Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

GERAKAN PENGHIJAUAN DAS CITARUM HULU DI DESA CIKONENG KECAMATAN CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG Rachmat Harryanto; Rija Sudirja; Daud Siliwangi Saribun; Ganjar Herdiansyah
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1534.312 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14858

Abstract

Penghijauan merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Desa Cikoneng merupakan salah satu desa yang cukup aktif dalam mendukung program penghijauan di DAS Hulu Citarum. Dalam upaya penyelamatan lingkungan, masyarakat bersama stakeholder terkait telah melakukan berbagai kegiatan penghijauan. Kegiatan bertujuan untuk mengkaji tentang bagaimana bentuk keterlibatan masyarakat dalam upaya penghijauan pada kawasan DAS Hulu Citarum. Masyarakat sebetulnya telah terlibat dalam proses perencanaan, penyediaan, pemeliharaan, serta pengawasan kegiatan penghijauan. Namun, masyarakat menilai kondisi ruang hijau di Hulu DAS Citarum saat ini sudah sangat minim. Kegiatan penghijauan dilakukan dengan berbagai tujuan, antara lain : untuk menambah nilai ekologi, manambah nilai estetika, mendapatkan manfaat ekonomi, serta alasan untuk mendukung program pemerintah. Keberadaaan stakeholder yang terdiri dari Pemerintah Kota, Pemerintah Kelurahan, Lembaga Non Pemerintah, Swasta/CSR, dan Komunitas/Akademisi telah berkontribusi besar membantu perkembangan kegiatan penghijauan di wilayah pengabdian.
INOKULASI AZOTOBACTER DAN APLIKASI KOMPOS UNTUK BIOREMEDIASI TAILING TERKONTAMINASI MERKURI Reginawanti Hindersah; Gina Nurhabibah; Rachmat Harryanto
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 17, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2021
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol17.No1.2021.1142

Abstract

Kadar merkuri (Hg) yang tinggi pada tailing tambang emas adalah sumber pencemaran lingkungan termasuk lahan pertanian. Penurunan kadar Hg di tailing dengan metode bioremediasi adalah strategi yang efektif, murah dan mudah. Azotobacter adalah rizobakteri pemfiksasi nitrogen dan penghasil eksopolisakarida yang mengubah mobilitas logam berat serta memicu pertumbuhan tanaman dengan optimal jika terdapat bahan organik. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh dosis bahan organik dan Azotobacter strain resisten Hg terhadap perubahan kadar Hg di tailing dan tanaman jagung. Percobaan rumah kaca dirancang dalam Rancangan Petak Terbagi dengan tiga ulangan. Petak utama adalah dosis bahan organik yang terdiri atas 22,5; 30 dan 37,5 g/polibeg. Anak petak adalah strain bakteri terdiri atas tanpa inokulan, Azotobacter indigen, A. chroococcum, dan konsorsium kedua bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi Azotobacter meningkatkan tinggi dan bobot kering tanaman jagung umur 3 minggu. Aplikasi kompos kotoran sapi 30 g/polibeg disertai inokulasi A. chroococcum maupun konsorsium Azotobacter menurunkan kadar Hg tanah dan meningkatkan serapan Hg di tanaman. Penelitian ini menjelaskan bahwa inokulasi Azotobacter menginduksi serapan Hg oleh tanaman sehingga berpotensi digunakan untuk bioremediasi tailing terkontaminasi Hg dengan tanaman fitoakumulator.
Pengaruh Terak Baja dan Bokashi Sekam Padi terhadap Kemantapan Agregat dan BiomassaTanaman Jagung pada Andisol, Lembang Henly Yulina; Rina Devnita; Rachmat Harryanto
Agro Wiralodra Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v1i1.7

Abstract

Andisol mempunyai sifat fisika tanah yang baik, namun bermasalah dengan retensi P. Pemberian amelioran untuk mengurangi retensi P, diharapkan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan parameter fisika tanah tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi terak baja dengan bokashi sekam padi terhadap kemantapan agregat dan biomassa tanaman jagung manis pada Andisol Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashi sekam padi masing- masing 4 taraf : 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%, diulang dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara terak baja dengan bokashi sekam padi terhadap kemantapan agregat tanah pada jagung manis setelah panen dan biomassa tanaman jagung manis. Kombinasi dosis 5,0% terak baja dan 7,5% bokashi sekam padi memberikan hasil terbaik terhadap kemantapan agregat tanah pada jagung manis setelah panen dan biomassa tanaman jagung manis, kombinasi 2,5% terak baja dan 7,5% bokashi sekam padi memberikan hasil terbaik.
Hubungan Bobot Isi dan Kemantapan Agregat Tanah Andisol Lembang terhadap Biomassa Tanaman Jagung Manis setelah dilakukan Kombinasi Terak Baja dan Bokashi Sekam Padi Henly Yulina; Rina Devnita; Rachmat Harryanto
Agro Wiralodra Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v1i2.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bobot isi dan kemantapan agregat tanah Andisol Lembang terhadap biomassa tanaman jagung manis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashi sekam padi masing-masing 4 taraf, yaitu 0%, 2,5%, 5,0% dan 7,5%, diulang dua kali. Hubungan antara masing-masing perlakuan selanjutnya di analisis menggunakan model regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara bobot isi, kemantapan agregat tanah dengan biomassa tanaman jagung manis, namun biomassa tanaman jagung manis tidak dipengaruhi oleh bobot isi dan kemantapan agregat.
Hubungan Porositas Tanah Dan Air Tersedia Dengan Biomassa Tanaman Jagung Manis Dan Brokoli Setelah Diberikan Kombinasi Terak Baja Dan Bokashi Sekam Padi Pada Andisol, Lembang Henly Yulina; Rina Devnita; Rachmat Harryanto
Agro Wiralodra Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v2i2.16

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara porositas tanah dan air tersedia terhadap biomassa tanaman jagnung manis dan brokoli setelah diberikan kombinasi terak baja dan bokashi sekam padi pada Andisol Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashi sekam padi masing- masing 4 taraf : 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%, diulang dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara porositas tanah dan air tersedia dengan biomassa tanaman jagung manis dan brokoli, namun biomassa kedua tanaman tidak dipengaruhi oleh porositas tanah dan air tersedia tersebut namun dipengaruhi oleh faktor fisika tanah lain, seperti bobot isi dan kemantapan agregat tanah.
RESPON BOBOT ISI, KEMANTAPAN AGREGAT, DAN POROSITAS TANAH PADA TANAMAN CABAI MERAH SETELAH VEGETATIF AKHIR TERHADAP KOMBINASI TERAK BAJA DAN BOKASHI SEKAM PADI PADA ANDISOL, LEMBANG Henly Yulina; Rina Devnita; Rachmat Harryanto
Agro Wiralodra Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v2i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon bobot isi, porositas, dan kemantapan agregat tanah pada tanaman cabai merah setelah vegetatif akhir terhadap kombinasi terak baja dengan bokashi sekam padi pada Andisol Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashi sekam padi masing- masing 4 taraf : 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%, diulang dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara terak baja dengan bokashi sekam padi terhadap bobot isi dan porositas tanah, namun terak baja dan bokashi sekam padi berpengaruh mandiri terhadap kemantapan agregat tanah pada tanaman cabai merah setelah vegetatif akhir. Penurunan bobot isi dan peningkatan porositas tanah terbesar terjadi pada dosis 7,5% (b3), sedangkan penurunan kemantapan agregat tanah terbesar terjadi pada dosis 5,0% (t2) terak baja (4,38) dan dosis 7,5% (b3) bokashi sekam padi (3,25), namun dengan pemberian masing- masing dosis 2,5% pada terak baja (t1) dan bokashi sekam padi (b1) sudah dapat menurunkan nilai kemantapan agregat tanah
IDENTIFIKASI SUMBERDAYA LAHAN PADA KETERSEDIAAN LOGAM BERAT (PB, CD DAN CR) TANAH SAWAH DI DAERAH PENGAIRAN SUNGAI CIKIJING KECAMATAN RANCAEKEK Leony Agustine; Rija Sudirja; Rachmat Harryanto
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.734 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.1.22-31.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengevaluasi sebaran pencemaran ketersediaan logam berat (Pb, Cd dan Cr) dari pembuangan limbah pabrik tekstil terhadap tanah sawah di daerah pengairan Sungai Cikijing Kecamatan Rancaekek, 2) mengkaji kandungan ketersediaan logam berat (Pb, Cd dan Cr) dan bahan organik yang terdapat pada tanah sawah di daerah pengairan Sungai Cikijing Kecamatan Rancaekek. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah tercemar logam berat dari limbah pabrik tekstil dari pengairan sungai Cikijing Kecamatan Rancaekek dan dilanjutkan dengan analisis tanah di Laboratorium Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Penelitian dilakukan dengan penetapan titik sampel didasarkan kepada sistem purposive random sampling. Jumlah sampel adalah 50 yang terletak pada 4 desa. Variabel yang diamati dan diukur dalam penelitian ini meliputi variabel utama yaitu kandungan ketersediaan logam berat (Pb, Cd, dan Cr) dan variabel pendukung meliputi C-organik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan ketersediaan logam berat setiap lokasi sampel masih berada dibawah batas kritis untuk logam berat Pb, Cd dan Cr.
PENGARUH TERAK BAJA DAN BOKASHI SEKAM PADI TERHADAP KEMANTAPAN AGREGAT, BIOMASSA TANAMAN SERTA KORELASINYA PADA TANAMAN BROKOLI DI TANAH ANDISOL LEMBANG Henly Yulina; Rina Devnita; Rachmat Harryanto
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 2, No 2 (2018): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology and Sciences)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v2i2.436

Abstract

Andisol mempunyai sifat fisika tanah yang baik, namun bermasalah dengan retensi P. Pemberian amelioran untuk mengurangi retensi P, diharapkan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan parameter fisika tanah tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi terak baja dengan bokashi sekam padi terhadap kemantapan agregat, biomassa tanaman, serta hubungan kemantapan agregat dan biomassa tanaman brokoli pada Andisol Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashi sekam padi masing- masing 4 taraf : 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%, diulang dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara terak baja dengan bokashi sekam padi terhadap kemantapan agregat tanah dan biomassa tanaman, namun terdapat hubungan antara kemantapan agregat dan biomassa tanaman brokoli. Kata kunci : terak baja, bokashi sekam padi, kemantapan agregat, biomassa tanaman brokoli, Andisol
Pengaruh Terak Baja Dan Bokashi Sekam Padi Terhadap Air Tersedia, Biomassa Tanaman, Serta Korelasinya Pada Tanaman Cabai Merah Setelah Vegetatif Akhir Pada Andisol Lembang Henly Yulina; Rina Devnita; Rachmat Harryanto
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 2 No. 1 (2019): AGRO TATANEN Edisi OKTOBER 2019 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.884 KB) | DOI: 10.55222/agrotatanen.v2i1.346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terak baja dan bokashi sekam padi terhadap air tersedia, biomassa tanaman serta hubungan air tersedia dengan biomassa tanaman cabai merah setelah vegetatif akhir pada Andisol, Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashi sekam padi masing- masing 4 taraf : 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%, diulang dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara terak baja dengan bokashi sekam padi terhadap air tersedia dan biomassa tanaman cabai merah setelah vegetatif akhr serta terdapat hubungan antara air tersedia (X) dengan biomassa tanaman cabai merah (Y). Kombinasi terak baja dosis 2,5% (t1) dan bokashi sekam padi dosis 7,5% (b3) merupakan kombinasi terbaik untuk meningkatkan kapasitas air tersedia pada cabai merah, sedangkan kombinasi perlakuan terak baja 5,0% (t2) dan bokashi sekam padi 5,0% (b2) merupakan kombinasi terbaik untuk meningkatkan biomassa tanaman cabai merah. Kata Kunci: Terak baja/ Bokashi sekam padi/ Air tersedia/ Biomassa tanaman/ Cabai merah
PENGARUH TERAK BAJA DAN BOKASHI SEKAM PADI TERHADAP AIR TERSEDIA, BIOMASSA TANAMAN SERTA KORELASINYA PADA TANAMAN CABAI MERAH SETELAH VEGETATIF AKHIR PADA ANDISOL, LEMBANG Henly Yulina, Rina Devnita, dan Rachmat Harryanto
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 2 No. 2 (2020): AGRO TATANEN Edisi April 2020 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.755 KB) | DOI: 10.55222/agrotatanen.v2i2.598

Abstract

This study aims to determine the effect of steel slag and rice husk bokashi on available water, plant biomass and the relationship between available water and red chili plant biomass after the final vegetative stage in Andisol, Lembang. The study used a factorial randomized block design with two factors. The first factor is steel slag and the second factor is rice husk bokashi, each with 4 levels: 0%, 2.5%, 5.0%, and 7.5%, repeated twice. The results showed that there was an interaction between steel slag and rice husk bokashi on available water and red chili plant biomass after vegetative end and there was a relationship between available water (X) and red chili plant biomass (Y). The combination of steel slag at a dose of 2.5% (t1) and rice husk bokashi at a dose of 7.5% (w3) was the best combination to increase the available water capacity of red chili, while the combination treatment of steel slag was 5.0% (t2) and husk bokashi. rice 5.0% (w2) is the best combination to increase the biomass of red chili plants.