Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Efektivitas berbagai program upaya pendidikan kesehatan gigi dan mulut pada sekolah dasar (Laporan Penelitian) Tiarma Talenta Theresia; Asyurati Asia; Jonathan Steven
Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jkgt.v4i2.15667

Abstract

A school is a strategic place to be used as a target in dental and oral health programs. Objective: This scoping review examines the effectiveness of various school dental health business programs and primary school-based dental and oral health education. Method: Library Search uses PRISMA guidelines for 2016- to 2022 publications retrieved from the Pubmed database. A total of three reviewers conducted a library selection. Results: A total of 10 articles were analyzed, and various interventions were obtained in the program of promotive and preventive efforts for dental and oral health in elementary schools. Conclusion: Promotive and preventive efforts in the primary school environment need to be collaborated by involving the roles of teachers, parents, and peer cadres. Media use in dental and oral health education must also be adjusted to school conditions, so education can run optimally.
Tingkat pengetahuan mahasiswa profesi terhadap Pencegahan dan pengendalian infeksi tuberkulosis : Kajian pada RSGM-P FKG Universitas Trisakti (Laporan Penelitian) Shafira Pertiwi; Tiarma Talenta Theresia
Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jkgt.v4i2.15668

Abstract

Background: Tuberculosis is a chronic granulomatous disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria. Globally, tuberculosis still becomes a threat to public health, with approximately 11 million infected cases every year. Based on WHO in Global Tuberculosis Report 2020, Indonesia (8.5%) becomes the second-highest country after India (27%). As one of the health workers with a high risk of being infected with tuberculosis, dental students are important to have good knowledge about the prevention and control of tuberculosis infection as one attempt to prevent the risk of tuberculosis infection in dental practices. Objective: To find out an overview of dental students’ knowledge level towards the prevention and control of tuberculosis infection in Dental and Oral Hospital of the Faculty of Dentistry, Trisakti University. Method: This study was a descriptive observational research with a cross-sectional study approach and was conducted by distributing questionnaires to 92 dental students who entered the clinical clerkship in 2019 and 2020. Results: The results show that 42.39% of students have a high knowledge level, 28.26% have a moderate knowledge level, and 29.35% have a low knowledge level. Conclusion: In this study can be concluded that the knowledge level of dental students who entered the clinical clerkship in 2019 and 2020 is still inadequate.
The Relationship Of Frequency Of Instant Food Consumption And Energy Drinks’ Consumption With Prevalence Of Caries Tiarma Talenta Theresia; Goalbertus Goenawan; Fadila Hanoum Nurifai
Jurnal Kesehatan Gigi Vol 10, No 1: Juni 2023
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkg.v10i1.9129

Abstract

Background: Basic Health Research (RISKESDAS) 2018 shows West Java province has the highest dental caries problem (45.66%) even higher than the national average (45.3%). The increase in the percentage of people who have problems with caries in the community caused by bad habits of consuming instant food and energy drinks that can trigger acidic conditions in the mouth. Objective: To determine the relationship between the frequency of consumption of instant food and energy drinks with the prevalence of caries at the age of 15–24 years in West Java in 2018. Methods: This type of research is an analytical observational with design cross-sectional. This study uses secondary data from RISKESDAS 2018. Results: From chi-square test, p-value of 0.568 means that there is no significant relationship between the frequency of consumption of energy drinks and the prevalence of caries, the DMF-T value, while the relationship between the frequency of consumption of instant food and the prevalence of caries is DMF-T with p-value of 0.349 also has no significant relationship. Conclusion: Frequency of consumption of instant food and energy drinks is not the only factor that determines the occurrence of caries.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DEMAM BERDARAH DENGUE BERKAITAN DENGAN ANGKA BEBAS JENTIK DAN KASUS KEJADIAN DI KECAMATAN PALMERAH TAHUN 2022 Tiarma Talenta Theresia; Sri Lestari; Mula Hutagaol
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16357

Abstract

Penyakit demam berdarah masih menjadi salah satu masalah yang cukup besar di dunia maupun Indonesia. Berdasarkan data dari puskesmas kecamatan Palmerah, kejadian kasus DBD di wilayah puskesmas kecamatan Palmerah mengalami peningkatan dari 60 kasus di tahun 2021 menjadi 199 kasus di tahun 2022. Pembawa dan penyebar dari penyakit ini adalah nyamuk aedes aegypti yang menyukai lingkungan dengan kualitas buruk, wilayah dengan kurangnya cahaya matahari, lembab, dan wilayah dengan banyak genangan air yang menjadi media perkembangbiakan nyamuk ini. Laporan ini untuk mengetahui dan mengevaluasi proses pelaksanaan program Demam berdarah dengue (DBD) yang terkait dengan persentase angka bebas jentik dan jumlah kejadian kasus DBD di kecamatan palmerah pada tahun 2022. Laporan kegiatan ini menggunakan jrancangan cross sectional. Variabel yang digunakan berupa angka bebas jentik dan kejadian kasus DBD di kecamatan palmerah pada tahun 2022 berupa data sekunder. Data disajikan dengan analisis univariat. Kejadian kasus demam berdarah paling tinggi terjadi di kelurahan Palmerah, yaitu sebanyak 114 kasus. Kelurahan kemanggisan memiliki nilai ABJ < 95%). Kejadian DBD di wilayah Kecamatan Palmerah masih terhitung tinggi, sehingga pelaksanaan program pelayanan dan Pencegahan DBD diharapkan dapat ditingkatkan untuk mencapai sasaran mutu program.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM GIZI YANG BERKAITAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS KECAMATAN PALMERAH Tiarma Talenta Theresia; Sri Lestari; Mula Hutagaol
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17031

Abstract

Stunting adalah kondisi ketika tinggi badan anak lebih pendek daripada standar usianya akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Kondisi ini disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil atau anak pada masa pertumbuhannya. Survei Status Gigi Indonesia menunjukkan prevalensi stunting anak usia di bawah 5 tahun DKI Jakarta mencapai 14,8% pada 2022 yang berarti sekitar 14 dari 100 balita memiliki tinggi badan di bawah rata-rata anak seusianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pelaksanaan program gizi terkait dengan kejadian stunting di Puskesmas Kecamatan Palmerah. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan melihat aspek Planning, Organizing, Actuating dan Controlling. Hasil penelitian menunjukan pembuatan perencanaan didasarkan cakupan, pemantauan dan evaluasi lalu dibuatkan RUK dan PoA. Pelaksanaan penanganan stunting berupa Sistem Terpadu Penanggulangan Stunting, Kelas Kelompok Pendukung Pemberian Makan Anak, pemberian tablet tambah darah, vitamin A, PMT, edukasi ibu hamil dan pembinaan kader. Pengawasan diadakan pada saat rapat setiap triwulan dan setahun sekali. Pelaksanaan sudah mencapai target minimal 70% dalam satu tahun. Disarankan agar meningkatkan kualitas pelaksanaan program untuk mendapatkan hasil yang sesuai target dengan pemenuhan SDM, sarana dan membuat perencanaan yang lebih spresifikasi untuk stunting.
Scoping Review: Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gigi terhadap Status Kesehatan Gigi dan Mulut serta Perilaku pada Anak Usia 6–12 Tahun Tiarma Talenta Theresia; Cornellia Aninda Kusuma Putri; Elita Theofani Juliawan; Helen Priscilla Margono; Vedda Lucia; Andrew Gultom
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i2.11683

Abstract

AbstrakRiset Kesehatan Dasar tahun 2018 menyatakan prevalensi karies gigi di Indonesia pada anak usia 5–9 tahun sebesar 54% dan anak usia 10–12 tahun sebesar 1,89%. Anak belum banyak mengetahui bagaimana menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga berpotensi merusak jaringan gigi berupa karies. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sebaiknya diberikan sejak usia dini. Diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan gigi dan mulut terhadap status kesehatan gigi dan mulut serta perilaku pada anak usia 6–12 tahun. Scoping review dilakukan dengan menganalisis jurnal yang diterbitkan dari tahun 2018–2023 sesuai dengan pedoman PRISMA. Pencarian dilakukan menggunakan Google Scholar. Terdapat tujuh jurnal yang disertakan, dua jurnal menunjukkan pengaruh pendidikan kesehatan gigi terhadap status kesehatan gigi dan perilaku; tiga jurnal menunjukkan pengaruh pendidikan kesehatan gigi terhadap status kesehatan gigi; dan dua jurnal menunjukkan pengaruh pendidikan kesehatan gigi terhadap perilaku. Simpulan, pendidikan kesehatan gigi berpengaruh meningkatkan status kesehatan gigi dan mulut serta perilaku anak. Keterlibatan orang ketiga serta berbagai media edukasi dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan membantu anak lebih mudah memahami informasi yang diberikan. Scoping Review: the Effect of Dental Health Education on Oral Health Status and Behavior in Children Aged 6–12 YearsAbstractRiset Kesehatan Dasar stated in 2018 that the prevalence of dental caries in Indonesia in children aged 5–9 years was 54%, and in children aged 10–12 years was 1.89%. Children do not know much about maintaining healthy teeth and mouth, so they can potentially damage dental tissue in the form of caries. Dental and oral health knowledge should be given from an early age. It is expected to influence children's behavior in maintaining healthy teeth and mouth. Objective to determine the effectiveness of dental and oral health education on oral health status and behavior in children aged 6–12 years. Scoping review analyzes published journals from 2018–2023 according to PRISMA guidelines. The search was carried out using Google Scholar. There were seven journals included, two journals showing the effect of dental health education on dental health status and behavior, three journals showing the effect of dental health education on dental health status, and two journals showing the effect of dental health education on behavior. In conclusion, dental health education improves dental and oral health status and children's behavior. The involvement of third parties and various educational media can increase learning effectiveness and help children better understand the information provided.
Pemberdayaan Guru dan Orang Tua tentang Penanganan Kegawatdaruratan Rongga Mulut Anak Pra Sekolah Ricky Anggara Putranto; Tiarma Talenta Theresia; Johan Arief Budiman; Tien Suwartini; Alfred Pakpahan
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol4.iss2.242

Abstract

Oral emergencies are trauma involving the teeth and the supporting structures of the teeth. This trauma can be in the form of open wounds, broken teeth and loose teeth. During the COVID-19 pandemic, mothers had more time to spend with their children, so they were expected to be able to provide quick and appropriate action if their children experienced trauma to their teeth. This empowerment activity aims to increase knowledge and skills in handling oral emergencies. This Community Service activity was carried out by the Trisakti University Faculty of Dentistry Team for Teachers and Parents of Kindergarten Al Hidayah 2 Kelapa Gading on December 1, 2022. Counseling and training were carried out offline using presentations on open wounds, broken teeth loose teeth, and first aid that can be done at home. Training and counseling was carried out to 46 participants for 60 minutes. Participants' knowledge was assessed by pre-test and post-test using Google Form. From the results obtained, it was seen that there was an increase in the knowledge of the counseling participants by 13.5% (mean pre-test score was 28.9 ± 14.6 and mean post-test score was 68 ± 15.3).
Penyuluhan dan pelatihan kesehatan gigi dan mulut pada siswa-siswa SDN Tanjung Duren Selatan 01 Tiarma Talenta Theresia; Rr Asyurati Asia; Sri Lestari; Tri Erri Astoeti
Abdimas Siliwangi Vol. 7 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v7i1.21438

Abstract

Prevalensi karies gigi di Indonesia pada umur 10-14 tahun mencapai 73,4%. Menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah salah satu kebiasaan baik yang harus diajarkan sedini terutama pada siswa Sekolah Dasar (SD). Kegiatan pelatihan dan penyuluhan mengenai kesehatan gigi dan mulut anak dilakukan secara luring pada anak SDN Tanjung Duren Selatan 01 Pagi. Metode yang digunakan yaitu pemberian pre-test untuk mengukur pengetahuan anak dan dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan terhadap anak SDN Tanjung Duren Selatan 01. Evaluasi pemahaman peserta dilakukan dengan metode kuesioner (post-test). Hasil kegiatan penyuluhan ini adalah pengetahuan anak mengenai kondisi gigi dan gusi, sakit gigi, pentingnya kunjungan ke dokter gigi, waktu menyikat gigi, masalah akibat kondisi gigi, pentingnya alat bantu dalam membersihkan celah gigi, dan pengetahuan mengenai apa itu fluor mengalami peningkatan. Kesimpulan yang didapatkan adalah siswa-siswi SDN Tanjung Duren Selatan 01 Pagi mengalami peningkatan dalam pemahaman dan pengetahuan mengenai kebersihan rongga mulut.
Pemberdayaan Guru dan Orang Tua tentang Penanganan Kegawatdaruratan Rongga Mulut Anak Pra Sekolah Ricky Anggara Putranto; Tiarma Talenta Theresia; Johan Arief Budiman; Tien Suwartini; Alfred Pakpahan
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol4.iss2.242

Abstract

Oral emergencies are trauma involving the teeth and the supporting structures of the teeth. This trauma can be in the form of open wounds, broken teeth and loose teeth. During the COVID-19 pandemic, mothers had more time to spend with their children, so they were expected to be able to provide quick and appropriate action if their children experienced trauma to their teeth. This empowerment activity aims to increase knowledge and skills in handling oral emergencies. This Community Service activity was carried out by the Trisakti University Faculty of Dentistry Team for Teachers and Parents of Kindergarten Al Hidayah 2 Kelapa Gading on December 1, 2022. Counseling and training were carried out offline using presentations on open wounds, broken teeth loose teeth, and first aid that can be done at home. Training and counseling was carried out to 46 participants for 60 minutes. Participants' knowledge was assessed by pre-test and post-test using Google Form. From the results obtained, it was seen that there was an increase in the knowledge of the counseling participants by 13.5% (mean pre-test score was 28.9 ± 14.6 and mean post-test score was 68 ± 15.3).
Kejadian Kasus ODHIV (Orang dengan HIV) di Wilayah Puskesmas Kecamatan Taman Sari Tahun 2021-2023 Tiarma Talenta Theresia; Sri Lestari; Anisa Febriyanti Rusli; Alexander Kenneth Kurniawan; Cathreen Mulyani; Jennifer Sim; Maria Barbie Liem; Zivanka Natania; Hanarni Kubelinda; Jenifer Angela Gunawan; Julvyn Julvyn; Raissa Kyani Wijaya
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i3.17794

Abstract

Latar Belakang: HIV adalah virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan jika tidak diobati, dapat berkembang menjadi AIDS yang meningkatkan risiko infeksi oportunistik. Pemantauan Viral Load (VL) penting untuk menilai efektivitas terapi antiretroviral (ART) yang dijalankan oleh Orang Dengan HIV (ODHIV), namun di Indonesia angka kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk pemantauan VL masih rendah. Target eliminasi HIV adalah agar 95% orang yang menjalani ART mencapai viral suppression, yaitu virus tidak terdeteksi. Puskesmas berperan penting dalam menurunkan prevalensi kasus HIV di wilayahnya dengan meningkatkan kesadaran dan akses kunjungan ODHIV terhadap pemeriksaan VL. Tujuan: Mengidentifikasi dan mengevaluasi strategi penanganan ODHIV Puskesmas Taman Sari. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan sampel dari data sekunder Puskesmas Taman Sari pada tahun 2021-2023. Data dikumpulkan menggunakan purposive sampling. Hasil : Dari 2021 hingga 2023, kasus ODHIV meningkat, terutama pada 2022. Pada 2023, hanya 86,12% ODHIV  yang mempertahankan viral load (VL) tersupresi, di bawah target 95%. Dari 317 ODHIV yang memenuhi syarat tes  VL, hanya 273 yang melakukan tes. Hal ini terutama disebabkan karena rendahnya kunjungan ODHIV di Puskesmas Taman Sari. Kesimpulan: Rendahnya angka kunjungan ODHIV di Puskesmas Taman Sari disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, metode monitoring yang tidak efektif, dan kurangnya dukungan keluarga. Masalah ini mempengaruhi prevalensi kasus HIV yang ada di puskesmas. Untuk mengatasi rendahnya kunjungan, Puskesma Taman Sari akan melakukan pertemuan kelompok dukungan sebaya, memperingati hari HIV/AIDS sedunia, dan membentuk forum komunikasi dengan pendamping serta LSM, guna meningkatkan kunjungan ODHIV dan efektivitas pemantauan VL.
Co-Authors Alexander Kenneth Kurniawan Alexander Kenneth Kurniawan Alfred Pakpahan Andrew Gultom Andriani Nugroho Anessa Nurhayati Awaluyo Anisa Febriyanti Rusli Anisa Febryanti Anisa Ferbiyanti Rusli Asyurati Asia Aulia Chairunisa Aurel Rahmanda Dastra Aurel Zahrein Amalia Bilqis Ghina Tsamarah Budiman Budiman Cathreen Mulyani Cathreen Mulyani Cornellia Aninda Kusuma Putri Dhea Sabita Afrintia Dika Andiana Sari Gunawan Elita Theofani Juliawan Elza Wahyu Zheftiany Fadila Hanoum Nurifai Fadila Rahmania Firza Liana Gienzafira Azwa Wibowo Goalbertus Goenawan Hanarni Kubelinda Hanarni Kubelinda Helen Priscilla Margono Jenifer Angela Gunawan Jenifer Angela Gunawan Jennifer Sim Jennifer Sim Jesslyne Angellique Johan Arief Budiman Jonathan Steven Jovanna Shannon Haurissa Juan Arthur Gilberto Silimalar Julvyn Julvyn Julvyn Julvyn Khairunnisa Salsabilla Maria Barbie Liem Maria Barbie Liem Marsanda Larasati Mula Batiswa Hutagaol Mula Hutagaol Mula Hutagaol Muqsita Aini Nabila Azrilda Achmad Nadira Zahrani Effendi Nadiya Syakira Khairani Naura Nurnazhifah Nuraini Sara Fazriah Priscilla Olivia Akwila Effendy Putri Anggraini Rachel Victoria Williem Raissa Kyani Wijaya Raissa Kyani Wijaya Ricky Anggara Putranto Rossa Nabila Rr Asyurati Asia Salsabila Anjani Samuel Ryan Krisdianto Selma Safrina Manusama Shafira Pertiwi Sri Ayu Kenanga Wati Sri Lestari Sri Lestari Susilo Widyanto Suwartini, Tien Syifa Luthfiyah Theresia Christy Vinsensius Tri Erri Astoeti Vedda Lucia Zivanka Natania Zivanka Natania