Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

RELATIONSHIP BETWEEN WORKLOAD PERCEPTION WITH NURSE BURNOUT LEVEL IN PKU MUHAMAMDIAH HOSPITAL SRAGEN DURING THE COVID-19 PANDEMIC Ika Silvitasari; Norman Wijaya Gati; Hermawati
Gaster Vol 21 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.313 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v21i1.955

Abstract

Background: During the COVID-19 pandemic, nurses were faced with an increasingly heavy workload, where the number of confirmed patients increased, the number of nurses on duty was confirmed positive and the use of complete personal protective equipment. The heavier workload is one of the trigger factors for burnout. Objective: to determine the relationship between perceived workload and nurse burnout level at PKU Muhamamdiyah Hospital Sragen during the covid 19 pandemic. Methods: the research method is a quantitative cross-sectional approach with sampling techniques using a total sample and getting a total sample of 47 respondents. The instrument used to measure perceived workload was using the NASA TLX Questionnaire and nurse burnout was measured using the Maslach Burnout Inventory-Human Services (MBI-HS) Scale. Results: statistical analysis test using Spearman rank with a significance level of 95%, obtained p value = 0.035 or (p <0.05), so it was found that there was a relationship between perceived workload and nurse burnout level at PKU Muhamamdiyah Hospital Sragen during the covid 19 pandemic. Conclusion: Nurses with a heavy burden will trigger burnout syndrome. Suggestion: conduct further research on interventions to nurses who have high burnout rates.
Motivation of Volunteers in Providing Assistance to Disaster Victims Mulyaningsih Mulyaningsih; Hermawati Hermawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 2 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.056 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v5i2.1235

Abstract

Indonesia is a disaster-prone area. Disasters that occur can have various impacts and require help. Assistance can be done by health workers and the general public, especially volunteers. The factors that underlie or motivate a person to become a volunteer are manifold. To support volunteer activities, it is necessary to provide sufficient knowledge and skills. This study aims to obtain an overview of the motivation of volunteers in providing assistance to disaster victims. This research uses qualitative methods with a phenomenological approach. The number of participants in this study was four volunteers. The data collection technique carried out in this study was by conducting indeph interviews to all participants. The results of the interview were then analyzed thematically. Based on the analysis, 5 themes were obtained, namely the motivation to become a volunteer, the feeling of volunteers in providing assistance to disaster victims, the obstacles found in providing assistance, the support obtained as volunteers, and the expectations of volunteers in carrying out their duties.
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN DAN VAKSINASI COVID-19 PADA MASYARAKAT DI DESA KRAMPAKAN Yasinta Dewi Saputri; Hermawati Hermawati
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 3 No. 1 (2023): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v3i1.2560

Abstract

Latar Belakang; Kepatuhan protokol kesehatan di Provinsi Jawa Tengah baru mencapai 11.02 % kelurahan dari seluruh kelurahan yang ada. Pelanggaran protokol kesehatan di Kabupaten Sukoharjo sampai saat ini mencapai 9.769 pelanggaran. Di Desa Krampakan sebanyak 198 atau 75 % warga yang berusia > 12 tahun sudah mendapatkan vaksinasi covid-19. Tujuan; Mengetahui gambaran tingkat kepatuhan protokol kesehatan dan vaksinasi covid-19 pada masyarakat di Desa Krampakan. Metode; Penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling dengan Non Probality Sampling dengan sampel sistematis, dengan jumlah sampel penelitian 71 orang responden. Hasil; Hasil uji univariat membuktikan bahwa tingkat kepatuhan protokol kesehatan dalam kategori patuh sebanyak 43 responden (65.2%) dan dalam kategori tidak patuh sebanyak 23 responden (34.8%). Sedangkan untuk tingkat kepatuhan vaksinasi covid-19 dalam kategori patuh sebanyak 50 responden (75.8%) dan dalam kategori tidak patuh sebanyak 16 responden (24.2%). Kesimpulan; Tingkat kepatuhan protokol kesehatan pada masyarakat di Desa Krampakan dalam kategori patuh. Tingkat kepatuhan vaksinasi covid-19 pada masyarakat di Desa Krampakan pada kategori patuh
PENERAPAN FAMILIAR AUDITORY SENSORY TRAINING PADA TINGKAT KESADARAN PASIEN STROKE DI RUANG ICU RUMAH SAKIT PANDANARANG BOYOLALI Iffah Nur Fadzillah; Hermawati; Panggah Widodo
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit stroke dapat menyebabkan pasien mengalami kondisi penurunan kesadaran. Pasien stroke yang mengalami penurunan kesadaran memerlukan terapi non farmakologi sebagai terapi tambahan penunjang proses penyembuhan yakni stimulasi sensori auditori. Salah satu intervensi stimulasi sensori auditori yaitu berupa Familiar Auditory Sensory Training (FAST). Tujuan: Untuk mengetahui penerapan familiar auditory sensory training pada tingkat kesadaran pasien stroke di ruang ICU Rumah Sakit Pandanarang Boyolali. Metode: Jenis penelitian studi kasus ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan pengukuran tingkat kesadaran dengan skala Glascow Comma Scale (GCS) kepada 2 pasien stroke yang mengalami penurunan kesadaran di ICU RS Pandanarang Boyolali. FAST dilakukan tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Instrumen: Lembar observasi Glasgow Coma Scale (GCS). Hasil: Berdasarkan hasil penerapan yang sudah dilakukan, terdapat perkembangan tingkat kesadaran pada pasien stroke dengan penurunan kesadaran di ICU sesudah dilakukan penerapan familiar auditory sensory training. Kesimpulan: Familiar Auditory Sensory Training dapat dijadikan sebagai salah satu teknik non-farmakologis untuk meningkatkan tingkat kesadaran pada pasien stroke yang mengalami penurunan kesadaran.
PENERAPAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RUANG MAWAR 2 RSUD KABUPATEN KARANGANYAR Khoerul Imam Barudin; Hermawati; Sutarwi
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan meningkatnya tekanan darah sistolik sekurang-kurangnya 140 mmHg atau tekanan darah diastolik sekurang-kurangnya 90 mmHg. Upaya untuk mengatasi hipertensi dapat dilakukan dengan terapi non-farmakologi dengan memodifikasi gaya hidup, terapi komplementer seperti hidroterapi dan latihan fisik. Salah satu metode pengobatan hidroterapi itu sendiri adalah dengan terapi rendam kaki air hangat. Terapi rendam kaki adalah terapi dengan cara merendam kaki hingga batas 10-15 cm di atas mata kaki menggunakan air hangat selama 15-20 menit dengan suhu 390-400C. Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana hasil penerapan terapi rendam kaki air hangat untuk menurunkan tekanan darah pada penderita Hipertensi di Ruang Mawar 2 RSUD Karanganyar. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan metode penelitian deskriptif. Penerapan ini dilakukan kepada 2 responden dengan penderita Hipertensi di Ruang Mawar 2 RSUD Kabupaten Karanganyar yang mengalami kenaikan tekanan darah selama 3 hari berturut-turut dengan frekuensi 1 kali dalam sehari selama 10-15 menit dengan suhu 390-400C. Dengan cara membandingkan hasil sebelum dan sesudah dilakukan penerapan terapi rendam kaki. Hasil : Setelah dilakukan terapi rendam kaki air hangat selama 3 hari dengan frekuensi 1 kali penerapan yang dilakukan pada siang hari dengan durasi waktu 15-20 menit, tekanan darah pada kedua responden menurun. Kesimpulan : Terapi rendam kaki air hangat terbukti dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita Hipertensi dan dapat direkomendasikan sebagai penatalaksanaan dalam memperbaiki tekanan darah pada penderita Hipertensi di Rumah Sakit dan masyarakat.
The Research Result GAMBARAN KEJADIAN MYOPIA PADA SISWA KELAS XI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 SRAGEN : Indonesia Salva Shofiana; Hermawati Hermawati
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.356

Abstract

Pendahuluan: Seiring dengan perkembangan zaman, terjadi perubahan dalam gaya belajar pada siswa di masa kini. Siswa sekarang harus dituntut untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Sehingga akan terjadi peningkatan penggunaan gadget, dimana merupakan suatu bentuk kegiatan jarak dekat. Selain itu, siswa akan cenderung memiliki waktu yang minim untuk beraktivitas di luar ruangan. Tujuan, mengetahui gambaran kejadian myopia pada Siswa Kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sragen Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan sampel 81 responden, data yang diambil adalah visus mata menggunakan trial lens dan menggunakan lembar demografi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi siswa berdasarkan waktu membaca buku dalam sehari ≥30 menit sebanyak 75 siswa atau 92,6%, Distribusi frekuensi siswa berdasarkan pemakaian gadget dan laptop/komputer dalam sehari ≥30 menit sebanyak 72 siswa atau 88,9%, Distribusi frekuensi siswa berdasarkan aktivitas diluar ruangan dalam seminggu ≤5 jam sebanyak 70 siswa atau 86,4%. Simpulan: kejadian myopia pada siswa berdasarkan mata kanan dan mata kiri mayoritas kategori mata normal sebanyak 40 responden.
Penerapan Relaksasi Genggam Jari Untuk Penurunan Intensitas Nyeri Pasien Pasca Operasi RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo : Penerapan Relaksasi Genggam Jari Untuk Penurunan Intensitas Nyeri Pasien Pasca Operasi RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Adhe Septia Liestarina; Hermawati Hermawati; Yohana Ika P; Agus Sutanto
Jurnal Keperawatan Duta Medika Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Duta Medika
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/dutamedika.v3i2.2917

Abstract

Pendahuluan: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan suatu penyakit dimana terjadi pembesaran dari kelenjar prostat akibat hyperplasia jinak dari sel-sel yang biasa terjadi pada laki-laki berusia lanjut. Salah satu penanganannya dengan melakukan tindakan Transurethral Resection Of The Prostate (TUR-P). Masalah yang sering terjadi pada pasie pasca operasi adalah nyeri, sehingga diperlukan penatalaksanaan non farmakologi yang salah satunya teknik relaksasi genggam jari Tujuan: Mengetahui hasil penerapan terapi genggam jari pada pasien pasca operasi Metode: Penerapan dilakukan dengan metode deskriptif studi kasus kepada 2 responden dengan diagnosa Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) dan dilakukan tindakan Transurethral Resection Of The Prostate (TUR-P) dilakukan 6 jam pasca operasi selama 1x dalam waktu 15 menit. Hasil: Berdasarkan hasil penerapan yang sudah dilakukan terdapat penurunan intensitas nyeri pada pasien pasca operasi. Kesimpulan: terapi relaksasi genggam jari dapat dijadikan salah satu teknik non farmakologi atau intervensi mandiri pada pasien pasca operasi khususnya pada tindakan Transurethral Resection Of The Prostate (TUR-P)
Health Screening as a Promotive and Preventive Effort for Non-Communicable Diseases Ika Silvitasari; Wahyuni Wahyuni; Hermawati Hermawati
Urecol Journal. Part F: Community Development Vol. 1 No. 1 (2021): January - June
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53017/ujcd.59

Abstract

Based on the 2018 RISKESDAS, it was reported that the prevalence of the number of non-communicable diseases (PTM) was still very high, the prevalence of diabetes mellitus in DI Yogyakarta reached 2.4%, which is second only to DKI Jakarta. The prevalence of other PTM diseases such as hypertension in DI Yogyakarta reached 10.68%, cholesterol suffered a lot in the 55-64 years age group and gout in Indonesia according to medical diagnosis reached 11.9%. PTM sufferers can find out their health condition through routine health screening. This screening can be done for prevention and control of PTM. The target and output of this activity are the people in the Panjangrejo village area with the outputs in the form of tests of blood pressure, blood sugar, uric acid and cholesterol. The implementation method used by conducting health education related to PTM with LCD media and leaflets, as well as checking blood pressure, blood sugar, uric acid and cholesterol. The results of the implementation of the activity showed that there was an increase in public knowledge regarding PTM after health education was carried out. The screening results found 11 people had mild hypertension, 19 people had hyperuresemia, and 6 people were hyperglycemic, and 9 people had high cholesterol levels. Health screening is needed for residents to find out their health conditions and this activity should be carried out routinely in collaboration with health services such as the local Puskesmas.
Penerapan Massage Effleurage Menggunakan Minyak Zaitun dan Minyak Almond untuk Menurunkan Resiko Dekubitus di ICU RSUD Karanganyar Kurnia Suci Arta; Dewi Listyorini; Hermawati Hermawati
INDOGENIUS Vol 2 No 3 (2023): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v2i3.277

Abstract

Tujuan: Mengetahui hasil penerapan massage effleurage menggunakan minyak zaitun dan minyak almond untuk menurunkan resiko dekubitus. Metode: Penerapan ini menggunakan deskriptif studi kasus dengan menggambarkan bagaimana penerapan massage effleurage menggunakan minyak zaitun dan minyak almond untuk menurunkan resiko dekubitus. Penerapan ini dilakukan selama 3 hari dengan durasi 3-4 menit sebanyak 2 kali (pagi dan sore) setelah mandi kepada 2 responden. Alat ukur yang digunakan yaitu Skala Braden. Hasil: Hasil penerapan ini menunjukkan bahwa kedua responden mengalami penurunan terjadinya resiko dekubitus dari resiko sangat tinggi menjadi resiko tinggi dan resiko sedang. Kesimpulan: Terdapat penurunan resiko terjadinya dekubitus setelah dilakukan penerapan massage effleurage menggunakan minyak zaitun dan minyak almond di ICU RSUD Karanganyar.
PELATIHAN PERAWATAN LUKA PADA KADER DI KELURAHAN KEPATIHAN KULON JEBRES SURAKARTA Hermawati Hermawati; Ika Silvitasari
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): MEI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v6i1.761

Abstract

Background: The incidence of injuries is increasing every year, both acute and chronic wounds. A recent study in America showed the prevalence of patients with wounds was 3.5% per 1000 population. This requires wound care materials that must be adapted to the characteristics of the patient's wound. It is hoped that by increasing the understanding and skills of cadres, families can carry out wound care at home. Targets and outputs: dasa wisma cadres and dasa wisma members in Kepatihan Kulon Jebres Village, Surakarta. The benefit of this activity is to increase knowledge and change the attitude of the dasa wisma cadres in wound care training. The output of this activity is skills on how to treat wounds and know the signs of infection in wounds. Implementation method: lectures, simulations and demonstrations. Results and Conclusions: Wounds with any condition must be treated properly so as not to cause infection to cause amputation. One of those who play a role in this is the family. The results of the evaluation in the last week showed that the wound was regenerating. Keywords ;Training; injury cure; Cadre