Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KAITAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA LAKI-LAKI widiyono; Indriyati Indriyati
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan Oktober 2022
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v15i2.1086

Abstract

Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 tercatat 4,2% dari remaja telah melakukan hubungan seks sebelum mereka menikah dan remaja melakukan seks untuk pertama kali dalam usia relatif muda. Meningkatnya minat seksual remaja mendorong bagi remaja itu sendiri untuk selalu berusaha mencari informasi dalam berbagai bentuk, terlepas benar tidaknya informasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini addalah mengetahui kaitan hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi laki-laki dengan perilaku seks pranikah remaja laki-laki. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik. Metode pendekatannya adalah cross sectional. Populasi disini adalah semua laki-laki yang belum menikah di kost Putra Darmadi Karangasem Surakarta sebanyak sejumlah 35 orang laki-laki pranikah. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Analisis data menggunakan Mann-Whitney. Didapatkan hasil penelitian bahwa : 1) Tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi laki-laki sebagian besar responden (51,4 %) memiliki tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi kategori cukup dan bagian yang terkecil responden (14,3 %) memiliki pengetahuan tentang kesehatan reproduksi kategori kurang, sedangkan yang kategori baik (34,3 %), dan 2) Perilaku seks pranikah ternyata sebagian besar responden (68,6 %) berperilaku seks pranikah baik dan bagian yang terkecil responden (31,4 %). Ada kaitan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi laki-laki dengan perilaku seks pranikah remaja laki-laki
Karakteristik Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Vaksin Corona Virus Jenis Sinovac Pada Perawat Widiyono
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i2.2947

Abstract

Latar Belakang: Perawat memiliki peranan penting dalam merawat pasien yang terkena virus corona. Salah satu upaya dalam mencegah penularan adalah melalui pemberian vaksinasi. Reaksi yang muncul setelah pemberian vaksinasi merupakan hal yang wajar. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi umumnya bersifat sementara. Tujuan: Mengetahui gambaran karakteristik Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi vaksin covid-19 jenis moderna pada perawat di RS Santo Vincentius, Singkawang, Kalimantan Barat. Metode: Penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional. Pelaksanaan penelitian secara online melalui aplikasi google-form oleh responden perawat di wilayah kerja masing-masing. Pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 perawat. Hasil: Penelitian didapatkan 80 % perawat yang mendapatkan vaksin jenis Sinovac mengalami KIPI. Gejala yang muncul didominasi pegal pada lengan kiri bekas suntikan sebanyak 80% dan demam sebanyak 70 %. Diskusi: Karakteristik munculnya KIPI pada perawat yang mendapatkan vaksinasi Corona virus jenis Sinovac pada penelitian ini didasarkan pada usia, jenis kelamin, riwayat penyakit, jumlah insiden KIPI, jenis gejala KIPI, dan lama gejala KIPI yang muncul. Perawat sudah memiliki pengetahuan dalam mengatasi KIPI yang muncul.
PENGARUH PEMBERIAN MUSIK INSTRUMENTAL TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN PREOPERATIF TOTAL KNEE REPLACEMENT DI BANGSAL RAWAT INAP RSO PROF. DR. R. SOEHARSO SURAKARTA Agung Setyawan; Widiyono; Fajar Alam Putra
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Keperawata Vol 16 No 1 April 2023
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v16i1.1291

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Osteoartitis knee termasuk sebagai penyakit degeneratif sendi, Total Knee Replacement adalah tindakan pilihan untuk menghilangkan nyeri pada sendi lutut, mengembalikan mobilitas dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pembedahan adalah suatu stressor yang bisa menimbulkan stress fisiologis dan stress psikologis yang dimanifestasikan dengan peningkatan tekanan darah. Penatalaksanaan hipertensi secara non farmakologi dapat dilakukan dengan manajemen stress, terapi musik sebagai alternatif dari teknik relaksasi membuat penderita tekanan darah tinggi dapat mencapai keadaan rileks dan keadaan emosional yang stabil, sehingga tekanan darah dapat stabil.Tujuan : Mengetahui pengaruh musik instrumental terhadap tekanan darah pasien pre operasi total knee replacement (TKR) di RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah pre experimental design, serta rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pre test-post test design. Sampel penelitian adalah pasien pre operatif Total Knee Replacement sebanyak 28 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk yang dilanjutkan analisis dengan menggunakan uji statistik parametric dengan paired sample t-tes dan uji non parametric Wilcoxon rank test.Hasil : Tekanan darah sistolik sebelum intervensi rata-rata 144,39 mmHg, tekanan darah diastolik 85,57 mmHg, dan MAP 105,18 mmhg. Tekanan darah sistolik setelah intervensi rata-rata 130,82 mmHg, tekanan darah diastolik 77,75 mmHg dan MAP 95,44 mmhg. Terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah diberikan musik instrumental dengan p-value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian musik instrumental terhadap penurunan tekanan darah pasien preoperatif total knee replacement di bangsal rawat inap RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.Kata Kunci : osteorthritis, total knee replacement, tekanan darah, terapi music AbstractBackground: Osteoarthritis knee is included as a degenerative joint disease. Total Knee Replacement is the procedure of choice to relieve pain in the knee joint, restore mobility and improve the patient's quality of life. Surgery is a stressor that can cause physiological and psychological stress manifested by an increase in blood pressure. Non-pharmacological management of hypertension can be implemented through stress management using music therapy as an alternative to relaxation techniques so that people with high blood pressure can achieve a relaxed state and a stable emotional state so that the blood pressure can stabilize.Objectives: To determine the effect of instrumental music on blood pressure in preoperative total knee replacement (TKR) patients at Prof. Dr R. Soeharso Surakarta Ortopedi Hospital.Method: The research design used a pre-experimental design. The research design used one group pre-test and post test design. The research samples were 28 Total Knee Replacement preoperative patients. The sampling technique used purposive sampling. Data analysis used the data normality test with Shapiro-Wilk. Moreover, it was continued with an analysis of parametric statistical tests with paired sample t-tests and the non-parametric Wilcoxon rank test.Results: Systolic blood pressure before the intervention averaged is 144.39 mmHg. Diastolic blood pressure was 85.57 mmHg, and MAP was 105.18 mmHg. Systolic blood pressure after the intervention average is 130.82 mmHg, diastolic blood pressure is 77.75 mmHg, and MAP is 95.44 mmHg. There was a significant difference before and after giving instrumental music with a p-value of 0.000 (p <0.05).Conclusion: Giving instrumental music reduces blood pressure in preoperative total knee replacement patients in the inpatient ward of Prof. Dr R. Soeharso Surakarta Ortopedi Hospital. Keywords: Osteoarthritis, Total Knee Replacement, Blood Pressure, Music Therapy  
PENGARUH PIJAT PUNGGUNG TERHADAP TINGKAT NYERI POST SECTIO CAESAREA PADA IBU Tatik Sri Utami; Widiyono; Ni'mah Mufidah
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/0d8hfw92

Abstract

Latar Belakang: Sectio caesarea semakin umum di Indonesia, termasuk di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dengan nyeri pasca operasi sebagai keluhan utama. Terapi non-farmakologis seperti pijat punggung menjadi alternatif menjanjikan untuk mengurangi nyeri. Angka kematian ibu (AKI) masih menjadi tantangan nasional, naik dari 4.005 kasus (2022) menjadi 4.129 (2023). Di Sragen, AKI meningkat dari 10 (2022) menjadi 12 kasus (2023), dan 7 kasus hingga Mei 2024.Tujuan: Mengetahui pengaruh pijat punggung terhadap nyeri post sectio caesarea pada ibu pascapersalinan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimen one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 52 ibu pasca sectio caesarea. Intervensi pijat punggung dilakukan selama 3 hari (15–20 menit/sesi). Tingkat nyeri diukur dengan Numerical Rating Scale (NRS). Hasil: Terdapat penurunan nyeri signifikan setelah intervensi (p = 0,000). Kesimpulan: Pijat punggung efektif menurunkan nyeri post sectio caesarea dan dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan dan pemulihan ibu.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA KARTU GAMBAR TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TINDAKAN CUCI TANGAN YANG BENAR PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Fava Priskila Ferlanda; Widiyono; Atik Ariyani
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/2dp0tp54

Abstract

Cuci Tangan pakai sabun (CTPS) adalah suatu perilaku yang dapat mendukung hidup bersih dan sehat serta terhindar dari penyakit menular, salah satunya diare. Anak Usia Prasekolah hanya mengerti cuci tangan yang penting hanya tangannya terlihat basah saja. Hasil survei yang dilakukan oleh World Health Organization ditahun 2020 diperoleh sebanyak 2 milyar kasus pencernaan pada anak dimana 80 juta kasus berupa diare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media kartu gambar terhadap pengetahuan dan sikap tindakan cuci tangan pada anak usia prasekolah. Penelitian ini merupakan penelitian Pre Eksperimental dan rancangan one group pre-test post-test. Pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 96 responden.  Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pengetahuan dan sikap tindakan berpengaruh terhadap  pendidikan kesehatan dengan media kartu gambar dengan nilai p=0,001.
HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI UNIT HEMODIALISIS Diah Okyfianti; Vitri Dyah Herawati; Widiyono
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/1pxw0k76

Abstract

Latar Belakang gagal ginjal kronik adalah kondisi saat fungsi ginjal menurun secara bertahap karena kerusakan ginjal. Self management merupakan pengambilan keputusan dan strategi yang dilakukan pada pasien dalam upaya untuk meningkatkan kesehatan hidup, mempertahankan hidup, mencapai kesehatan yang utuh dan meminimalkan penurunan kualitas hidup. Self management dapat meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan rehospitalisasi pada pasien gagal ginjal kronik. Tujuan untuk mengetahui hubungan self-management dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik di Unit Hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dengan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodialisis dengan menggunakan sebanyak 88 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan metode total sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner Word Health Organization Quality of Life (WHOQoL)- BREF dan Kuesioner Hemodialysis Self- Management Instrument (HDSMI). Analisa data dilakukan dengan uji Kendalls Tau-B. Hasil Berdasarkan hasil didapatkan mayoritas pasien gagal ginjal kronik mempunyai kualitas hidup baik sebanyak 55 responden (62,5%) dan self management baik sebanyak 72 responden (81,8%). Hasil analisis diperoleh p-value 0.001 < 0.05 yang menunjukkan terdapat hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal di Unit Hemodialisis. Kesimpulan terdapat hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal di Unit Hemodialisis.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP BODY IMAGE PASIEN DENGAN CA MAMAE POST MASTECTOMY Nafiah Muna; Widiyono; Rantiningsih Sumarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/h54whj21

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara (Ca mamae) termasuk penyakit kronis tidak menular dengan jumlah penderita terbanyak Indonesia dalam kategori kanker. Salah satu tindakan yang sering digunakan untuk pelaksanaan kanker payudara yaitu mastektomi. Perubahan fisik yang terjadi pada pasien post mastektomi dapat mempengaruhi konsep diri, terutama citra tubuh (Body Image). Dukungan keluarga dapat menurunkan permasalah citra tubuh karena dukungan keluarga mempengaruhi perasaan negatif pasien kanker payudara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan Body Image (citra diri) pada pasien dengan ca mamae post mastectomy di poli onkologi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, desain yang digunakan adalah dengan deskriptif korelatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah Cross Sectional. Sampel penelitian terdiri dari 55 pasien ca mamae post mastectomy yang melakukan kontrol rawat jalan di poliklinik onkologi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Body Image Scale (BIS).Hasil: Hasil uji statistic menggunakan uji Spearman rho diperoleh nilai p-value = <0,001 dan r= 0,444. Hasil uji statistik tersebut memiliki arti yakni dukungan keluarga memiliki hubungan cukup kuat dengan Body Image pasien ca mamae post mastectomy di ruang poliklinik Onkologi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga terhadap body image pasien ca mamae post mastectomy di ruang poliklinik onkologi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Hasil ini diharapkan responden dapat menerapkan pentingnya dukungan keluarga untuk meningkatkan kepercayaan diri demi pengobatan dan kualitas hidup lebih baik.