Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL KESIAPAN SEKOLAH ANAK MEMASUKI SEKOLAH DASAR Rahmawati, Anayanti; Tairas, Mareyke Maritje Wagey; Nawangsari, Nur Ainy Fardana
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 12 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 12 Nomor 2 November 2018
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.731 KB) | DOI: 10.21009/JPUD.122.01

Abstract

ABSTRAK School readiness is children’s readiness to enter elementary school. School readiness is needed so that children can attend all school activities in elementary school well. This study aims to determine the condition of school readiness owned by children before entering elementary school. Method used in this research is survey. Data analysis was carried out descriptively by comparing the average score of each dimension in school readiness. Results show that the average score from the highest to the lowest in the dimension of school readiness are academic knowledge, dimension, physical health and motor development dimension, basic thinking skills dimension, self-discipline dimension, social emotional maturity dimension, and communication skills dimension. Achievement of the average score in cognitive dimensions (academic knowledge and basic thinking skills dimension) and physical health and motor development dimension are higher than non-cognitive dimensions (self-discipline, social emotional maturity and communication skills dimension). This condition needs to get attention because the realization of school readiness is a combination of all dimensions in school readiness. The low in one of these dimension will affect to the overall of school readiness’s quality. Keywords: School readiness, Children, Entering elementary school Kesiapan sekolah merupakan kesiapan anak untuk masuk Sekolah Dasar (SD). Kesiapan sekolah diperlukan agar anak dapat mengikuti semua kegiatan sekolah di SD dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesiapan sekolah yang dimiliki oleh anak sebelum memasuki SD. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan nilai rata-rata setiap dimensi dalam kesiapan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari tertinggi ke terendah dalam dimensi kesiapan sekolah adalah dimensi pengetahuan akademis, dimensi kesehatan fisik dan perkembangan motorik, dimensi ketrampilan berpikir dasar, dimensi disiplin diri, dimensi kematangan sosial emosional dan dimensi kemampuan berkomunikasi. Capaian nilai rata-rata dimensi kognitif (dimensi pengetahuan akademis dan ketrampilan berpikir dasar) dan dimensi kesehatan fisik dan perkembangan motorik lebih tinggi jika dibandingkan dengan capaian nilai rata-rata dimensi non kognitif (dimensi disiplin diri, kematangan sosial emosional dan kemampuan berkomunikasi).. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian karena terwujudnya kesiapan sekolah merupakan perpaduan antara semua dimensi dalam kesiapan sekolah. Rendahya salah satu dimensi akan mempengaruhi kualitas kesiapan sekolah secara keseluruhan. Kata Kunci: Kesiapan Sekolah, Anak, Masuk Sekolah Dasar
Implementasi Manajemen Kurikulum pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Rasmani, Upik Elok Endang; Rahmawati, Anayanti; Palupi, Warananingtyas; Jumiatmoko, Jumiatmoko; Zuhro, Nurul Shofiatin; Fitrianingtyas, Anjar
International Journal of Community Service Learning Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v5i3.38216

Abstract

Kualitas layanan program pendidikan anak usia dini (PAUD) menunjang keberhasilan peserta didik.  Kurangnya pemahaman pendidik mengenai pengelolaan manajemen PAUD terutama manajemen kurikulum menjadi hambatan dalam peningkatan kualitas layanan PAUD. Manajemen kurikulum sangatlah penting karena manajemen ini menentukan bahan ajar yang disesuaikan dengan aspek perkembangan anak dalam rangka mencapai tumbuh kembang yang optimal dengan pembelajaran yang efektif dan efisien. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi terkait pelaksanaan dan penataan manajemen kurikulum PAUD agar lebih terarah dan berkembang lebih optimal di lembaga PAUD. Sampel pengabdian adalah TK Aulia Surakarta. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan berjalan dengan baik meskipun terkendala oleh pandemi, dan peningkatan pemahaman dan pelaksanaan manajemen kurikulum PAUD lebih terarah dan berkembang optimal.
Pendampingan Kegiatan Bermain Ramah Anak untuk Kader POS PAUD Rahma Pudyaningtyas, Adriani; Rahmawati, Anayanti; Kusuma Dewi, Nurul; Palupi, Warananingtyas; Munif Syamsuddin, Muhammad; Sholeha, Vera
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.958

Abstract

Bermain merupakan hak dasar anak yang harus dipenuhi oleh pendidik, dalam hal ini kader Pos PAUD. Bermain tidak hanya sekedar bermain, melalui kegiatan bermain aspek-aspek perkembangan anak akan dikembangkan. Namun dalam pelaksanaannya kader masih belum memiliki kecakapan pengetahuan dan keterampilan untuk mengajar anak usia dini. Hal ini berakibat pada pengembangan kegiatan bermain bagi anak yang belum bervariasi. Kader hanya bergantung pada majalah dan Lembar Kerja Anak (LKA) sehingga terbatas dalam melakukan pengembangan kegiatan bermain. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membekali kader Pos PAUD di Kecamatan Nogosari tentang prinsip dasar mengajar untuk anak usia dini, prinsip dasar bermain dan permainan untuk anak usia dini, serta PAUD ramah anak. Metode yang digunakan ialah Participatory Action Research (PAR), yaitu strategi penelitian yang menekankan pentingnya pengetahuan berbasis pengalaman dalam mengatasi masalah dan mengimplementasikan solusi alternatif. Hasil dari pendampingan kegiatan ini adalah kader Pos PAUD dapat merencanakan kegiatan bermain yang bervariasi dan inovatif, melaksanakan rencana yang telah dibuat, dan melakukan pengembangan. Prinsip ramah anak menjadi landasan utama dalam melaksanakan kegiatan bermain di Pos PAUD.
Pengaruh Penggunaan Media Games Interaktif dalam Pembelajaran Sains untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Rahmawati, Anayanti; Setoresmi, Anugrah Sari; Malau, Berliana; Novitasari, Danella Ayu; Sari Munawaroh, Febry Ratna; -, Galuh
PG-PAUD Trunojoyo Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v11i1.24671

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak melalui penggunaan media permainan interaktif dalam pembelajaran sains. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis Mctaggart. Penelitian ini melibatkan 12 anak TK Angkasa LANUD Adi Soemarmo yang berusia antara lima sampai dengan enam tahun. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi untuk menggali data dan terdiri dari empat tahap dalam setiap siklusnya. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis anak di TK Angkasa Lanud Adi Soemarmo dapat meningkat dengan penggunaan media games interaktif dalam pembelajaran sains. Pada Siklus 1 anak menunjukkan kemampuan berpikir sangat baik. Namun, mereka masih perlu adanya peningkatan dalam aspek "Membandingkan ukuran benda-benda langit" dan "Menyusun letak bumi, bulan, dan matahari berdasarkan posisi". Pada Siklus II dan III anak menunjukkan peningkatan kemampuan sebanyak 44.26% dan 18.18% dalam kategori BSH dan BSB dibeberapa aspek, seperti "Mengklasifikasikan benda langit berdasarkan fungsi dan perbedaannya", "Membandingkan ukuran benda-benda langit", dan "Memprediksi suatu peristiwa yang disebabkan oleh benda langit". Data ini menunjukkan bahwa anak-anak memahami konsep-konsep dasar tentang benda langit dengan baik dan mampu menggunakan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan media permainan interaktif dalam pembelajaran sains, temuan penelitian ini membantu mengatasi masalah tentang kemampuan berpikir kritis anak usia dini.
Kesiapan Orang Tua Mendampingi Anak Menjalani Masa Transisi Menuju Sekolah Dasar Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Rahmawati, Anayanti; Palupi, Warananingtyas; Syamsuddin, Muhammad Munif
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 1 (2025): January-April 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i1.815

Abstract

Anak berpindah dari TK ke SD pada usia 6-7 tahun. Menjalani masa transisi tidak hanya membutuhkan kesiapan anak, tetapi juga kesiapan orang tua. Kesiapan orang tua meliputi stimulasi, dukungan, dan sikap yang diberikan kepada anak, sehingga anak siap bersekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan orang tua mendampingi anak menuju SD. Penelitian dilaksanakan di Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak berusia 5-6 tahun sejumlah 353 orang. Kesiapan orang tua diukur dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan orang tua cukup siap dalam mendampingi anak menuju SD. Orang tua memberikan stimulasi, dukungan, dan sikap yang cukup baik bagi anak. Namun, stimulasi dan dukungan yang diberikan oleh orang tua dalam hal membacakan buku cerita kepada anak masih tergolong rendah. Penting bagi orang tua untuk dapat terlibat aktif dalam kegiatan membaca bersama dengan anak, sehingga kesiapan literasi pada anak dapat berkembang dengan lebih baik.
Implementasi Manajemen Kurikulum pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Rasmani, Upik Elok Endang; Rahmawati, Anayanti; Palupi, Warananingtyas; Jumiatmoko, Jumiatmoko; Zuhro, Nurul Shofiatin; Fitrianingtyas, Anjar
International Journal of Community Service Learning Vol. 5 No. 3 (2021): August 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.127 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v5i3.38216

Abstract

Kualitas layanan program pendidikan anak usia dini (PAUD) menunjang keberhasilan peserta didik. Kurangnya pemahaman pendidik mengenai pengelolaan manajemen PAUD terutama manajemen kurikulum menjadi hambatan dalam peningkatan kualitas layanan PAUD. Pengabdian dilakukan dengan tujuan untuk memberikan sosialisasi terkait pelaksanaan dan penataan manajemen kurikulum PAUD khususnya di TK. Manajemen kurikulum sangatlah penting karena manajemen ini menentukan bahan ajar yang disesuaikan dengan aspek perkembangan anak dalam rangka mencapai tumbuh kembang yang optimal dengan pembelajaran yang efektif dan efisien. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi terkait pelaksanaan dan penataan manajemen kurikulum PAUD agar lebih terarah dan berkembang lebih optimal di lembaga PAUD. Sampel pengabdian adalah TK. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan berjalan dengan baik meskipun terkendala oleh pandemi, guru TK lebih memahami pengelolaan dan penataan manajemen kurikulum PAUD sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan lebih otpimal secara efektif dan efisien. Luaran kegiatan pengabdian ini ialah adanya peningkatan pemahaman dan pelaksanaan manajemen kurikulum PAUD lebih terarah dan berkembang optimal.
Manajemen Soft skills Guru dalam Menguatkan Mutu Pembelajaran di PAUD Rasmani, Upik Elok Endang; Rahmawati, Anayanti; Palupi, Warananingtyas; Jumiatmoko, Jumiatmoko; Zuhro, Nurul Shofiatin; Fitrianingtyas, Anjar
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i2.1584

Abstract

Kualitas lembaga PAUD menjadi faktor kunci bagi kualitas pendidikan bagi anak usia dini. Guru memiliki posisi strategis bagi pencapaian lembaga PAUD yang bermutu. Guru yang ideal harus memiliki kapasitas hard skills dan soft skills yang mumpuni. Penelitian ini bertujuan memberikan penguatan atas kemampuan soft skills guru PAUD untuk mendorong peningkatkan kualitas lembaga PAUD. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan selama 7 bulan pada sebuah TK Swasta Unggulan di Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner. Partisipan yang bersedia terlibat dalam penelitian ini sebanyak 16 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama tercapainya kualitas lembaga PAUD berasal dari kompetensi soft skills guru, meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, maupun profesionalitas. Oleh karena itu, sangat diperlukannya manajemen soft skills bagi guru PAUD. Manajemen Soft Skills berdampak pada peningkatan kemampuan soft skills guru dan kualitas lembaga PAUD
Analisis Ketercapaian Pelaksanaan Kurikulum Ramah Anak di Lembaga PAUD Dewi, Nurul Kusuma; Rahmawati, Anayanti; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Palupi, Warananingtyas; Syamsudin, Muhammad Munif; Sholeha, Vera
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5546

Abstract

Tingginya kasus kekerasan pada anak menjadi masalah yang perlu dianalisis lebih mendalam. Jenis kekerasan pada anak sangat beragam mulai dari eksploitasi; trackfiking; kekerasan fisik, spikis, seksual, penelatantaran, dan sebagainya. Tujuan penelitian untuk menganalisis pelaksanaan kurikulum ramah anak di PAUD Kabupaten Sukoharjo. Penelitian menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, studi literatur, wawancara dengan FGD. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kurikulum merdeka menekankan kebebasan memilih kegiatan bermain sesuai minat dan bakat anak; perangkat pembelajaran secara adminidtratif belum memunculkan nilai ramah anak; pelaksanaan pembelajaran ramah anak atas peran guru sebagai fasilitator; media dan APE yang aman, mudah digunakan anak; materi pembelajaran sesuai perkembangan anak; ragam kegiatan sudah tidak bias gender dan nondiskriminasi belum sepenuhnya terpenuhi; Penilaian dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, unjukerja secara objektif dan deskriptif terhadap setiap capaian perkembangan anak. Hasil penelitian dapat menjadi panduan guru dalam membuat perencanaan, melakasanakan, dan menilai pembelajaran ramah anak di kurikulum merdeka.
Dukungan Orang Tua Berbasis Lingkungan Bermain di Rumah dan Kesiapan Anak Masuk Sekolah Dasar Adriani Rahma Pudyaningtyas; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Rahmawati, Anayanti; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Palupi, Warananingtyas; Sutapa, Panggung
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 1 Periode Desember - Februari 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i1.3013

Abstract

Studi ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara dukungan orang tua berbasis lingkungan bermain di rumah dengan kesiapan anak memasuki sekolah dasar (SD). Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya masa transisi anak dari pendidikan anak usia dini ke pendidikan dasar yang menuntut kesiapan sosial-emosional, kognitif, dan regulasi diri yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 102 orang tua yang memiliki anak usia 5–6 tahun. Instrumen penelitian terdiri dari dua kuesioner, yaitu dukungan yang diberikan oleh orang tua dalam penyediaan lingkungan bermain di rumah dan kesiapan anak masuk SD. Analisis data dilakukan dengan menggunakan korelasi pearson. Hasil korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan orang tua dengan kesiapan anak masuk sekolah dasar (r = 0,791; p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan orang tua yang tinggi dalam menciptakan lingkungan bermain yang edukatif, aman, dan interaktif berhubungan dengan tingginya tingkat kesiapan anak untuk memasuki jenjang SD. Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam memberikan stimulasi bermain yang bermakna sebagai fondasi bagi kesiapan belajar anak di tahap pendidikan selanjutnya.
School Adjustment in Early Childhood Rahmawati, Anayanti; Palupi, Warananingtyas; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Syamsuddin, Muhammad Munif
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 20 Number 1 April 2026
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpud.v20i1.54075

Abstract

School adjustment is a condition that reflects the extent to which a child feels comfortable, interested, involved, and thriving in the school environment. Children need to have school adjustment since preschool because school adjustment significantly supports children's academic and social development in the future. This study aims to determine the condition of school adjustment possessed by kindergarten children. This study uses a quantitative approach with a survey method. The research sample consisted of 266 children. The sampling technique used was cluster random sampling. Data collection is based on teacher reports using the adaptation of the Short-Form Teacher Rating Scale of School Adjustment (Short-Form TRSSA).  Data analysis used SPSS descriptive statistics. Result analyses show that a majority of school adjustment achievements that children can achieve are at the ability and skill level, not yet at the competence level. This condition indicates that the majority of children still need help. There are still a few children who already have the competence to do tasks independently without help. In general, there is almost no difference in school adjustment achievements between boys and girls, which means that boys and girls have a relatively similar level of mastery of school adjustment. The study's conclusion shows that most school adjustment achievements in children are not optimal. Efforts are needed to improve school adjustment because it is the foundation for children to adjust to school. When children have been able to adjust well to school, school achievement will be easier to achieve optimally.
Co-Authors -, Galuh A'yun, Anisa Rosilawati Qurotul Adriani Rahma Pudyaningtyas Adriani Rahma Pudyaningtyas, Adriani Rahma Agustin, Ika Wahyu Aini, Syifa Ainun Nur Cahyani, Agnes Dhear Nur Estikhomah, Emmi Fadhila, Candeni Laila Firmansyah, Hamka Fitrianingtyas, Anjar Galuh, Galuh Hapsari, Pudagiwa Nur Fitri Harjanti, Sinta Dwi Hidayah, Dilla Nailil Indrawan, Aulia Fadhilah jumiatmoko jumiatmoko K.P., Alyana Suciparasati Khasanah, Farida Nur Kusumawati, Nyla Arum Kusumawati, Wingga Malau, Berliana Muhammad Munif Syamsuddin Muhammad Munif Syamsudin, Muhammad Munif Munawaroh, Febry Ratna Sari Munif Syamsuddin, Muhammad Mutsana, Anti Nafisatul Nawangsari, Nur Ainy Fardana Nihaya, Fina Ningrum, Indah Widiyastuti Novita Eka Nurjanah, Novita Eka Novitasari, Danella Ayu Nugraha Arif Karyanta Nugraheni, Anindya Nurhaliza, Ayuputri Ekka Nurul Kusuma Dewi, Nurul Nurul Kusuma Dewi, Nurul Kusuma Nurul Kusumadewi Oktaviana, Hanifah Dwi Pahlevi, Yarista Lis Panggung Sutapa Priyono, Felani Henrianti Puspitasari, Eva Febriana Rahma Pudyaningtyas, Adriani Rahmadani, Chairun Nisa Rahmasari, Anggita Dewi Rahmawati, Frisma Fani Ricardos, Glenn Webforges D. Riezky Maya Probosari Risqi, Vera Ruli Hafidah Salsabila, Aqila Tsabita Saputri, Felicia Rahma Sari Munawaroh, Febry Ratna Setiawan, Margaretha Jessica Winda Setiyaningrum, Dwi Setoresmi, Anugrah Sari Sholeha, Vera Siti Wahyuningsih Tairas, Mareyke Maritje Wagey Tri Winarni Upik Elok Endang Rasmani Usada Usada Warananingtyas Palupi Winarji, Bambang Wulandari, Ika Aprilia Zuhro, Novita Shofiatin Zuhro, Nurul Shofiatin