Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Politics of Street Vendors: Community Perspectives in the State in Medan City Tengku Irmayani; Juang Solala Laiya; Ruri Prihatini Lubis
Jurnal Public Policy Vol 8, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v8i4.6011

Abstract

Street vendors illegally occupy urban space and conduct business there. As a result, street vendors are frequently targets of government policing and disciplinary operations (state). The people's relationship with the state includes aspects of rights and obligations. This study examines the perspectives of street vendors in Medan, North Sumatra Province, Indonesia. When it comes to rights and obligations, street vendors have their own point of view. The research on street vendors in Medan City concluded, using the survey technique and observation, that the state was not present to provide social protection guarantees, in community activities, or efforts to improve their welfare and quality of life.
STRATEGI PEMASARAN DIGITAL UMKM BERBASIS MEDIA SOSIAL STUDI KASUS PADA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DI KABUPATEN NIAS SELATAN Aluiwaauri Tafonao; Noventinus Zagoto; Karunia Gea; Setia Murni Telaumbanua; Anita Zagoto; Leonardus Historis Manao; Juang Solala Laiya
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan
Publisher : LPPM Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/jeb.v9i1.1982

Abstract

Transformasi digital telah mengubah paradigma pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari pendekatan konvensional menuju pemasaran berbasis teknologi digital. Perkembangan media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan WhatsApp Business memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan hubungan dengan pelanggan, serta memperkuat daya saing usaha. Namun demikian, sebagian besar UMKM masih menghadapi berbagai kendala dalam mengimplementasikan strategi pemasaran digital secara optimal, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya kemampuan menciptakan konten yang menarik, serta minimnya pemanfaatan analitik media sosial sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi pemasaran digital berbasis media sosial yang diterapkan oleh UMKM di Kabupaten Nias Selatan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri atas sepuluh pemilik UMKM, lima konsumen, dua pendamping UMKM, dan satu praktisi pemasaran digital yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan strategi pemasaran digital UMKM dipengaruhi oleh kemampuan memilih platform media sosial sesuai karakteristik pasar sasaran, menghasilkan konten kreatif dan konsisten, membangun customer engagement, memanfaatkan kolaborasi dengan micro-influencer, serta melakukan evaluasi melalui analitik media sosial. Kendala utama yang dihadapi meliputi rendahnya literasi digital, keterbatasan sumber daya manusia, perubahan algoritma media sosial, dan keterbatasan anggaran promosi. Penelitian ini menghasilkan model konseptual strategi pemasaran digital berbasis media sosial yang dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan daya saing UMKM.
PENERAPAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM PENGEMBANGAN PEDESAAN (KSP3) NIAS Yurmanius Waruwu; Juang Solala Laiya
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan
Publisher : LPPM Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/jeb.v9i1.4576

Abstract

This study aims to identify and describe the implementation of transactional leadership style at the Rural Development Savings and Loan Cooperative (KSP3) Nias. Transactional leadership is an approach that emphasizes exchanges between leaders and subordinates through a system of rewards and supervision to achieve organizational targets. This research employs a descriptive quantitative method with a single variable. The population consists of all leaders at KSP3 Nias, totaling 36 individuals. The sampling technique used is saturated sampling (census), in which the entire population serves as respondents. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability, supported by observation and documentation. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis by calculating the mean score and frequency distribution. The results show that the implementation of transactional leadership at KSP3 Nias falls into the High category, with an average score of 3.55. Specifically, the Contingent Reward indicator is the most dominant dimension, with a score of 4.25 (Very High), followed by Active Management by Exception with a score of 4.10 (High). Meanwhile, the Passive Management by Exception indicator falls into the Low category (2.30), indicating that leaders are responsive and not passive in addressing operational challenges. The conclusion of this study is that the leaders of KSP3 Nias have implemented firm and measurable leadership principles in maintaining cooperative stability. However, it is recommended that they begin integrating a transformational leadership approach to enhance employees’ long-term loyalty beyond material aspects.
BANK BUDI: INSTITUSI EKONOMI INFORMAL DAN MODAL SOSIAL DALAM SISTEM EKONOMI TRADISIONAL NIAS SELATAN PRA-KOLONIAL Juang Solala Laiya
Jurnal Education and Development Vol 14 No 3 (2026): Vol 14 No 3 September 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i3.8561

Abstract

Penelitian ini mengkaji struktur kelembagaan adat yang membentuk sistem ekonomi tradisional masyarakat Nias Selatan pra-kolonial melalui studi pustaka, dengan memosisikannya dalam kerangka teori ekonomi kelembagaan. Selama ini, kajian ekonomi kelembagaan di Indonesia cenderung berfokus pada institusi ekonomi formal-modern, sementara sistem ekonomi informal pra-kolonial Nusantara—yang berpotensi menjadi preseden historis bagi institusi ekonomi informal kontemporer seperti arisan dan kelompok simpan-pinjam berbasis kekerabatan—masih jarang dianalisis secara sistematis melalui lensa ekonomi kelembagaan. Dengan menelaah sumber etnografis-historis (Rappard, 1909; Schröder, 1917; Loeb, 1935) serta studi antropologis modern (Beatty, 1991, 1992; Viaro & Ziegler, 2017; Yamamoto, 1986), penelitian ini menemukan bahwa integrasi ekonomi masyarakat Nias Selatan pra-kolonial didominasi oleh mekanisme non-pasar yang terstruktur, meliputi beras, babi, dan emas sebagai objek nilai penting yang dalam penelitian ini dianalisis sebagai commodity money; institusi sosial (gagambatö, gana, nafulu, banua, dan öri) yang sekaligus menjalankan fungsi produksi dan distribusi; konsep utang (ömö/gömö) sebagai instrumen kredit informal yang tertanam dalam modal sosial; serta pesta status (ovasa) sebagai arena mobilisasi sumber daya, redistribusi surplus, dan berbagi risiko. Hubungan antara kewajiban resiprokal, utang sosial, jaringan kekerabatan, mobilisasi sumber daya, dan redistribusi tersebut dalam penelitian ini dikonseptualisasikan sebagai “Bank Budi”. Istilah ini merupakan konsep analitis penulis, bukan kategori emik masyarakat Nias Selatan. Temuan penelitian memperkaya pemahaman mengenai pola integrasi ekonomi sebagaimana dirumuskan Polanyi (1957), sekaligus menawarkan preseden historis bagi kajian ekonomi informal dan keuangan inklusif berbasis kelembagaan lokal di Indonesia.