Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

SIMULASI LERENG STABIL BERDASARKAN PENGARUH TINGGI MUKA AIR TANAH TERHADAP FAKTOR KEAMANAN LERENG (STUDI KASUS RUAS JALAN MENUJU GEOPARK CILETUH, KECAMATAN CIEMAS, SUKABUMI, JAWA BARAT) Agung Mulyo, Rizky Rizal Chairy, Zufialdi Zakaria
Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.253 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i2.16600

Abstract

Curah hujan yang tinggi mempengaruhi infiltrasi air terhadap tanah. Dengan masuknya air ke dalamtanah, dapat mempengaruhi kadar air dalam tanah. Air tanah ini dapat mempengaruhi kestabilanlereng dan dapat menyebabkan terjadinya longsor. Hal ini yang menyebabkan terjadinya longsor diJalan Cipeucang, Kecamatan Ciemas, Sukabumi. Simulasi dilakukan dengan bertujuan untukmengetahui pengaruh kedalaman muka air tanah sehingga dapat diketahui rekomendasi muka airtanah agar lereng tetap dalam keadaan stabil. Penghitungan kestabilan lereng menggunakan metodeLimit Equilibrium dengan menggunakan metode Bishop. Limit Equilibrium ini menghitung faktorkeamanan lereng berdasarkan batas keseimbangan antara gaya pendorong dan gaya penahan. Setelahmelakukan pengolahan data melalui software Rocscience Slide, berdasarkan metode Bishop, lerengLR-2A dapat dikatakan stabil apabila kedalaman muka air tanah > 5,72m. Kata kunci: kestabilan lereng, simulasi, muka air tanah, faktor keamanan, Ciemas
PENGARUH AKTIVITAS TANAH TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI DANGKAL DI DAERAH DAGO GIRI KABUPATEN BANDUNG BARAT, PROVINSI JAWA BARAT Agung Mulyo, Fahrizal Ajie, Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.029 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i2.16596

Abstract

Penelitian dilakukan di Daerah Dago Giri Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat ProvinsiJawa Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi geologi teknik serta aktivitas tanah danpengaruh terhadap nilai daya dukung tanah fondasi dangkal. Tanah permukaan termasuk jenis CH(lempung plastisitas tinggi), ML (lanau plastisitas rendah) dan SP (pasir bergradasi buruk). Analisislaboratorium pada kedalaman 1,5 - 2 m tanah pada daerah penelitian secara umum tergolong MH(lanau plastisitas tinggi) dan SM - SC (pasir lanauan - pasir lempungan). Daya dukung tanah (qa)untuk fondasi menerus (continuous) berkisar antara 18.69 sampai 89.61 T/m2. Hubungan antara nilai daya dukung tanah (qa) yang diijinkan untuk fondasi dangkal jenis menerus (continuous) dengan angka aktivitas (A) memperlihatkan hubungan negatif dengan koefisien korelasi (r= - 0.485). Daya dukung tanah menurun sejalan dengan peningkatan aktivitas tanah.Kata Kunci : Dago Giri, Geologi teknik, Daya dukung tanah, Aktivitas tanah
POTENSI TANAH MENGEMBANG HASIL LAPUKAN BATUAN VULKANIK BERDASARKAN INDEKS PLASTISITAS DI KAWASAN DESA CILAYUNG Agung Mulyo, Hendarmawan, Nadia Farahnaz, R. Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.312 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i1.15600

Abstract

Secara geologi daerah penelitian terdiri dari satuan tuff, satuan breksi aliran piroklastik dan satuan breksi vulkanik. Daerah vulkanik memiliki potensi kebencanaan geologi yang cukup besar, salah satunya diakibatkan keberadaan mineral lempung sebagai hasil dari lapukan batuan vulkanik. Perbedaan jenis batuan penyusun di daerah penelitian akan berpengaruh terhadap jenis mineral lempung yang menyusun batuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik tanah dan potensi tanah mengembang berdasarkan indeks plastisitas serta mengetahui hubungan setiap parameter pengujian yang dilakukan di Wilayah Cilayung. Sembilan sampel tanah tak terganggu diambil, selanjutnya dilakukan pengujian sifat fisik tanah yang meliputi kadar air tanah, berat jenis tanah, bobot isi tanah, batas-batas konsistensi tanah dan analisis butiran tanah. Sifat fisik tanah yang diklasifikasikan dalam sisitem USCS menunjukkan terdapat tiga jenis tanah: Satuan Tanah Lempung Plastisitas Tinggi (CH), Satuan Tanah Lanau Plastisitas Tinggi (MH) dan Satuan Tanah Lanau Plastisitas Rendah (ML). Hasil analisis menunjukkan kadar air mempengaruhi niai persentase lempung. Ketika persentase lempung tinggi maka kemungkinan potensi tanah mengembang terjadi. Daerah Cilayung memiliki potensi tanah mengembang yang tinggi, hal itu menjadi dasar analisis selanjutnya untuk potensi kebencanaan geologi yang dapat terjadi.Kata Kunci : Jatinangor, sifat fisik tanah, tuf, potensi mengembang dan indeks plastisitas
REKAYASA GEOTEKNIK DAYADUKUNG TANAH FONDASI DANGKAL (KONDISI LOCAL SHEAR) MELALUI STABILISASI TANAH DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Zakaria, Zufialdi; Muslim, Dicky; Mulyo, Agung; Jihadi, Luthfan H.
Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 3 (2014): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.734 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v12i3.8373

Abstract

Soil bearing capacity for shallow foundations usually have problem on expansive soil. Value of soil bearing capacity is low because soil variable have low value. To increase the value of soil bearing capacity, the soil quality to be improved, namely the stabilization of the soil through the addition of CaO. The Soil bearing capacity for shallow foundation with Saftey Factor = 2 and depth 1 M on the local shear conditions have increased due to the addition of CaO with the following equation: 1) Footing square shape: qa = 2,6631CaO0,6057 (R² = 0,937; R= 0,97); 2) Footing circular shape: qa = 2,7611CaO0,5933 (R² = 0,9369; R= 0,97); 3) Footing continuous shape: qa = 1,702 CaO0,6764 (R² = 0,9393; R= 0,97). Environmental management for shallow foundations are required to avoid the numbers are still high activity (A> 1) and the change of CaO by acidic rain water. Environmental management for the foundation starts with selecting Safety Factor, and building load should not exceed the allowable soil bearing capacity accordance with Safety Factor chosen. The addition of CaO should not be excessive, it is recommended ratio 15% CaO of the native soil to do optimal mixing.
PENGARUH KEMIRINGAN LERENG TERHADAP LAJU SEDIMENTASI PADA RENCANA BENDUNGAN PARIGI Yusuf, Muhammad Farhan; Siahaan, Yakub; Sukiyah, Emi; Mulyo, Agung; Patonah, Aton; Zakaria, Zufialdi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 16, No 2 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.386 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v16i2.17922

Abstract

Pembangunan Bendungan Parigi akan sangat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat. Bendungan ini akan digunakan untuk keperluan pertanian (irigasi) dan persediaan air baku. Lokasi Rencana Bendungan Parigi terletak pada sub-DAS Parigi yang memiliki luas 57,98 km2. Dalam perencanaan bendungan aspek sedimentasi sangat penting. Aspek ini akan berkaitan dengan desain Bendungan. Pada DAS yang tidak terlalu luas, laju sedimentasi setara dengan laju erosi. Perhitungan laju sedimentasi dilakukan berdasarkan fungsi erosi dengan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) dan SDR. Metode ini berhubungan dengan faktor – faktor yaitu erodibilitas tanah, curah hujan, tataguna lahan, dan topografi. Faktor kemiringan lereng erat kaitannya terhadap laju sedimentasi, penelitian ini akan membahas tentang peranan kemiringan lereng  terhadap laju sedimentasi. Nilai laju sedimentasi hasil perhitungan menggunakan metode USLE yaitu  sebesar 149,53 ton/ha/th.  Hasil perhitungan statistik dengan  metode regresi linier di dapat bahwa faktor kemiringan lereng berpengaruh signifikan terhadap laju sedimentasi dengan persamaan regresi Y’ = 15,32 + 7,313X. Nilai koefisien regresi (r) sebesar 0,697 menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara kemiringan lereng (X) dan laju sedimentasi (Y). Pengaruh yang diberikan oleh aspek kemiringan lereng terhadap laju sedimentasi adalah sebesar 48,6 %.
SEJARAH PERKEMBANGAN GEOLOGI : DEFINISI, CABANG-CABANG ILMU DAN APLIKASINYA -, Agung Mulyo
Bulletin of Scientific Contribution Vol 5, No 1 (2007): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.121 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v5i1.8136

Abstract

Istilah “Geology” berarti pelajaran tentang Bumi. Kata ini pertama kali digunakan oleh Richard de Bury (1473) sebagai nama lain untuk Ilmu Pengetahuan Bumi (Earthly Science), seperti halnya penggunaan istilah Theologi bagi mereka yang tidak setuju dengan nama Ilmu Pengetahuan Surgawi (Heavenly Science). Dengan demikian awalnya definisi geologi berarti merupakan ilmu pengetahuan alam untuk menjelaskan dan memecahkan berbagai masalah mengenai Bumi. Akan tetapi pada abad ke-20 berbagai disiplin ilmu berkembang menjadi spesialisasi yang didasarkan pada kesamaan objek kajiannya.
POTENSI BAHAN GALIAN PASIR KUARSA DI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI, KABUPATEN LAMPUNG TIMUR, PROVINSI LAMPUNG -, Agung Mulyo
Bulletin of Scientific Contribution Vol 5, No 2 (2007): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.288 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v5i2.8137

Abstract

District of Labuhan Maringgai, Sub-Province East Lampung, Lampung, richly of quartz-sand. Potency, amount of reserve, quality of every type of quartz-sand is important to know. Mapping of natural resources specially quartz-sand is required for development program of Lampung area, especially related to invesment and promotion in mining.Almost of all region of Labuhan Maringgai District consist of quartz-sand. Quartz-sand which good quality (Sio2 > 95 %) there are in Sukorahayu (1.768.000 m3), Sriminosari (1.006.500 m3), Karya Makmur (1.320.000 m3), and Karya Tani (3.082.000 m3).
DAYADUKUNG TANAH UNTUK BERBAGAI TIPE FONDASI TAPAK PADA LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI DI BEBERAPA LOKASI, KABUPATEN MAJALENGKA, JAWA BARAT -, Zufialdi Zakaria; -, Agung Mulyo; -, Luthfan H. Jihadi; -, M. Bey Anural
Bulletin of Scientific Contribution Vol 11, No 2 (2013): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.053 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v11i2.8288

Abstract

The research location at Majalengka and its surrounding, West Java. The study was conducted in an effort to know soil bearing capacity for various types of foundations which depend on the physical and material properties of the soil. Location of samples obtained from three locations: Kertajati, Cikijing and Cigintung. Samples obtained in the form of high plasticity clay (CH) with the activity rate (A) between 1.01 to 1.42 (with Skempton method) or 1.12 to 1.61 (the Seed method), samples are high activity clays, included of monmorilonitic mineral. Alloweble soil bearing capacity (qa) for a square foundation type, between 11.04 to 19.50 T/M2; for a circular (rounded) foundation types, from 11.00 until 19.07 T/M2; and for the type of continuous foundation, between 8 , 85 to 15.28 T/M2. To avoid of the failure of the foundation, the building load should not exceed the value of allowable soil bearing capacity. The estimated expansive soils, soil improvement is required to be done. 
KARAKTERISTIK MORFOMETRI DAS CIKAPUNDUNG HULU, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT -, Agung Mulyo
Bulletin of Scientific Contribution Vol 8, No 3 (2010): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.201 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v8i3.8251

Abstract

Upstream watershed Cikapundung or known by the name of Lembang Basin, including the Regency Bandung, West Java. In general, the rock consists of five units (Plistosen Down - Holocene), the Breccia Unit Volcano (Formation Cikapundung), Old Volcano Deposition Unit, tuff unit (Formation Cibeureum), Sandy Tuff Unit (Cikidang Formation) and colluvium. Lembang normal faults trending east-west which is a major fault structure which limits the rate of soil water retention from the Upper Basin watershed Cikapundung Bandung below it. Land classification is characterized by a mixture of rural land in the area of agriculture and plantation, until the presence of centers planned settlements (real estate). Broad watershed is 80.475 km2, around 51.575 kms and the degree of roundness (Rc) = 0.380. Tributaries of the river hierarchy order 1 = 449 types, the order of 2 = 89, the order of 3 = 23, order 4 = 7, the order of 5 = 3 and order 6 = 1 types. Different numbers of streams with stream order 1 and order 2 is very large, causing Rb values of order 1 to 2 becomes large is 5.04. In addition there is a small Rb between orders 4 and 5 is 2.33. Thus, the influence of valley pond clear fault control morphometry study area. Elevation upstream and downstream (estuary) river is generally inversely proportional to the level-order tributaries. Elevation difference between upstream and downstream of all the rivers are relatively the same order. Basin wide average is consistently proportional to the level of orders the river, while the. tributaries frequency (F) is inversely proportional. Kc and the Rc value is below 1, this