Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Multimedia

Pengembangan Ide Produser dalam Produksi Dokumenter Televisi “Buku Harian” Edisi “Dibalik Layar Pencari Berita” Maria Esfera Dyah Untari; Siti Asiatun
Jurnal Ilmiah Multimedia dan Komunikasi Jurnal Ilmiah Multimedia dan Komunikasi Vol. 6 No. 1, Bulan Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jimk.v6i1.111

Abstract

Berita yang beredar di masyarakat tidak luput dari peran pencari berita yaitu wartawan. Di era digitalisasi media seperti sekarang (2020), wartawan tidak hanya bertugas mengabarkan berita, tetapi harus bersanding dengan tuntutan media, hati nuraninya, bahkan tidak bisa lari dari urusan ‘persaingan antar media’ meskipun itu rekan kerja sendiri. Hal ini menjadi latar belakang penulis yang berperan sebagai produser untuk menciptakan karya produksi berjudul  pengembangan ide produser dalam produksi dokumenter televisi “Buku Harian” edisi “Dibalik Layar Pencari Berita”. Penulis sebagai produser berperan mulai dari pengembangkan ide pada tahap pra produksi hingga pascaproduksi. Karya ini menggunakan konten dan alur cerita atau story telling dan metode pendekatan kepada narasumber agar memunculkan sense of humanis. Penggunaan grafis dan animasinya bertujuan memudahkan penonton untuk menggambarkan penjelasan narasumber serta ditunjang dengan variasi shot dan naskah jurnalisme sastra untuk mengolah budaya dongeng sebagai materi dalam menentukan alur cerita.Tujuan dari karya ini adalah mengangkat kisah dinamika wartawan ini ke dalam bentuk dokumenter. Karya dokumenter ini disajikan dengan jenis dokumenter buku harian atau diary film. Pengembangan ide diaplikasikan dengan memodifikasi jumlah sudut pandang penutur, yang seharusnya hanya 1 tokoh, menjadi lebih 4 tokoh wartawan yaitu Adam, Bayu, Agus, dan Gart. Penerapan 4 sudut pandang dengan menggunakan narasi secara langsung dari narasumber dapat memperjelas peristiwa yang terekam dalam video. Kesimpulan karya ini adalah mengungkap adanya suatu kenyataan di sekitar kita yang mungkin tidak disadari.
Penerapan Ide Kreatif pada Program Feature Televisi “Nusantara Bercerita” Edisi “Bocah Sisih Kidul” Agnesthia Maharani Sukma Dewi; Siti Asiatun
Jurnal Ilmiah Multimedia dan Komunikasi Jurnal Ilmiah Multimedia dan Komunikasi Vol. 7 No. 2, Bulan Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jimk.v7i2.157

Abstract

The dropout rate in Indonesia is still quite high in several regions. One of them is in Gunungkidul Regency, Yogyakarta. The role of education outside of school is very important to help out-of-school children to continue to get an education. The Bosskid Halfway House is a social organization that provides educational and recreational opportunities for out-of-school children in Ngasem Hamlet, Gunungkidul Regency. The purpose of creating this production work is to implement a creative idea in the form of an audio-visual entitled “Sisih Kidul Children's Halfway House”, which is outlined in a television feature program. The ideas and topics developed are suitable to be made into features because they provide interesting human interest values. The application of this creative idea was preceded by data collection in the form of descriptive and narrative with journalistic references to accuracy. Information is collected from various sources. Creative ideas are used from the concept-making stage to treatment by selecting the form of a feature program. In preparing the concept, creative ideas are applied so that the topics that have been determined can be packaged into an interesting television program. On-site observation was carried out to find interesting ideas that could be discussed in this feature work. From the data obtained, a discussion framework was developed, such as making sub-angles 1, 2 and 3. The sub-angles were delivered in 3 sequences which were packed with a duration of 17 minutes and were able to provide information quickly and uniquely to the audience.