Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Sedimentasi di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Logending Sanidhya Nika Purnomo; Wahyu Widiyanto; Idham Riyando
Dinamika Rekayasa Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2015
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2015.11.1.93

Abstract

Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Logending merupakan pelabuhan ikan yang dibangun di muara Sungai Ijo. Karena terletak di muara sungai, PPI tersebut sangat rawan terhadap sedimentasi yang dipengaruhi debit aliran sungai dari bagian hulu dan pasang surut air laut dari bagian hilir. Analisis sedimentasi di PPI Logending didahului dengan pengambilan data primer seperti data kecepatan aliran, sampel sedimen, dan potongan melintang sungai, serta data sekunder berupa data pasang surut di perairan Cilacap yang diperoleh dari BMKG Cilacap. Dengan menggunakan data tersebut, selanjutnya dilakukan analisis sedimentasi menggunakan software HEC-RAS berdasarkan pada Persamaan Ackers – White, Meyer – Peter Müller, dan Wilcock. Hasil dari simulasi menunjukkan bahwa Persamaan Meyer – Peter Müller dan Wilcock memberikan kesesuaian yang lebih baik dengan kondisi di lapangan daripada Persamaan Ackers - White, dimana pada tampang 3 (hulu) terjadi erosi, sedangkan pada tampang 2 (tengah) dan tampang 1 (hilir) mengalami deposisi. Adanya proses deposisi yang signifikan di mulut sungai mengindikasikan perlunya pengerukan untuk pemeliharaan (maintenance dredging) secara periodik yang seharusnya mendapat perhatian dari pihak pengelola pelabuhan.
Reduksi Dimensi Saluran Drainase Akibat Keberadaan Sumur Resapan Pada Jaringan Drainase Maguwoharjo – Wedomartani, Sleman, Yogyakarta Sanidhya Nika Purnomo
Dinamika Rekayasa Vol 9, No 1 (2013): Dinamika Rekayasa - Februari 2013
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2013.9.1.95

Abstract

Land use in development area has to be followed by an integrated management of drainage environtment. The concept of drainage design that quickly remove the water from the area only able to reduce the flood, but unable to preserve groundwater. It is necessary to concept the drainage design in environtment perception as an effort to preserve groundwater. One of the effort to handling the drainage in environtment perception is the use of recharge well adjacent to the drainage channel. The result of this research showed that the run off discharge prior to recharge wells can reach 8 m3/s on residential area, and in average 3 m3/s on wetland and upland area. After the recharge well, the run off discharge capable reduce in average 30%, the drainage channel on residential area can reduce in 50%, and in average 30% on wetland and upland area.
Potensi Tenaga Listrik Dan Penggunaan Turbin Ulir Untuk Pembangkit Skala Kecil Di Saluran Irigasi Banjarcahyana Mohammad Anggara Setiarso; Wahyu Widiyanto; Sanidhya Nika Purnomo
Dinamika Rekayasa Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2017
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2017.13.1.155

Abstract

Potensi tenaga listrik mikrohidro tidak hanya terdapat di sungai namun juga terdapat di saluran irigasi. Berbeda dengan sungai, pada saluran irigasi umumnya tidak dijumpai beda elevasi yang besar. Sehingga pembangkit listrik mikrohidro pada saluran irigasi lebih mengandalkan debit aliran daripada beda elevasi untuk membangkitkan daya listrik. Studi ini bertujuan mencari potensi tenaga listrik dan menampilkan alternatif rancangan untuk pembangkit listrik skala kecil pada Saluran Irigasi Primer Banjarcahyana, Jawa Tengah. Potensi aliran saluran irigasi dihitung dari data saluran, selanjutnya dilakukan survei lokasi yang potensial untuk rumah pembangkit dan dirancang bangunan utama dan bangunan pelengkap. Turbin ulir dipilih karena kesesuaiannya untuk pembangkit di saluran dengan tinggi tenaga kecil. Survei lapangan menghasilkan titik potensial untuk rumah pembangkit adalah pada bangunan terjun berkode B.BC 14, yaitu bangunan (B) nomor 14 yang terletak di saluran induk Banjarcahyana (BC), sesuai tata nama pada jaringan irigasi tersebut. Pada lokasi terpilih tersebut, hasil analisis menunjukkan bahwa debit andalan untuk pembangkit adalah 5,67 m3/d dan daya teoritis yang dapat dibangkitkan sebesar 153,12 kW. Dimensi bangunan juga diperoleh dari hasil hitungan yang meliputi bangunan intake, saluran pembawa, bak penenang,saluran pengarah, turbin dan saluran pembuang. Turbin memiliki ukuran casing 1,25 m, jari-jari luar 0,51 m, jari-jari dalam 0,347 m, jarak pitch 1,02 m, sudut dalam dan luar berturut turut adalah 64,91° dan 72,33°
PENGARUH POLA AGIHAN HUJAN TERHADAP PROFIL MUKA AIR DI SUNGAI OPAK Sanidhya Nika Purnomo; Wahyu Widiyanto
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 2 No 2 (2014): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.156 KB) | DOI: 10.33019/fropil.v2i2.277

Abstract

Debit banjir merupakan dasar bagi perancangan sebuah bangunan air. Pada kondisi tertentu, perlu dilakukan analisis hidrograf satuan sintetik (HSS) menggunakan pola agihan hujan untuk mendapatkan debit banjir rancangan. Walaupun demikian belum banyak yang mengkaji pengaruh debit banjir rancangan sebuah metode HSS menggunakan pola agihan hujan tertentu terhadap profil muka air pada sebuah sungai. Pada penelitian ini dilakukan analisis debit rancangan menggunakan metode HSS Nakayasu berdasarkan pola agihan hujan Alternating Block Method (ABM) dan Tadashi Tanimoto. Hasil analisis debit banjir rancangan diverifikasi dengan rekaman data AWLR (Automatic Water Level Recorder) Karang Semut di Sungai Opak, kemudian dilakukan analisis hidraulika menggunakan software HEC-RAS versi 4.1, sehingga didapatkan profil muka air banjirnya. Hasil analisis hidrologi menunjukkan bahwa besar debit puncak banjir rancangan untuk kala ulang 25 tahun menggunakan metode HSS Nakayasu dengan pola agihan ABM adalah sebesar 1046 m3/det, sedangkan untuk pola agihan Tadashi Tanimoto adalah sebesar 558,76 m3/det. Berdasarkan analisis frekuensi, debit puncak dari rekaman AWLR Karang Semut untuk kala ulang 25 tahun adalah sebesar 242,04 m3/det. Hasil analisis hidraulika menunjukkan hasil simulasi elevasi muka air banjir berdasarkan pola agihan ABM lebih tinggi 2,4 m dibandingkan hasil simulasi elevasi muka air banjir berdasarkan rekaman data AWLR Karang Semut, sedangkan hasil simulasi elevasi muka air banjir berdasarkan pola agihan Tadashi Tanimoto lebih tinggi 1,18 m dibandingkan hasil simulasi elevasi muka air banjir berdasarkan rekaman data AWLR Karang Semut.
PENGARUH METODE PEMILIHAN DATA HUJAN PADA PERANCANGAN DEBIT BANJIR DI DAS SERAYU Sanidhya Nika Purnomo
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 18, No 1 (2017): Techno Volume 18 No 1, April 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v18i1.1452

Abstract

ABSTRAKProses perancangan bangunan pengendali banjir selalui diawali dengan analisis hidrologi untuk mengetahui debit banjir yang akan menjadi dasar besarnya dimensi bangunan pengendali banjir. Pada DAS yang tidak memiliki rekaman data AWLR atau debit, maka analisis hidrologi dilakukan dengan pengalihragaman data hujan menjadi data debit yang dimulai dengan memilih seri data hujan, dimana terdapat 2 metode pemilihan seri data hujan, yaitu Annual Maximum Series (AMS) dan Partial Duration Series (PDS). Pemilihanmetode seri data hujan untuk analisis debit banjir rancangan akan mempengaruhi desain bangunan pengendali banjir. Publikasi ini menampilkan pemilihan data hujan menggunakan metode pemilihan seri data hujan AMS dan PDS untuk studi kasus DAS Serayu. Data hujan yang digunakan adalah data hujan dari 41 stasiun hujan di dalam dan di sekitar DAS Serayu, dengan rekaman data dari tahun 1985 hingga 2014. Data hujan yang dipilih, kemudian lebih lanjut dianalisis dengan menggunakan analisis frekuensi sehingga didapatkan hujan rancangan untuk tiap kala ulang, dimana distribusi hujan yang terbaik berdasarkan analisis frekuensi adalah distribusi Log Pearson III. Hujan rancangan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk menghitung debit banjir menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis (HSS). HSS yang digunakan adalah HSS Nakayasu, ITB-1, dan ITB-2, untuk membandingkan debit banjir berdasarkan HSS yang paling sesuai dengan DAS Serayu. Debit banjir yang dihasilkan dari alih ragam data hujan, dibandingkan dengan rekaman debit bendung di bagian hilir Sungai Serayu. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemilihan data menggunakan metode AMS dengan HSS Nakayasu dan ITB-1 memberikan debit yang paling sesuai dengan rekaman data debit di bagian hilir Sungai Serayu.Kata kunci : Pemilihan Data Hujan, Annual Maximum Series, Partial Duration Series, Perancangan Debit Banjir. ABSTRACTThe design process of the flood control structure is initiated by hydrological analysis to determine the flood discharge that will be the basis of the dimension of the flood control structure. In watersheds that do not have AWLR or debit data records, the hydrological analysis is done by diversing the rain data into a debit data that begins by selecting a series of rain data, where there are 2 rainfall data selection methods, namely Annual Maximum Series (AMS) and Partial Duration Series (PDS). The selection of rainfall series data for flood discharge design analysis will affect the design of flood control structure. This publication features rainfall data selection using the AMS rainfall data selection method and PDS for Serayu watershed case study. The rain data used is rain data from 41 rain stations in and around the Serayu River Basin, with data recording from 1985 to 2014. The selected rainfall data, then further analyzed by using frequency analysis to get the design rain for each re-period, where the best rain distribution based on the frequency analysis is the Pearson Log III distribution. The design rain is then used as a basis for calculating flood discharge using Synthetic Unit Hydrograph (SUH). The SUH used areSUH Nakayasu, ITB-1, and ITB-2, to compare the flood discharge based on SUH that best suits the Serayu River Basin. The flood discharge resulting from the diversity of rain data, compared with the recording of the weir discharge at the lower part of the Serayu River. The results of the analysis shows that the selection of data using AMS method with HSS Nakayasu and ITB-1 provide the most suitable debit with the data recording of debit downstream of Serayu River.Key words : Annual Maximum Series, Partial Duration Series, Flood Discharge Design
Land Subsidence Potential Detection in Yogyakarta International Airport using Sentinel-1 Insar Data Bondan Galih Dewanto; Yanuar Haryanto; Sanidhya Nika Purnomo
Civil Engineering Dimension Vol. 23 No. 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.534 KB) | DOI: 10.9744/ced.23.2.91-99

Abstract

On January 27, 2017, the Indonesian Government started building a new international airport in Yogyakarta Province, named Yogyakarta International Airport (YIA) to replace Adisucipto International Airport. YIA is located near the beach, which means that an awareness of natural disasters, such as coastal flooding, is essential. One of the causes of sea water flooding is land subsidence phenomenon. This land subsidence phenomenon can be monitored by using Sentinel-1 Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) data. To monitor the crustal deformation, the data used in this research are from years 2016-2019. The data were processed through LiCSBAS software which is published by the COMET in the UK. In the processing scheme, interferograms with many unwrapping errors are detected and removed via loop closure. Reliable time series and velocities are extracted using several noise indices, with the help of masking. The results show the subsidence phenomenon in the YIA area (up to 25 mm).