Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Deformasi Gunung Agung Berdasarkan Data Citra SAR Sentinel-1A dan Metode D-InSAR Lysa Dora Ayu Nugraini; Dika Ayu Safitri
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 9, No 1sp (2022): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Edisi Spesial
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v9i1sp.9407

Abstract

Abstrak – Gunung Agung merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia yang terletak di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali, yang pada tanggal 21 November 2017 silam telah meletus dan mengakibatkan ribuan orang mengungsi. Monitoring aktivitas fisik gunung berapi penting untuk dilakukan guna memahami proses dan perilaku gunung berapi. Salah satu aktivitas fisik gunung berapi yang dapat secara berkala diamati adalah deformasi permukaan sebagai salah satu parameter ada tidaknya peningkatan aktivitas magma di bawah permukaan gunung itu sendiri. Penelitian ini memanfaatkan teknologi penginderaan jauh sensor aktif dalam rangka menganalisis deformasi permukaan yang terjadi di Gunung Agung sesaat sebelum meletus menggunakan citra Sentinel-1A dan metode D-InSAR. Hasil pengolahan data menunjukkan adanya deformasi yang terjadi di Gunung Agung sebelum terjadi letusan. Nilai deformasi bervariasi, dimana uplift terjadi pada wilayah puncak Gunung Agung dan wilayah Budakeling yang terletak disebelah tenggara dengan besar nilai uplift pada kedua titik sampel ini adalah 4 hingga 5 cm. Sedangkan rata-rata kejadian subsidence terjadi diwilayah Sukadana yang berada di utara dan berjarak 10 km dari puncak Gunung Agung dengan nilai penurunan tanah sebesar 4-5 cm. Kata Kunci: Deformasi, Gunung Agung, Sentinel-1A, D-InSAR. Abstract – Mount Agung is one of the active volcanoes in Indonesia located in Karangasem Regency, Bali Province, which erupted on November 21, 2017, displacing thousands of people. Monitoring the physical activity of volcanoes is essential to understand the process and behavior of volcanoes. One of the physical activities of the volcano that can be regularly observed is surface deformation as one of the parameters of whether or not there is an increase in magma activity under the mountain's surface. This research utilizes active sensor remote sensing technology to analyze the surface deformation on Mount Agung shortly before the eruption using Sentinel-1A images and the D-InSAR method. The data processing results show the deformation that occurred on Mount Agung before the eruption. The deformation value varies, where uplift occurs in the peak area of Mount Agung and the Budakeling area located to the southeast. The uplift value at these two sample points is 4 to 5 cm. At the same time, the average subsidence occurred in the Sukadana area located in the north and 10 km away from the peak of Mount Agung, with a subsidence value of 4-5 cm. Keywords: Deformation, Mount Agung, Sentinel-1A, D-InSAR.
PENERAPAN WEIGHTED OVERLAY BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PEMETAAN TINGKAT PROBABILITAS BENCANA LONGSOR DI KABUPATEN SRAGEN Lysa Dora Ayu Nugraini
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Manajemen Bencana (JMB)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v9i2.12604

Abstract

Kabupaten Sragen merupakan salah satu kabupaten dibawah administrasi Provinsi Jawa Tengah yang memiliki luas daerah 941,55 km². Mengutip data BPBD Kabupaten Sragen, dalam kurun waktu 2019 hingga 2021 telah terjadi 46 kejadian bencana tanah longsor di Kabupaten Sragen. Penelitian ini bertujuan untuk mencari luasan area aman, agak aman, cukup rawan, rawan, dan sangat rawan dalam analisis daerah potensi rawan longsor Kabupaten Sragen. Data yang digunakan dalam penelitian meliputi data kelerengan dan data curah hujan sebagai poin paling tinggi dalam perhitungan skoring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, dan analisis data. Analisis data dilakukan menggunakan metode scoring modifikasi yang mengacu pada pendugaan yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat (Puslittanak) tahun 2004. Hasil dari penelitian ini adalah Peta Daerah Rawan Longsor Kabupaten Sragen. Daerah Kabupaten Sragen yang cukup rawan longsor dengan luas 48.076,03 hektar. Area agak aman seluas 42.398,40 hektar, area rawan 8.856,02, dan area sangat rawan seluas 61,705332 hektar, dan tidak terdapat area yang aman dari longsor.
Perbandingan Metode Delineasi Garis Pantai Pada Citra Landsat 8 Nugraini, Lysa Dora Ayu; Ratri, Winagari; Yudinugroho, Maulana; Safitri, Dika Ayu
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol 3, No 1 (2023): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.608 KB) | DOI: 10.31315/imagi.v3i1.9538

Abstract

Identifikasi garis pantai dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya dengan memanfaatkan citra satelit. Melalui proses interpretasi visual dari citra tersebut dan mengombinasikannya dengan teknik digitasi on screen, delineasi garis pantai dapat dilakukan. Penggunaan citra satelit Landsat 8 untuk pekerjaan delineasi garis pantai memiliki tantangan tersendiri akibat resolusi spasial yang dimilikinya, meskipun kanal spektral yang dapat digunakan cukup untuk mengamati dinamika pesisir. Gradasi warna yang sangat halus pada area yang berbatasan dengan laut menyebabkan pada beberapa kondisi, batas antara darat dan laut tidak dapat secara tegas didefinisikan dan mempersulit operator pengolah data dalam melakukan interpretasi visual dan digitasi on screen. Penelitian ini melakukan ujicoba terhadap metode NDWI, Edge Detection, dan kombinasi band SWIR-NIR-Red (Band 7-5-4) untuk mengetahui metode mana yang paling baik, yang mampu membedakan batas antara darat dan laut secara jelas dan tegas sehingga meningkatkan kualitas hasil delineasi garis pantai oleh operator. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pemanfaatan band SWIR-NIR-Red (7-5-4) pada citra Landsat 8 lebih baik dibandingkan metode NDWI dan Edge Detection atau deteksi tepi. Selain memberikan perbedaan warna yang jelas antara daratan dan badan air, kombinasi Band 7-5-4 ini mampu menetrasi awan tipis pada nilai pixel 6816 hingga 6896 yang berpotensi mengganggu proses interpretasi visual jika objek awan tersebut berada tepat pada lokasi garis pantai.
Pemanfaatan Citra Sentinel-2 dan Temperature Humidity Index (THI) untuk Mengukur Tingkat Kenyamanan Termal di Kota Bekasi Tahun 2024 Azka, Hafidz Rida Ibnu; Nugraini, Lysa Dora Ayu
Jurnal Environmental Science Vol 7, No 2 (2025): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v7i2.70052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan memetakan tingkat kenyamanan termal di Kota Bekasi pada tahun 2024 menggunakan kombinasi Citra Sentinel-2 dan perhitungan Temperature Humidity Index (THI) dari pengukuran suhu dan kelembapan di lapangan. Citra Sentinel-2 digunakan untuk mendapatkan informasi kepadatan lahan terbangun dan vegetasi dengan menggunakan indeks Normalized Difference Built-up Index (NDBI) dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) sebagai parameter kenyamanan kemudian diklasifikasikan ke dalam kelas-kelas untuk menghasilkan peta tingkat kenyamanan termal berdasarkan citra Sentinl-2. Nilai THI dihitung berdasarkan data suhu udara dan kelembapan udara relatif yang diperoleh melalui pengukuran langsung di lapangan lalu diinterpolasi untuk memperoleh peta tingkat kenyamanan termal berdasarkan THI. Kedua Peta tersebut selanjutnya digabungkan untuk menghasilkan peta akhir tingkat kenyamanan termal Kota Bekasi berdasarkan citra Sentinel-2 dan THI. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kenyamanan termal akhir di Kota Bekasi pada tahun 2024 berdasarkan penggabungan hasil tingkat kenyamanan termal citra Sentinel-2 dan THI menunjukkan kenyamanan pada kelas tidak nyaman dengan nilai persentase sebesar 61% dari keseluruhan Kota Bekasi dibandingkan dengan kelas cukup nyaman yang hanya sebesar 39%.
Pembangunan WebGIS Pemetaan Dokter Gigi Spesialis Ortodonti Pada Layanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Di Kota Yogyakarta Arafi, Rahma Harun; Nugraini, Lysa Dora Ayu
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 5 No. 1: April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v5i1.14357

Abstract

Ortodonti merupakan perawatan yang dilakukan oleh dokter gigi spesialis ortodonti kepada pasien menggunakan peralatan khusus yang bertujuan membetulkan letak gigi yang tidak normal menjadi ideal. Banyak masyarakat yang melakukan perawatan ini kepada pihak non profesional dikarenakan kesulitan dalam mencari dokter gigi spesialis ortodonti. Pada kegiatan ini, peneliti membangun WebGIS yang bertujuan untuk membantu dalam memetakan lokasi dokter gigi spesialis ortodonti secara geografis sehingga memudahkan masyarakat dalam mencari layanan kesehatan gigi yang dibutuhkan. Kegiatan ini dilakukan di Kota Yogyakarta. Metode pengembangan sistem mencakup pengumpulan data lokasi dokter gigi spesialis ortodonti, analisis kebutuhan pengguna, perancangan sistem, pengembangan sistem, uji coba, dan evaluasi. Sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman HTML serta menggunakan leaflet JS sebagai library javascript pemetaan. Hasil dari WebGIS yang dibangun dapat memberikan informasi informasi mengenai nama dokter spesialis ortodonti, jadwal praktik, waktu operasional, alamat, media sosial dan fasilitas setiap layanan kesehatan gigi dan mulut. Hasil pengujian dengan menggunakan metode Scale of System Usability sebesar 86,10% yang artinya sistem ini efektif dalam membantu pemetaan dokter gigi spesialis ortodonti dan mendapat respon positif dari pengguna.
Pemanfaatan StoryMaps Sebagai Media Interaktif untuk Memaparkan Potensi Pariwisata Azzahra, Alya Fasya; Nugraini, Lysa Dora Ayu
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 5 No. 1: April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v5i1.14413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan StoryMaps sebagai alat promosi untuk mengungkapkan potensi pariwisata di Desa Wisata Kasongan kepada masyarakat. Hasil dari StoryMaps yang dibuat menggunakan platform interaktif ArcGIS StoryMaps ini dapat diakses melalui laptop dan smartphone. Navigasi yang disusun dengan judul bab-bab mempermudah pembaca untuk menjelajahi kontennya. Hasil uji tampilan StoryMaps pada laptop dan smartphone menunjukkan adaptabilitas yang baik, memastikan aksesibilitas melalui berbagai perangkat. Hasil uji usability dengan metode skala Likert melibatkan 80 responden. Sebagian besar responden mem-berikan tanggapan positif, termasuk tingkat kepuasan yang tinggi terhadap StoryMaps. Berdasarkan perhitungan skala Likert, StoryMaps Desa Wisata Kasongan mencapai persentase rata-rata sebesar 89,6%, menunjukkan kriteria “Sangat Baik”. Kesimpulannya, StoryMaps ini berhasil mencapai tujuan dalam responsif kinerja, kegunaan, dan kepuasan pengguna.
Effectiveness of Normalized Difference Built-Up Index in Mapping Built-Up Features across Arid Rural Regions Oknisia, Elisabet; Nugraini, Lysa Dora Ayu
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/inderaja.v19i1.5084

Abstract

Normalized Difference Built-up Index (NDBI) is a widely used remote sensing method for detecting built-up areas. However, its effectiveness in distinguishing built-up land from open land in dry rural regions remains underexplored. This study aims to evaluate the performance of NDBI in identifying built-up areas in Bayat Sub-district, Klaten Regency, Central Java, a predominantly rural area with semi-arid land characteristics during October 2023. The analysis employed Landsat 8 OLI imagery acquired in 2023, which was processed to generate NDBI values. These values were classified into four built-up intensity levels using the natural breaks (Jenks) method: Very Low, Low, Medium, and High. Validation was conducted using 36 ground truth points representing land cover types such as vegetation, built-up land, open land, and water bodies. Classification accuracy was assessed through a confusion matrix. The results revealed a significant degree of misclassification. NDBI is computed from the difference in reflectance between the Shortwave Infrared (SWIR) and Near Infrared (NIR) bands, where built-up areas typically exhibit high SWIR and low NIR values. However, dry open land (e.g., bare soil or unvegetated areas) displays a similar spectral pattern, high SWIR reflectance due to dry surfaces, and low NIR reflectance from the absence of biomass. This similarity causes elevated NDBI values for dry open areas, making them difficult to distinguish from actual built-up regions. The confusion matrix yielded an overall accuracy of 75.00% and a Kappa coefficient of 0.628, indicating moderate agreement between the classification results and ground data. These findings highlight the limitations of NDBI in differentiating built-up land from non-vegetated open land in semi-arid rural settings.
Perbandingan Metode Delineasi Garis Pantai Pada Citra Landsat 8 Nugraini, Lysa Dora Ayu; Ratri, Winagari; Yudinugroho, Maulana; Safitri, Dika Ayu
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 3 No. 1 (2023): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v3i1.9538

Abstract

Identifikasi garis pantai dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya dengan memanfaatkan citra satelit. Melalui proses interpretasi visual dari citra tersebut dan mengombinasikannya dengan teknik digitasi on screen, delineasi garis pantai dapat dilakukan. Penggunaan citra satelit Landsat 8 untuk pekerjaan delineasi garis pantai memiliki tantangan tersendiri akibat resolusi spasial yang dimilikinya, meskipun kanal spektral yang dapat digunakan cukup untuk mengamati dinamika pesisir. Gradasi warna yang sangat halus pada area yang berbatasan dengan laut menyebabkan pada beberapa kondisi, batas antara darat dan laut tidak dapat secara tegas didefinisikan dan mempersulit operator pengolah data dalam melakukan interpretasi visual dan digitasi on screen. Penelitian ini melakukan ujicoba terhadap metode NDWI, Edge Detection, dan kombinasi band SWIR-NIR-Red (Band 7-5-4) untuk mengetahui metode mana yang paling baik, yang mampu membedakan batas antara darat dan laut secara jelas dan tegas sehingga meningkatkan kualitas hasil delineasi garis pantai oleh operator. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pemanfaatan band SWIR-NIR-Red (7-5-4) pada citra Landsat 8 lebih baik dibandingkan metode NDWI dan Edge Detection atau deteksi tepi. Selain memberikan perbedaan warna yang jelas antara daratan dan badan air, kombinasi Band 7-5-4 ini mampu menetrasi awan tipis pada nilai pixel 6816 hingga 6896 yang berpotensi mengganggu proses interpretasi visual jika objek awan tersebut berada tepat pada lokasi garis pantai.
Integrasi Pendekatan Penginderaan Jauh dan Platform Google Earth Engine untuk Estimasi Harga Tanah di Wilayah Pedesaan Nugraini, Lysa Dora Ayu; Amrina, Dania Hellin; Arafah, Feny
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 5 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v5i2.15587

Abstract

Informasi harga tanah di wilayah pedesaan sangat dipengaruhi oleh variasi tutupan lahan, di mana harga tanah pada klasifikasi area lahan terbangun, ledokan, maupun hutan akan memiliki perbedaan. Informasi harga tanah yang umumnya diperoleh melalui metode sampling, sangat bergantung pada kemampuan petugas survei dalam mengidentifikasi harga tanah berdasarkan jenis tutupan lahan dan informasi harga di lapangan. Kegiatan sampling harga tanah ini memiliki tantangan yang besar terkait dengan kebutuhan jumlah SDM dan waktu akuisisi data yang tidak mampu mengimbangi kecepatan dinamika perubahan harga tanah di lapangan. Teknologi penginderaan jauh telah dikenal mampu untuk mendeteksi informasi diatas permukaan bumi dengan cakupan yang luas. Penelitian ini mencoba mengintegrasikan teknologi penginderaan jauh dan platform Google Earth Engine (GEE) dalam proses klasifikasi tutupan lahan yang kemudian digunakan sebagai basemap untuk penentuan harga tanah lanjutan sesuai klasifikasi tutupan lahannya. Penelitian ini memilih Kapanewon Saptosari dan Panggang Kabupaten Gunungkidul sebagai lokasi studi dengan pertimbangan klasifikasi tutupan lahan yang unik dan harga tanah yang cenderung tidak memiliki variasi harga yang tinggi pada setiap kelasnya. Data harga tanah diperoleh pada penelitian ini yaitu melalui wawancara mendalam dengan responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang hasilnya kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori tutupan lahan dominan di lokasi studi. Data spasial dari citra satelit dianalisis menggunakan algoritma band ratio NDBI dan teknik ambang batas nilai reflektan (threshold) di GEE untuk membedakan tiga kelas utama pada daerah ini yaitu area terbangun (pemukiman atau pekarangan), ledokan, dan hutan. Algoritma band ratio NDBI dipilih karena dinilai efektif dalam membedakan area terbangun yang berskala kecil dan tersebar, sebagaimana karakteristik pemukiman di wilayah pedesaan, sehingga hasil klasifikasi tutupan lahan dapat lebih akurat dan mudah diinterpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tekknologi penginderaan jauh dan algoritma band ratio NDBI yang diolah melalui platform GEE mampu menunjukkan peningkatan kecepatan estimasi harga tanah di area pedesaan secara massive untuk tujuan penggunaan yang lebih praktis sehingga informasi harga tanah dapat divisualisasikan dengan baik.
PERAN PENDAMPINGAN TERSTRUKTUR DALAM MENINGKATKAN KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP WARISAN GEOLOGI DESA GUNUNGGAJAH Maharani, Monica; Sutarto; Nugraini, Lysa Dora Ayu; Utama, Peter Pratistha; Idea, Kharisma
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v6i2.16058

Abstract

Desa Gununggajah memiliki singkapan batuan tertua di Pulau Jawa yang berumur jutaan tahun dan menjadi bukti adanya proses geologi di masa lalu. Singkapan ini merupakan warisan alam yang bernilai penting dari sisi ilmiah, edukasi, maupun konservasi. Namun, rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat menyebabkan potensi tersebut kurang mendapat perhatian, karena sebagian besar warga masih menganggap singkapan batuan tidak memberikan manfaat ekonomi langsung. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan program pendampingan terstruktur yang berfokus pada edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui workshop dan kegiatan lapangan dengan melibatkan perangkat desa serta organisasi pemuda. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan pemahaman teoritis sekaligus memberikan bukti nyata, sehingga masyarakat secara bertahap dapat mengenal, menghargai, dan menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian warisan geologi di lingkungannya.