Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH PUTARAN , CELAH BUSI, CELAH KATUB, MINYAK ATSIRI TERHADAP EMISI GAS BUANG Anam, Khoirul
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 6 No. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v6i2.1841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh putaran mesin, celah katup, celah busi, dan pencampuran minyak atsiri pada mesin Toyota Avanza tahun 2006 terhadap emisi gas hidrokarbon (HC) dan karbon dioksida (CO2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak atsiri sebanyak 20 ml per liter bahan bakar memiliki pengaruh signifikan terhadap emisi gas buang, diikuti oleh penyetelan celah busi dan celah katup, dengan putaran mesin mempengaruhi dalam urutan terakhir. Pengaturan yang menghasilkan emisi CO2 terendah adalah dengan penambahan minyak atsiri 20 ml, celah busi 1.1 mm, celah katup 0.15- 0.20, dan putaran mesin 4.000 rpm. Sedangkan emisi HC terendah terjadi pada pengaturan celah busi 0.9 mm, penambahan minyak atsiri 20 ml, putaran mesin 4.000 rpm, dan celah katup 0.20- 0.25.Prediksi hasil akhir menunjukkan emisi HC sebesar 193.11 ppm dan emisi CO2 sebesar 7.87% pada kondisi pengaturan minyak atsiri 20 ml, celah busi 1.1 mm, celah katup 0.15-0.20, dan putaran mesin 4.000 rpm.
Optimasi Ketinggian dan Debit Air terhadap Output energi Listrik yang dihasilkan pada PLTMH Desa Mendolo lebakbarang Pekalongan Anam, Khoirul
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 8 No. 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v8i2.1993

Abstract

Penelitian ini berfokus pada optimasi ketinggian air (head) dan debit air untuk meningkatkan output energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang terletak di Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan. Survei lapangan dilakukan untuk mengukur parameter hidrologi seperti ketinggian air dan debit air. Data dianalisis untuk menentukan pengaturan optimal bagi operasi PLTMH. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara ketinggian air, debit air, dan produksi energi listrik. Dengan memaksimalkan ketinggian hingga 8 meter, pembangkit listrik menghasilkan output energi puncak sebesar 41,949 kW. Studi ini memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan efisiensi PLTMH melalui pemantauan rutin terhadap kondisi hidrologi dan penyesuaian parameter operasional. Kata kunci: Pembangkit listrik tenaga mikrohidro; Ketinggian air; Debit air; Output energi; Optimasi