Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kesiapan Orang Tua Mendampingi Anak Menjalani Masa Transisi Menuju Sekolah Dasar Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Rahmawati, Anayanti; Palupi, Warananingtyas; Syamsuddin, Muhammad Munif
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 1 (2025): January-April 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i1.815

Abstract

Anak berpindah dari TK ke SD pada usia 6-7 tahun. Menjalani masa transisi tidak hanya membutuhkan kesiapan anak, tetapi juga kesiapan orang tua. Kesiapan orang tua meliputi stimulasi, dukungan, dan sikap yang diberikan kepada anak, sehingga anak siap bersekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan orang tua mendampingi anak menuju SD. Penelitian dilaksanakan di Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak berusia 5-6 tahun sejumlah 353 orang. Kesiapan orang tua diukur dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan orang tua cukup siap dalam mendampingi anak menuju SD. Orang tua memberikan stimulasi, dukungan, dan sikap yang cukup baik bagi anak. Namun, stimulasi dan dukungan yang diberikan oleh orang tua dalam hal membacakan buku cerita kepada anak masih tergolong rendah. Penting bagi orang tua untuk dapat terlibat aktif dalam kegiatan membaca bersama dengan anak, sehingga kesiapan literasi pada anak dapat berkembang dengan lebih baik.
PELATIHAN MEDIA DIGITAL WHITEBOARD ANIMATION PADA GURU PAUD DALAM MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Nurjanah, Novita Eka; Rasmani, Upik Elok Endang; Syamsuddin, Muhammad Munif; Zuhro, Nurul Shofiatin; Fitrianingtyas, Anjar
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v3i2.14014

Abstract

Abstrak  Pendidikan saat ini berada di era revolusi industri 4.0. Maka dari itu, pendidikan dituntut untuk selalu berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pondasi pendidikan harus bersiap dan berinovasi untuk menghadapi perkembangan zaman. Salah satu media pembelajaran digital yang efektif diterapkan di PAUD adalah whiteboard animation. Guru dapat menyampaikan materi pembelajaran kepada anak usia dini secara jelas sesuai dengan tema dan materi yang sedang berjalan melalui whiteboard animation. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan ketrampilan guru PAUD dalam pembuatan media pembelajaran digital untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Pengabdian ini dilaksanakan di TK LKMD Marsudisiwi dan TK Siwi Peni, Gugus 2 Bougenville, Kecamatan Laweyan, Surakarta. Materi yang disampaikan dalam pengabdian ini, terdiri dari: 1) pemberian materi media pembelajaran digital berbasis whiteboard animation, 2) workshop media pembelajaran digital berbasis whiteboard animation, 3) simulasi kelompok kecil pendampingan pembuatan media pembelajaran digital berbasis whiteboard animation, 4) implementasi whiteboard animation dalam pembelajaran daring sesuai tema berjalan, dan 5) evaluasi dan rencana tindak lanjut. Kegiatan ini berlangsung dengan memadukan berbagai metode, yaitu metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik langsung. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam jaringan (daring)/ online melalui zoom meeting dan whatsapp group. Hasil kegiatan ini, semua peserta dapat membuat media pembelajaran digital whiteboard animation sesuai dengan tema dan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Kata kunci: media pembelajaran digital; whiteboard animation; guru PAUD
School Adjustment in Early Childhood Rahmawati, Anayanti; Palupi, Warananingtyas; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Syamsuddin, Muhammad Munif
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 20 Number 1 April 2026
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpud.v20i1.54075

Abstract

School adjustment is a condition that reflects the extent to which a child feels comfortable, interested, involved, and thriving in the school environment. Children need to have school adjustment since preschool because school adjustment significantly supports children's academic and social development in the future. This study aims to determine the condition of school adjustment possessed by kindergarten children. This study uses a quantitative approach with a survey method. The research sample consisted of 266 children. The sampling technique used was cluster random sampling. Data collection is based on teacher reports using the adaptation of the Short-Form Teacher Rating Scale of School Adjustment (Short-Form TRSSA).  Data analysis used SPSS descriptive statistics. Result analyses show that a majority of school adjustment achievements that children can achieve are at the ability and skill level, not yet at the competence level. This condition indicates that the majority of children still need help. There are still a few children who already have the competence to do tasks independently without help. In general, there is almost no difference in school adjustment achievements between boys and girls, which means that boys and girls have a relatively similar level of mastery of school adjustment. The study's conclusion shows that most school adjustment achievements in children are not optimal. Efforts are needed to improve school adjustment because it is the foundation for children to adjust to school. When children have been able to adjust well to school, school achievement will be easier to achieve optimally.
EFEKTIVITAS METODE TOKEN ECONOMY TERHADAP PERILAKU ASERTIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Rahmadani, Chairun Nisa; Rahmawati, Anayanti; Syamsuddin, Muhammad Munif
Kumara Cendekia Vol 11, No 2 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i2.64978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan metode token economy terhadap perilaku asertif anak usia 5-6 tahun. Perilaku asertif merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan diri anak serta memiliki potensi untuk membantu anak menyesuaikan diri di lingkungan dengan baik. Nilai perilaku pada rentang usia 5 - 6 tahun dapat diterima anak berdasarkan konsekuensi yang didapat. Penguat ekstrinsik yang membantu dalam penciptaan perilaku yakni melalui penggunaan hadiah. Token economy merupakan metode modifikasi perilaku yang memanfaatkan hadiah sebagai konsekuensi yang akan didapat. Hadiah adalah sesuatu yang dapat memotivasi anak untuk terlibat dalam perilaku yang ditargetkan. Populasi penelitian ini adalah anak kelompok B TK ABA Karangasem yang berusia 5 – 6 tahun dengan total keseluruhan 54 anak, sedangkan jumlah sampel penelitian sebanyak 19 anak. Penelitian ini dilakukan pada anak usia 5 - 6 tahun menggunakan teknik probability sampling dengan pengambilan sampel secara random sederhana (simple random sampling). Metode yang digunakan yakni kuantitatif dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa behaviour ceklis dengan skala Guttman. Analisis data menggunakan uji sample paired t-test dan meghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, artinya metode token economy efektif terhadap pembentukan perilaku asertif pada anak usia 5 - 6 tahun. Penerapan metode token economy dapat membuat anak untuk lebih tertarik berperilaku asertif karena mendapatkan imbalan yang diinginkan, sehingga perilaku asertif yang diinginkan dapat segera terbentuk sebagai perilaku positif dan melekat pada diri anak.
SELF-AWARENESS SEBAGAI PREDIKTOR PERILAKU TANGGUNG JAWAB PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Agustin, Dian Pertiwi; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Syamsuddin, Muhammad Munif
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i3.95847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-awareness dengan perilaku tanggung jawab anak usia 5-6 tahun dan untuk mengetahui prediktor bagi perilaku tanggung jawab pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif noneksperimen yang menggunakan analisis regresi linear sederhana. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 anak usia 5-6 tahun yang berasal dari dua TK di daerah Kartasura yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner/angket untuk kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu variabel self-awareness akan menyebabkan kenaikan variabel perilaku tanggung jawab sebesar 0,681. Sumbangan efektif prediktor self-awareness terhadap perilaku tanggung jawab sebesar 69,6% dan sisanya 30,4% dari faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil uji hipotesis dapat diputuskan bahwa hipotesis H0 ditolak dan hipotesis H1 diterima yang berbunyi “self-awareness memiliki hubungan dengan perilaku tanggung jawab anak usia 5-6 tahun dan dapat dijadikan sebagai prediktor perilaku tanggung jawab anak usia 5-6 tahun”. Self-awareness dapat memprediksi munculnya tanggung jawab, sehingga diperlukan upaya dalam menstimulasi self-awareness agar perilaku tanggung jawab pada anak sejak usia dini dapat meningkat.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN EMOTION DIARY SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PADA ANAK Tito, Hanna Theodora; Syamsuddin, Muhammad Munif; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i1.69216

Abstract

Emosi merupakan pusat dalam kehidupan manusia. Sejak usia dini anak-anak sudah menunjukkan berbagai emosi dalam situasi sosial melalui pesan non verbal (misalnya menangis, berteriak, memukul). Untuk mengelola emosi yang kuat ini, anak-anak perlu belajar bagaimana mengatur emosi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada kemampuan regulasi emosi anak sebelum dan sesudah menggunakan emotion diary. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental. Penelitian eksperimental ini mengikuti one group pre-test post-test design dengan partisipasi dua puluh dua siswa TK usia 4-5 tahun. Regulasi emosi anak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (ρ ≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotion diary cukup efektif untuk 2 siswa, kurang efektif untuk 12 siswa, dan tidak efektif untuk 8 siswa. Selain itu skor n-gain dalam penelitian ini mencapai 41,99 yang berarti emotion diary mampu meningkatkan regulasi emosi anak dalam kategori sedang. Hal ini mengindikasikan penggunaan emotion diary memiliki banyak manfaat yang dapat meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada anak usia 4-5 tahun. Maka penting bagi pelaku pendidikan di bidang anak usia dini untuk mendukung dan membantu anak dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi mereka.
Keterlibatan Orang Tua dalam Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini Ramah Anak di Gugus Budi Mulia II Sukoharjo Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Rahmawati, Anayanti; Hafidah, Ruli; Palupi, Warananingtyas; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Syamsuddin, Muhammad Munif
DEDIKASI: Community Service Reports Vol 5, No 1 (2023): DEDIKASI: Community Service Report - January
Publisher : FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/dedikasi.v5i1.67052

Abstract

Child-Friendly Schools (SRA) prioritize children's rights in learning to actualize individuals who need to be educated with good treatment. The SRA concept is intended to create a safe and enjoyable learning atmosphere at all levels of education, including early childhood education. A comfortable learning atmosphere for students positively impacts physical and psychological well-being, which leads to optimal developmental tasks. There are six components in the implementation of child-friendly PAUD, namely 1)policy, 2)curriculum implementation, 3)educators and education staff, 4)infrastructure, 5)child participation, and 6)parent and community participation. The group needs help realizing child-friendly PAUD, one of which is that the activity programs carried out by these PAUD institutions must meet the SRA indicators. The activity program in question is more specifically an effort to involve parents in realizing SRA. Parenting activities that have been carried out so far have yet to be in harmony with the activities carried out by schools, especially in fulfilling children's rights. Therefore it takes school principals' and teachers' knowledge and skills to design parenting activity programs aligned with school activities to realize SRA. This community service aims to carry out training in preparing parenting activity programs. The method for implementing this activity program consists of five stages, namely: 1)analysis of problems in partner institutions; 2)socialization (brainstorming and equalization of perceptions); 3)workshops; 4)assisting the implementation of child-friendly PAUD activity programs; 5)evaluation.
PENGARUH KEGIATAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN COLOR BY NUMBERS TERHADAP KECERDASAN VISUAL SPASIAL ANAK Aviari, Chindy Laurenza; Syamsuddin, Muhammad Munif; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Early Childhood Education and Development Journal Vol 4, No 2 (2022): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v4i2.101479

Abstract

Color by numbers adalah kegiatan belajar dan bermain dengan cara memberi warna pada setiap bagian sesuai dengan angka yang sudah diatur. Media yang digunakan dalam memberi warna tidak hanya menggunakan alat pewarna seperti pensil warna atau krayon, tetapi juga dapat menggunakan alat yang menghasilkan warna lainnya seperti kertas origami, cat warna, sedotan warna, pasir warna, dan masih banyak lagi. Kegiatan pembelajaran ini dapat memberi pengaruh dalam peningkatan kecerdasan visual spasial anak usia dini. Kecerdasan visual spasial adalah proses anak dalam berpikir melalui imajinasi visual seperti gambar, bentuk, dan warna yang kemudian diolah dan ditampilkan kembali dalam bentuk gambar untuk menyelesaikan masalah. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu adakah pengaruh dari kegiatan pembelajaran yang menggunakan color by numbers terhadap kecerdasan visual spasial anak. Penelitian menggunakan within-subject design dengan sampel sebanyak 22 anak di kelompok B. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dengan cara memberi nilai melalui checklist. Peneliti dalam melakukan uji hipotesis menggunakan paired sample t-test serta uji prasyarat normalitas dan homogenitas. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa adanya pengaruh yang signifikan dalam kegiatan pembelajaran menggunakan color by numbers terhadap kecerdasan visual spasial dengan nilai rata-rata pretest 61,5 dan posttest 79,2, sedangkan untuk hasil hipotesis menunjukan signifikan p < 0,05. Peningkatan kecerdasan visual spasial ini ditunjukan ketika anak mampu membedakan jenis-jenis warna, mengenal angka, mengurutkan angka, mengaplikasikan warna, memberi warna sesuai dengan urutan nomor, memberi warna dengan rapi, menebak gambar, dan menyelesaikan gambar. Oleh karena itu hipotesis dapat diterima dan penelitian dapat dikatakan berhasil.
EFEKTIVITAS INTERVENSI FUNDAMENTAL MOTOR SKILL (FMS) TERHADAP KOMPETENSI MOTORIK ANAK USIA DINI Udl-hiyah, Nurul Aulia Lailatul; Palupi, Warananingtyas; Syamsuddin, Muhammad Munif
Early Childhood Education and Development Journal Vol 1, No 3 (2019): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v1i3.101487

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan mengetahui efektivitas intervensi Fundamental Motor Skill (FMS) terhadap peningkatan kompetensi motorik anak usia 5-6 tahun. Sampel yang digunakan berjumlah 26 anak kelompok B di RA Riyadhus Sholihin yang dipilih secara non-probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan unjuk kerja, observasi dan dokumentasi yang mengukur tingkat kompetensi motorik anak usia 5-6 tahun. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan statistik parametrik Uji T dengan paired t-test untuk mengetahui perbandingan hasil dari sebelum (pretest) dan sesudah (posttest). Temuan penelitian menunjukkan terjadi peningkatan rata rata nilai pretest dan posttest kompetensi motorik anak setelah pemberian treatment intervensi Fundamental Motor Skill (FMS). Treatment Intervensi Fundamental Motor Skill (FMS) mengakibatkan peningkatan kompetensi motorik anak yang dibuktikan dari peningkatan hasil rerata nilai posttest dibandingkan nilai pretest. Pretest memperoleh nilai rata rata sebesar 57,12 dan meningkat menjadi 73,73 ketika posttest. Uji hipotesis menunjukkan intervensi Fundamental Motor Skill (FMS) efektif dalam peningkatan kompetensi motorik anak usia 5-6 tahun diterima karena memiliki nilai signifikansi ≤ 0,05. Implikasinya intervensi Fundamental Motor Skill (FMS) membantu anak usia 5-6 tahun untuk meningkatkan kompetensi motorik.
EFEKTIVITAS MEDIA SCRATCHJR TERHADAP HIGHER ORDER THINKING SKILLS ANAK USIA DINI Choirunnisa, Choirunnisa; Syamsuddin, Muhammad Munif; Sholeha, Vera
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 2 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i2.102361

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ScratchJr terhadap higher order thinking skills anak usia dini pada keluarga yang bekerja sebagai pegawai swasta. Subjek yang dilibatkan pada penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun (N=9) yang memiliki orang tua yang bekerja sebagai pegawai swasta. Pengukuran efektivitas pada penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali kepada anak sebelum dan sesudah dilaksanakan pelatihan, sedangkan pelatihan diberikan kepada guru dalam satu sesi dan anak  dalam enam sesi. Hasil analisis data dengan uji paired sample t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penelitian atau dapat dikatakan bahwa ScratchJr mampu memberikan pengaruh berupa peningkatan higher order thinking skills anak usia 5-6 tahun pada keluarga yang bekerja sebagai pegawai swasta. Sehingga dapat bahwa adanya efektivitas ScratchJr terhadap higher order thinking skills anak usia 5-6 tahun pada keluarga yang bekerja sebagai pegawai swasta. Efektivitas aplikasi ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan higher order thinking skills pada domain menganalisis (C4) dengan indikator membedakan, mengorganisir, dan menghubungkan. Domain mengevaluasi (C5) dengan indikator memeriksa dan menilai, serta pada domain menciptakan (C6) dengan indikator menghasilkan, merencanakan, dan memproduksi.