Israfil Israfil
Institut Teknologi dan Kesehatan Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Faktor Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pencegahan TB Paru pada Kontak Serumah selama Era New Normal Covid 19 Maria Agustina Making; Yulianti Kristiani Banhae; Maria Yoani Vivi Bita Aty; Yohanes Mau Abanit; Pius Selasa; Israfil Israfil
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1270

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih merupakan suatu penyakit menular yang angka kejadiannya masih tinggi. adapun penyebabnya adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis yang penularannya melalui droplet udara. Upaya pencegahan penyakit TB pada era new normal dipengaruhi oleh perilaku begitu juga pengetahuan dan sikap yang positif yang harus terus dilakukan agar mata rantai penularan dapat diputuskan dan pengendalian infeksi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait hubungan sikap dan pengetahuan dengan perilaku upaya pencegahan penularan penyakit TBC selama new normal Covid 19. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian survei analitik dengan rancangan Cross sectional. Untuk sampel digunakan teknik samping purposive sampling sebanyak 60 responden, yang memenuhi kriteri inklusi dan eksulisi. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang dilaksanakan bulan juli-september 2022. Hasil penelitian tentang hubungan pengetahuan, sikap dengan perilaku menunjukkan tidak adanya hubungan. yang mana dibuktikan dengan nilai p value > 0,05. Hasil analisa data bisa disimpulkan bahwa sangat perilaku seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap. Pengetahuan yang baik berasal dari informasi yang di terima dari sumber yang tepat sehingga semakin banyak menerima informasi maka dari itu sikap seseorang bisa lebih positif merangsang seseorang untuk menunjukkan perilaku yang lebih positif.
The Effectiveness of Autogenic Relaxation Therapy in Reducing Anxiety and Pain in Patients with Acute Myocardial Infarction: A Literature Review Ni Luh Putu Yudi Apriani; Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini; Israfil Israfil; Anak Agung Istri Wulan Krisnandari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.538

Abstract

Autogenic Therapy (AT) is a relaxation technique widely used for stress and anxiety reduction, pain management, and psychological well-being. However, variations in its duration, frequency, and effectiveness across different populations remain unclear. Objective: This review aims to synthesize the available evidence on AT’s impact on psychological well-being and chronic pain management. A systematic review was conducted on studies evaluating AT interventions across different populations, including healthy individuals, cardiovascular patients, stroke survivors, cancer patients, individuals with chronic pain and type 2 diabetes, and those affected by crises. Data on intervention duration, session frequency, and health outcomes were extracted and analyzed. Findings indicate that AT interventions range from one week to several months, with session frequencies between two and five times per week. Short-term programs (1–4 weeks) are common in perioperative settings, while medium-term programs (6–12 weeks) are typically used for patients with cardiovascular, neurological, or diabetic conditions. Long-term interventions (≥12 weeks) are preferred for chronic pain and general anxiety. Higher session frequencies correlate with greater psychological and physiological benefits. AT is an effective intervention across diverse populations, but its efficacy is influenced by intervention length and session frequency. Tailored programs based on patient needs and conditions may enhance therapeutic outcomes. Future research should standardize protocols to optimize AT effectiveness.