Articles
Peningkatan Kesadaran Konservasi Perilaku Peduli Lingkungan bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan
Anggoro, Ayub Budhi;
Khumaedi, Muhammad;
Sudiyono, Sudiyono
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/rekayasa.v17i1.21429
Sampah merupakan ancaman bagi kelangsungan lingkungan hidup manusia dan makhluk lainnya. Sampah jika tidak ditangani akan menjadi bencana. Indonesia merupakan negara penghasil sampah terbesar kedua di dunia setelah China. Sampah tidak hanya merusak daratan tetapi juga lautan. 80% sampah di laut berasal daratan. Pertumbuhan populasi penduduk, perubahan pola konsumsi, dan ketidakpedulian terhadap lingkungan merupakan faktor-faktor penumpukan sampah. Faktor-faktor tersebut disebabkan karena kurangnya kesadaran konservasi dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konservasi dan perilaku peduli lingkungan hidup siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengabdian dilakukan dengan sosialisasi UU No.18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Sosialisasi dilaksanakan dengan metode ceramah. Evaluasi dilakukan dengan memberikan angket sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi. Hasil pengabdian menunjukkan signifikansi sebesar 0,000 yaitu kurang dari taraf signifikansi (α) sebesar 0,05. Hasil tersebut berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kesadaran konservasi dan perilaku peduli lingkungan hidup sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi. Tabel t menunjukkan t hitung bernilai negatif, yaitu -8,224 yang berarti rata-rata sebelum lebih rendah dibandingkan setelah dilaksanakan sosialisasi.Garbage is a challenge for humanity. Waste if not planned will be a disaster. Indonesia is the biggest waste producing country in the world after China. Garbage does not only damage land but also the ocean. 80% of waste in the sea is allocated to land. Regarding population, changes in consumption patterns, and environmental indifference are factors in waste collection. Concerning factors due to lack of awareness and concern for the environment. Vocational High School (SMK). The dedication was carried out with the socialization of Law No.18 of 2008 concerning waste management. The socialization was carried out using the lecture method. Evaluation is done by giving a questionnaire before and do socialization. The result of dedication shows a significance of 0,000, which is less than the significance level (α) of 0.05. These results indicate a significant difference between awareness of the environment and life prior to socialization. Table t shows the t value is negative, which is -8,224 which means the average before is lower than after the socialization.
Analisis Persepsi Mahasiswa terhadap Keterampilan Teknis Era Revolusi Industri 4.0
Anggoro, Ayub Budhi;
Achmadi, Taofan Ali;
Rohmantoro, Didik;
Sari, Aritya Gusmala
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.28948
Era Revolusi Industri 4.0 (ERI 4.0) telah berdampak pada pergeseran keterampilan teknis yang diperlukan oleh para pekerja. Mahasiswa Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai calon pendidik dan tenaga kependidikan perlu dipersiapkan untuk memiliki keterampilan teknis yang relevan dengan era tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa mengenai keterampilan teknis yang paling dibutuhkan dalam ERI 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 (lima) besar keterampilan teknis yang paling dibutuhkan oleh mahasiswa secara berturut-turut adalah keterampilan penerapan dan penggunaan teknologi; keterampilan memahami proses digitalisasi; keterampilan merancang; keterampilan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK); serta keterampilan analisis dan pemrosesan data. Keterampilan-keterampilan teknis tersebut menunjukkan 5 (lima) besar yang paling dibutuhkan berdasarkan persepsi mahasiswa jurusan PKK, FT Unnes dengan persentase ³ 43 %. Skor mean hasil perhitungan menunjukkan ³ 5,16 yang berarti bahwa semua keterampilan teknis tersebut signifikan.
Analisis 10 Tingkat Soft Skills Yang Dibutuhkan Mahasiswa di Abad 21
Achmadi, Taofan Ali;
Anggoro, Ayub Budhi;
Irmayanti, Irmayanti;
Rahmatin, Lia Sari;
Anggriyani, Devi
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.29049
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa mengenai 10 soft skills teratas yang dibutuhkan di Abad 21. Penelitian ini merupakan penelitian survei menggunakan cross-sectional design. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga yang berjumlah 142 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil dalam penelitian ini mengidentifikasi 10 soft skills teratas yaitu: 1) Tanggung jawab social dan akuntabilitas; 2) Komunikasi; Etika professional; 3) Adaptasi; 4) Kolaborasi; 5) Kreatifitas dan inovasi; 6) Pemecahan masalah; 7) Kesadaran diri; 8) Berpikir kritis dan logis; dan 10) Toleransi keberagaman.
Kajian Awal Material Pembuat Toe Cap (Safety Shoes) menggunakan Metode Elemen Hingga
Firmansyah, Hendrix Noviyanto;
Anggoro, Ayub Budhi;
Safriana, Eni
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32497/jrm.v16i3.2955
Toe cap merupakan bagian utama dari safety shoes sebagai pelindung diri dari tertimpa benda saat bekerja. Beragam jenis material dapat digunakan dalam pembuatan toe cap asal memenuhi persyaratan salah satunya adalah mampu menahan beban tekan sebesar 15.000 N. Persyaratan yang lainnya adalah dapat menahan beban impak sebesar 200J. Pada penelitian ini dilakukan kajian mengenai jenis material apa saja yang cocok untuk dijadikan bahan pembuat toe cap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membuat model sederhana dalam perangkat lunak MSC Patran/nastran dan memasukkan material yang selanjutnya dilakukan analisa untuk mendapatkan parameter tegangan, masa dan defleksi toe cap. Material yang digunakan adalah steel, aluminum, carbon/epoxy, eglass epoxy, dan kevlar/epoxy. Analisa menunjukkan bahwa material steel memiliki kemampuan paling baik, namun memiliki berat yang paling besar juga. Selain steel kandidat yang aman lainnya adalah aluminum dan carbon/epoxy. Sedangkan material eglass/epoxy dan kevlar/epoxy menurut kriteria Tsai Wu terjadi kegagalan pada layer 5 &1. Berdasarkan pada nilai keamaan, masa dan defleksi, maka carbon/epoxy adalah pilihan yang terbaik.
Peningkatan Kesadaran Konservasi Perilaku Peduli Lingkungan bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan
Anggoro, Ayub Budhi;
Khumaedi, Muhammad;
Sudiyono, Sudiyono
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/rekayasa.v17i1.21429
Sampah merupakan ancaman bagi kelangsungan lingkungan hidup manusia dan makhluk lainnya. Sampah jika tidak ditangani akan menjadi bencana. Indonesia merupakan negara penghasil sampah terbesar kedua di dunia setelah China. Sampah tidak hanya merusak daratan tetapi juga lautan. 80% sampah di laut berasal daratan. Pertumbuhan populasi penduduk, perubahan pola konsumsi, dan ketidakpedulian terhadap lingkungan merupakan faktor-faktor penumpukan sampah. Faktor-faktor tersebut disebabkan karena kurangnya kesadaran konservasi dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konservasi dan perilaku peduli lingkungan hidup siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengabdian dilakukan dengan sosialisasi UU No.18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Sosialisasi dilaksanakan dengan metode ceramah. Evaluasi dilakukan dengan memberikan angket sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi. Hasil pengabdian menunjukkan signifikansi sebesar 0,000 yaitu kurang dari taraf signifikansi (α) sebesar 0,05. Hasil tersebut berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kesadaran konservasi dan perilaku peduli lingkungan hidup sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi. Tabel t menunjukkan t hitung bernilai negatif, yaitu -8,224 yang berarti rata-rata sebelum lebih rendah dibandingkan setelah dilaksanakan sosialisasi.Garbage is a challenge for humanity. Waste if not planned will be a disaster. Indonesia is the biggest waste producing country in the world after China. Garbage does not only damage land but also the ocean. 80% of waste in the sea is allocated to land. Regarding population, changes in consumption patterns, and environmental indifference are factors in waste collection. Concerning factors due to lack of awareness and concern for the environment. Vocational High School (SMK). The dedication was carried out with the socialization of Law No.18 of 2008 concerning waste management. The socialization was carried out using the lecture method. Evaluation is done by giving a questionnaire before and do socialization. The result of dedication shows a significance of 0,000, which is less than the significance level (α) of 0.05. These results indicate a significant difference between awareness of the environment and life prior to socialization. Table t shows the t value is negative, which is -8,224 which means the average before is lower than after the socialization.
ETIKA PESERTA DIDIK DALAM CYBER SYSTEM: SEBUAH TINJAUAN ETIS ALKITABIAH PADA PEMBELAJARAN ERA PENDIDIKAN 4.0
Ayub Budhi Anggoro;
Aritya Gusmala Sari
Jurnal STT Gamaliel Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Gamaliel Vol. 3 No. 1 Maret 2021
Publisher : STT Gamaliel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38052/gamaliel.v3i1.64
ABSTRAK – Revolusi Industri 4.0 (RI 4.0) berdampak pada seluruh bidang termasuk pendidikan dengan munculnya pendidikan 4.0. Pendidikan 4.0 yang bercirikan cyber system berisiko menimbulkan pelanggaran etika. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tinjauan etis alkitabiah terhadap pelanggaran etika dalam pembelajaran cyber system di era revolusi industri 4.0. Penelitian ini menggunakan metode teologi sistematika dengan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada penalaran induktif dan paradigma fenomenologi. Hasil penelitian yaitu praktik pelanggaran cyber system merupakan masalah etika yang berisiko untuk terjadi dalam pembelajaran era RI 4.0. Pelanggaran tersebut dapat dilakukan secara sengaja maupun karena faktor ketidaktahuan. Ada 2 hal yang harus dilakukan untuk mencegah pelanggaran itu terjadi dan terbentuknya kehidupan beretika Kristen yang unggul dalam pembelajaran cyber system yaitu pertama, memiliki indentitas yang baru di dalam Yesus Kristus, karena hidup yang utuh dan bermakna itu dimiliki ketika Kristus berdiam dalam diri seseorang. Kedua, praktik pola hidup berintegritas dalam pembelajaran cyber system.Kata Kunci: Cyber System, Etika Alkitabiah, Pembelajaran Era Revolusi Industri 4.0 ABSTRACT - Industrial Revolution 4.0 (RI 4.0) has an impact on all fields including education with the emergence of education 4.0. Education 4.0 which is characterized by a cyber system is at risk of causing ethical violations. This study aims to provide a biblical ethical review of ethical violations in cyber system learning in the era of the industrial revolution 4.0. This study uses a systematic theological method with a qualitative approach based on inductive reasoning and a phenomenological paradigm. The result of the research shows that cyber system violation practices are ethical issues that are at risk of occurring in the learning era of RI 4.0. These violations can be done intentionally or because of ignorance. There are 2 things that must be done to prevent these violations from occurring and the formation of a Christian ethical life that is superior in cyber system learning, namely first, having a new identity in Jesus Christ, because a full and meaningful life is owned when Christ dwells in a person. Second, practice a lifestyle with integrity in cyber system learning. Keywords: Cyber System, Biblical Ethics, Learning in the Industrial Revolution Era 4.0
Pelatihan Produksi Silincer Free Flow Ramah Lingkungan bagi Bengkel Knalpot dan Bengkel Las
Ahmad Roziqin;
Suwahyo Suwahyo;
Angga Septiyanto;
Ayub Budhi Anggoro;
R. Imanu Danar Herunandi
Surya Abdimas Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v6i3.1665
Bengkel knalpot Tojoyo sebagai mitra pengabdian memproduksi knalpot free flow dan banyak melakukan modifikasi pada knalpot, pemasangan knalpot free flow bertujuan untuk meningkatkan performa kendaraan. Memodifikasi knalpot juga memiliki sisi negatif, salah satunya kebisingan tinggi yang dapat mengganggu lingkungan dan pengendara lain. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan bengkel knalpot dengan menerapkan teknologi knalpot free flow yang ramah lingkungan sesuai dengan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup.Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi teknologi dan melakukan pelatihan serta pendampingan terhadap mitra. Kegiatan pengabdian ini diharapkan terciptanya produk knalpot yang dibuat oleh mitra berdasarkan teknologi yang telah dikembangkan oleh tim pengabdi. Pengembangan teknologi knalpot free flow ramah lingkungan yang disebut Conical Silencer dalam kegiatan pelatihan mampu menghasilkan knalpot yang memiliki performa yang baik namun kebisingannya rendah, dan memberikan dampak peningkatan wawasan dan peningkatan produktivitas mitra.
PENERAPAN IPTEK PADA INDUSTRI KECIL PENGOLAHAN SABUN CAIR DI KAB. MAGELANG
Suwahyo Suwahyo;
Sunyoto Sunyoto;
Andri Setiyawan;
Ayub Budhi Anggoro;
Deni Fajar Fitriyana;
Elisya Rohana;
Putri Agustin Priyani;
Abdul Haris
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 9: September 2022
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kegiatan pengabdian dengan usaha kecil yang memproduksi sabun cair di Desa Giriwetan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Usaha kecil tersebut sudah memproduksi secara mandiri namun belum memiliki teknologi dalam membuat campuran dan pengemasan yang lebih efektif dan optimal. Kebutuhan akan teknologi dalam membuat campuran pengemasan sangat diperlukan guna menunjang produktivitas serta mempercepat proses distribusi. Solusi yang ditawarkan dalam permasalahan pada usaha kecil tersebut yaitu, pertama menerapkan IPTEK dalam menunjang produktivitas usaha kecil dalam proses pembuatan sabun cuci yang cepat dan optimal dalam pengisiannya. Yang kedua, menerapkan mesin sealer guna untuk membantu merekatkan kemasan. Kemasan yang aman dan menarik dapat menjadi daya minat bagi konsumen. Dengan adanya pengabdiannya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat sebagai usaha kecil di desa Giriwetan Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang.
INVESTIGASI FAKTOR-FAKTOR KESIAPAN BELAJAR MANDIRI MAHASISWA KEJURUAN TEKNIK MESIN DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN DARING
Ayub Budhi Anggoro;
Didik Rohmantoro
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/jatve.v4i1.5459
Kesiapan belajar mandiri merupakan faktor penting dalam pembelajaran orang dewasa khususnya dalam konteks pembelajaran daring. Mahasiswa dengan tingkat kesiapan belajar mandiri yang baik dapat memaksimalkan capaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan belajar mandiri mahasiswa kejuruan teknik mesin. Hal ini perlu untuk dilakukan mengingat pentingnya kesiapan belajar mandiri bagi orang dewasa dan konteks pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif-eksploratori. Teknik sampel menggunakan purposive random sampling kepada mahasiswa dengan populasi sebanyak 785. Sampel penelitian sebanyak 167 mahasiswa dari tiga program studi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dari hasil analisis telah terbentuk 4 faktor yang mempengaruhi kesiapan belajar mahasiswa kejuruan teknik mesin. Keempat faktor tersebut yaitu: 1) kecakapan pembelajaran daring; 2) kecakapan mengelola waktu; 3) kecakapan teknis; dan 4) kecakapan mengikuti seminar. Keempat faktor tersebut berpengaruh kuat dengan menjelaskan 58.9% variasi. Kata kunci: kesiapan belajar mandiri, mahasiswa kejuruan teknik mesin, pembelajaran daring.
Comparison Analysis of Hybrid Learning and Full Online toward Students' Critical Thinking Skills
Achmadi, Taofan Ali;
Devi Anggriyani;
Sapitri Januariyansah;
Anggoro, Ayub Budhi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 41 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/yh696590
This study aims to compare the effectiveness of hybrid learning and fully online learning in enhancing students' critical thinking skills. The research employs a quasi-experimental design with a nonrandomized control group and pretest-posttest approach, involving 90 sixth-semester students from the Family Welfare Education Study Program at Semarang State University. Participants were divided into two groups: hybrid learning and fully online learning, with 45 students each. The instruments used included validated and reliable critical thinking tests and open-ended questionnaires to gather data on learning experiences. Data analysis utilized descriptive and inferential statistics, including paired t-tests and independent t-tests, with preliminary normality and homogeneity assessments. The results indicate significant improvement in critical thinking skills with both learning methods, but hybrid learning showed a more substantial increase in scores (p < 0.000) compared to fully online learning (p < 0.006). Thus, hybrid learning is more effective in fostering critical thinking skills, underscoring the benefits of combining face-to-face and online learning for optimal student development.