK ANTAR AGAMA: STUDI PEMIKIRAN IBN ‘ARABI Rahman, Fajrur; Wasil, Wasil
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.40720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran seorang tokoh pluralis Islam yang sangat terkenal, yaitu Syekh Ibn ‘Arabi, dalam rangka mencari jalan keluar konflik antar agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Di Abad ke-21 ini, kerapkali kita menemukan konflik yang terjadi, entah itu konflik pribadi, ras, suku, kelompok, dan juga agama. Hal semacam itu tentu menimbulkan ketidaknyamanan dalam kita menjalani hidup. Pada penelitian ini penulis menjabarkan konsep ketuhanan dan konsep kesatuan dari seorang tokoh yang lahir pada Abad ke-12, tepatnya tahun 1165, yaitu Syeikh al-Akbar Ibn ‘Arabi. Menurut beliau perselisihan antar agama akan bisa diselesaikan apabila seluruh umat beragama memahami bahwa agama yang mereka jadikan alasan untuk berselisih satu sama lain itu sejatinya sama-sama berasal dari Tuhan yang Satu. Karena mereka sama-sama berasal dari Tuhan yang Satu, maka menyakiti keyakinan agama lain sama saja menyakiti keyakinan agamanya sendiri. Agama apapun itu namanya, seperti halnya di Indonesia ada Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, Konghucu, kepercayaan lokal dan kepercayaan lainnya, secara substansial tujuannya adalah Sama, yaitu untuk membawa manusia kepada jalan kebenaran, kebaikan, dan kebijaksanaan. Oleh karena itu tidak sepatutnya sesama manusia yang hakikatnya sama-sama menyembah pada Tuhan yang Sama, saling konflik satu sama lainnya.
Ekoteologi dalam Menyikapi Krisis Ekologi di Indonesia Perspektif Seyyed Hossein Nasr Wasil Wasil; Muizudin Muizudin
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 22 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v22i1.31403

Abstract

This library research descriptively explains the causes of the ecological crisis in Indonesia by using the ecotheological approach in the construction of Seyyed Hossein Nasr’s thought. This research shows that the ecological crisis is correlated with a perspective that is not in favor of nature (anthrophocentrism), modern humans lose their existence-spiritual and understanding of nature that is desacralized. Ecotheology is then used as a strategic basis for solving the ecological crisis in the midst of Indonesian religious society by mainstreaming ecotheology through religious leaders, pesantren, educational institutions, and NGOs.
Lived Islamic Environmental Ethics and Communal Ecological Transformation in An-Nur Pesantren Muizudin; Wasil; Hassin Dzikry Ramadhan
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 25 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/refleksi.v25.i1.48959

Abstract

Environmental sustainability has increasingly become an important concern in Islamic studies, yet most research on eco-pesantren primarily examines environmental education or institutional waste management without explaining how Islamic environmental ethics are translated into everyday communal practice. Addressing this gap, this study investigates how Islamic environmental ethics function as a lived ethic that shapes ecological responsibility within An-Nur Pesantren, Yogyakarta. Employing a qualitative case-study approach based on interviews, participant observation, and document analysis, the research integrates Holistic Environmental Ethics with the Asset-Based Community Development (ABCD) framework to examine the relationship between religious values and ecological practices. The findings reveal that waste reduction is understood not merely as an environmental obligation but as an act of worship embedded in religious discipline and communal life. Practices such as banning single-use plastics, encouraging reusable containers, promoting modest consumption, and integrating environmental responsibility into daily pesantren routines have significantly reduced waste generation while fostering collective ecological awareness. The study argues that Islamic environmental ethics operate as a lived communal ethic capable of transforming environmental responsibility into a sustainable religious practice. It further proposes that pesantren offer a faith-based alternative to neoliberal eco-consumerism by cultivating ecological transformation through spiritual values, communal discipline, and moral formation.
Fenomena Dakwah Digital Tematik (Studi Kasus Akun Instagram Romo Andreas Subekti dan Habib Husein Ja’far Al-Hadar) Tati Aswiandini; Wasil Wasil
Inklusiva: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 2 No. 2 (2024): Inklusiva
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/inklusiva.v2i2.43249

Abstract

The research analyzes the digital da'wah strategies used by two religious figures, Romo Andreas Subekti and Habib Husein Ja’far Al-Hadar, who utilize social media platforms, particularly Instagram, to deliver their digital da'wah. This research was conducted through various data collection methods, including observation, interviews, literature studies, and documentation. The results of this study show that Habib Husein Ja’far Al-Hadar focuses on spreading religious messages through content such as quotes, short sermons, and inspirational videos accompanied by invitations to dialogue and ask questions. Conversely, Romo Andreas Subekti uses Instagram for personal reflections, daily life stories, and practical religious guidance, supported by engaging visuals and narratives. Both figures utilize Instagram as a medium for da'wah in ways that align with their character and audience. The researcher also found that user interactions, such as comments and direct messages, play an essential role in strengthening relationships between religious figures and their followers on social media. These findings provide insights into how social media can be effectively used in the context of contemporary da'wah and suggest strategic steps to enhance the impact of digital da'wah.
Tradisi Ngalap Berkah dalam Perayaan Grebeg Syawal di Keraton Kanoman Cirebon (Studi Mengenai Makna Budaya dan Sufistik) Nurul Hamim; Wasil Wasil
Inklusiva: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 2 No. 2 (2024): Inklusiva
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/inklusiva.v2i2.43329

Abstract

This research was written to analyze the cultural and Sufistic meaning contained in the Ngalap Berkah tradition in the Grebeg Syawal celebration at the Kanoman Palace, Cirebon. This type of research is qualitative research using interviews and field observations. This research uses Bronislaw Malinowski's anthropological approach. The results of this research can be found that culturally, the Ngalap Berkah tradition reflects harmony between the spiritual and social life of the Cirebon people. From a Sufistic perspective, this tradition contains the meaning of blessing which is believed to be obtained through purity and cleanliness of heart in doing good to others. The Islamic values contained in this tradition include the concepts of almsgiving, ukhuwah , and taqwa.
STRATEGI PREVENSI PAHAM RADIKAL DI MEDIA SOSIAL Wasil Wasil; Abd. Rasyid
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v8i2.27017

Abstract

Abstrak:Artikel ini menganalisis penyemaian paham radikal di media sosial serta strategi untuk mencegahnya. Metode yang digunakan untuk mencari jawaban atas persoalan radikal ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Umumnya, paham radikal di media sosial tersebar melalui platform-platform media sosial dan budaya populer, seperti Website, YouTube, Instagram, Majalah dan Telegram dengan sasaran utama kaum middle class dan anak muda yang telat mengalami pubertas religius. Artikel ini berusaha mencari jawaban preventif dalam upaya mencegah paham-paham radikal yang tersebar di media sosial. Hasilnya, strategi prevensi itu dapat efektif dengan menggunakan tiga cara. Pertama, penggunaan platform media yang sama. Kedua, pengembangan kreasi konten-konten media sosial dan budaya populer yang lebih masif. Ketiga, pemberdayaan dai-dai milenial yang melek teknologi.Abstract:This article tries to analyze the progress of radicalism on social media and strategies to prevent it. To find the answers to radical problems, this article used a qualitative-descriptive method. Generally, radical ideas in social media are spread through social media platforms and popular cultures, such as Websites, YouTube, Instagram, Magazines, and Telegrams with the main targets being the middle class and young people who are experiencing religious puberty late. This article tries to find preventive answers in an effort to prevent radical ideas from spreading on social media. As a result, the prevention strategy can be effective in three ways. First, the use of the same media platform. Second, the development of more massive social media and pop culture content creations. Third, empowering millennial preachers who are technology literate.
RELASI ISLAM DAN KRISTEN (KATOLIK): PERAN PENTING PEMUKA AGAMA Wasil Wasil
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.29390

Abstract

AbstrakArtikel ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research) tentang relasi Islam dan Kristen (Katolik) di tengah masyarakat Sumenep, Madura yang religius. Hubungan keduanya dalam landscape Indonesia seringkali up and down dan rentan konflik. Salah satu faktor utama relasi keduanya bisa rukun dan damai atau sarat konflik sangat ditentukan oleh peran penting pemuka agama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relasi Islam dan Kristen (Katolik) di Sumenep berjalan harmonis yang termanifestasi dalam sejumlah interaksi dan kerjasama yang baik, bukan sekedar kerukunan yang pasif atau ‘semu’. Relasinya tampak dalam bidang sosial-keagamaan, pendidikan dan ekonomi di mana pemuka agama sangat memainkan peranannya dalam menciptakan dan merawat relasi baik atau kerukunan tersebut. Peran yang dilakukan pemuka agama adalah internalisasi teologi kerukunan dan penyebaran paham keagamaan moderat.  Kata Kunci: Relasi, Islam, Kristen, Pemuka Agama, Peran
Ritual Galungan-Kuningan dan Navrati (Studi Komparasi Hindu Bali dan India) Muria Khusnun Nisa; Wasil Wasil
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v10i1.37896

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan ritual Galungan-Kuningan pada Hindu Bali dan Navratri pada Hindu India dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan kedua ritual tersebut. Persamaan terdapat pada makna ritual yaitu untuk memperingati kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan), kedua ritual tersebut dilaksanakan setiap dua kali dalam satu tahun, serta memiliki tujuan untuk memohon bhakti kepada Tuhan dan meminta perlindungan-Nya. Hari raya Galungan-Kuningan dan Navratri juga merupakan bentuk dari salah satu Panca Yadnya yaitu Dewa Yadnya, dengan fokus utama dari perayaan Galungan-Kuningan dan Navratri yaitu untuk beribadah kepada Tuhan. Perbedaan hari raya Galungan-Kuningan dan hari raya Navratri yaitu terletak pada tata-cara pelaksanaannya dan mitologinya. Penelitian ini merekomendasikan kepada pembaca untuk mengetahui keanekaragaman tradisi dan saling menghargai satu sama lain.
Pengaruh Perubahan Nama Studi Agama-Agama terhadap Tema dan Metode Skripsi Mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama UIN Jakarta Wasil Wasil
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v12i1.50388

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh perubahan nomenklatur Program Studi Perbandingan Agama menjadi Studi Agama-Agama terhadap pemilihan tema dan metodologi skripsi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Perubahan nama program studi pada tahun 2016 berimplikasi pada paradigma kajian studi agama, yang tercermin dalam penyesuaian kurikulum dan orientasi keilmuan. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi. Data penelitian bersumber dari skripsi mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama UIN SyarifHidayatullah Jakarta pada rentang tahun 2013-2021. Hasil penelitian menunjukkan perubahan nomenklatur program studi berpengaruh signifikan terhadap pemilihan tema dan metodologi skripsi mahasiswa. Pada periode sebelum perubahan nama, skripsi mahasiswa Perbandingan Agama cenderung didominasi oleh tema-tema teologis dengan metode penelitian yang kurang terartikulasi secara eksplisit. Sebaliknya, setelah perubahan menjadi Studi Agama-Agama, tema skripsi mahasiswa menjadi lebih variatif dan kontekstual, terutama dalam mengkaji relasi agama dengan isu-isu kontemporer. Selain itu, pendekatan yang digunakan bersifat polimetodis, yakni satu objek kajian dianalisis melalui berbagai pendekatan sekaligus.