Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISA GANGGUAN SISTEM STARTER PADA MESIN TOYOTA AVANZA 1300 CC DAN CARA MENGATASINYA Anam , Khoirul Anam; Yulianto, Yulianto
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 2 No. 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v2i2.1276

Abstract

ABSTRAK Sistem starter merupakan sistem penggerak awal dalam kendaraan yang pastinya memiliki peran penting dalam sebuah engine. Pengetahuan akan sistem starter yang jarang di ketahui seringkali menjadi problem penting. Oleh karna itu dibuatlah engine stand yang dilengkapi sistem starter yang bisa langsung dilakukanlah analisa gangguan, pembongkaran, pengecekan sistem starter pada mesin toyota avanza 1300 cc. Sistem starter ini dipasang bergabung langsung pada engine stand toyota avanza 1300 cc. Pemasangan ini juga bertujuan agar semua analisa masalah yang mungkin timbul pada sistem starter dapat langsung di amati dan di analisa secara langsung, Sehingga bila terjadi sesuatu langsung dapat dilakukan pembongkaran dan juga pengecekan komponen sistem starter maupun komponen motor starter sesuai kebutuhan pengumpulan data yang di perlukan. Setelah melakukan analisa gangguan diperoleh data bahwa sistem starter ini memiliki komponen yang cukup baik, dan dapat langsung di amati cara kerjanya. Dari segi pengecekan komponen sistem starter pun di peroleh data bahwa komponen dalam kondisi baik. Dalam pengecekan dan pengukuran komponen motor starter juga didapati hasil yang cukup baik dimana komponen komponen masih layak di gunakan, hanya saja panjang sikat yang sudah tidak memenuhi standar dimana Standar 13,5 mm dan Limit 10 mm diperoleh hasil 9,1 mm maka harus di ganti dengan yang baru. Kata kunci : Sistem Starter, Toyota Avanza
ANALISA GANGGUAN SISTEM PELUMASAN PADA MESIN TOYOTA AVANZA 1300 CC Nurfaizi, Ahmad; , Khoirul Anam, , Khoirul; Prasetyo, Imam
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 April 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v3i1.1281

Abstract

ABSTRAK Pembuatan tugas akhir ini dilatar belakangi karena pentingnya kelengkapan sarana yang terdapat di Laboratorium Teknik Mesin Otomotif. Oleh karena itu penulis memiliki suatu gagasan untuk menambah sarana praktikum. Tujuan dari tugas akhir ini guna penambahan media praktikum ini untuk menunjang ilmu yang dimiliki oleh mahasiswa khususnya pada ilmu sistem pelumasan yaitu untuk mengetahui konstruksi dan prinsip kerja sistem pelumasan serta dapat menganalisa yang terjadi pada sistem pelumasan mesin Toyota Avanza 1300cc. Pelaksanaan tugas akhir ini dibagi menjadi beberapa proses diantaranya , pembongkaran, pemeriksaan dan pemasangan. Pembongkaran dilaksanakan selama 1 bulan yaitu bulan Juni. Pembongkaran dilakukan terhadap komponen – komponen dalam sistem pelumasan. Dalam analisa ditemukan beberapa masalah yaitu adanya kebocoran pada karter oli dan cover head cylinder. Kemudian pada proses pemasangan dilakukan beserta penanganan masalah yang dapat dilakukan terhadap masalah yang terjadi pada mesin Toyota Avanza 1300cc tersebut. Hasil dari penambahan media belajar ini yaitu mahasiswa mendapat ilmu dalam pengidentifikasian tentang analisa sistem pelumasan yang dapat menjadi ilmu tambahan untuk mahasiswa Teknik Mesin Otomotif Politeknik Muhammadiyah Pekalongan di masa depan setelah lulus nanti. Kata Kunci : Sistem Pelumasan, Toyota, Avanza
ANALISA KEAUSAN DINDING SILINDER DAN KEOLENGAN POROS ENGKOL PADA MESIN DIESEL MITSUBISHI PS 100 Prasetyo, Imam; Anam, Khoirul
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 April 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v3i1.1287

Abstract

Silinder adalah bagian dari ruang bakar mesin yang penting karena silinder merupakan tempat terjadinya pembakaran bahan bakar dengan udara dan juga alur gerak bolak balik piston. Akibat gerakan tersebut akan terjadi gesekan antara silinder dan cincin piston yang menyebabkan keausan pada dinding silinder dan mengakibatkan ukuran silinder menjadi besar sehingga penyekatan ruang bakar menjadi kurang bahkan menjadi bocor. Hal ini akan menyebabkan mesin tidak bertenaga atau tidak jalan sama sekali. Kondisi poros engkol pada mesin juga perlu diperhatikan. Poros engkol adalah komponen dalam mesin yang berfungsi untuk mengubah gerak naik turun piston menjadi gerak putar. Tekanan tiba-tiba dari piston yang terus menerus akan menyebabkan poros engkol menjadi bengkok dan aus. Tujuan dalam penelitian ini menganalisa keausan dinding silinder dan kelolengan poros engkol mesin diesel mitshubisi PS 100. Dari hasil penelitian didapat keausan dinding silinder dan keolengan poros engkol dalam kondisi baik masih dalam batas toleransi, hanya perlu dilakukan sedikit pembersihan kerak hasil pembakaran pada bagian bibir atas silinder. Kata Kunci : Silinder, Poros Engkol, Keausan dan Keolengan
PENGARUH PERBEDAAN CAMSHAFT STANDAR DAN CAMSHAFT AFTERMARKET TERHADAP DAYA DAN TORSI PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA JUPITER 110 CC Anam, Khoirul; Prasetyo, Imam; Irfan Setiawan, Muhammad
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v3i2.1290

Abstract

One of the efforts to produce a motorcycle with high performance is by making modofications to the camshaft. Because they are not satisfied with the manufacturer’s standard camshaft and aim to increase power and torque using the dynotest test method on a Yamaha Jupiter 110 cc motorcycle, one way is to replace it with an aftermarket camshaft that has a higher lift. The standard is 4,5 mm and the aftermarket camshaft has a 5mm lift it makes more fuel intake and more power..Based on the test result, it is found that using aftermarket camshaft can increase the power and torque for maximum power result on a standard camshaft of 6,7 hp at 5660 rpm engine speed and 10,34 Nm of torque at 2819 rpm engine speed then aftermarket camshaft produce 7,6 hp at engine speed. 6087 rpm engine speed and 10,66 Nm of torque at 2765 rpm engine speed.Keywords : Camshaft, power, and Torque
PENERAPAN SISTEM KEAMANAN BERBASIS MIKROKONTROLER VIA PONSEL PADA MOTOR HONDA VARIO 110 CC Anam, Khoirul; Setiawan, Sofiyan; Khaerudin, Muhammad
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v3i2.1291

Abstract

Each motor vehicle must have a security system. Modern Motorcycle safety system is the usual solution by the owners of motorists to ensure the safety of its vehicles. On the other hand, along with the development of technology, Handphone is one of technology that has various facilities with Bluetooth and Android application. By creating an Android application to install on the phone and adding a little bit of microcontroller based. The function of mobile phone not only for means of communication tools via voice or SMS but also can be used as a safety device on motorcycles.Keywords : Security system, Microcontroller
PEMBANGKIT ENERGI PADA KNALPOT MOTOR 4 LANGKAH MENGGUNAKAN TERMOELEKTRIK GENERATOR Arrassyid, Syadan; Anam, Khoirul; Towijaya, Towijaya
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 6 No. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v6i2.1351

Abstract

Resources to produce energy is one of the increasing needs of society. So that there is an imbalance of load growth with the addition of power plants which will cause an energy deficit or an electrical energy crisis. There have been many studies on alternative energy power plants, one of which is the use of waste heat by using a thermoelectric generator. In this study, a thermoelectric power plant was tested by utilizing motorcycle exhaust heat for charging AAA batteries. When testing the output search, it was found that the highest current in a parallel circuit with 4 thermoelectrics is 104.4 mA and the highest voltage in a series circuit with 4 thermoelectrics is 0.83 V. Then, a AAA battery charging test is carried out using a 4 thermoelectric series circuit. From the results of the battery charging test, it was found that the battery voltage increased over the charging time period from the original 0.08 V to 1.05 V at the end of the charging time period. the current flowing in the circuit during the first 10 minutes is 48.2 mA, at the 20th minute it is 65.5 mA, at the 30th minute it reaches 91.2.Keywords: thermoelectric, energy generation, battery charging
Perbandingan Bahan Bakar Minyak Hasil Dari Pengolahan Sampah Plastik Pp Dan Pe Berbasis Metode Pirolisis Rusdy Rizak, Muchamad; Anam , Khoirul; Towijaya, T
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 April 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v6i1.1354

Abstract

ABSTRAK Bahan bakar merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan teknologi otomotif. Bahan bakar yang masih sangat populer digunakan saat ini adalah bahan bakar fosil. Seiring perkembangan zaman banyak peneliti yang mencari sumber bahan bakar alternatif, mengingat terbatasnya jumlah bahan bakar fosil di bumi. Salah satu alternatif yang cukup menarik perhatian adalah bahan bakar olahan plastik. Plastik yang tadinya merupakan ancaman terbesar dalam pencemaran lingkungan dapat diolah menjadi bahan bakar dengan metode pirolisis. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian bahan bakar minyak yang dihasilkan dengan jenis sampah plastik PP dan PE menjadi variabel terikatnya. Dari kedua jenis plastik, Plastik PP memiliki prosentase hasil minyak 87%, sedangkan plastik jenis PE prosentasenya 85%. Pada hasil pengujian massa jenis bahan bakar minyak hasil pirolisis berkisar 0,716-0,770 g/mL dengan massa jenis terendah adalahh bensin PE dan tertinggi adalah solar PE. Untuk nilai RON yang dimiliki bensin hasil pirolisis mencapai 88,8 untuk kedua jenis plastik. Disamping itu, angka Cetane solar yang dihasilkan masih tergolong rendah yaitu 42,5 untuk solar PP dan 43 untuk solar PE. Hal ini menunjukkan solar yang dihasilkan dari proses pirolisis membutuhkan perlakuan tambahan seperti pemurnian timbal ataupun dicampuran dengan biodiesel untuk meningkatkan angka Cetane-nya agar dapat digunakan untuk mesin diesel pada umumnya. Kata Kunci : Pirolisis, Pengolahan Sampah Plastik, Polyethylene, Polypropylene, Bahan Bakar Plastik ABSTRACT Fuel is one of vital role in the expansion of automotive technology. The most popular fuel which is still used by the people is Fossil fuels. Along with the times, many researchers are looking for alternative fuel sources. Given the limited amount of fossil fuels on earth, has attracted much attention from reasearchs team to find out the alternative fuel sources. One of the interesting alternative source is fuel from processed plastic. Plastic which was once the biggest threat of pollution for the environment can be processed into the fuels by the pyrolysis method. These study were carried out to analyze the fuel oil which produced with PP and PE plastic as the dependent variable. From the two types of plastic, PP plastic has an oil yield percentage of 87%, while the percentage of PE plastic is 85%. In the test results, the density of the pyrolysis fuel oil ranged from 0.716-0.770 g/mL with the lowest density being PE gasoline and the highest being PE diesel. RON of pyrolysis gasoline reaches 88.8 for both types of plastic. In addition, the cetane number of diesel produced is still relatively low, namely 42.5 for PP diesel and 43 for PE diesel. This shows that diesel produced from the pyrolysis process requires additional treatment such as purification of lead or mixed with biodiesel to increase its cetane number so that it can be used for diesel engines in general. Keywords: Pyrolysis, Plastic Waste Processing, Polyethylene, Polypropylene, Plastic Fuel
Pengaruh Penggunaan Karburator Aftermarket Tipe PE 26 dan PE 28 Terhadap Daya Dan Torsi Pada Sepeda Motor Yamaha Byson 150 CC Anam, Khoirul; Feriansah, Arif; Muhyi, Ilham
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v7i2.1623

Abstract

Abstract The carburetor is the most important part of a motorcycle. The carburetor serves to mix fuel and air in a certain ratio so that it becomes a burning gas needed by the motor engine. The goal to be achieved by the author in writing is to find out the use of aftermarket carburetors for power and torque on Yamaha byson 150cc motorcycles, data retrieval methods using dynamometer tools. The results of the study on the effect of using aftermarket carburetors type PE26, PE28 and standard carburetors. Produces the most optimal power on the PE 26 carburetor with a maximum power of 13.8 Hp at 6578 RPM. The maximum torque reaches 16.39 Nm at 5755 RPM, this is due to the influence of different types of carburetors and larger default main jets so that they are able to get peak power at higher engine speeds. Keywords: Karburator; Daya; Torsi. Abstrak Karburator merupakan bagian terpenting dari sepeda motor. Karburator berfungsi untuk mencampur bahan bakar dan udara dalam perbandingan tertentu sehingga menjadi gas pembakar yang dibutuhkan oleh mesin motor. Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis pada penulisan adalah untuk mengetahui penggunaan karburator aftermarket terdahap daya dan torsi pada sepeda motor Yamaha byson 150cc, Metode pengambilan data menggunakan alat dynamometer. Hasil penelitian pengaruh penggunaan karburator aftermarket tipe PE26, PE28 dan karburator standard. Menghasilkan daya yang paling optimal pada karburator PE 26 dengan daya maksimum sebesar 13,8 Hp pada 6578 RPM. Torsi maksimum mencapai 16,39 Nm pada 5755 RPM, hal ini karena pengaruh perbedaan tipe karburator dan main jet bawaan yang lebih besar sehingga mampu mendapatkan puncak daya pada putaran mesin yang lebih tinggi. Kata kunci: Karburator; Daya; Torsi.
Pengaruh Penggunaan Gurah Engine Conditioner Foam Tanpa Di Vakum Terhadap Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Beat 110 cc Towijaya, T; Anam, Khoirul
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v7i2.1625

Abstract

Abstract Technology is evolving rapidly. Meanwhile, the number of motorized vehicles is also increasing. This increase needs to be considered because motorized vehicles require fuels like Premium, Pertalite, Pertamax, Gasoil, etc. The combustion system to generate power allows for exhaust emissions. Exhaust gas emissions are the residue from the combustion of fuel (gasoline) and air in the combustion engine which is released through the engine exhaust system. Therefore, one of the efforts to reduce exhaust gas levels is creating an engine for the combustion chamber cleaning process. This study aimed to determine the effects of using the foamy engine cleaner for the combustion chamber cleaning process without being vacuumed on the resulting exhaust emissions. The test was carried out using a gas analyzer on a 110cc Beat Vehicle with engine speed variations of 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, and 3500 rpm to determine the concentration of CO and HC. Based on the test results, it was found that using the foamy engine cleaner for the combustion chamber cleaning process resulted in the lowest concentration reduction, namely at 2000 rpm engine speed with 0.23% CO levels and 62 ppm HC. Keywords: Engine Conditioner Foam; Emision; engine Abstrak Dunia otomotif sudah banyak metode yang dilakukan untuk menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang. Salah satu dari metode tersebut adalah gurah mesin, yaitu pembersihan kerak dan kotoran sisa pembakaran yang tidak sempuran di dalam ruang bakar. Berbagai innovasi telah muncul untuk mempermudah proses gurah mesin, salah satunya produk engine conditioner foam. Produk ini di sinyalir dapat membersihkan ruang bakar dan menurunkan emisi gas buang. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan gurah engine conditioner foam tanpa di vakum terhadap emisi gas buang yang dihasilkan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat gas analyzer pada Kendaraan Beat 110cc dengan variasi putaran mesin 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm dan 3500 rpm. untuk mengetahui nilai kosentrasi CO dan HC. Berdasarkan dari hasil pengujian yang didapat bahwa penggunaan gurah engine conditioner foam menghasilkan penurunan kosentrasi paling rendah yaitu pada putaran mesin 2000 rpm dengan kadar CO 0,23% dan HC 62 ppm. Kata kunci: Engine Conditioner Foam; Emisi; Mesin.
Pengaruh Putaran, Celah Busi, Celah Katub, Minyak Atsiri Terhadap Emisi Gas Buang Anam, Khoirul
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 8 No. 1 April 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v8i1.1796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh putaran mesin, celah katup, celah busi, dan pencampuran minyak atsiri pada mesin Toyota Avanza tahun 2006 terhadap emisi gas hidrokarbon (HC) dan karbon dioksida (CO2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak atsiri sebanyak 20 ml per liter bahan bakar memiliki pengaruh signifikan terhadap emisi gas buang, diikuti oleh penyetelan celah busi dan celah katup, dengan putaran mesin mempengaruhi dalam urutan terakhir. Pengaturan yang menghasilkan emisi CO2 terendah adalah dengan penambahan minyak atsiri 20 ml, celah busi 1.1 mm, celah katup 0.15-0.20, dan putaran mesin 4.000 rpm. Sedangkan emisi HC terendah terjadi pada pengaturan celah busi 0.9 mm, penambahan minyak atsiri 20 ml, putaran mesin 4.000 rpm, dan celah katup 0.20-0.25.Prediksi hasil akhir menunjukkan emisi HC sebesar 193.11 ppm dan emisi CO2 sebesar 7.87% pada kondisi pengaturan minyak atsiri 20 ml, celah busi 1.1 mm, celah katup 0.15-0.20, dan putaran mesin 4.000 rpm.