Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

BOTRIK (ECOBRICK BOTTLES): FROM PLASTIC TO AESTHETIC INNOVATION ECOBRIKS FOR SUSTAINABLE FIELD DECORATIONS: BOTRIK (BOTOL ECOBRIK): DARI PLASTIK JADI ESTETIK INOVASI ECOBRICK UNTUK HIASAN LAPANGAN YANG BERKELANJUTAN Arshy Prodyanatasari; Djembor Sugeng Walujo; Putu Daneswara Widodo; Sabrina Saskia Eka Nova; Rossita Rachmania; Firliandinurisma Serliana Pramesti
WISDOM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Wisdom Vol. 3 No. 1 (2026): JPKM WISDOM 5, 2026
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/wisdom.v3i1.127

Abstract

The accumulation of non-biodegradable plastic waste in Temporary Storage Sites (TPS) is a critical issue across various regions, including Wates Village, Kediri Regency. The actively operating TPS has not been optimized for advanced management of plastic waste, thereby posing a potential environmental pollution risk. This Community Service (PkM) program aims to address this problem by innovating BOTRIK (Ecobrick Bottles) as aesthetic, sustainable field decorations. The implementation method includes four stages: (1) licensing and coordination with stakeholders; (2) preparation of materials and tools; (3) execution, consisting of collection, sorting, washing, and ecobrick production; and (4) participatory evaluation. The program involved 23 KKN students, the village government, TPS managers, and local community members. As a result, over 55 kg of plastic waste was successfully processed into approximately 175 ecobricks, which were then assembled into two permanent field decoration units in floral and geometric shapes. The impacts achieved include a significant reduction in plastic waste volume at the TPS, increased community capacity in waste management, and the creation of new aesthetic value in public spaces. The BOTRIK program not only demonstrates the effectiveness of ecobricks as a community-based waste solution but also offers a replicable model for other regions. Program sustainability is recommended through the integration of village policies, the establishment of a dedicated waste bank, and the diversification of ecobrick products with economic value.  
Generasi Emas Bebas Narkoba: Strategi Preventif bagi Remaja di Era Modern Arshy Prodyanatasari; Djembor Sugeng Walujo; Ar-Raihan Yusuf Adhanny; Amanda Valentina Kusuma Ningrum; Citra Sari Devi; Dandi Setiawan; Putri Ramadani; I Gede Prema Sanatana Dharma
Journal of Community Research & Engagement Vol. 2 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60023/099vgr66

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh urgensi tingginya kerentanan remaja terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA di Kabupaten Kediri, khususnya di Kecamatan Wates, yang didukung oleh data kriminalitas setempat yang menunjukkan peningkatan kasus pada kelompok usia pelajar. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap kritis, serta melatih keterampilan praktis siswa SMPN 1 Wates dalam mencegah dan menolak penyalahgunaan NAPZA. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan interaktif dan partisipatif, yang terdiri dari empat komponen utama: (1) ceramah disertai diskusi, (2) simulasi keterampilan menolak (refusal skills), (3) diskusi kelompok terpumpun, dan (4) pembuatan komitmen bersama. Kegiatan ini menyasar 40 siswa kelas VII-IX SMPN 1 Wates dan dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2025 di aula sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, dimana nilai rata-rata pretes sebesar 46,25 meningkat drastis menjadi 99,75 pada postes, yang menunjukkan efektivitas metode yang diterapkan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan edukasi yang interaktif, praktis, dan melibatkan partisipasi aktif peserta terbukti mampu menanamkan pemahaman mendalam serta membangun kepercayaan diri dan komitmen peserta untuk menjauhi NAPZA. Untuk menjaga keberlanjutan, direkomendasikan integrasi materi pencegahan NAPZA ke dalam kurikulum sekolah, pembentukan dan pelatihan kader peer educator, serta kolaborasi strategis dengan orang tua dan instansi terkait seperti BNN dan Puskesmas.