Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Sauna Rempah Nusantara Di Kelurahan Tanjung Harapan Lampung Utara Yeyen Ilmiasari; Nyang Vania Ayuningtyas Harini; Eko Abadi Novrimansyah; Sri Puji Lestari; Yuni Elmita Sari; Aji Setiya Bakti
Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia Vol. 3 No. 1 (2024): Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia
Publisher : Sentra Kekayaan Intelektual dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanjung Harapan Village is one of the villages in Kotabumi Selatan District, North Lampung Regency, Lampung Province, Indonesia. In the midst of the Covid-19 pandemic, the people of Tanjung Harapan Village, who incidentally are urban residents, who meet people every day, need to increase their body's immunity so they don't get sick easily. From Lampost data, July 2021, as many as 18 villages and sub-districts in North Lampung Regency were included in the red zone in the spread of Covid-19. Tanjung Harapan Village is included in the red zone for the spread of Covid-19 with information that the spread of the virus is out of control. One alternative to increase the body's immunity is to inhale the aroma of spices which are specially packaged in the form of the Nusantara Spice Sauna or known as a steam bath. Steam bath is a type of therapy using warm steam as a medium. People undergoing this therapy will be placed in a specially designed warm steam room. The aim of the training on making Nusantara Spice Sauna in Tanjung Harapan Village, North Lampung Regency is to increase the community's body immunity so that people become healthy and avoid the Covid-19 virus through the Lecturer Community Service program. The activity procedure is to prepare the tools and materials that have been provided. Then put the spices that have been dried or crushed into a pot that has been filled with boiling water. Close the sauna pot tightly. Install the paralon that connects the pot to the sauna room. Wait until the spice water boils. After boiling, one of the residents went into the steam room for 10-15 minutes. Residents or the public will inhale the aroma of spices, and relax the body. The practice of serving the archipelago spice sauna is for 1 resident to enter the sauna room for 10-15 minutes. Before and after entering the sauna, residents are measured by vital signs (TTV), so that the difference can be seen when taking a steam bath. However, there were 9 residents who did TTV after entering the sauna room. There were 3 people who had high blood pressure (hypertension), then entered the sauna room and their blood pressure dropped. However, there were 6 people who experienced increased blood pressure after taking a steam bath. lower than the temperature of the sauna room.
Pembuatan Media Tanam Pada Tanaman Hias Untuk Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga di Desa Tanjung Senang, Lampung Utara Yeyen Ilmiasari; Nyang Vania Ayuningtyas Harini; Eko Abadi Novrimansyah; Sri Puji Lestari; Yuni Elmita Sari; Aji Setiya Bakti
Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia Vol. 3 No. 1 (2024): Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia
Publisher : Sentra Kekayaan Intelektual dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Kelurahan Tanjung Senang Kecamatan Kotabumi Selatan Lampung Utara merupakan wilayah yang strategis karena tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Lampung Utara. Ibu-ibu di kelurahan tersebut hampir sebagian hobi dengan tanaman hias, namun terkendala pada media tanam, oleh sebab itu perlu dilakukan pelatihan pembuatan media tanam yang berbahan dasar kearifan lokal. Pada pelatihan ini dihadiri oleh seluruh apparat desa dan diikuti oleh peserta pelatihan sebanyak 35 orang. Peserta begitu antusias selama mengikuti pelatihan ini dan hasil evaluasi menunjukkan bahwa masih banyak peserta yang belum mengerti terkait media tanam. Harapannya dari pelatihan ini peserta dapat menghidupkan bunga hias yang ada dirumah dengan subur dan dapat dijadikan ide usaha bagi ibu-ibu PKK ataupun ibu rumah tangga, sehingganya dapat meningkatkan perekonomian kelurahan Tanjung Senang.
Peningkatan Kemandirian dan Pendapatan KWT Lestari melalui Diversifikasi Produk dan Pengembangan Kebun Agro-Edu Wisata Organik Andiana Rosid; Jawoto Nusantoro; Yuni Elmita Sari
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4847

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari di Kampung Pujo Basuki, Lampung Tengah. Permasalahan utama yang dihadapi oleh KWT Lestari mencakup pemasaran hasil kebun yang belum optimal, ketergantungan pada penggunaan pupuk kimia, dan terbatasnya diversifikasi produk. Solusi yang diberikan mencakup pelatihan dalam pembuatan pupuk organik, pengolahan hasil kebun menjadi produk olahan bernilai tambah seperti keripik sayuran dan cendol bunga telang, serta pengembangan kebun agro-edu wisata berbasis pertanian organik. Dengan penerapan teknologi, pelatihan, dan pendampingan, KWT Lestari berhasil memproduksi produk olahan yang lebih berkualitas dan dipasarkan dengan menggunakan kemasan yang menarik. Salah satu pencapaian signifikan adalah terbentuknya kebun agro-eduwisata organik yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pertanian organik, tetapi juga berfungsi sebagai sumber pendapatan tambahan melalui kunjungan wisata edukasi. Program ini juga berfokus pada pengembangan kemampuan pemasaran digital anggota KWT, yang memungkinkan mereka memperluas pasar produk mereka. Dampak dari program ini adalah peningkatan pendapatan anggota KWT dan keberlanjutan usaha berbasis pertanian organik yang ramah lingkungan.