Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : GreenTech

Studi Literatur: Penerapan Work Breakdown Structure (WBS) pada Proyek Inovasi Agroindustri Kopi Azizah, Nuraini; Yulianto, Kiki
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.33

Abstract

Inovasi produk merupakan salah satu strategi utama dalam mempertahankan daya saing industri kopi, khususnya di tengah meningkatnya permintaan terhadap produk kopi dengan nilai tambah tinggi. Namun demikian, pelaksanaan proyek inovasi kerap menghadapi berbagai kendala, terutama dalam aspek perencanaan, pengelolaan sumber daya, dan pengendalian mutu. Work Breakdown Structure (WBS) merupakan pendekatan dalam manajemen proyek yang mampu menguraikan ruang lingkup proyek menjadi unit-unit kerja yang lebih terstruktur dan terukur, sehingga dapat membantu meminimalkan risiko dalam pelaksanaannya. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan WBS dalam proyek inovasi produk kopi melalui pendekatan systematic literature review terhadap 21 publikasi ilmiah selama 10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa struktur WBS efektif diterapkan di setiap tahapan proyek, mulai dari riset dan pengembangan (research and development), pengadaan bahan baku, proses produksi, pengujian kualitas, hingga tahap pemasaran dan distribusi. Setiap tahapan memperlihatkan bahwa penggunaan WBS dapat meningkatkan efisiensi waktu, ketepatan alokasi anggaran, serta kualitas hasil akhir produk. Namun demikian, implementasi WBS juga menghadapi tantangan, seperti keterbatasan pelatihan sumber daya manusia dan kurangnya dukungan teknologi pada skala usaha kecil dan menengah (UMKM). Kajian ini menyimpulkan bahwa adopsi WBS secara adaptif dapat menjadi solusi strategis dalam pengelolaan proyek inovatif di industri kopi, terutama dalam rangka meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan daya saing produk di sektor agroindustri.
Analisis Sensitivitas Pasca Panen Kopi Arabika Kerinci Azizah, Nuraini; Azrifirwan, Azrifirwan
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.23

Abstract

Industri kopi Arabika di Kabupaten Kerinci, menghadapi tantangan utama dalam manajemen pasca panen, yang memengaruhi kualitas dan kuantitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas parameter pasca panen, yaitu kadar air, suhu pengeringan, dan durasi fermentasi, menggunakan pendekatan simulasi dan pemodelan. Data dikumpulkan melalui simulasi menggunakan teknik One-Way Sensitivity Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air optimal pada 12%, suhu pengeringan 45°C, dan durasi fermentasi 30 jam memberikan hasil produksi maksimal sebesar 30 kg. Parameter yang tidak sesuai, seperti kadar air yang terlalu tinggi atau suhu pengeringan yang tidak optimal, mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas produk. Simulasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan parameter pasca panen yang terstandarisasi berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi produksi kopi Arabika Kerinci. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi proses pasca panen untuk mendukung keberlanjutan industri kopi lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pengolah kopi.
Analisis Permasalahan Agroindustri Kopi Menggunakan Kubus Masalah dan Fishbone Diagram Azizah, Nuraini; Yulianto, Kiki
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.41

Abstract

Agroindustri kopi di Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam pengambilan keputusan strategis yang melibatkan banyak variabel dan ketidakpastian. Untuk mengidentifikasi akar permasalahan secara sistematis dan mengelola kompleksitas tersebut, dibutuhkan pendekatan analitis yang tepat. Artikel ini mengkaji penerapan dua metode analisis utama, yaitu Fishbone Diagram dan Kubus Masalah, dalam konteks pengelolaan mutu dan proses produksi agroindustri kopi, khususnya pada tahapan fermentasi. Fishbone Diagram digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab utama dari penurunan mutu produk berdasarkan enam kategori: manusia, mesin, metode, material, lingkungan, dan manajemen. Sementara itu, Kubus Masalah digunakan untuk menganalisis kompleksitas permasalahan melalui dimensi ketidakpastian, jumlah kriteria, dan keterkaitan antar variabel. Integrasi kedua pendekatan ini terbukti efektif dalam memberikan gambaran menyeluruh terhadap persoalan yang dihadapi, sekaligus merumuskan solusi yang lebih terstruktur dan berbasis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Fishbone Diagram dan Kubus Masalah mampu meningkatkan ketepatan analisis serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih adaptif dan rasional dalam pengembangan agroindustri kopi.
Analisis Perencanaan Waktu Proyek Agroindustri Kopi Menggunakan Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Method (CPM) Azizah, Nuraini; Yulianto, Kiki; Santosa, Santosa
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.42

Abstract

Manajemen waktu merupakan salah satu aspek paling krusial dalam keberhasilan proyek agroindustri, termasuk dalam pembangunan pabrik pengolahan kopi yang kompleks dan melibatkan banyak aktivitas terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Method (CPM) dalam merencanakan dan mengendalikan jadwal proyek secara efisien. Pendekatan studi literatur digunakan dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah dan data stimulatif proyek, serta menghitung estimasi waktu dan jalur kritis melalui metode PERT/CPM. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis proyek terdiri dari aktivitas desain pabrik, pembangunan fisik, instalasi mesin, dan uji coba produksi dengan estimasi total durasi 23,17 minggu. Penerapan metode ini memberikan manfaat strategis berupa identifikasi aktivitas prioritas, efisiensi sumber daya, dan mitigasi risiko keterlambatan. Dengan demikian, integrasi metode PERT dan CPM dapat meningkatkan akurasi perencanaan waktu dan efektivitas pengendalian proyek agroindustri secara keseluruhan.