Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Dosis Serap Bolus Berbahan Campuran Beeswax dan Petroleum Jelly Dalam Radioterapi Menggunakan Elektron 6 MeV Pada LINAC Ningsih, Desy Yulia; Adrial, Rico; Diyona, Fiqi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.4.462-466.2022

Abstract

Pengobatan kanker pada permukaan kulit menggunakan berkas elektron menghasilkan dosis radiasi yang belum mampu memberikan dosis permukaan secara maksimum, sehingga diperlukan material yang mampu meningkatkan dosis permukaan yang disebut dengan bolus. Penelitian ini akan menguji bolus berbahan campuran Beeswax dan Petroleum Jelly. Pengujian bolus meliputi dosis serap dan nilai Relative Electron Density (RED). Nilai RED diperoleh dari citra tomografi bolus menggunakan CT-Simulator dengan menentukan Region Of Interest (ROI). Nilai dosis serap didapatkan dengan melakukan penyinaran menggunakan instrumentasi Linear Accelerator (LINAC) pada energi 6 MeV. Hasil dosis serap dibaca pada elektrometer dan dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Nilai RED bolus yang diperoleh pada ketebalan 0,2 cm hingga 0,8 cm memiliki nilai RED yang lebih rendah dari nilai RED payudara tetapi pada ketebalan 1,0 cm memiliki nilai RED yang setara dengan jaringan payudara. Nilai dosis serap pada bolus saat disinari energi 6 MeV untuk ketebalan 0,2 cm sebesar 184,70 cGy, ketebalan 0,4 cm sebesar 182,67 cGy, ketebalan 0,6 cm sebesar 163,23 cGy, ketebalan 0,8 sebesar 125,27 cGy  serta  ketebalan 1,0 cm sebesar 80,10 cGy. Hasil penelitian bolus berbahan Beeswax dan Petroleum Jelly memiliki nilai RED yang setara dengan jaringan lunak dan dapat mengurangi dosis serap pada kedalaman sehingga bolus berbahan Beeswax dan Petroleum Jelly menjadi salah satu alternatif material bolus saat radioterapi.
Verifikasi Pergeseran Geometri Pesawat Linac Clinax CX Menggunakan Electronic Portal Imaging Device (EPID) Terdapat Kasus Kanker Nasofaring) Defira, Eli; Milvita, Dian; Diyona, Fiqi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.4.482-486.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai verifikasi pergesesaran geometri pada pesawat Linear Accelerator (Linac) tipe Clinax CX menggunakan Electronic Portal Imaging Device (EPID). Verifikasi dilakukan pada 10 data rekam medis pasien kanker nasofaring di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit Universitas Andalas. Proses verifikasi diawali dengan perencanaan Treatment Planning System (TPS) menggunakan Software Eclipse dilanjutkan dengan penyinaran pada EPID. Verifikasi pergeseran geometri berdasarkan pergeseran titik koordinat X, Y, Z. Hasil verifikasi menunjukkan terdapat pergeseran titik koordinat yang melebihi standar IAEA Human Health Series No.31 Tahun 2016, yaitu sebanyak 2 data pasien pada titik koordinat X, 1 data pasien pada titik koordinat Y, dan 1 data pasien pada titik koordinat Z karena mempunyai nilai pergesaran > 0,3 cm. Faktor penyebab terjadinya pergeseran yang signifikan adalah jauhnya jarak antara titik origin perencanaan ke titik origin penyinaran pada EPID.
Verifikasi Dosis Radiasi Berkas Foton 6 MV pada LINAC CLINAX CX Menggunakan Detektor Bilik Ionisasi di RSP Universitas Andalas Abrar, Luthfia Aqila; Milvita, Dian; Prasetio, Heru; Diyona, Fiqi
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.1.82-87.2023

Abstract

Telah dilakukan verifikasi dosis radiasi berkas foton 6 MV menggunakan detektor bilik ionisasi pada LINAC tipe CLINAX CX di RSP Universitas Andalas. Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui dosis radiasi pada tiap variasi luas lapangan penyinaran serta menverifikasikan antara dosis radiasi pada Treatment Planning System (TPS) dengan dosis radiasi yang terukur. Penelitian diawali dengan pengukuran dosis radiasi pada slab fantom dengan kedalaman 10 cm dan variasi luas lapangan berbentuk persegi dan persegi panjang yang seluas (5x5) cm, (10x10) cm, (15x15) cm, (30x30) cm, (5x10) cm, (10x5) cm, (5x15) cm, dan (15x5) cm. Nilai dosis radiasi dihitung berdasarkan protokol TRS No.398 IAEA Selanjutnya dilakukan verifikasi dosis radiasi dengan membandingkan dosis radiasi pada TPS dengan dosis radiasi yang terukur pada batas toleransi yang ditetapkan oleh TRS No.398 IAEA yaitu ±2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar luas lapangan penyinaran, maka semakin kecil dosis radiasi yang didapatkan. Hasil verifikasi dosis radiasi pada TPS dengan dosis radiasi terukur masih memenuhi batas toleransi yang ditetapkan oleh protokol TRS No.398 IAEA yaitu 0,076% hingga 0,584%.
Perbandingan Dosimetri Perencanaan Radioterapi IMRT Menggunakan Fasilitas Beam Angle Optimization dan Teknik Manual Pada Kasus Kanker Nasofaring Stadium III Syafna, Delvira; Adrial, Rico; Diyona, Fiqi
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.170-176.2024

Abstract

Telah dilakukan perbandingan dosimetri perencanaan Intensity Modulated Radiotherapy (IMRT) menggunakan fasilitas beam angle optimization dan teknik manual pada kasus kanker nasofaring (KNF) stadium III. Penelitian bertujuan untuk menganalisis nilai Conformity Index (CI), Homogeneity Index (HI), dan dosis pada Organ at Risk (OAR) pada kurva Dose Volume Histogram (DVH), serta jumlah Monitor Unit (MU). Terdapat empat variasi perencanaan yang diuji, yaitu IMRT 5 lapangan manual (M5), IMRT 5 lapangan dengan beam angle optimization (O5), IMRT 7 lapangan manual (M7), dan IMRT 7 lapangan dengan beam angle optimization (O7). Secara statistik, hasil penelitian menunjukkan semua perencanaan pada PTV54, PTV60, dan PTV70 memiliki hasil yang hampir identik pada  keempat variasi perencanaan tersebut. Namun, perencanaan O5 didapatkan lebih unggul karena memiliki rata-rata nilai CI dan HI  yang paling sesuai dengan pedoman International Commision on Radiation Units and Measurements (ICRU) Report 62, yaitu CI pada PTV54 (0,969±0,03), CI pada PTV60 (0,949±0,04), dan CI pada PTV70 (0,954±0,04), serta HI pada PTV54 (0,223±0,13), HI pada PTV60 (0,250±0,10), dan HI pada PTV70 (0,126±0,07). Perencanaan O5 juga memenuhi batas yang ditetapkan oleh Quantitative Analysis of Normal Tissue Effects in the Clinic (QUANTEC) untuk OAR. Oleh karena itu, perencanaan O5 dianggap sebagai metode utama yang paling optimal untuk kasus KNF stadium III, sementara M5 dapat dijadikan sebagai alternatif karena menggunakan Monitor Unit (MU) yang lebih sedikit
Verifikasi Dosis Radiasi Permukaan pada Kasus Kanker Payudara Menggunakan Metode Dosimetri In Vivo Wulandari, Sri; Adrial, Rico; Ulya, Syarifatul; Diyona, Fiqi
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 5 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.5.630-636.2024

Abstract

Verification of surface radiation dose in breast cancer cases using the in vivo dosimetry method with TLD-100 at the Radiation Oncology Unit of Andalas University Hospital has been carried out. The aim of the study is to verify the adequacy of the surface radiation dose calculated by the Treatment Planning System (TPS) with the measured radiation dose of TLD-100, referring to the report of the American Association of Physicists in Medicine Task Group No.219 (AAPM-TG No.219). This study began with the annealing of the TLD-100, namely the cleaning of the electrons trapped by the TLD-100 at the Research Center for Safety Technology Metrology and Nuclear Quality of the National Innovation Research Agency (PRTKMMR-BRIN), followed by the scanning of the TLD-100 on the surface of the phantom plate using a CT simulator. In addition, the TLD-100 was calibrated with different radiation doses (0; 20; 50; 80; 100; 150; 200; 250; 370) cGy. Verification of surface radiation dose on five breast cancer treatment planning data with TPS surface radiation dose calculation by Patient Specific Quality Assurance (PSQA) or transfer of patient treatment plan to slab phantom and compared with radiation dose measured on TLD 100. The measured surface radiation dose was found to range from 115.07 cGy to 130.81 cGy. Verification showed that the difference between the radiation dose calculated by the TPS and that measured by the TLD-100 was 0.21% to 8.13%. This shows that the surface radiation dose in breast cancer cases is within the 20% tolerance limit set by AAPM-TG No.219.
Pembuatan Dan Karakterisasi Bolus Berbahan Beeswax Dengan Variasi Komposisi Massa Petrolleum Jelly Murmana, Milania Ada Loveleace; Mahyudin, Alimin; Adrial, Rico; Diyona, Fiqi
Jurnal Fisika Unand ##issue.vol## 15 ##issue.no## 3 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The manufacture and characterization of beeswax bolus with various petroleum jelly mass compositions using a thermal mixing method has been carried out. Boluses measuring 10×10 cm with a thickness of 1.0 cm were characterized based on physical properties (density and water absorption), mechanical (tensile strength, strain, and elastic modulus), Relative Electron Density (RED), and absorbed dose. The results showed that the mass composition significantly influenced the bolus characteristics. The sample with a composition of 90:30 had a density of 0.966 g/cm³ which was closest to soft tissue, while the water absorption was in the range of 7.22– 8.54% with the lowest value at the composition of 85:35. Increasing the petroleum jelly content decreased the tensile strength and elastic modulus (1138–2251 MPa), indicating that the material became more flexible. Measurement of the absorbed dose at electron energies of 6 and 9 MeV and RED analysis of CT images showed that the dosimetric response was influenced by the mass composition, with certain RED values equivalent to breast tissue. Overall, the 85:35 composition provides the closest characteristics to human soft tissue and has the potential to be used as a radiotherapy bolus.