Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Akselerasi UMKM Berbasis Syariah melalui Inklusi Keuangan dan Digitalisasi di Indonesia Andreas Sandy Vivaldo; Rifqi Yoga Eka Pratama; Zulfikar Sabila Ar Rusydi; Rakan Dzaky; Abdurrahman Ahmad Ar Rifa'i; Waluyo Waluyo
Journal of Sharia Economics, Banking and Accounting Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jseba.v3i1.374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana percepatan bagi UMKM syariah dengan memanfaatkan teknologi digital dan inklusi keuangan berdasar informasi terbaru dari lembaga pemerintah. Metode yang diterapkan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan menyelidiki dokumen dari laporan OJK, BPS, dan Bank Indonesia untuk periode 2024-2025. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya masalah struktural yang ditunjukkan oleh rendahnya jumlah kepemilikan NIB yang hanya mencapai 1,22% dan laporan keuangan resmi yang hanya 3,51%. Ada juga perbedaan besar sekitar 30,01% antara tingkat pemahaman keuangan syariah yang mencapai 43,42% dengan akses keuangan syariah yang hanya 13,41%. Perubahan digital seperti QRIS, fintech syariah, dan alat filantropi (CWLS) telah terbukti menjadi pendorong untuk meningkatkan efisiensi dalam operasi dan keterbukaan. Sebagai kesimpulan, percepatan UMKM membutuhkan kerjasama antara penguatan legalitas, kemampuan digital, dan penyelarasan peraturan yang sesuai dengan prinsip Maqashid Sharia untuk menutupi kekurangan dalam inklusi. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan ekonomi UMKM di masa perubahan digital.
The Integration of Sharia Electronic Money for the Enhancement of National Economy: A Sharia Economic Law Perspective: Integrasi Uang Elektronik Syariah Untuk Peningkatan Perekonomian Nasional: Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Ahnaf Ra’id Rizqullah; Zazkia Diah Marselinda; Dea Haurjana Sabila Haurjana Sabila; Waluyo Waluyo
Aghnina : Jurnal Hukum Ekonomi Syari'ah Vol. 2 No. 2 (2025): published
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syari'ah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64431/ag.v2i2.278

Abstract

This research discusses the strategic contribution of Sharia e-money in supporting the growth of Indonesia's national economy. Sharia e-money, regulated by DSN-MUI Fatwa No. 116 of 2017, combines the convenience of digital transactions with Sharia compliance, providing legal certainty for Muslims. Trough a qualitative approach and literature review, this study examines the role of Sharia e-money in expanding financial inclusion, reducing transaction costs, strengthening the Sharia-based MSME ecosystem, and facilitating digital zakat and waqf. Beyond its economic benefits, sharia e-money also faces challenges such as sharia compliance in transactions, digital security, sustainable business models, and regulatory synchronization. Proposed solutions are based on technology, digital sharia literacy education, and regulatory harmonization. Sharia e-money has the potential to be a driver of inclusive and sustainable economic growth in accordance with Islamic values.
Analisis Akad dan Perlindungan Konsumen Dalam Uang Elektronik Dwinugrah Yogas Sukmaya; Rahmawati Firanti Nur; Febri Adhi Anggoro; Alfiyan Nur Rohman; Waluyo Waluyo
Journal of Economics, Bussiness and Management Issues Vol. 2 No. 4 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jebmi.v2i4.683

Abstract

This study aims to analyze contracts (akad) and consumer protection in the use of electronic money in Indonesia, with a focus on the application of Islamic economic principles. The research employs a qualitative method with a literature study approach, enabling the collection and analysis of information related to fintech innovations, particularly digital wallets such as GoPay, OVO, and Dana, as well as the QRIS payment system implemented by Bank Indonesia. The findings indicate that a proper understanding of the types of contracts applied, such as deposit (wadi’ah) or loan (qardh), is crucial to ensure compliance with Sharia values. In addition, this study identifies risks and challenges faced by consumers, including data protection and potential misuse. The conclusion highlights the need for strong regulations and strict security systems to safeguard consumers, as well as the importance of public education regarding contracts and risks associated with electronic money. Furthermore, innovations in Sharia-based services are necessary to establish a more equitable and sustainable financial ecosystem, thereby enhancing public trust in the use of electronic money.
Implementasi Kepemimpinan Mindhunnur dalam Penguatan Pendidikan Karakter Siswa MTsN 2 Magelang Fatimatun Nikmah; Waluyo Waluyo; Masruri Syaifurrohman; Sohamim Sohamim
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.2.2025.6400

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada efektivitas kepemimpinan mindhunnur terhadap penguatan pendidikan karakter siswa untuk menanamkan sikap baik dan upaya preventif demoralisasi siswa di era disrupsi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk membahas konsep dan implementasi kepemimpinan mindhunnur dalam penguatan pendidikan karakter di MTsN 2 Magelang, termasuk kemampuan pemimpin untuk menciptakan kesadaran pendidikan, merumuskan, merubah, mensosialisasikan dan mengimplementasikan visi pendidikan karakter. Kepemimpinan mindhunnur menekankan pada perubahan di level perencanaan dan pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data penelitian adalah kepala sekolah, guru dan siswa. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskripsi analisis kualitatif. Analisis data kualitatif menggunakan teori dari Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan karakter siswa melalui implementasi kepemimpinan mindhunnur, yang meliputi: 1) merumuskan visi pendidikan karakter, 2) membangun kesadaran pendidikan, baik guru maupun siswa, 3) mendorong kolaborasi guru dengan kesadaran intelektual baru, 4) transformasi positif-konstruktif pada peserta didik. Transformasi positif-konstruktif sebagai kunci kepemimpinan mindhunnur terbukti menguatkan karakter siswa menjadi lebih positif, mandiri, aktif dan produktif.
ECONOMIC THOUGHT AND LEGAL CONTRIBUTIONS OF ABBASID SCHOLARS: A COMPARATIVE STUDY OF ABU YUSUF, ABU UBAID, AND YAHYA IBN UMAR Dini Apriliani; Imansyah Imansyah; Satrio Wibowo; Hassan Hassan; Taufan Taufan; Waluyo Waluyo
Ghaly: Journal of Islamic Economic Law Vol. 4 No. 2 (2026): Ghaly: Journal of Islamic Economic Law
Publisher : Islamic Economic Law Study Program, Faculty of Sharia Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Islamic State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/m143mr72

Abstract

This article examines the economic thought and legal contributions of three influential Abbasid scholars Abu Yusuf (d. 798 CE), Abu Ubaid al-Qasim ibn Sallam (d. 838 CE), and Yahya ibn Umar al-Kinani (d. 901 CE) within the framework of Islamic Economic Law. Using a qualitative-historical methodology combined with comparative content analysis, this study reconstructs their fundamental arguments regarding public finance, taxation, market regulation, and property rights, and critically evaluates their relevance to contemporary Islamic economic jurisprudence. Findings indicate that Abu Yusuf pioneered a normative theory of fiscal policy rooted in maslahah (public interest) and justice, anticipating modern concepts of progressive taxation and state accountability. Abu Ubaid synthesized diverse legal traditions to produce an encyclopedic treatise on government finance that remains a cornerstone of Islamic fiscal law. Yahya ibn Umar developed market ethics through his doctrine on tasʿir (price control) and the prevention of monopolies, offering principles aligned with modern competition law. Collectively, their contributions form a proto-coherent system of Islamic economic governance that can be directly applied to the study and practice of Sharia Economic Law. This article contributes to the growing interdisciplinary literature linking classical Islamic fiqh with contemporary economic and legal studies.