Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Uji Stabilitas Penggunaan Buah Bit (Beta vulgaris L.) Terhadap Kualitas Pewarnaan Sediaan Direct Slide: Stability Test of the Use of Beet Fruit (Beta vulgaris L.) on the Coloring Quality of Direct Slide Preparations Wahyuni, Ismiy Noer; Sabban, Indra Fauzi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i4.2190

Abstract

Direct slide examination is an important laboratory method in the detection and identification of parasitic infections through the analysis of human fecal samples. The direct slide method is an examination of helminthic infections that occur in the digestive tract qualitatively, simply, quickly, easily and with a high degree of accuracy. The use of 2% eosin stain in this examination not only contributes to clearer identification but also affects the stability and quality of the stain. Research on the use of beets as a dye in direct faecal preparations is important to do to identify the potential of natural dyes to provide good coloring quality and maintain stability during the analysis process. This research is an experimental study designed to observe the potential of beets as direct slide staining with 5 treatments namely, beetroot juice, beetroot extract with ethanol, ethyl acetate, and methanol and 2% eosin as a comparison. The results showed that the color that emerged from pure beetroot extract had a better color than other solvents. Conclusion: From the results and discussion it can be concluded that beet juice has good potential to be used as a natural dye for direct slide preparations. Keywords:          Solvent, natural dyes, faeces, nematodes, betalain   Abstrak Pemeriksaan direct slide adalah metode laboratorium yang penting dalam deteksi dan identifikasi infeksi parasit melalui analisis sampel feses manusia. Metode direct slide merupakan pemeriksaan infeksi kecacingan yang terjadi pada saluran pencernaan secara kualitatif, sederhana, cepat, mudah dan tingkat akurasi hasil yang tinggi. Penggunaan pewarna eosin 2% dalam pemeriksaan ini tidak hanya berkontribusi pada identifikasi yang lebih jelas tetapi juga mempengaruhi stabilitas dan kualitas pewarnaan. Penelitian tentang penggunaan buah bit sebagai pewarna dalam sediaan direct feses penting dilakukan untuk mengidentifikasi potensi pewarna alami dalam memberikan kualitas pewarnaan yang baik serta menjaga stabilitasnya selama proses analisis. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dirancang untuk mengamati potensi buah bit sebagai pewarnaan direct slide dengan 5 perlakuan yaitu, perasan buah bit, ekstrak buah bit dengan pelarut etanol, etil asetat, dan metanol serta eosin 2% sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna yang muncul dari ekstrak murni buah bit memiliki warna yang lebih baik dibanding pelarut lainnya. Dari hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perasan buah bit memiliki potensi yang baik digunakan sebagai pewarna alami sediaan direct slide. Kata Kunci:         Pelarut, Pewarna alami, Feses, Nematoda, Betalain
PENYULUHAN KESEHATAN LANSIA Sabban, Indra Fauzi; Wahyuni, Ismiy Noer
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan penampilan fisik sebagai bagian dari proses penuaan pada umumnya, antara lain munculnya uban, kerutan wajah, berkurangnya ketajaman panca indera, dan menurunnya sistem kekebalan tubuh yang merupakan ancaman terhadap integritas lansia. Upaya promotif juga dapat dilakukan untuk lansia, keluarga dan masyarakat sekitarnya, meliputi penyuluhan tentang perilaku hidup sehat, nutrisi untuk lansia, teknik degeneratif termasuk katarak dan depresi. Upaya Pencegahan ini bertujuan untuk mencegah sedini mungkin terjadinya penyakit dan sakit kepala akibat strategi degeneratif. olah raga berupa deteksi dini dan pemantauan kebugaran lansia dapat dilakukan di kelompok lanjut usia (posyandu lanjut usia) atau fasilitas kesehatan masyarakat dengan menggunakan Kartu Sehat Lanjut Usia (KMS).