Tjahjanto Tjahjanto
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN BELAJAR INTERAKTIF MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI PADA TK LILY PRE SCHOOL MERUYUNG DEPOK Tri Rahayu; Tjahjanto Tjahjanto; Bambang Triwahyono; Intan Hesti; Anita Muliawati; Theresiawati Theresiawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4555-4561

Abstract

Masa anak-anak usia dini belum adanya ketertarikan untuk belajar secara fokus, dunianya masih dipenuhi dengan bermain. Anak-anak di usia dini memiliki keaktifan dan kreatifitas yang tinggi sehingga membutuhkan cara untuk dapat memberikan pengetahuan dasar dalam pengembangan kemampuan seni, emosi, disiplin, kognitif, konsep diri, nilai-nilai agama, dan moral. Media pembelajaran harus disesuaikan dengan usianya yaitu menggunakan media aplikasi animasi berbasis web. Aplikasi ini diharapkan memberikan anak-anak bermain sambal belajar, dimana dunia anak-anak  lebih cenderung dunianya dipenuhi dengan bermain. Aplikasi ini diterapkan pada Tk Lily Pre School Meruyung Depok, dikuti oleh 20 orang siswa TK khusus kelas B yang berusia diantara 5 tahun dan 6 tahun. Pada Tk Lily Pre School Meruyung Depok sudah pernah menampilkan pembelajaran melalui video tapi belum diterapkan dalam bentuk animasi interaktif bagi siswanya, sehingga dengan tampilan tampilan materi pembelajaran perhitungan metematika, mengenal huruf dalam membaca, mengenal warna dalam bentuk geometri dan mengenal Binatang serta suaranya. Semua itu dilakukan dengan menggunakan animasi serta terdapat suatu cerita dengan memberikan animasi gambaran dari cerita tersebut. Target Tim pengabdian Masyarakat dalam memberikan Pelatihan untuk meningkatkan metode belajar bagi murid TK, khususnya pada Tk Lily Pre School Meruyung Depok
Peningkatan Layanan Publik Di Wilayah Indramayu Dengan Pengembangan Desa Digital Melalui Pelatihan E-Commerce Erly Krisnanik; Muhammad Adrezo; Noor Falih; Yuni Widiastiwi; Tjahjanto Tjahjanto; Yosef Adityanto Aji
Jurnal Abdikom Vol 1 No 1 (2022): JURNAL ABDIKOM
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Era globalisasi dan industri 4.0 telah menuntut pemerintahan daerah dapat memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat untuk kebutuhan layanan kependudukan, layanan kesehatan, layanan UMKM dan lainnya.  terutama masyarakat desa. Pemerintahan kabupaten Indramayu telah merancang program untuk peningkatan layanan tersebut, salah satunya adalah melalui kegiatan UMKM  yang digalakkan melalui pemerintahan desa. salah satu desa yang menjadi konsentrasi kabupaten Indramayu adalah Pabean Udik yang memiliki potensi untuk menjadi desa cerdas melalui pengembangan desa digital. Menurut undang-undang RI Nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM pada pasal 4 mengatakan bahwa pemberdayaan bagi UMKM sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan kemandirian, kebersamaan dan kewirausahaan. Sedangkan pada pasal 5 mengatakan bahwa menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan UMKM menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. Berdasarkan hal tersebut, pengabdi melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa Pabean Udik untuk memberikan pelatihan literasi digital tentang pengenalan e-commerce kepada UMKM. Adapun tujuan pelatihan tersebut adalah: 1) untuk membuka wawasan UMKM menggunakan TIK sebagai salah satu sarana yang dapat digunakan untuk memasarkan produk mereka secara on-line, 2) untuk membantu UMKM meninhkatkan penjualan mereka melalui aplikasi e-commerce, 3) dan untuk meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraan ekonomi UMKM. Metode yang digunakan oleh pengabdi agar tercapainya tujuan tersebut adalah : 1) memberikan pelatihan dengan pendekatan learning by doing untuk penggunaan TIK melalui platform yang sudah ada secara gratis yaitu tokopedia, 2) meberikan pendampingan kepada UMKM untuk praktik membuat lapak di tokopedia melalui smartphone yang mereka miliki sehingga mudah untuk di kelola, 3) memberikan tes kepada peserta UMKM untuk melihat seberapa paham mereka dapat menggunakan aplikasi tersebut melalui kasus yang diberikan. Hasil yang diharapkan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah para UMKM di desa Pabean Udik yang telah mengikuti pelatihan dan pendampingan dapat memanfaatkan salah satu aplikasi ecommerce melalui smartphone mereka untuk lapak yang ada di tokopedia
PENERAPAN BELAJAR INTERAKTIF MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI PADA TK LILY PRE SCHOOL MERUYUNG DEPOK Tri Rahayu; Tjahjanto Tjahjanto; Bambang Triwahyono; Intan Hesti; Anita Muliawati; Theresiawati Theresiawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4555-4561

Abstract

Masa anak-anak usia dini belum adanya ketertarikan untuk belajar secara fokus, dunianya masih dipenuhi dengan bermain. Anak-anak di usia dini memiliki keaktifan dan kreatifitas yang tinggi sehingga membutuhkan cara untuk dapat memberikan pengetahuan dasar dalam pengembangan kemampuan seni, emosi, disiplin, kognitif, konsep diri, nilai-nilai agama, dan moral. Media pembelajaran harus disesuaikan dengan usianya yaitu menggunakan media aplikasi animasi berbasis web. Aplikasi ini diharapkan memberikan anak-anak bermain sambal belajar, dimana dunia anak-anak  lebih cenderung dunianya dipenuhi dengan bermain. Aplikasi ini diterapkan pada Tk Lily Pre School Meruyung Depok, dikuti oleh 20 orang siswa TK khusus kelas B yang berusia diantara 5 tahun dan 6 tahun. Pada Tk Lily Pre School Meruyung Depok sudah pernah menampilkan pembelajaran melalui video tapi belum diterapkan dalam bentuk animasi interaktif bagi siswanya, sehingga dengan tampilan tampilan materi pembelajaran perhitungan metematika, mengenal huruf dalam membaca, mengenal warna dalam bentuk geometri dan mengenal Binatang serta suaranya. Semua itu dilakukan dengan menggunakan animasi serta terdapat suatu cerita dengan memberikan animasi gambaran dari cerita tersebut. Target Tim pengabdian Masyarakat dalam memberikan Pelatihan untuk meningkatkan metode belajar bagi murid TK, khususnya pada Tk Lily Pre School Meruyung Depok
Analisis Tingkat Literasi Artificial Intelligence Guru Dalam Media Pembelajaran Pada SDI Plus Darul Ulum Limo Depok Tri Rahayu; Anita Muliawati; Rio Wirawan; Tjahjanto Tjahjanto; Bambang Triwahyono
Jurnal Ilmiah Matrik Vol. 27 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Matrik
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Pada Masyarakat (DRPM) Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/jm2gjf51

Abstract

The acceleration of Artificial Intelligence (AI) technology in education requires teachers to have new competencies in integrating this technology into the learning process. At the elementary school level, AI literacy is crucial to support the implementation of the innovation-based Merdeka Curriculum. As a school committed to quality, SDI Plus Darul Ulum Limo Depok faces challenges in mapping the readiness of its teaching staff amidst diverse digital competency backgrounds. This study aims to analyze the level of AI literacy of teachers at SDI Plus Darul Ulum, covering cognitive, affective, technical, and pedagogical aspects, and to identify barriers to the use of AI as a learning medium. This study uses a descriptive quantitative approach. Data were collected through a structured questionnaire consisting of 15 statements with a Likert scale. The study respondents were all 30 teaching staff at SDI Plus Darul Ulum Limo Depok. Data analysis was conducted using descriptive statistics to determine the distribution of teacher literacy categories. The research findings show that the overall level of teacher AI literacy is in the Medium category (60%), with a small portion in the High (20%) and Low (20%) categories. Based on the aspect analysis, the highest score was achieved in the Affective aspect (4.10) which indicates teachers' positive attitudes and openness towards AI. However, the lowest score was found in the Pedagogical aspect (2.80), where teachers still experience difficulties in integrating AI into lesson plans (RPP) and teaching methods in the classroom.