Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementation of Rasch Model for Mapping Students’ Metacognitive Awareness Sukarelawan, M I; Jumadi, J; Kuswanto, H; Nurjannah, T; Hikmah, F N; Ramadhan, M F
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v17i2.27172

Abstract

This study aim is to map students’ metacognitive awareness in physics subjects. This research was conducted at SMAN 1 Bantarsari in 2020. A total of 112 respondents (male = 17% and female = 83%) from class XI and XII were selected using a combination of snowball techniques and convenience sampling. Students’ metacognitive physics awareness was administrated using the Physics Metacognition Inventory (PMI) and analyzed using the Rasch model. The PMI inventory consists of 26 items and uses a Likert scale of 5 ratings ranging from 1 (never) to 5 (always). Mapping students’ physics metacognitive awareness based on the Logit Value of Person. Metacognitive awareness is classified into four levels, namely: low, medium, high, and very high levels. The results showed that more than 80% of students had metacognitive awareness at moderate and high levels. Dominant female students have metacognitive awareness at a high level and male students at a moderate level. The students’ metacognitive awareness in class XI and XII were at very high and moderate levels, respectively. The 15-16 year age group was dominant at a moderate level and the 17-18 year age group at a high level.
Penentuan koefisien pemuaian panjang logam menggunakan metode difraksi celah tunggal Hikmatun Isnawati; Siti Anisatur Rofiqah; M. Firman Ramadhan
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v11i1.20330

Abstract

Abstrak tidak memuat sitasi, rumus, tabel dan gambar. Abstrak menjelaskan intisari dari Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koefisien pemuaian panjang logam Alumunium (Al), Seng (Zn) dan Tembaga (Cu). Metode yang digunakan adalah difraksi celah tunggal. Penentuan koefisien pemuaian menggunakan pendekatan regresi linear antara perubahan suhu (T) terhadap seperlebar difraksi (1/Z). Pengukuran lebar difraksi dilakukan pada setiap kenaikan suhu 5oC dengan mengunakan penggaris dengan tingkat ketelitian hingga orde milimeter. Berdasarkan analisis yang dilakukan koefisien muai Alumunium, Seng dan Tembaga masing-masing sebesar (29,597549±0,000045)x10-6 (oC)-1, (32,065406±0,000096) x 10-6 (oC)-1, dan (11,622974±0,000013) x 10-6 (oC)-1.
SENSOR GETARAN DUA DIMENSI (2-D) BERBASIS KOIL DATAR UNTUK MENGUKUR FREKUENSI GETARAN GEMPA DI WILAYAH LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Islahudin Islahudin; M Firman Ramadhan
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 6, No 1 (2015): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v6i1.103

Abstract

Pada penelitian ini telah dirancang aplikasi koil datar sebagai sensor getaran untuk deteksi dini gempa. Koil datar adalah lilitan kawat yang sangat tipis dan bertindak sebagai induktor. Koil datar ini bersama dengan kapasitor membangun sebuah osilator yang menghasilkan frekuensi bergantung pada nilai induktansi dan kapasitansi. Osilator ini dinamakan osilator LC. Induktansi koil datar bergantung pada jarak benda logam di depan koil datar. Jika induktansi berubah, frekuensi akan berubah juga. Frekuensi dapat dirubah ke dalam bentuk tegangan untuk merepresentasikan jarak. Efek ini kemudian diterapkan pada frekuensi rendah menggunakan bandul pada rumahan sensor. Berdasarkanpenelitian, sensor getaran untuk mendeteksi gempa bumi sudah dirancang serta masih dalam proses pengujian dan kalibrasi. Sensor getaran yang sudah dibuat adalah sensor koil datar arah x da arah y. Frekuensi getaran yang sudah bisa diukur dalam arah x adalah 0,468 Hz. Nilai ini hampir sama dengan frekuensi sumber getaran sebesar 0,46 Hz. Adapun frekuensi yang getaran yang sudah bisa diukur dalam arah y adalah 0,55 Hz  dan nilai ini hampir sama dengan frekuensi sumber getaran sebesar 0,5 Hz.
Penguatan Literasi Elektronik Siswa Melalui Pelatihan Kodifikasi Elektronik Tanaman Berbasis QR Code Di SMKN 1 Narmada Zulkarnain Zulkarnain; Linda Sekar Utami; M. Isnaini; Johri Sabaryati; Khairil Anwar; M. Firman Ramadhan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1440

Abstract

memaksimalkan penguasaan teknologi sebagai upaya penguatan literasi digital siswa melalui kodifikasi elektronik tanaman berbasis QR Code. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah metode couching/pelatihan dengan bentuk kegiatan ceramah, tanya jawab & praktik. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa core pertanian SMKN 1 Narmada sebanyak 20 orang dan 2 orang guru sebagai pendamping. Kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dan lancar, serta berhasil menunjukkan bahwa para siswa menjadi terampil dalam mendesain template informasi tanaman dan menyandi url google drive melalui platform penyedia QR Code. Disamping itu, hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa terhadap kodifikasi tanaman berbasis QR Code dimana perolehan skor pretest memberikan nilai rata-rata sebesar 48,2 kemudian meningkat menjadi 85,4 untuk rata-rata skor posttest. Hasil pengujian dengan menggunakan metode Wilcoxon Signed Rank juga menunjukkan nilai p-value sebesar 0.001. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman sebelum pelatihan dengan setelah pelatihan. Metode pengabdian yang serupa diharapkan dapat ditindaklanjuti ke skala yang lebih luas yaitu pada dunia usaha dunia industri atau bekerjasama dengan dinas pertanian dan dinas kehutanan sebagai upaya penguatan literasi digital pada masyarakat. Strengthening Students' Elektronik Literacy Through QR Code-Based Plant Electronic Codification Training at SMKN 1 Narmada The aim of this service activity is to produce a QR Code-based electronic codification system and maximize mastery of technology in an effort to strengthen students' elektronik literacy through QR Code-based electronic plant codification. The method used in service activities is the couching/training method in the form of lectures, questions and answers, and practice activities. The target partners in this activity are 20 core agricultural students at SMKN 1 Narmada and 2 teachers as assistants. This service activity was carried out well and smoothly and succeeded in showing that the students became skilled in designing plant seed templates and encoding Google Drive URLs via the QR Code provider platform. Apart from that, the results of the evaluation of the implementation of this training showed that there was an increase in students' understanding of QR Code-based plant codification, where the pretest score gave an average score of 48.2, which then increased to 85.4 for the average posttest score. Test results using the Wilcoxon signed rank method also show a p-value of 0.001. These results show that there is an increase in elektronik literacy before and after the training. It is hoped that similar service methods can be followed up on a wider scale, namely in the business world of industry or in collaboration with agricultural and forestry services, as an effort to strengthen digital literacy in society.
Psychometric properties of Indonesian physics motivation questionnaire using Rasch model Sukarelawan, Moh Irma; Ramadhan, Muhammad Firman; Oktova, Raden; Jumadi, Jumadi; Puspitasari, Ariati Dina; Indratno, Toni Kus; Nuryana, Zalik
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 13, No 6: December 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v13i6.29285

Abstract

The transition to online learning during the pandemic has significantly impacted Indonesian students’ physics learning motivation. Recognizing the need for culturally relevant tools to assess this motivation, this study aims to adapt the physics motivation questionnaire (PMQ) to the Indonesian context. This research, which was conducted on 107 secondary and vocational school students, had a balanced gender distribution and used survey methodology. The PMQ, which was adapted from the biology motivation questionnaire (BMQ) through a rigorous forward-backward translation process, was analyzed for its psychometric properties using the Rasch model. This analysis focuses on the content aspects of construct validity, assessing content relevance, representativeness, and technical quality. The results show that the PMQ, using a 4-point Likert scale, effectively addresses these elements, thus confirming its reliability and applicability in the Indonesian educational environment. This study concludes that the culturally adapted PMQ is a valuable instrument for evaluating Indonesian students’ motivation to study physics, especially in the context of ongoing changes in the educational landscape.
Perancangan Prototype Penetralisir Gas Karbondioksida (CO₂) Berbasis Arduino Uno Menggunakan Sensor MQ135 Qomaria Ahmad; Gunawan, Ardi; Nadyawati, Nadyawati; Ramadhan, M. Firman; Nizaar, Muhammad
Kappa Journal Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i1.29889

Abstract

Peningkatan konsentrasi gas CO₂ akibat aktivitas manusia, seperti pembakaran dan asap rokok, berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara dan risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji efektivitas prototype pendeteksi dan penetralisir gas CO₂ berbasis sensor MQ135 dan Arduino Uno yang dilengkapi dengan filter HEPA dan karbon aktif. Metode yang digunakan meliputi perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, integrasi sensor dengan Arduino Uno, serta pengujian efektivitas filter dalam menurunkan kadar CO₂ dari dua sampel, yaitu asap pembakaran kertas dan asap rokok. Pengujian dilakukan sebanyak sepuluh kali untuk setiap sampel, dengan hasil menunjukkan bahwa prototype memiliki tingkat akurasi tinggi dibandingkan alat standar, yaitu rata-rata 98,83% untuk asap kertas dan 98,90% untuk asap rokok. Efektivitas filter HEPA dalam menyaring CO₂ dari asap pembakaran kertas mencapai 78,52%, sedangkan dari asap rokok mencapai 80,16%. Namun, efektivitas filter mengalami penurunan seiring penggunaan akibat kejenuhan material penyaring. Secara keseluruhan, prototype ini berhasil mendeteksi dan menurunkan kadar CO₂ dalam udara, meskipun efektivitas penyaringan menurun dengan penggunaan berulang.