Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MEMBANGUN MASYARAKAT BERDAYA (Telaah Atas Kontruksi Teori Hegemoni dan Intelektual Organic Antonio Gramsci) Yahya, Fata Asyrofi
Dialogia: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 16, No 2 (2018): DIALOGIA JURNAL STUDI ISLAM DAN SOSIAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.789 KB) | DOI: 10.21154/dialogia.v16i2.1507

Abstract

Abstract: This study is conducted due to an attempt of  bourgeoisie against the proletariat during the era of Gramsci's life until today. Therefore the purposes of this study are (1) to convey meaning of Gramsci perspective on hegemony as a criticism of fascism and (2) to reveal how to form organic intellectuals to voice the proletariat communal. The findings showed that hegemony is an effort of the capitalists in taking and  uphold the power of the Statethrough political and ideological struggles. Then, the way to configure organic intellectuals is by stipulating a forum in the form of a party. It can unify various elements such as politicians, academics, farmers, laborers and many others in order to form themselves as intellectuals. This is considered as the first step to counter hegemony.ملخص:القلق والباعث الأكاديمي لهذه المقالة هو الجهد المبذول قام به قوم البرجوازية للسيطرة والهيمنة على قوم البروليتاريا، إما حدثت خلال حياة غرامشي أو الواقع الذي يحدث اليوم.من أجل ذلك، إن إشكالية البحث الأولى هي بيان معنى الهيمنة عند مفهوم غراميسي كنقد لاعتقاد الفاشية، والثانية هي شرح كيفية تشكيل عضوي المثقفين للتعبير عن صوت قوم البروليتاريا.وملخص إشكالية البحث الأولى هي أن الهيمنة هي جهد يقوم به الرأسماليون وأعضاؤهم في الاستيلاء على سيطرة الدولة والحفاظعلىالسيطرةالتييتمالحصولعليها من قبل بوسيلة تبذيل جهودهم للحصول على موافقة قوة الجماعات الأخرى من خلال المكافحات والصراعات في ميدان السياسية والإيديولوجية.وأما ملخص إشكالية البحث الثانية هي شرح طريقة تشكيل عضوي المثقفين بوسيطة إنشاء منتدى الحزب حتى يمكن توحيد عناصر مختلفة فيما بينهم، من فرقة السياسيين والأكاديميين والمزارعين والعمال وغيرهم لأجل تشكيل قوم المثقفين كالخطوة الأولى لمواجهة الهيمنة.Abstrak: Kegelisahan akademik dalam artikel ini adalah adanya upaya penguasaan kaum borjuis terhadap kaum proletar, baik yang terjadi pada masa kehidupan Gramsci maupun realitas yang terjadi saat ini. Maka rumusan masalah yang pertama akan mengurai makna hegemoni perspektif gramsci sebagai kritik terhadap faham fasisme. Sedangkan rumusan masalah yang kedua hendak menjelaskan cara membentuk kaum intelektual organik untuk menyuarakan suara kaum proletar. Dari rumusan masalah yang pertama menyimpulkan bahwa hegemoni merupakan usaha kaum kapitalis beserta anggotanya dalam merebut kekuasaan Negara maupun dalam mempertahankan kekuasaan yang sudah diperolehnya, dimana usaha mereka untuk mendapatkan persetujuan kekuatan dari kelompok lain melalui perjuangan politik dan ideologi. Sedangkan rumusan masalah yang kedua menjelaskan bahwa cara membentuk intelektual organik dengan membuat sebuah wadah yang berupa partai sehingga bisa menyatukan berbagai elemen, mulai dari politisi, akademisi, petani, buruh dan sebagainya untuk bersama-sama membentuk dirinya menjadi kaum intelektual sebagai langkah awal untuk melakukan counter hegemoni.
PROBLEM MANAJEMEN PESANTREN, SEKOLAH DAN MADRASAH: Problem Mutu dan Kualitas Input-Proses-Output Fata Asyrofi Yahya
EL-TARBAWI Vol. 8 No. 1 (2015): Jurnal El-Tarbawi
Publisher : Islamic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tarbawi.vol8.iss1.art6

Abstract

Pesantren, sekolah dan madrasah merupakan lembaga penyelenggara pendidikan di Indonesia yang diatur dan diakui oleh pemerintah. Secara historis kemunculan ketiga lembaga tersebut mempunyai hubungan antara satu dengan lainnya sehingga mempunyai ciri khas masing-masing. Sebagai sebuah sistem pendidikan ketiga lembaga tersebut mempunyai komponen input, proses dan output. Ketiga komponen tersebut harus dikelola dan diatur dengan manajemen yang professional untuk menghasilkan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Dalam perjalanannya ketiga lembaga tersebut selalu dihadapkan dengan berbagai problem dalam pengembangannya, baik problem di dalam input, proses ataupun outputnya. Identifikasi terhadap problematika yang ada merupakan langkah awal dalam upaya perbaikan secara terus-menerus terhadap mutu dan kualitas lembaga-lembaga pendidikan tersebut.
SIMBOL DAKWAH KULTURAL WALI SONGO DALAM KITAB TARIKH AL-AULIYA’ KARYA KH. BISRI MUSTHOFA DAN KONTEKTUALISASINYA DALAM AKTIVITAS DAKWAH SAAT INI Fata Asyrofi Yahya
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v14i2.2106

Abstract

Di antara permasalahan yang melatar belakangi penelitian ini adalah adanya aktivitas dakwah di Indonesia yang berisi provokasi dan juga ujaran kebencian yang ditujukan kepada seseorang atau kelompok tertentu yang tidak jarang akhirnya menjadikan konflik internal diantara umat Islam sendiri. Maka dari itu dalam penelitian ini akan diungkapkan tentang strategi dakwah kultural walisongo di Nusantara yang terbukti efektif dalam penyebaran Islam di Nusantara. Pada penelitian ini yang dijadikan objek penelitian adalah kitab Tarikh Al-Auliya’ karya KH. Bisri Musthofa dan fokus membahas tentang strategi dakwah kultural walisongo dalam perspektif teori interaksionalisme simbolik. Terdapat dua rumusan masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian ini; pertama, apa saja simbol dakwah kultural walisongo dalam kitab Tarikh Al-Auliya’?. Kedua, bagaimana kontekstualisasi simbol dakwah kultural walisongo dalam kitab Tarikh Al-Auliya’ dalam aktivitas dakwah saat ini?. Dari kedua rumusan masalah tersebut maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu, pertama, simbol dakwah kultural walisongo dalam kitab Tarikh Al-Auliya’ adalah simbol pernikahan dan simbol pesantren. Sedangkan kontekstualisasi simbol dakwah tersebut saat ini masih relevan digunakan dalam aktifitas berdakwah, terbukti dengan adanya perkawinan endogamous antara keluarga kyai yang bisa dijumpai di berbagai pesantren saat ini. Sedangkan simbol pesantren juga sampai saat ini relevan digunakan sebagai strategi dakwah kultural, dimana terbukti semakin berkembangnya lembaga pesantren di Indonesia dengan berbagai bentuknya. [The problem underlying this research is the existence of da'wah activities in Indonesia, which contain provocation and hate speech aimed at a certain person or group. It often ends up causing internal conflict among Muslims. Therefore, this research reveals the walisongo cultural da'wah strategy in Nusantara, which has proven effective in Islam's spread. In this study, the research object is the book of Tarikh Al-Auliya' written by Bisri Musthofa. It focuses on discussing walisongo cultural da'wah strategies from the perspective of symbolic interactionalism theory. There are two research questions in this study. First, what are the walisongo cultural da'wah symbols in Tarikh Al-Auliya' book? Second, how is the contextualization of the walisongo cultural da'wah symbol in Tarikh Al-Auliya' book in current preaching activities? From the research problems, formulations, the conclusions are drawn as follows. First, the symbol of the walisongo cultural da'wah in Tarikh Al-Auliya' book symbolizes marriage and a symbol of pesantren. Moreover, the da'wah symbol contextualization is currently still relevant for use in preaching activities, as evidenced by the existence of endogamous marriages between kyai families that can be found in various pesantren today. Meanwhile, pesantren's symbol is also relevant to be used as a cultural da'wah strategy, which is evident in the growing development of pesantren in Indonesia in various forms.]
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKIDAH AKHLAK DALAM KITAB SIMTHU AL-DURAR KARYA AL-HABIB AL-‘ALLAMAH ‘ALI BIN MUHAMMAD BIN HUSAINAL-HABSHI Fata Asyrofi Yahya
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.754 KB)

Abstract

Kedudukan akidah sangat sentral dan fundamental, karena menjadi azas dan sekaligus sangkutan atau berkaitan dengan segala sesuatu dalam Islam. Pendidikan akidah bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keimanan sehingga memberikan komitmen diri yang kokoh. Oleh karena itu pendidikan akidah dijadikan sebagai soko guru utama untuk bangunan pendidikan Islam. Sedangkan pendidikan akhlak berperan untuk mengawal dan memandu perjalanan hidup manusia agar selamat dunia dan akhirat. Kitab Simthu al-Durar merupakan salah satu jenis kitab maulid, yaitu kitab yang berisi shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sejarah hidup, akhlak serta sifat-sifat mulia nabi Muhammad SAW. Secara substantif isinya sama dengan kitab maulid yang sudah ada, seperti ad-Diba’i dan al-Barzanji. Nilai-nilai pendidikan akidah yang terdapat dalam Simthu al-Durar meliputi tiga aspek yaitu tentang nubuwat, ruhaniyat dan sam’iyyat. Sedangkan nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam Simthu al-Durar antara lain: akhlak terhadap Allah SWT, akhlak terhadap Rasulullah SAW, akhlak pribadi dan akhlak terhadap masyarakat. Kata Kunci: Pendidikan Akidah Akhlak, Kitab Simthu al-Durar. 
MEMBANGUN MASYARAKAT BERDAYA (Telaah Atas Kontruksi Teori Hegemoni dan Intelektual Organic Antonio Gramsci) Fata Asyrofi Yahya
Dialogia: Islamic Studies and Social Journal Vol 16, No 2 (2018): DIALOGIA JURNAL STUDI ISLAM DAN SOSIAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/dialogia.v16i2.1507

Abstract

Abstract: This study is conducted due to an attempt of  bourgeoisie against the proletariat during the era of Gramsci's life until today. Therefore the purposes of this study are (1) to convey meaning of Gramsci perspective on hegemony as a criticism of fascism and (2) to reveal how to form organic intellectuals to voice the proletariat communal. The findings showed that hegemony is an effort of the capitalists in taking and  uphold the power of the Statethrough political and ideological struggles. Then, the way to configure organic intellectuals is by stipulating a forum in the form of a party. It can unify various elements such as politicians, academics, farmers, laborers and many others in order to form themselves as intellectuals. This is considered as the first step to counter hegemony.ملخص:القلق والباعث الأكاديمي لهذه المقالة هو الجهد المبذول قام به قوم البرجوازية للسيطرة والهيمنة على قوم البروليتاريا، إما حدثت خلال حياة غرامشي أو الواقع الذي يحدث اليوم.من أجل ذلك، إن إشكالية البحث الأولى هي بيان معنى الهيمنة عند مفهوم غراميسي كنقد لاعتقاد الفاشية، والثانية هي شرح كيفية تشكيل عضوي المثقفين للتعبير عن صوت قوم البروليتاريا.وملخص إشكالية البحث الأولى هي أن الهيمنة هي جهد يقوم به الرأسماليون وأعضاؤهم في الاستيلاء على سيطرة الدولة والحفاظعلىالسيطرةالتييتمالحصولعليها من قبل بوسيلة تبذيل جهودهم للحصول على موافقة قوة الجماعات الأخرى من خلال المكافحات والصراعات في ميدان السياسية والإيديولوجية.وأما ملخص إشكالية البحث الثانية هي شرح طريقة تشكيل عضوي المثقفين بوسيطة إنشاء منتدى الحزب حتى يمكن توحيد عناصر مختلفة فيما بينهم، من فرقة السياسيين والأكاديميين والمزارعين والعمال وغيرهم لأجل تشكيل قوم المثقفين كالخطوة الأولى لمواجهة الهيمنة.Abstrak: Kegelisahan akademik dalam artikel ini adalah adanya upaya penguasaan kaum borjuis terhadap kaum proletar, baik yang terjadi pada masa kehidupan Gramsci maupun realitas yang terjadi saat ini. Maka rumusan masalah yang pertama akan mengurai makna hegemoni perspektif gramsci sebagai kritik terhadap faham fasisme. Sedangkan rumusan masalah yang kedua hendak menjelaskan cara membentuk kaum intelektual organik untuk menyuarakan suara kaum proletar. Dari rumusan masalah yang pertama menyimpulkan bahwa hegemoni merupakan usaha kaum kapitalis beserta anggotanya dalam merebut kekuasaan Negara maupun dalam mempertahankan kekuasaan yang sudah diperolehnya, dimana usaha mereka untuk mendapatkan persetujuan kekuatan dari kelompok lain melalui perjuangan politik dan ideologi. Sedangkan rumusan masalah yang kedua menjelaskan bahwa cara membentuk intelektual organik dengan membuat sebuah wadah yang berupa partai sehingga bisa menyatukan berbagai elemen, mulai dari politisi, akademisi, petani, buruh dan sebagainya untuk bersama-sama membentuk dirinya menjadi kaum intelektual sebagai langkah awal untuk melakukan counter hegemoni.
Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Tenaga Pendidik dan Kependidikan di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Novita Kusuma Hardaning; Fata Asyrofi Yahya
JIE (Journal of Islamic Education) Vol 6 No 1 (2021): JIE (Journal of Islamic Education) Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bangil in collaboration with Association of Muslim Community in ASEAN (AMCA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52615/jie.v6i1.196

Abstract

This research discusses the development of educators and education staff which aims to determine the quality of performance carried out whether it has increased or not. Schools need to develop educators and education personnel to improve quality and ability through development activities such as training, career development, and motivation so that the success of human resource development can be determined. This research uses a case study approach with qualitative research, the methods used are interviews, observation, and the use of documents as data collection. The results of the research show that the form of development that has been carried out by the school is by providing various training that has been planned, then through gradual career development planning and in accordance with the tenure, and through providing motivation to all human resources. Then the success of the development can be seen through improving the performance of each human resource, through performance appraisals carried out by the principal and his representatives and paying attention to predetermined performance indicators.
Meneguhkan Visi Moderasi dalam Bingkai Etika Islam: Relevansi dan Implikasi Edukatifnya Fata Asyrofi Yahya
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars No Series 1 (2018): AnCoMS 2018: Book Series 1
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.709 KB) | DOI: 10.36835/ancoms.v0iSeries 1.150

Abstract

The academic anxiety in this paper is the emergence of pesantren which is indicated to teach radical understanding in recent times so as to create a negative stigma toward the character of Islamic boarding school in Indonesia which has been the character of the rahmat lil ‘alamin. The focus of this paper is on ethical issues, where radicalism is not in accordance with the ethical teachings of Islam and against the current face of Islam in Indonesia. Therefore the first problem formulation is to reveal the values ​​of moderation contained in Islamic ethics with a philosophical approach and the second offers a model of ethical education in pesantren with an educational management approach. From the formulation of the first problem concluded that the values ​​of moderation in Islamic ethics reflected on the way of thinking and acting someone who always refers to maqaa sid al-shariah and consider aspects of ummahat al-fad}ail in the actualization space includes tadbir al-nafs, tadbir al-manzil and tadbir al-mudun. While the second problem formulation offers a model of Islamic ethics education comprehensively in boarding school by conducting reconstruction and curriculum development with approach of field of study and reconstructionist approach.
The Transformational Paradigm of The Pesantren Curriculum Innovation Fata Asyrofi Yahya
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.114 KB) | DOI: 10.21154/cendekia.v1i1.2975

Abstract

Abstract: This research begins from the problems faced in pesantren. They include curriculum management and learning, such as the implementation of teacher-centered learning and poorly planned learning evaluation. Thus, the researcher is interested in studying Pesantren Nurul Iman Garum Blitar, which applies an innovative curriculum using a transformative paradigm. The research method was qualitative research - a phenomenological approach. The findings were; first, there were three curriculum objectives: national goals, institutional goals, and learning objectives. Second, the learning material was reconstructing several books in the pesantren, such as the nahwu, shorof, and fiqh books. Third, the learning method was student-centred which encourage students to be active. In addition, it was also supported by some learning programs, including takror sughro, takror kubro, and syawir. Fourth, the learning evaluation employed formative and summative evaluation. Abstrak: Penelitian ini berawal dari kegelisahan akademik peneliti melihat beberapa problematika yang terjadi di pondok pesantren, diantaranya problem pengelolaan kurikulum dan pembelajaran, seperti metode pembelajaran yang cenderung teacher centered dan juga evaluasi pembelajaran yang tidak terencana dengan baik. Dari situ peneliti tertarik meneliti Pondok Pesantren Nurul Iman Garum Blitar yang membuat inovasi dalam kurikulumnya dengan menggunakan paradigma transformatif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dan jenis penelitian kualitatif. Diantara hasil penelitiannya sebagai berikut: pertama, desain tujuan kurikulumnya terdiri dari tiga macam; yaitu tujuan nasional, tujuan institusional dan tujuan pembelajaran. Kedua, desain materi pembelajarannya berupa rekonstruksi ulang beberapa kitab di pesantren, seperti kitab nahwu, shorof dan fikih. Ketiga, desain metode pembelajarannya menggunakan paradigma student centered dengan metode yang mendorong siswa aktif. Selain itu didukung dengan beberapa program pembelajaran, diantaranya takror sughro, takror kubro dan syawir. Keempat, bentuk evaluasi pembelajarannya menggunakan evaluasi formatif dan sumatif.
Peningkatan Mutu Lulusan Melalui Jaringan Kemitraan Dengan Dunia Usaha Dan Dunia Industri di SMK PGRI 2 Ponorogo Fata Asyrofi Yahya; Maydatullaela
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 4 No. 2 (2023): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : State Islamic Institute (IAIN) of Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v4i2.214

Abstract

Vocational education in Indonesia is implemented through Vocational High Schools (SMK). SMKs are expected to be able to create graduates who are ready to work. However, in reality, the absorption of SMK graduates is still low. One way to overcome this is by building partnerships with DUDI. Building partnerships is very important to improve the quality of graduates of these educational institutions. Based on this, this study aims to examine the concept of partnership between schools and the business world and the industrial world in improving the quality of graduates. The research model used in this research is a qualitative method with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. From the data analysis, it can be concluded that SMK PGRI 2 Ponorogo has carried out several stages in building partnerships. In addition, they also use a network model in the form of industrial classes and a collaboration model in the form of recruitment of students, internships, and PKL. As for the success in this partnership in the form of increasing academic aspects in the form of increasing the competence of students and winning championships in several competitions. While in the non-academic aspect in the form of increased curiosity of students, and the social aspects of students in the form of high compassion for others and high solidarity.
Pengembangan Kemampuan Multiple Intelligences Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam melalui Organisasi Kemahasiswaan Intrakampus Yahya, Fata Asyrofi; Diantoro, Fery
MUSLIM HERITAGE Vol 8 No 2 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i2.7293

Abstract

AbstractThis research departs from the empirical problem that undergraduate graduates contribute to the high number of unemployed in Indonesia. Among the causes is that the curriculum in higher education is more oriented towards achieving academic achievement. This research aims to explain the management of intracampus student organization activity programs in developing students' multiple intelligences abilities and measure the success of intracampus organizations in developing students' multiple intelligences abilities at IAIN Ponorogo. The research method uses a phenomenological approach and the type of research is qualitative. Data collection was carried out by observation, interviews and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research include: first, management of the multiple intelligences capability improvement program through the stages of planning, organizing, implementing and monitoring. Program planning is carried out at the beginning of the year through work meetings taking into account the results of the previous period's activity evaluation. Organization is carried out by delegating tasks and responsibilities to each division to prepare and carry out UKM activity programs in developing students' multiple intelligences. At the program implementation stage, the chairman moves the field coordinator, then down to the management and down to the members. Program supervision is carried out by the head of UKM and the supervisor of each UKM to ensure that all program activities run according to plan. Second, the UKMs that succeeded in achieving 85% of their members' activity were UKM Self-Defense and UKM Mapala Post. Then those who succeeded in changing the abilities of their members by 80% included UKM PSRM, UKM SEIYA, UKM UKI, UKM Martial Arts, UKM Sports, UKM LPM Al-Millah, and UKM KSR. Meanwhile, those who managed to get achievements in the competition for approximately three years were all UKM except UKM LPM Al-Millah, UKM Kopma, and UKM Bahasa.AbstrakPenelitian ini berangkat dari problem empiris bahwa lulusan sarjana menyumbang jumlah pengangguran yang tinggi di Indonesia. Diantara penyebabnya yaitu kurikulum di perguruan tinggi lebih berorientasi dalam pencapaian prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengelolaan program kegiatan organisasi kemahasiswaan intrakampus dalam mengembangkan kemampuan multiple intelligences mahasiswa dan mengukur keberhasilan organisasi intrakampus dalam mengembangkan kemampuan multiple intelligences mahasiswa di IAIN Ponorogo. Metode penelitiannya menggunakan pendekatan fenomenologi dan jenis penilitiannya kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini diantaranya: pertama, pengeloaan program peningkatan kemampuan multiple intelligences melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan program dilakukan di awal tahun melalui rapat kerja dengan mempertimbangkan hasil evaluasi kegiatan periode sebelumnya. Pengorganisasian dilakukan dengan mendelegasikan tugas dan tanggung jawab kepada setiap devisi untuk menyusun dan menjalankan program kegiatan UKM dalam pengembangan multiple intelligences mahasiswa. Pada tahap pelaksanaan program, ketua menggerakkan koordinator bidang, kemudian turun ke pengurus dan turun sampai ke anggota. Pengawasan program dilakukan oleh ketua UKM dan pembina setiap UKM untuk memastikan semua program kegiatan berjalan sesuai perencanaan. Kedua, UKM yang berhasil mencapai 85% menjaga keaktifan anggotanya adalah UKM Bela Diri dan UKM Mapala Pasca. Kemudian yang berhasil mengubah kemampuan anggotanya sebesar 80% diantaranya adalah UKM PSRM, UKM SEIYA, UKM UKI, UKM Bela Diri, UKM Olahraga, UKM LPM Al-Millah, dan UKM KSR. Sedangkan yang berhasil mendapatkan prestasi dalam kompetisi perlombaan selama kurang lebih tiga ini adalah semua UKM kecuali UKM LPM Al-Millah, UKM Kopma, dan UKM Bahasa.