Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Assessment of Geodetic Mission Satellite Altimeter Sea Surface Height Data for Developing Marine Gravity Anomaly Models Akbar Wahyu Nugraha; Dudy Darmawan Wijaya
Jurnal Inotera Vol. 9 No. 2 (2024): July - December 2024
Publisher : LPPM Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31572/inotera.Vol9.Iss2.2024.ID370

Abstract

Marine gravity anomalies are critical for various applications, including the analysis of oceanic faults, bathymetry prediction, and the development of marine geoids. These anomalies can be measured using shipborne and airborne gravimetry, both of which offer high accuracy and resolution but are limited by their spatial coverage. Conversely, satellite altimetry provides comprehensive global coverage, making it a valuable tool for studying marine gravity anomalies on a larger scale. This research investigates the effectiveness of satellite altimetry in generating marine gravity anomaly data for the eastern Indonesian seas (6°N-6°S and 115°E-135°E). The study employs spectral analysis of Sea Surface Height (SSH) data to identify dominant components and their spatial resolution. Subsequently, the SSH data is used to calculate marine gravity anomalies via the Inverse Vening Meinesz (IVM) method. The accuracy of these satellite-derived anomalies is validated against shipborne gravimetry measurements. Results indicate that satellite altimetry can produce marine gravity anomalies with an accuracy ranging from 4.130 to 9.547 mGal and a spatial resolution of 11.75 kilometers.
Penentuan Mean Dynamic Topography di Indonesia dengan Menggunakan Satelit Altimetri Muhammad Syahrullah Fathulhuda; Dudy Darmawan Wijaya; Maulana Yudinugroho; Lysa Dora Ayu Nugraini
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 6 No. 1 (2026): April 2026 - Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v6i1.16908

Abstract

Mean Dynamic Topography (MDT) telah lama dipahami sebagai salah satu parameter penting dalam kajian oseanografi maupun dalam penentuan datum vertikal. Kondisi perairan Indonesia yang unik, karena terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, serta belum tersedianya datum vertikal pada Sistem Referensi Geospasial Indonesia (SRGI 2013), menjadikan keberadaan MDT sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, MDT diusulkan sebagai salah satu solusi yang dapat digunakan. Pada penelitian ini, MDT diturunkan dari Mean Sea Surface (MSS) dan undulasi geoid. Nilai undulasi geoid di wilayah Indonesia dapat diperoleh dengan cukup baik menggunakan model EGM2008, sedangkan MSS ditentukan berdasarkan pengamatan pasang surut jangka panjang yang direkam oleh satelit altimetri multi-misi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan MDT di wilayah Indonesia. MDT diperoleh melalui selisih antara Mean Sea Surface (MSS), yang dibentuk dari hasil asimilasi data satelit Topex, Poseidon, Jason-1, GFO-1, dan Envisat, dengan model undulasi geoid EGM2008. Untuk menghasilkan MSS yang akurat, data altimetri terlebih dahulu dikoreksi terhadap berbagai kemungkinan kesalahan, kemudian dilakukan proses collinear dan filtering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MDT yang dihasilkan memiliki tingkat konsistensi yang baik terhadap model MDT pembanding, dengan nilai RMS deviasi masing-masing sebesar 2,27 cm terhadap MDT-DTU10 dan 7,48 cm terhadap MDT-CNESCLS13. Selain itu, evaluasi awal menggunakan data in-situ menunjukkan bahwa model MDT yang dihasilkan memiliki residu yang lebih kecil dibandingkan MDT-DTU10 dan MDT-CNESCLS13 pada lokasi pengamatan. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa pendekatan yang digunakan berpotensi mempertahankan komponen gelombang pendek MDT pada wilayah perairan dangkal.