Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kebakaran Ilda Fitri; Siti Saleha; Zulfa Hanum
NERSMID : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Vol. 8 No. 1 (2025): Mei
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/nersmid.v8i1.244

Abstract

Knowledge and disaster preparedness in pregnant women need to be improved, because pregnant women are a group that is vulnerable to becoming victims during a disaster, one of which is the most frequent fire disaster. With the knowledge of pregnant women, preparedness in dealing with fire disasters can be formed and pregnant women can avoid the risks that may occur when pregnant women experience fire disasters. The purpose of this study was to determine the relationship between the knowledge of pregnant women with preparedness for fire disasters in the working area of the Lut Tawar Health Center in 2024. This type of research is quantitative with analytic type, using cross sectional approach. The population of this study were all pregnant women in the working area of the Lut Tawar Health Center, consisting of 73 samples taken by random sampling. Analysis of the results of the study was carried out using the chi square test. The results of the research analysis obtained a value of ρ = 0.000 (ρ < 0.05) so that there is a significant relationship between the two variables. It can be seen that there is a relationship between the knowledge of pregnant women and preparedness for fire disasters in the working area of the Lut Tawar Health Center in 2024. Thus the author concludes that if the knowledge of pregnant women is good, the level of preparedness in facing fire disasters will also be ready.
PENDAMPINGAN MAHASISWA KEBIDANAN DALAM SKRINING SDIDTK PADA ANAK USIA 0-6 TAHUN DI PAUD-TK ASH SHAFIYAH KABUPATEN BIREUEN Agustina Agustina; Sri Raudhati; Siti Saleha; Zulfa Hanum; Nurhidayati Nurhidayati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantauan tumbuh kembang anak merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi, yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan keadaan gizi anak. Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) perlu dilakukan agar tidak terjadi keterlambatan dalam  penanganan masalah tumbuh kembang anak. Berdasarkan data yang diperoleh pada PAUD-TK Ash Shafiyah, pelaksanaan skrining tumbuh kembang anak sudah dilakukan secara rutin. Beberapa anak diantaranya mengalami permasalahan tumbuh kembang seperti hiperaktivitas, gangguan autisme, speech delay (keterlambatan berbicara), dan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan skrining SDIDTK meliputi pengukuran berat badan dan tinggi badan, lingkar kepala, pengukuran status gizi, pemantauan perkembangan motorik halus dan kasar, berbicara dan berbahasa, sosial kemandirian, TDL, TDD, mental emosional, autis, dan hiperaktif. Pemeriksaan dilakukan selama kurang lebih 30 menit, jika ditemukan gangguan maka hasil pemeriksaan akan langsung disampaikan pada guru, untuk selanjutnya diteruskan pada orangtua anak masing-masing, yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh dokter atau pihak puskesmas. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah 80% anak balita dan prasekolah perkembangannya sesuai, dan 20% anak perkembangannya meragukan.Kata Kunci: Pendampingan, SDIDTK, Balita, PrasekolahMonitoring child growth and development is one of the main activities of the nutrition improvement program, which focuses on efforts to prevent and improve children's nutritional status. Stimulation, Detection, Early Intervention for Growth and Development (SDIDTK) needs to be done so that there is no delay in handling child development problems. Based on the data obtained at the Ash Shafiyah PAUD-TK, screening for child growth and development has been carried out routinely. Some of these children experience growth and development problems such as hyperactivity, autism disorders, speech delays, and stunting. The methods used in SDIDTK screening activities include measuring body weight and height, head circumference, measuring nutritional status, monitoring fine and gross motor development, speech and language, social independence, TDL, TDD, mental emotional, autism, and hyperactivity. The examination is carried out for approximately 30 minutes, if disturbances are found, the results of the examination will be immediately conveyed to the teacher, to then be forwarded to the parents of each child, which will then be followed up by the doctor or the puskesmas. The results obtained from this activity are 80% of toddlers and preschoolers whose development is appropriate, and 20% of children whose development is doubtful. Keywords: Assistance, SDIDTK, Toddlers, Preschools 
EDUKASI PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 0-6 BULAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA PAYA MEUNENG KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2021 Nurhidayati Nurhidayati; Siti Saleha; Zulfa Hanum; Agustina Agustina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang : WHO mendorong kelanjutan menyusui selama pandemi tanpa memisahkan ibu dari bayinya, sambil tetap memperhatikan langkah pengendalian penularan yang tepat. WHO kembali memaparkan data berupa angka pemberian ASI eksklusif secara global, walaupun telah ada peningkatan, namun angka ini tidak meningkat cukup signifikan, yaitu sekitar 44% bayi usia 0-6 bulan di seluruh dunia yang mendapatkan ASI eksklusif selama periode 2015-2020 dari 50% target pemberian ASI eksklusif menurut WHO. Data Riskesdas yang diambil tahun 2017 sebesar 61,33%, dan pada tahun 2018 mengalami penurunan yang signifikan yaitu sebesar 37,3%. Jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan oleh Kemenkes RI yaitu 80% maka, capaian ASI eksklusif di tingkat Indonesia masih belum memenuhi target. Masih rendahnya pemberian ASI eksklusif akan berdampak pada kualitas dan daya hidup generasi penerus. Tujuan umum pengabdian ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang edukasi pemberian ASI Ekslusif pada ibu yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan di masa pandemi. Maka dari itu kami memberikan edukasi tentang pemberian ASI Ekslusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan di masa pandemi Covid-19 secara door to door. Hasil dari Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat dosen Program Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim  yaitu: didapati dari 6 orang ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan adalah mampu mengulang informasi yang telah kami berikan dengan seksama dan berjanji akan mengikuti saran dari kami dimana pemberian ASI Ekslusif sangat bermanfaat untuk bayi dan juga untuk ibu  sendiri. Kata Kunci : Edukasi, ASI Ekslusif, Pandemi Covid 19 , Desa Paya MeunengÂ