Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Santri tentang Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas di Pesantren Al-Jihad Surabaya Handayani; Endah Prayektib; Suprapto Maat; Ain Darojah Siddiq Ramadhana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.178 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.920

Abstract

Kondisi pandemi yang terjadi di Indonesia 2 tahun terakhir menyebabkan pemerintah menetapkan pembatasan sosial untuk mencegah penularan COVID-19. Dalam kondisi pembatasan sosial masyarakat diharapkan dapat mengobati sendiri untuk kasus penyakit ringan seperti batuk pilek, sakit kulit dan diare ringan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam hal menolong dirinya sendiri untuk mengatasi kasus penyakit ringan. Metode dengan melaksanakan webinar online Peningkatan Pengetahuan Santri tentang Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas di lingkungan pondok pesantren Ponpes Al-Jihad Surabaya Kegiatan ini diikuti 25 orang santri terpilih. Materi yang di sampaikan meliputi penjelasan tentang golongan obat bebas dan bebas terbatas, penyakit penyakit ringan yang sering di alami santri dan dapat di obati sendiri seperti sakit gangguan lambung (maag), sakit kulit akibat jamur(panu, kadas), sakit kulit akibat tungau (scabies/gudig) serta demam batuk pilek (flu). Hasil pre test dan post test yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri tentang penggunaan obat bebas dan bebas terbatas, namun peningkatan pengetahuan belum maksimal, diduga karena pelaksanaan webinar secara online sehingga kurang efektif. Kesimpulan dari kegiatan yang dilaksanakan memberikan hasil positif, namun masih kurang efektif dalam meningkatkan pengetahuan santri tentang penggunaan obat bebas dan bebas terbatas. Perlu penyuluhan secara berkala agar pengetahuan santri lebih meningkat lagi.
COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH CULTIVATION TRAINING AND HERBAL DRINK POWDER PRODUCTION IN THE LEPROSY PATIENT FAMILY COMMUNITY Handayani; Renny Novi Puspitasari; Gatot Kustyadji; Irvan Adhin Cholilie; Surya Iryana Ihsanpuro; Zahwa Salsabila; Rizka Ayu Salsabilla; Aina Izzatun Naila; Falih Dhiya’ulhaq; Muhammad Hefdi; Kurnia Farisya; Zumrotul Farikhah; Adityas Sabrina; Elysia Rahmayanti; Delivia Putri; Nur Vadiya; Adimas Indrayana; Muhammad Abadiyyusya; Muhammad Irfan Adi; Shabrina Zharfa; Retno Diah Putri Ekayanti
Community Service Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v8i1.848

Abstract

Social stigma still attached to the families of leprosy patients in Sumber Glagah Hamlet, Pacet, Mojokerto, causes limited access to education, employment, and social interaction. This condition has led to a decrease in family income, even though leprosy is curable. To overcome this, community empowerment was carried out through cultivation training and the production of herbal drink powder as an effort to improve the economy and quality of life. The activity was conducted in Sumber Glagah Hamlet, Pacet District, Mojokerto. The methods used were counseling and training on the archipelago herbal drink (Serbat Nusantara) and the cultivation of herbal ginger plants. The total number of participants was 23 leprosy patient family members. The increase in participant knowledge was measured by giving a pre-test before the activity and a post-test after the training. The results showed a significant increase in knowledge, reaching a "Good" category score of 86.95%. Participants were very enthusiastic, demonstrated by their activeness during the discussion and question-and-answer session. This activity concludes that skill-based training, such as making herbal drink powder, can significantly increase the knowledge and morale of leprosy survivor families in economic empowerment efforts. It is suggested that similar programs be carried out sustainably and collaboratively to reduce stigma and strengthen local economic independence.