Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS BAGI PEDAGANG ASONGAN DI KAWASAN WISATA PANTAI SENGGIGI Ilham Ilham; Hijril Ismail; Irwandi Irwandi; Hidayati Hidayati; Rima Rahmania; Muhammad Hudri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.12198

Abstract

ABSTRAKPenjualan souvenir dan kerajinan yang bernilai tinggi seharusnya dapat dimanfaatkan oleh para pedagang asongan untuk memperoleh keutungan yang lebih baik. Kemampuan bahasa Inggris yang baik sangat penting bagi para pedagang asongan untuk bertransaksi dan memberikan penjelasan produk yang mereka jual. Tingkat kepercayaan para wisatawan akan lebih tinggi apabila para pedagang asongan mampu bertransaksi dan memberikan penjelasan saat menjual produk. Kendala bahasa yang dihadapai oleh para pedagang asongan belum  banyak mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun stakeholder. Kondisi tersebut menjadikan para pedagang asongan tidak maksimal memasarkan produk  mereka  kepada wisatwan mancanegara. Oleh karena itu  tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada pedagang asongan di kawasan pantai Senggigi untuk meningkatkan kemampuan percakapan bahasa Inggris. Mitra dari pelatihan ini adalah pedagang asongan yang berjualan di kawasan wisata pantai Sengigi. Para pedagang asongan ini menjual berbagai souvenir, kaos dan pernak-pernik perhiasan. Metode dalam pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan menggunakan bahasa Inggris praktis dengan menggunakan bahasa Inggris ketika melakukan transaksi jual beli dengan pembeli . Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa kemampuan percakapan bahasa Inggris para pedagang asongan mengalami peningkatan  baik dari aspek kosakata, tata bahasa, pengucapan , kelancaran dan akurasi. Kata kunci: pedagang asongan; kawasan wisata; senggigi ABSTRACTSales of high-value souvenirs and crafts should give benefit for hawkers to get better profits. Good English skills are very important for hawkers to transact and provide explanations of the products they sell. The level of trust of tourists will be higher if the hawkers are able to transact and provide explanations when selling products. The language barrier faced by hawkers has not received much attention from local governments and stakeholders. This condition makes the hawkers do not optimally market their products to foreign tourists. Therefore the purpose of this activity is to provide training to hawkers in the Senggigi beach area to improve English conversation skills. The partners of this training are hawkers who sell in the Senggigi beach tourism area. These hawkers sell various souvenirs, t-shirts and jewelery trinkets. The training method is carried out using practical English training methods when making buying and selling transactions with buyers. The results of this empowerment activity show that the English conversation skills of the hawkers have increased both in terms of vocabulary, grammar, pronunciation, fluency and accuracy. Keywords: hawkers; tourism areas; senggigi
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN STORY TELLING BERBANTUAN ENGLISH CARTOON STORY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN MINAT BAHASA INGGRIS SISWA Rima Rahmania; Muhammad Hudri; Ilham Ilham; Hijril Ismail; Moh. Fauzi Bafadal; Irwandi Irwandi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36876

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Bahasa Inggris merupakan keterampilan penting yang perlu diasah sejak dini, namun banyak siswa mengalami kesulitan dalam berbicara dan kurang memiliki minat belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan minat belajar bahasa Inggris melalui pendampingan story telling berbantuan English cartoon story. Mitra sasaran adalah 34 siswa SMPN 17 Mataram, yang dipilih berdasarkan rekomendasi sekolah sebagai perwakilan siswa dengan kebutuhan peningkatan keterampilan berbicara. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan metode ceramah dipadukan diskusi interaktif serta praktik story telling secara individu dan kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan siswa secara signifikan, nilai rata-rata pre-test 72.06 meningkat menjadi 77.94 pada post-test, dengan standar deviasi menurun dari 13.933 menjadi 13.034, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan Z = -5.830, p = 0.000 < 0.05. Secara kualitatif, siswa menjadi lebih aktif, berani berbicara dalam bahasa Inggris, dan menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa English cartoon story efektif sebagai media pendamping story telling, mampu meningkatkan kemampuan berbicara dan minat belajar bahasa Inggris, serta dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah. Kata kunci: Story telling; English cartoon story; Kemampuan berbicara; Minat belajar. ABSTRACTEnglish is an important skill that needs to be honed from an early age, but many students have difficulty speaking and lack interest in learning. This community service activity aims to improve English speaking skills and interest in learning through storytelling assistance using English cartoon stories. The target partners are 34 students from SMPN 17 Mataram, who were selected based on school recommendations as representatives of students who need to improve their speaking skills. The activity was carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation, using a combination of lectures, interactive discussions, and individual and group storytelling practice. The evaluation results showed a significant improvement in student abilities, with the average pre-test score of 72.06 increasing to 77.94 on the post-test, with the standard deviation decreasing from 13.933 to 13.034, and the Wilcoxon Signed Rank Test yielding Z = -5.830, p = 0.000 < 0.05. Qualitatively, students became more active, dared to speak in English, and showed high enthusiasm during the activities. These findings indicate that English cartoon stories are effective as a companion medium for storytelling, capable of improving speaking skills and interest in learning English, and can be applied continuously in schools. Keywords: Storytelling; English cartoon stories; Speaking skills; Interest in learning.