Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Innovation Research and Knowledge

PENGARUH MEDIA SOSIAL (INSTAGRAM) TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN (STUDI KASUS HEYYO BANANA) Dalilah Dwi Putri; Miratia Afriani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 5: Oktober 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i5.8718

Abstract

Media sosial adalah platform yang memungkinkan pengguna untuk beraktivitas, berbagi, berkolaborasi, dan menciptakan konten di dunia virtual. Instagram merupakan aplikasi media sosial yang biasa digunakan untuk mengunggah dan berbagi foto serta video, dan banyak pengguna yang memanfaatkan Instagram untuk berbisnis, mengiklankan produk atau jasa mereka (Setiana & Soebiagdo, 2022). Minat beli merupakan tindakan individu atau kelompok dalam memperoleh dan menilai produk yang dimulai dari pengambilan keputusan saat pembelian (Okiama, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial Instagram terhadap minat beli konsumen (studi kasus Heyyo Banana). Survei dilakukan terhadap 100 responden yang pernah membeli produk ini yang dihitung menggunakan rumus Slovin dengan margin error 10% dan jumlah populasi 1729. Data dianalisis menggunakan Uji Validitas, Uji Reliabilitas Cronbach Alpha, dan analisis regresi linier sederhana melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen, terbukti dari uji t dengan nilai t hitung (16,307) yang lebih besar dari t tabel (0,1966). Terbukti juga pada regresi linier sederhana menunjukkan terdapat hubungan antara Media sosial Instagram (X) terhadap minat beli konsumen (Y), yaitu dengan adanya persamaan Y = 0,047 + 1,006 X
SUBSTITUSI ONCOM DALAM PEMBUATAN OTAK-OTAK SEBAGAI VARIASI RASA Bayu Ramadhan; Miratia Afriani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliner tradisional perlu dilestarikan agar dapat bersaing dengan produk modern. Otak-otak ikan sebagai makanan lokal Indonesia menghadapi tantangan minimalnya inovasi variasi rasa yang menurunkan daya saing terhadap kuliner modern. Oncom sebagai produk fermentasi lokal yang kaya nutrisi dan mudah dipadukan dengan berbagai olahan makanan berpotensi menjadi bahan substitusi untuk menciptakan variasi rasa baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi oncom terhadap karakteristik organoleptik otak-otak ikan dan menentukan formulasi optimal. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif dengan menguji tiga formulasi substitusi oncom 40%, 60%, dan 80% dari total adonan. Data dianalisis menggunakan uji Friedman untuk memunculkan mutual hedonik dan tingkat kesukaan terhadap atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan substitusi oncom memberikan pengaruh yang signifikan (p<0,05) terhadap seluruh atribut organoleptik. Sampel 60% oncom memperoleh Mean Rank tertinggi dengan karakteristik warna cokelat keemasan merata, aroma khas harmonis, rasa sangat gurih, dan tekstur optimal. Substitusi oncom 60% merupakan formulasi terbaik yang menghasilkan mutu hedonik optimal dan tingkat penerimaan tertinggi, sehingga direkomendasikan sebagai produk inovasi otak-otak ikan yang kompetitif dan mendukung pelestarian kuliner tradisional Indonesia.
INOVASI PEMBUATAN LAPIS LEGIT DENGAN MENGGUNAKAN ANDALIMAN SEBAGAI ALTERNATIF VARIAN RASA Hans Steven Sembiring; Miratia Afriani; Puspita Rini, Rosie Oktavia; Kamelia Santika; Agung Arif Gunawan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andaliman merupakan rempah khas Nusantara yang berasal dari Tanah Batak dan umumnya digunakan pada masakan gurih, namun pemanfaatannya dalam produk pangan manis masih sangat terbbatas. Lapis legit sebagai kue tradisional Nusantara hasil adaptasi budaya Eropa memiliki karakter penggunaan rempah yang kuat sehingga berpotensi dikombinasikan dengan andaliman. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan andaliman sebagai alternatif varian rasa pada produk lapis legit. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan menambahkan bubuk andaliman ke dalam adonan lapis legit pada tiga tingkat konsentrasi berbeda. Produk yang dihasilkan diuji secara organoleptik melalui uji hedonik dan uji mutu hedonik oleh panelis terlatih dan tidak terlatih. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan andaliman tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap atribut rasa, aroma, warna, dan tekstur (p>0,05), baik pada penilaian panelis terlatih maupun tidak terlatih. Meskipun demikian, secara deskriptif sampel dengan konsentrasi andaliman rendah hingga sedang cenderung lebih disukai. Hasil ini menunjukkan bahwa andaliman berpotensi diaplikasikan pada produk pangan manis tanpa menurunkan tingkat penerimaan konsumen, serta berkontribusi pada inovasi.
SUBTITUSI TEPUNG CANGKANG TELUR DALAM PEMBUATAN SCONES PENGGANTI TEPUNG TERIGU Muhammad Zidane Fahrultullah; Rosie Oktavia Puspita Rini; Miratia Afriani; Agung Arif Gunawan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pemanfaatan tepung cangkang telur sebagai substitusi sebagian tepung terigu dalam pembuatan scones. Tepung cangkang telur mengandung sekitar 94% kalsium karbonat sehingga berpotensi menjadi sumber kalsium tambahan dalam produk pangan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan tiga formulasi substitusi, yaitu 20%, 50%, dan 80%. Eksperimen ini menunjukkan bahwa tepung cangakang telur tidak dapat sepenuhnya menggantikan tepung terigu. Uji organoleptik oleh panelis terlatih dan tidak terlatih meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar sampel dari segi warna, aroma, rasa dan tekstur, namun sampel dengan substitusi 20% (610) memperoleh nilai tertinggi dan paling disukai panelis. Eksperimen ini menunjukkan bahwa tepung cangakang telur tidak dapat sepenuhnya menggantikan tepung terigu dengan maksimal penggunaan sebesar 20% . Dengan demikian, tepung cangkang telur dapat digunakan sebagai substitusi parsial tepung terigu sekaligus menambah nilai gizi produk.