Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

WORKSHOP PENGUATAN MANAJEMEN MEDIA DIGITAL DI DESA WISATA SIDOWAYAH, KLATEN, JAWA TENGAH sri herwindya baskara wijaya; Ina Primasari; Henricus Hans Setyawan Prabowo; Joko Suranto; Eka Nada Shofa Alkhajar; Aryanto Budhy Sulihyantoro; Deniawan Tommy Candra; Dwi Tiyanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1536

Abstract

Desa Wisata saat ini menjadi salah satu tren pariwisata di Tanah Air. Dengan memanfaatkan potensi lokal, banyak desa berlomba mempercantik diri agar bisa menjadi destinasi wisata. Hadirnya beragam teknologi digital utamanya internet dan media sosial menjadikan pariwisata desa-desa wisata di Tanah Air kian semarak. Namun, pandemi COVID-19 menjadikan banyak desa wisata di Indonesia ikut terdampak akibat penurunan jumlah wisatawan, salah satunya Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Terkait dengan itu, untuk meningkatkan kembali kekuatan citra (branding) Desa Sidowayah sebagai destinasi wisata, maka Research Group D3 Komunikasi Terapan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan workshop penguatan manajemen media digital desa wisata. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 5 Juli 2022 di Pendopo Umbul Siblarak, Desa Sidowayah, Klaten. Kegiatan dan dihadiri sekitar 20 peserta dari kalangan badan usaha milik desa, kelompok sadar wisata, pengelola media digital desa dan karang taruna. Materi kegiatan berupa penyegaran prinsip-prinsip manajemen profesional dalam tata kelola media digital desa wisata secara profesional meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengevaluasian. Selain itu, disampaikan tentang strategi teknis pembuatan media konten untuk berbagai platform media sosial. Kata kunci: Manajemen, media digital, desa wisata
CATFISHING DALAM PENIPUAN ASMARA ONLINE di FILM SWEET BOBBY: MY CATFISHING NIGHTMARE Sherlyna Widyaningrum; Prahastiwi Utari; Eka Nada Shofa Alkhajar
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.27033

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik catfishing yang terjadi dalam film Sweet Bobby: My Catfishing Nightmare dengan menggunakan pendekatan Identity Deception Theory (IDT) untuk menjelaskan komunikasi yang digunakan pelaku dalam mempertahankan identitas palsu di media sosial, dan juga pendekatan semiotika Roland Barthes melalui tiga tingkatan makna, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini mengambil sembilan potongan scene yang dianalisis untuk mengidentifikasi bagaimana tanda-tanda digital digunakan pelaku untuk membentuk identitas palsu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan catfishing terletak pada cara pelaku membangun narasi digital yang meyakinkan, sehingga membuat korban percaya terhadap realitas palsu yang direkayasa. Temuan ini menegaskan bahwa kerentanan korban untuk terkena penipuan bukan disebabkan oleh kurangnya kewaspadaan, tetapi oleh kekuatan tanda dan narasi digital yang mampu mengaburkan batas antara yang asli dan yang palsu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai konstruksi identitas digital, kerentanan penipuan dalam hubungan daring, strategi penipuan identitas menurut IDT dan semiotika, serta pentingnya literasi digital untuk mencegah pemalsuan identitas digital.
ANALISIS BIAS DAN STEREOTIPE GENDER PADA SERIAL MARVEL’S AGENT CARTER (2015) Amanda Rachma Oktavia; Andrik Purwasito; Eka Nada Shofa Alkhajar
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.27186

Abstract

Media berperan signifikan dalam konstruksi sosial terutama gender. Gender selalu memiliki standar yang harus ditemui dalam masyarakat sosial, seperti laki-laki harus menjadi pemimpin sedangkan perempuan tidak akan cocok jadi pemimpin. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat dan menganalisis bagaimana bias dan stereotip gender di tahun 1940-an terjadi dalam serial Marvel’s Agent Carter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini memeroleh data melalui observasi seluruh episode serta peninjauan dokumen dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan proses produksi dan representasi tokoh. Proses analisis meliputi pemilahan visual dan naratif, pengidentifikasian makna denotatif, penafsiran makna konotatif, hingga pengungkapan mitos yang membentuk konstruksi gender dalam konteks sosial-budaya periode tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa Peggy cenderung dipandang remeh oleh rekan kerja laki-laki di lingkungan SSR. Serial ini tidak hanya menunjukkan diskriminasi terhadap perempuan pada tahun 1940-an, tetapi juga menunjukkan bahwa Peggy dapat memposisikan feminitas sebagai kekuatan, bukan kelemahan. Walau begitu, serial ini juga memperlihatkan bahwa feminitas dapat berfungsi sebagai kekuatan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada studi representasi gender dalam media dan membuka ruang bagi penelitian selanjutnya untuk memperluas cakupan analisis dengan metode analisis lainnya untuk melihat bagaimana pesan perlawanan serta feminisme dari tokoh utama dan perempuan lainnya di serial ini.