Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

GAMBARAN CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PADA PENDUDUK PENDERITA HIPERTENSI SESUAI STANDAR DI PUSKESMAS TAMAN SARI TAHUN 2025 Tiarma Talenta Theresia; Sri Lestari; Anisa Ferbiyanti Rusli; Alexander Kenneth Kurniawan; Cathreen Mulyani; Jennifer Sim; Maria Barbie Liem; Zivanka Natania; Hanarni Kubelinda; Jenifer Angela Gunawan; Julvyn Julvyn; Raissa Kyani Wijaya
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i3.26832

Abstract

Abstract: Overview Of Health Service Coverage For Residents With Hypertension According To Standards At Taman Sari Community Health Center In 2025. Background: Hypertension is a serious health problem because of its high prevalence, its often asymptomatic nature, and its potential to cause various complications. Hypertension is one of the most frequently diagnosed diseases in public health services. This condition indicates the need to strengthen control efforts, education, and standard health services for patients with hypertension. Objective: To describe the coverage of standard health services for people with hypertension at Taman Sari Primary Health Center in 2025. Method: This study used a descriptive observational method with a cross-sectional design based on secondary data from 2024–2025. The study was conducted at Taman Sari Primary Health Center from March 11 to March 16, 2026. Results: The coverage of standard health services for people with hypertension at the Taman Sari District level in 2025 reached 10,758 services out of a target of 10,700, or 100.54%, indicating that the district target was achieved overall. However, disparities among urban villages remained. Four urban villages did not meet the target: Krukut (43.16%), Maphar (48.54%), Taman Sari (55.92%), and Keagungan (55.39%). Compared with 2024, the overall district coverage slightly decreased from 101.65% to 100.54%. Factors affecting this condition included limited patient knowledge, a health education system that was still limited, and ineffective recording media. Conclusion: Overall, the target coverage of hypertension services in Taman Sari District was achieved in 2024 and 2025, but equitable distribution of services across sub-districts remains suboptimal. Improvements can be made through the "SEHATI TAMAN SARI" program, monitoring and evaluation of hypertension outcomes through cross-sectoral engagement, and the provision of hypertension control books to support ongoing patient monitoring.
Upaya Mengatasi Hipertensi dalam Kehamilan di Pelayanan KIA Puskesmas Grogol Petamburan (Kajian di Puskesmas Grogol Petamburan) Tiarma Talenta Theresia; Sri Lestari; Susilo Widyanto; Budiman Budiman; Bilqis Ghina Tsamarah; Jesslyne Angellique; Priscilla Olivia Akwila Effendy; Rachel Victoria Williem; Syifa Luthfiyah; Theresia Christy Vinsensius
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i4.7163

Abstract

Hypertension in pregnancy is one of the leading causes of maternal and neonatal morbidity and mortality. In the working area of Grogol Petamburan Public Health Center, the incidence of hypertension among pregnant women continues to rise annually, contributing to a high rate of pregnancy complications. This study aims to reduce complications associated with hypertension in pregnancy through the SI-PERI MALAM innovation using the 5 PERI CETAR SEHATI strategy, which integrates early detection, health education, family support, non-pharmacological therapy, and guided physical activity. This descriptive observational study applied a pre–post test design without a control group involving 12 hypertensive pregnant women. The 14-day intervention was carried out through five stages: Si-Peri Gece (blood pressure monitoring), Si-Peri Pintar (education via digital pocketbook and maternal classes), Si-Peri Siaga (family support), Si-Peri Sehat (daily cucumber juice consumption), and Si-Peri Aktif (prenatal yoga). The results showed a significant decrease in blood pressure among all participants, improved maternal knowledge, and a reduction in both maternal and neonatal complications. This program proved effective in improving the health status of hypertensive pregnant women through a holistic approach and holds potential as a national model for managing hypertension during pregnancy.
Strategi Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue oleh Puskesmas Kalideres Tiarma Talenta Theresia
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 2 (2026): Volume 15 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i2.22884

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, yang membawahi 12 puskesmas pembantu, melayani wilayah seluas 30,226 km² dengan jumlah penduduk 464.236 jiwa. Kepadatan penduduk yang tinggi meningkatkan risiko penyakit, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Menghadapi ancaman ini, Puskesmas Kalideres secara rutin melaksanakan program Grebek Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui pendekatan 3M+ dan fogging sebagai upaya pencegahan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Tujuan: Mengetahui gambaran penyakit DBD di wilayah Kecamatan Kalideres dan strategi pencegahan dan pengendalian DBD oleh Puskesmas Kecamatan Kalideres. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross-sectional dimana data yang digunakan adalah data dari Web Surveilans Smart DB berbasis online pada Puskesmas Kecamatan Kalideres beserta seluruh Puskesmas Pembantu (Pustu) Kecamatan Kalideres. Hasil: Kasus DBD yang berada pada puskesmas Kecamatan Kalideres cenderung lebih banyak pada jenis kelamin laki-laki dan individu yang berada di rentang usia 19-59 tahun. Kesimpulan: Kasus DBD di wilayah Kalideres masih cukup tinggi dengan faktor penyebab yang beragam. Program Grebek PSN yang dilakukan puskesmas memperlihatkan upaya preventif dalam mencegah dan melindungi masyarakat dari penyakit DBD, tetapi masih terdapat hambatan dalam hal pemahaman antar SDM sehingga menimbulkan perbedaan pemahaman masyarakat mengenai pengetahuan dan pencegahan DBD
Gambaran Capaian Indikator Mutu Hipertensi Puskesmas Taman Sari 2023-2024 Tiarma Talenta Theresia; Sri Lestari; Anisa Febryanti; Selma Safrina Manusama; Dika Andiana Sari Gunawan; Firza Liana; Juan Arthur Gilberto Silimalar; Muqsita Aini; Putri Anggraini; Rossa Nabila; Salsabila Anjani
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.3690

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO, Penyakit Tidak Menular menyumbang persentase sebesar 71% penyebab kematian, salah satunya hipertensi. Prevalensi hipertensi di DKI Jakarta mencapai 12,6% dengan prevalensi di Kecamatan Taman Sari sebesar 33,43%. Puskesmas sebagai salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan memiliki fokus untuk memperkuat aktivitas promotif preventif kesehatan di Indonesia. Dalam penerapan aktivitas promotif preventifnya, Puskesmas Kecamatan Taman Sari memiliki target capaian indikator mutu yang bersinergi dengan SPM. Namun, satu-satunya Pustu yang belum mencapai target pada salah satu indikator adalah Pustu Keagungan. Tujuan: Untuk menganalisis capaian indikator mutu hipertensi di puskesmas Kecamatan Taman Sari pada tahun 2023-2024. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan sampel data sekunder Puskesmas Kecamatan Taman Sari 2023-2024. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil: gambaran capaian indikator mutu penyakit tidak menular di Puskesmas Kecamatan Taman Sari pada tahun 2023-2024, terdapat variasi dalam pencapaian target pada setiap indikator mutu di masing-masing Kelurahan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat variasi pencapaian indikator mutu hipertensi di Puskesmas Kecamatan Taman Sari pada tahun 2023-2024 dan ditemukan satu-satunya Pustu yang belum mencapai indikator penderita hipertensi yang dilakukan penapisan organ adalah Kelurahan Keagungan (38,75%). Tiga faktor utama penyebabnya meliputi rendahnya pengetahuan dan kepatuhan pasien, kurangnya alat pemantauan, terbatasnya media edukasi, dan peran lintas sektor yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan program perbaikan untuk meningkatkan pencapaian indikator mutu penyakit tidak menular.
Penatalaksanaan Kasus Masih Tingginya Angka Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Cengkareng pada Tahun 2025 Tiarma Talenta Theresia; Sri Lestari; Andriani Nugroho; Anessa Nurhayati Awaluyo; Aurel Zahrein Amalia; Fadila Rahmania; Gienzafira Azwa Wibowo; Nuraini Sara Fazriah; Aurel Rahmanda Dastra; Aulia Chairunisa; Elza Wahyu Zheftiany; Khairunnisa Salsabilla; Marsanda Larasati
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i3.27407

Abstract

Background: Low Birth Weight (LBW) (2,500 grams) is a primary contributor to neonatal mortality. In 2025, Cengkareng Primary Health Center recorded 52 LBW cases out of 12,527 live births. Methods: This descriptive observational study utilized a retrospective approach analyzing secondary LBW data at Cengkareng Health Center in 2025. Risk factors were examined using a fishbone diagram, followed by priority problem selection via the Urgency, Seriousness, Growth (USG) method, and intervention planning using Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC) framework. Results: Fishbone analysis revealed multifactorial determinants: low maternal nutritional knowledge, chronic energy deficiency, anemia, poor iron supplement compliance, irregular Antenatal Care (ANC) visits, inaccurate weighing scales, and lack of family support. USG prioritization identified inadequate nutritional intake, non-routine ANC visits, and micronutrient deficiencies as the primary issues. Recommended POAC interventions include enhanced health education, Pregnant Women’s Classes, Husband Classes, P4K empowerment, and digital monitoring via the "SIGAP BUNDA" WhatsApp group. Conclusion: Mitigating LBW requires a comprehensive approach integrating maternal nutrition education, strict ANC compliance, digital health monitoring, and strong family involvement supported by healthcare providers. 
Tingginya Jumlah Kasus Stunting di Puskesmas Induk Kecamatan Palmerah Tahun 2024 dan 2025 Tiarma Talenta Theresia; Sri Lestari; Mula Batiswa Hutagaol; Samuel Ryan Krisdianto; Nadira Zahrani Effendi; Jovanna Shannon Haurissa; Naura Nurnazhifah; Nabila Azrilda Achmad; Sri Ayu Kenanga Wati; Dhea Sabita Afrintia; Nadiya Syakira Khairani
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i3.26833

Abstract

Background: Stunting is a chronic growth and development disorder caused by long-term nutritional deficiencies, affecting children's cognitive and physical health. As a primary healthcare facility, the Palmerah District Health Center plays a strategic role in monitoring the nutritional status of toddlers through the nutrition polyclinic and the SKDN reporting system. Objective: To describe the prevalence of stunting based on age, gender, and trends in the working area of the Palmerah District Health Center from January 2024 to January 2026. Method: This study used a descriptive method with an observational approach based on secondary data from the Palmerah District Health Center from 2024 to January 2026. Results: All recorded toddlers were categorized as stunted, with cases increasing from 194 in 2024 to 228 in 2025, and slightly decreasing to 221 in 2026. The highest cases were found in the 1–4 years age group and were more dominant in males. Conclusion: The incidence of stunting remains high and is influenced by multifactorial causes such as inadequate nutritional intake, infections, and socioeconomic conditions; therefore, comprehensive and sustainable interventions are needed
Co-Authors Alexander Kenneth Kurniawan Alexander Kenneth Kurniawan Alfred Pakpahan Andrew Gultom Andriani Nugroho Anessa Nurhayati Awaluyo Anisa Febriyanti Rusli Anisa Febryanti Anisa Ferbiyanti Rusli Asyurati Asia Aulia Chairunisa Aurel Rahmanda Dastra Aurel Zahrein Amalia Bilqis Ghina Tsamarah Budiman Budiman Cathreen Mulyani Cathreen Mulyani Cornellia Aninda Kusuma Putri Dhea Sabita Afrintia Dika Andiana Sari Gunawan Elita Theofani Juliawan Elza Wahyu Zheftiany Fadila Hanoum Nurifai Fadila Rahmania Firza Liana Gienzafira Azwa Wibowo Goalbertus Goenawan Hanarni Kubelinda Hanarni Kubelinda Helen Priscilla Margono Jenifer Angela Gunawan Jenifer Angela Gunawan Jennifer Sim Jennifer Sim Jesslyne Angellique Johan Arief Budiman Jonathan Steven Jovanna Shannon Haurissa Juan Arthur Gilberto Silimalar Julvyn Julvyn Julvyn Julvyn Khairunnisa Salsabilla Maria Barbie Liem Maria Barbie Liem Marsanda Larasati Mula Batiswa Hutagaol Mula Hutagaol Mula Hutagaol Muqsita Aini Nabila Azrilda Achmad Nadira Zahrani Effendi Nadiya Syakira Khairani Naura Nurnazhifah Nuraini Sara Fazriah Priscilla Olivia Akwila Effendy Putri Anggraini Rachel Victoria Williem Raissa Kyani Wijaya Raissa Kyani Wijaya Ricky Anggara Putranto Rossa Nabila Rr Asyurati Asia Salsabila Anjani Samuel Ryan Krisdianto Selma Safrina Manusama Shafira Pertiwi Sri Ayu Kenanga Wati Sri Lestari Sri Lestari Susilo Widyanto Suwartini, Tien Syifa Luthfiyah Theresia Christy Vinsensius Tri Erri Astoeti Vedda Lucia Zivanka Natania Zivanka Natania