Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

VIOLATION OF CONVERSATION RULES IN TURN TAKING IN THE SECOND STEP CLASS AT CEC MATARAM Roy Armansyah; Asbah Asbah; Moh. Fauzi Bafadal
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v1i1.243

Abstract

Abstract: Turn taking is simplest systematic for the organization of turn taking for conversation (Sacks, Schegloff, and Jefferson (1974). In conversation, sometimes the participant violate the rules as they begin to talk, meanwhile the other speakers are still speaking, and none of words and sentences to say in turn. Therefore, the writer was interested to analyze the violation of conversation rules in turn taking in order to investigate kinds of violation of conversation rules in turn taking that happened in the second step class of CEC Mataram, especially in debating activity by using a descriptive qualitative design. Then, the data were collected through video-recording from the second step class members of CEC Mataram. They were about 65 students and one teacher. Based on finding of this study, the writer found out five violations, such as violation of pause, gaps, laps, overlaps, and interruption. The first highest violation was pause violation with 135 times (81.3%) implies that the speaker in debating activity was silence within the turn given. The second one was interruption with 15 times (9.1%) implies that the other speakers began to talk when a speaker was speaking. The third was overlaps with 7 times (4.2%) implies that the speaker spoke at same time. The fourth was gaps with 5 times (3.0%) implies that the speaker did not talk directly when other speaker  were given a chance to turn when one speaker was replaced. The fifth was laps with 4 times (2.4%) implies than none options for next turn is used when speaker change, the participant did not indicate backchannel during the debating activity (0% of violation).
PELATIHAN INTEGRATED SKILLS SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI BOARDING SCHOOL MU’ALLIMIN MUHAMMADIYAH LOMBOK BARAT Ilham Ilham; Siti Agrippina Alodia Yusuf; Moh. Fauzi Bafadal; Indra Atriyana Saputra; Fira Fira; Rima Rahmaniah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45731

Abstract

Peningkatan keterampilan berbahasa Inggris menjadi kebutuhan esensial dalam dunia pendidikan, terutama bagi siswa di lingkungan boarding school yang membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan komprehensif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris siswa secara terpadu (integrated skills) melalui metode pelatihan. Mitra dalam kegiatan ini adalah 32 siswa dari Boarding School Mua’llimin Lombok Barat. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada guru mengenai metode integrated skills dan pemanfaatan media pembelajaran digital, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan intensif kepada siswa. Pelatihan ini dirancang untuk mengembangkan empat keterampilan utama dalam bahasa Inggris, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis, secara simultan. Evaluasi dilakukan melalui penyebaran angket yang terdiri dari 14 butir soal untuk mengukur efektivitas pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan keterampilan bahasa Inggris siswa sebesar 22,72%. Selain itu, siswa menunjukkan keterlibatan aktif selama sesi pelatihan, serta peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris secara lisan maupun tulisan. Keberhasilan program ini mengindikasikan bahwa metode integrated skills dan penggunaan media digital efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris. Diharapkan hasil pengabdian ini dapat menjadi referensi bagi program serupa di lingkungan pendidikan berbasis asrama.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN STORY TELLING BERBANTUAN ENGLISH CARTOON STORY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN MINAT BAHASA INGGRIS SISWA Rima Rahmania; Muhammad Hudri; Ilham Ilham; Hijril Ismail; Moh. Fauzi Bafadal; Irwandi Irwandi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36876

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Bahasa Inggris merupakan keterampilan penting yang perlu diasah sejak dini, namun banyak siswa mengalami kesulitan dalam berbicara dan kurang memiliki minat belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan minat belajar bahasa Inggris melalui pendampingan story telling berbantuan English cartoon story. Mitra sasaran adalah 34 siswa SMPN 17 Mataram, yang dipilih berdasarkan rekomendasi sekolah sebagai perwakilan siswa dengan kebutuhan peningkatan keterampilan berbicara. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan metode ceramah dipadukan diskusi interaktif serta praktik story telling secara individu dan kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan siswa secara signifikan, nilai rata-rata pre-test 72.06 meningkat menjadi 77.94 pada post-test, dengan standar deviasi menurun dari 13.933 menjadi 13.034, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan Z = -5.830, p = 0.000 < 0.05. Secara kualitatif, siswa menjadi lebih aktif, berani berbicara dalam bahasa Inggris, dan menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa English cartoon story efektif sebagai media pendamping story telling, mampu meningkatkan kemampuan berbicara dan minat belajar bahasa Inggris, serta dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah. Kata kunci: Story telling; English cartoon story; Kemampuan berbicara; Minat belajar. ABSTRACTEnglish is an important skill that needs to be honed from an early age, but many students have difficulty speaking and lack interest in learning. This community service activity aims to improve English speaking skills and interest in learning through storytelling assistance using English cartoon stories. The target partners are 34 students from SMPN 17 Mataram, who were selected based on school recommendations as representatives of students who need to improve their speaking skills. The activity was carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation, using a combination of lectures, interactive discussions, and individual and group storytelling practice. The evaluation results showed a significant improvement in student abilities, with the average pre-test score of 72.06 increasing to 77.94 on the post-test, with the standard deviation decreasing from 13.933 to 13.034, and the Wilcoxon Signed Rank Test yielding Z = -5.830, p = 0.000 < 0.05. Qualitatively, students became more active, dared to speak in English, and showed high enthusiasm during the activities. These findings indicate that English cartoon stories are effective as a companion medium for storytelling, capable of improving speaking skills and interest in learning English, and can be applied continuously in schools. Keywords: Storytelling; English cartoon stories; Speaking skills; Interest in learning.