Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PEMANFAATAN PELTIER UNTUK COOLER BOX MINI Munnik Haryanti; Yohanes Dewanto; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v11i1.882

Abstract

Mesin pendingin sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, utama nya untuk menjaga bahan makanan (ikan, sayur dll) agar tetap terlihat segar. Perkembangan mesin-mesin pendingin yang ada pun semakin pesat sesuai kebutuhan, ada yang menggunakan gas hingga semi konduktor. Saat ini salah satu semi konduktor yang digunakan adalah thermoelektrik, karena pada dua sisi nya dapat menyebabkan efek panas dan dingin (efek peltier). Pemanfaatan peltier ini dapat membuat pendingin yang ramah lingkungan dan fleksible untuk dibawa kemana-mana. Rancangan cooling box ini mempunyai suhu terendah 6,50C selang waktu 15 menit tanpa media apapun. Uji coba dengan menggunakan air kemasan 300ml dapat dapat mencapai suhu 9,50C dalam waktu 30 menit di dalam cooling box. Kata kunci : thermoelektrik, cooling box, peltier.
Perbaikan Dan Peningkatan Coverage Jaringan 4G LTE Havis Yulianto; Munnik Haryanti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v10i1.777

Abstract

Evolusi teknologi akan berdampak pada perkembangan di bidang telekomunikasi khususnya telekomunikasi seluler. Telekomunikasi seluler telah memasuki generasi kelima yang disebut dengan teknologi 4G LTE. Dalam perkembangan teknologi 4G di Indonesia, masih terdapat permasalahan pada kinerja jaringan karena meningkatnya jumlah pengguna dan kualitas jangkauan yang buruk. Selain itu, letak geografis juga berdampak pada tingkat kinerja di suatu daerah. Seperti di daerah Batam, masih banyak daerah yang tingkat kinerjanya masih kurang baik karena teknologi ini baru dikembangkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan memberikan solusi terbaik terkait permasalahan kinerja jaringan 4G LTE. Penelitian ini akan melakukan optimasi jaringan 4G LTE dengan studi kasus di area sekitar Perumahan Alexandria, Batam. Optimasi dilakukan dengan menganalisis kekuatan sinyal yang diperoleh dari hasil pengukuran drive test. Kemudian akan didapatkan hasil drive test berupa nilai RSRP, SINR dan PCI yang dilakukan dengan penyetelan fisik (miring dan orientasi antena azimuth) untuk meningkatkan kualitas kinerja di area tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kinerja setelah optimasi akan lebih baik dibandingkan sebelum optimasi. Kata Kunci : Optimasi Jaringan, Drive Test, Penyetelan Fisik, 4G LTE
SISTEM PEMANTAU RUMAH JARAK JAUH DENGAN KOMUNIKASI WIRELESS Okie Hartanto; Munnik Haryanti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 7 (2018): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v7i0.306

Abstract

Keamanan merupakan salah satu aspek yang cukup penting dibutuhkan oleh siapapun, dalam segala aspek, salah satunya adalah keamanan rumah yang rata-rata setiap individu memilikinya. Kondisi keamanan rumah ini sering kali membuat risau pemiliknya saat meninggalkan dalam kurun waktu tertentu sehingga dapat menyebabkan pemilik rumah merasa cemas mengenai kondisi rumah yang ditinggalkannya. Dari seluruh pengujian yang telah dilakukan maka didapat hasil pengujian  power supply dengan selisih (error) sebesar 0.865 V atau 7,208 %.  Pengujian sensor laser pada jarak 10 m berfungsi dengan baik, pengujian sensor tilt dengan sudut 60° menghasilkan sinyal digital bernilai 1, pengujian nilai ADC didapatkan Vin rata-rata sebesar 2,752 V atau sebanding dengan decimal 563,  pengujian sensor getar mempunyai Vmax dan Vmin yang apabila dijumlahkan maka didapatkan Vpp dan juga besaran frekuensi sesuai dengan trigger yang diberikan. Dengan menggunakan ketiga sensor deteksi maka sistem ini dapat berfungsi dengan optimal.
ANALISA PERUBAHAN TEMPERATUR KONDUKTOR DAN TEGANGAN SQUIB TERHADAP NILAI RESISTANSI KONDUKTOR PADA RANGKAIAN EMERGENCY UPPERDECK DOOR PESAWAT BOEING 747-300 Munnik Haryanti; Muhammad Aldimas Romadhoni
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v11i2.948

Abstract

Abstract— Penghantar listrik merupakan salah satu komponen penting dalam distribusi daya listrik, Terlebih lagi apabila penghantar listrik tersebut untuk menginisiasi ledakan sebuah igniter squib pada rangkaian emergency upperdeck door system pesawat Boeing 747-300. Kemampuan penghantar listrik dalam menghantarkan daya listrik sangat dipengaruhi oleh kualitas kondukor dan resistansinya. Pengujian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh variasi sumber tegangan terhadap perubahan nilai temperatur konduktor dan tegangan squib serta pengaruhnya terhadap nilai resistansi konduktor saat sebelum dan sesudah dilakukan pengujian. Setelah pengujian dengan satu sumber tegangan selesai dilakukan dilanjutkkan dengan pengukuran nilai resistansi konduktor menggunakan Igniter tester Alpha 4314, demikian pula untuk sumber tegangan yang lain. Sehingga akan diketahui temperatur konduktor cenderung naik hingga stabil pada nilai tertentu sedangkan tegangan squib cenderung mengalami penurunan Perubahan nilai keduannya pun mempengaruhi nilai resistansi konduktor yang mengalami kenaikan. Kata Kunci— Resistansi, temperatur konduktor, igniter squib
PROTOTIPE PENJEJAK 3 SUMBU PADA UJI STATIS WAHANA MENGGUNAKAN ARDUINO UNO Ficri Arrasyid; Rahmat Ramdhani; Munnik Hariyanti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 9 (2020): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v9i0.659

Abstract

Tracker is one of the tools found at the Ground Control Station (GCS). GCS itself can be interpreted as an aircraft control station, quadcopter, Unmanned Aerial Vehicle (UAV), or other flying objects operating on the earth's surface, either on land or on ships.In tracking operation, a control device is needed to control the servo movement. operate the tracker using the MPU6050 Sensor as a servo motor control to follow changes in the angular speed of the object, and the GPS module GY-GPS6MV2 to determine the position of the object's coordinates.The average MPU6050 sensor reading at 0 ° is 1.35 ° for x angle, -0.92 ° for y angle, and 0.22 ° for z angle. The average reading for 30 ° is 30.61 ° for x angle, 29.83 ° for y angle, and 30.11 for z angle. The mean reading at 45 ° is 45.34 ° for x angle, 45.33 ° for y angle, and 45.08 ° for z angle. The average reading for 60 ° is 60.90 ° for x angle, 60.62 ° for y angle, and 60.07 for z angle. The average reading at 90 ° is 90.86 ° for x angle, 90.37 ° y angle, and 90.25 ° z angle. meters with the closest error distance of 0.24 meters and the farthest error distance is 3.82 meters. With an average acceptance time of 14.48s. Keywords: Global Positioning System (GPS), MPU 6050, Ground Control Station (GCS).
OTOMATISASI PADA GENERATOR 1100 WATT (GENSET) SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF SUMBER DAYA PLN Moh Fuad Bastari; A Daryanto; Munnik Haryanti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v6i0.25

Abstract

Perancangan alat otomatisasi ini bertujuan agar masyarakat tidak perlu lagiuntuk mematikan generator secara manual jika sudah selesai digunakan. Manfaat yang dapat diperoleh jika menggunakan otomatisasi ini, diantaranya penggunaan bahan bakar pada generator akan hemat, kualitas generator akan lebih baik, dan pengoperasiannya mudah. Peralatan yang diperlukan, seperti timer, relay, dan CM (Contactor Magnetic). Keuntungan penggunaan kontaktor magnetis sebagai pengganti peralatan kontrol yang dioperasikan secara manual, yaitu kontaktor magnetis dapat menangani arus yang besar atau tegangan yang tinggi, dan dapat mengontrol alat manual dengan menggunakan kumparan dari kontaktor.     
PERANCANGAN PROTOTIPE MEJA RIAS PORTABLE Lanjar Widi Kusuma; Munnik Haryanti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 9 (2020): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v9i0.660

Abstract

Pada kegiatan merias diri, penyedia jasa make-up perlu sarana penunjang seperti meja rias untuk melakukan kegiatan tersebut. Meja rias ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan peralatan make-up , tempat pemasangan kaca dan lampu            Perancangan prototipe meja rias portable ini menggunakan mikrokontroler arduino uno, dilengkapi sensor ultrasonic, 1 buah power switching dan 1 set baterai 18650 sebagai sumber tegangan bagi perancangan alat ini. Semua sistem kerja mikrokontroller arduino uno  sudah diprogram menggunakan bahasa program C  pada mikrokontroler Arduino Uno             Berdasarkan hasil pengujian prototipe meja rias portable , prototipe ini dapat berfungsi menggunakan 2 sumber listrik yang berbeda yang dimana sumber listrik utama merupakan yang berasal dari PLN dan sumber listrik dari baterai sebagai backup dengan rata-rata waktu penggunaan secara terus menerus selama 3 jam 12 menit.  Prototipe ini juga berhasil mengaplikasikan motor servo sebagai pengunci dari dalam kotak yang bekerja secara elektrikal. Dengan berbagai fitur yang tersaji dalam prototipe ini, dapat membuat proses merias diri bagi kaum perempuan lebih muda dan aman dalam di setiap kondisiKata Kunci : mikrokontroler,make-up,power switching,prorotipe,motor servo
SINYAL KENDALI PADA QUADROTOR MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER Atmega 328P Edy Putranto; Yohanes D; Munik Munik
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 5 (2016): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v5i0.760

Abstract

Quadrotor merupakan sebuah miniatur pesawat udara jenis rotary wing, pesawat yang mempunyai sayap bergerak/berputar. Quadrotor termasuk jenis miniatur helikopter yang memiliki 4 buah motor yang dikendalikan secara terpisah satu sama lain. Keempat motor ini akan dikendalikan dengan masukan dari sinyal PWM yang diberikan dari Remote Control. Dari sinyal PWM ini kemudian akan diproses oleh mikrokontroler Atmega 328P dan diteruskan ke Electronic Speed Control (ESC) untuk pengaturan dari RPM pada tiap-tiap motor. Dari hasil ujicoba disimpulkan bahwa komposisi persentase RPM pada tiap-tiap motor brushless ketika melakukan gerakan pitch maka motor 1 dan 3 persentasenya 62% dan 100% dari RPM motor sedangkan motor 2 dan 4 persentasenya 91% dari RPM motor. Ketika melakukan gerakan yaw, motor 1 dan 3 persentasenya 62% dari RPM motor sedangkan motor 2 dan 4 masing-masing persentasenya 82% dan 100% dari RPM motor.  Kata kunci : Sinyal PWM, RPM, Quadrotor. 
SISTEM PENGENALAN DAN VERIFIKASI WAJAH MENGGUNAKAN TRANSFER LEARNING BERBASIS RASPBERRY PI Muhammad Farhan Aditama; Munnik Haryanti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 12, No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v12i1.1045

Abstract

Technology is currently developing rapidly, especially in artificial intelligence technology or AI. One part of artificial intelligence is deep learning. Deep learning is very powerful and capable of solving various problems with big data such as images, text and sound so that deep learning is widely used in research and industry needs. Face recognition and verification is an example of the application of artificial intelligence in the field of computer vision. In making facial recognition and verification using deep learning with the transfer learning method or pretrained models. Basically, the architecture of the model can be made by yourself (scratch). However, in making a model architecture that is made by yourself, it takes a lot of time to find a suitable architecture in solving certain problems, the model that is made by yourself also does not necessarily get a better level of accuracy and the inference process also takes a long time and requires sufficient data. so that the computer can recognize the image properly. The model architecture to be used is MobileNetV1 for face recognition and Facenet for face verification. Tests were carried out using a Raspberry PI with a camera-to-face distance of 40 cm, 70 cm and 100 cm and the closest distance obtained had high accuracy and an average accuracy rate of 83% with a response time of 1.26 seconds. Keywords : Transfer Learning, Raspberry PI, MobileNetV1, dan Facenet.
POTENSI PEMANFAATAN SUMBER PANAS PEMBAKARAN SAMPAH TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PENGHASIL LISTRIK DENGAN PRINSIP TERMOELEKTRIK GENERATOR Muhammad Taufiq Ramadhan; Munnik Haryanti; Agus Sugiharto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v10i1.778

Abstract

Sumber panas api saat ini di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal, sedangkan beberapa negara sudah mulai banyak yang memanfaatkan sumber panas api, karena sumber panas api ini dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik. Di Indonesia baru segelintir orang yang memanfaatkan sumber panas api ini sebagai penghasil listrik, kedepannya di harapkan sumber api ini digunakan untuk mengurangi pemakaian batu bara dan sumber daya alam lainnya. Alat yang digunakan untuk menghasilkan listrik ini adalah termoelektrik TEC1 – 12706 yang bekerja berdasarkan perbedaan temperatur dengan rentang temperatur kerja hingga 350oC. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk membuat alat yang memanfaatkan sumber panas api sebagai pembangkit. Penelitian ini berdasarkan potensi pemanfaatan sumber panas pembakaran, khususnya pada perbedaan temperatur antara suhu panas dan suhu dingin pada termoelektrik sebagai penghasil listrik, yaitu dengan menggunakan termoelektrik generator. Dari hasil penelitian ini menggunakan termoelektrik generator sebagai pembangkit mendapatkan hasil dari pengujian selama 30 menit alat ini dapat menghasilkan tegangan rata-rata 10,05 Volt, Arus rata-rata 0,99 Ampere dan daya ratarata sebesar 13,84 Watt.Kata Kunci : Sumber panas api, Termoelektrik generator