Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

EFESIENSI TEPUNG KARKAS LALAT BLACK SOLDIER FLY TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) Muhammad Aidil Huda. J Huda. J; Anne Rumondang; Herman Sarumaha; Adi Suriyadin
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.618

Abstract

Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) merupakan jenis ikan air tawar yang menjadi primadona di Indonesia karena memiliki pertumbuhan yang cukup cepat dibandingkan dengan jenis lainnya. Pakan merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan budidaya ikan untuk mendukung pertumbuhan. Kenaikan  harga pakan ikan tanpa disertai kenaikan harga jual ikan merupakan permasalahan yang harus dihadapi oleh setiap pembudidaya. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencarian bahan baku dengan harga murah serta mudah. Karkas lalat black soldier memungkinkan sebagai alternatif pengganti tepung ikan. Saat ini karkas lalat black soldier belum banyak yang digunakan sebagai bahan baku untuk pakan ikan, padahal jenis insekta ini mengandung sumber protein yang relatif tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji potensi penambahan tepung karkas lalat black soldier untuk pertumbuhan dan kelulushidupan ikan Lele Sangkuriang. Karkas lalat black soldier memiliki potensi untuk dijadikan pengganti tepung ikan sebanyak 50%. Pakan uji yang diformulasikan mengandung protein 37-38%. Performa pakan uji dibandingkan dengan kontrol menggunakan uji Duncan. Setelah diaklimatisasi ikan lele Sangkuriang ukuran 5-7 cm yang ditebar secara acak ke dalam 15 akuarium berukuran 100 cm x 50 cm x 51 cm dengan padat tebar 25 ekor/m3 dan diberi pakan sebanyak 6% dari total bobot seluruh ikan uji selama 35 hari masa pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan lele Sangkuriang berbeda nyata antara pakan uji formulasi KL 50% dengan pakan kontrol (P<0.05). Dengan penggunaan Tepung Karkas lalat black soldier dapat meningkatkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 3.26 g sampai 5.22 g dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang 77.33 – 86.67%.
KAJIAN PRODUKSI BENIH IKAN LELE (Clarias sp.) DI P2MKP KABUPATEN SIDOARJO, PROVINSI JAWA TIMUR adisuriyadin adisuriyadin
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i4.673

Abstract

Ikan lele adalah salah satu spesies ikan air tawar yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Komoditi ini banyak dibudidayakan karena teknologi budidayanya sangat mudah, produknya disukai masyarakat serta nilai jual yang terjangkau. Salah satu faktor penunjang keberhasilan dalam budidaya ikan lele adalah tersedianya benih yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas, maupun kontinuitasnya. Tujuan penelitian ini yaitu Kajian produksi benih ikan lele (Clarias sp.) di Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Jenis data yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan melakukan observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggabungkan data dari hasil lapangan dengan data dari berbagai sumber literatur. Hasil pengamatan dan observasi lapangan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembenihan ikan lele di P2MKP Kabupaten Sodoardjo, Provisi Jawa Timur yang meliputi persiapan wadah dan media, pengelolaan induk, pemijahan, pengelolaan telur, pemeliharaan larva, manajemen pakan larva, manajemen kualitas air, monitoring pertumbuhan dan pemanenan larva telah dilakukan dengan baik, hal ini di tunjukan dengan nilai fekunditas 90.435 - 97.308 butir telur, fertilization rate 83,25% – 87,16% dan hatching rate 75,00% – 79,83% yang memenuhi standar berdasarkan studi literatur, serta pertumbuhan dan hasil panen benih ikan lele yang cukup tinggi yaitu 180.000 – 230.000 benih dengan survival rate 81,00% – 87,00%.