Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EDUKASI DAN PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH (KGD) SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI DESA PATI’DI KECAMATAN SIMBORO KABUPATEN MAMUJU Ikhsan Ibrahim; Musdalifah Musdalifah; Suaib Suaib
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.209

Abstract

Diabetes Melitus (DM) telah menjadi masalah kesehatan di seluruhidunia khususnya di negaraiberkembang karenaitingginya angka komplikasi akibat penyakit tersebut. Salah satu faktor pencetus penyakit DM adalah pola hidup yang tidak sehat.Oleh karena  itu pola  hidup sehat  harus diterapkan  agar  terhindar  dari  penyakit  DM serta komplikasinya.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah   memberikan   pemahaman   pentingnya pencegahan dan komlikasi DM melalui  edukasi  pola  hidup  sehat. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan seperti kadar gula darah, tekanan darah, berat badan serta pemberian edukasi dengan sasaran kepada lansia masyarakat desa Pati’di Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju sebanyak 100 orang. Edukasi meliputi pengertian DM, penyebab dan faktor resiko, tanda  gejala,  jenis  diabetes  melitus,  proses terjadinya  penyakit,  pencegahan  DM serta penatalaksanaannya. Pelaksanaan edukasi dilakukan dengan Metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Adapun proses penilaian pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis sebelum dan sesudah edukasi.  Hasil analisis membuktikan bahwa tingkat pengetahuan Masyarakat desa Pati”di terkait penyakit DM Sebelum dilakukan edukasi sebesar 81 orang mempunyai pengetahuan kurang dan 19 berpengatahuan baik, setelah diberikan edukasi berubah menjadi 88 orang berpengatahuan sangat baik dan 12 orang berpengetahuan baik. Evaluasi proses menunjukkan keaktifan dari  peserta  edukasi  dari  awal  sampa  akhir  kegiatan.  Simpulan dari pengabdian masyarakat  ini  adalah  edukasi  dapat  meningkatkan  pengetahuan  tentang  penyakit DM. Disarankan agar edukasi DM dapat dilakukan sejak dini di usia produktif sebagai upaya pencegahan dan sebelum terjadinya komplikasi.
EDUKASI DAN PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH (KGD) SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI DESA PATI’DI KECAMATAN SIMBORO KABUPATEN MAMUJU Ikhsan Ibrahim; Musdalifah Musdalifah; Suaib Suaib
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.209

Abstract

Diabetes Melitus (DM) telah menjadi masalah kesehatan di seluruhidunia khususnya di negaraiberkembang karenaitingginya angka komplikasi akibat penyakit tersebut. Salah satu faktor pencetus penyakit DM adalah pola hidup yang tidak sehat.Oleh karena  itu pola  hidup sehat  harus diterapkan  agar  terhindar  dari  penyakit  DM serta komplikasinya.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah   memberikan   pemahaman   pentingnya pencegahan dan komlikasi DM melalui  edukasi  pola  hidup  sehat. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan seperti kadar gula darah, tekanan darah, berat badan serta pemberian edukasi dengan sasaran kepada lansia masyarakat desa Pati’di Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju sebanyak 100 orang. Edukasi meliputi pengertian DM, penyebab dan faktor resiko, tanda  gejala,  jenis  diabetes  melitus,  proses terjadinya  penyakit,  pencegahan  DM serta penatalaksanaannya. Pelaksanaan edukasi dilakukan dengan Metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Adapun proses penilaian pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis sebelum dan sesudah edukasi.  Hasil analisis membuktikan bahwa tingkat pengetahuan Masyarakat desa Pati”di terkait penyakit DM Sebelum dilakukan edukasi sebesar 81 orang mempunyai pengetahuan kurang dan 19 berpengatahuan baik, setelah diberikan edukasi berubah menjadi 88 orang berpengatahuan sangat baik dan 12 orang berpengetahuan baik. Evaluasi proses menunjukkan keaktifan dari  peserta  edukasi  dari  awal  sampa  akhir  kegiatan.  Simpulan dari pengabdian masyarakat  ini  adalah  edukasi  dapat  meningkatkan  pengetahuan  tentang  penyakit DM. Disarankan agar edukasi DM dapat dilakukan sejak dini di usia produktif sebagai upaya pencegahan dan sebelum terjadinya komplikasi.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Pencehagan Stunting Di Desa Sumare Wilayah Kerja Puskesmas Rangas Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju Tahun 2022 Safriadi Darmasnyah; Yuliana Yuliana; Musdalifah Musdalifah; Suaib Suaib; Manjaeni Muthia; Sayhril Jadil
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i1.1525

Abstract

In accordance with what was stated by Schmidt that stunting is a problem of malnutrition with a sufficiently long period so that growth disturbances appear in children who are lower or shorter (dwarf) than the standard age (Schmidt, 2014). The problem of stunting (failure to thrive) is a serious problem in the development of human resources (HR) in Indonesia. This challenge must be handled properly so that Indonesia's future generations can become superior, competitive and quality generations. The existence of the Covid-19 pandemic has made all the focus on handling it. So that health matters that are more essential and have long-term impacts, such as the problem of stunting, tend to be neglected. The high incidence of stunting in Indonesia, as well as in the West Sulawesi region, is important to conduct health education about stunting prevention for parents of toddlers in Sumare Village, Simboro District, Mamuju Regency. After conducting community service regarding stunting prevention health education, it is hoped that the community will know what stunting is and how to prevent it.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Kontrol Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Elvira Savidni; Suaib Suaib
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1047

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease that is a public health problem due to its increasing prevalence and the risk of serious complications. One important factor in controlling blood pressure in hypertensive patients is adherence to antihypertensive medication. However, patient adherence to medication is still relatively low. This study aims to determine the relationship between medication adherence and blood pressure control in hypertensive patients. This study used a quantitative method with an analytical design and a cross-sectional approach. The study sample was hypertensive patients undergoing treatment at health care facility X. Data were collected using a medication adherence questionnaire and blood pressure measurements, then analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between medication adherence and blood pressure control (p < 0.05). The conclusion of this study is that hypertensive patients who adhere to medication have a greater chance of achieving good blood pressure control.
Pelatihan Perawatan Luka Modern Bagi Keluarga Untuk Mencegah Infeksi Di Rumah Suaib Suaib; Siska Wijayanti Pratiwi; Radiah Ilham; Rachmat Ramli
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1020

Abstract

Improper wound care at home can increase the risk of infection and slow the healing process. Families play a crucial role in wound care, especially for patients with chronic wounds or those following medical procedures. Modern wound care emphasizes the principles of hygiene, appropriate dressing use, and infection prevention. This Community Service activity aims to improve families' knowledge and skills in implementing modern wound care to prevent infection at home. Implementation methods included counseling, demonstrations, hands-on practice, and evaluation through pre- and post-tests. The results of the activity demonstrated an increase in families' knowledge and skills in performing safe wound care in accordance with modern principles. This training is expected to reduce the risk of wound infection and improve the quality of wound care at home.
Edukasi Perawatan Luka Pasca Operasi untuk Mencegah Infeksi Suaib Suaib; Kurnia Mariatul Qiftih; Iin Fadhilah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1068

Abstract

Postoperative wound care is a crucial part of the healing process and infection prevention. Lack of knowledge among patients and families regarding proper wound care can increase the risk of surgical wound infections. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of patients and families in performing postoperative wound care independently and correctly. The activity included counseling, interactive discussions, demonstrations, and hands-on practice. The results of the activity indicated an increase in participants' understanding of the principles of postoperative wound care and infection prevention. This activity is expected to increase patient independence in wound care and reduce the risk of postoperative infection.