Muhammad Thalib
Institut Agama Islam Al-Hidayah Bogor

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Manhaju Du’ati Jama’ati al-Tabiligh fi Bayani Kalimati al-Tauhid: Dirasatu Muqaranati Baina al-Dubandi wa Ahli al-Sunnah Muhammad Thalib Muhammad Zen
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 7 No. 2 (2022): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v7i2.378

Abstract

كلمة التوحيد هي أهم أصول دعوة جماعة التبليغ، فلا تخلو محاضراتهم عنها، غير أنهم اختلفوا في شرحها حسب اتجاهات دعاتهم العقدية: الاتجاه الديوبندي والاتجاه السني. فهذا البحث يهدف إلى بيان أصولهم الدعوية ومنهجهم في شرح كلمة التوحيد؛ وبيان الفرق بين الاتجاهين في تطبيق المنهج. ويعتمد البحث على المنهج الاستقرائي والتحليلي بالرجوع إلى كتبهم وبيانتهم ثم تحليل أقوالهم واستنباط منهج كل اتجاه عقدي في بيان كلمة التوحيد. ويكشف البحث أن جماعة التبليغ الديوبندية يركزون حديثهم على بيان توحيد الربوبية إلا ما ندر، وتأويل صفات الله التي يرونها تشبه صفات المخلوقين، ولا يحذرون الناس من الأعمال الشركية. بينما نجد دعاة جماعة التبليغ السني يزيدون على ذلك بشرح توحيد الألوهية أكثر تفصيلا ببيان المعنى الصحيح لكلمة التوحيد، وذكر شروطها حتى تنفع قائلها يوم القيامة، وذكر نواقضها، كما أنهم يثبتون لله أسماء وصفات كما يليق بجلاله وعظمته من غير تحريف ولا تعطيل ولا تشبيه ولا تكييف، غير أنهم أيضا قليل ما يحذرون الناس من الأعمال الشركية التي وقعوا فيها.
SIFAT DHATIYAH ALLAH PERSPEKTIF IBN JARIR AL-TABARI DALAM TAFSIR JAMI AL-BAYAN Solahudin, Solahudin; Yasyakur, Moch; Sarifudin, Agus; Thalib, Muhammad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8435

Abstract

This study aims to examine the Quranic verses related to the attributes of Allah using a thematic exegesis approach. The main focus of the research is to understand the names and attributes of Allah mentioned in the Quran, which form the foundation of Islamic faith. The research uses a qualitative method with textual and semantic approaches to explore the meanings embedded in the Quranic texts and Hadiths. The primary data sources are the exegesis Jāmi’ al-Bayān fī Ta’wīl al-Qur`ān by Ibn Jarīr al-Ṭabarī and other relevant literature. The findings show that recognizing the names and attributes of Allah in the Quran enhances understanding of tawhid (monotheism) and devotion to Him. Quranic verses containing the names and attributes of Allah emphasize His rubūbiyah (lordship), al-karām (generosity), and al-‘ilm (knowledge) that must be believed and practiced. According to al-Ṭabarī, Allah’s attributes reflect His perfection, including mercy, knowledge, power, wisdom, and majesty, all of which demonstrate His greatness and supremacy. This study underscores the importance of understanding the attributes of Allah to strengthen faith and enhance devotion in worship.
Semantic Frames of ‘Rabb’ in the Quran (A Cognitive Linguistics Approach Validated through Hadith Triangulation and Islamic Epistemological Framework) Slamet Riyadi; Muhammad Thalib
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 10 No. 2 (2025): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v10i2.1175

Abstract

This study investigates the semantic frames and conceptual constructions of the term رَبّ (rabb/Lord) in the Quran through a cognitive linguistic approach, specifically Frame Semantics (Fillmore, 1982) and Conceptual Metaphor Theory (Lakoff & Johnson, 1980). While the concept of rububiyyah has been extensively studied theologically, systematic semantic-cognitive analysis of this fundamental concept remains limited. Using a mixed-methods design, we analyzed 25 representative verses from the Quranic Arabic Corpus through a five-stage frame identification protocol. Six primary semantic frames were identified: Divine_Creation, Divine_Provision, Divine_Guidance, Divine_Sovereignty, Divine_Nurturing, and Divine_Mercy, with significant differences in frame frequency between Makki and Madani revelations (χ²=18.47, p<0.01). Three dominant conceptual metaphors structure the concept of Rabb: RUBUBIYYAH IS NURTURING, RUBUBIYYAH IS SOVEREIGNTY, and DIVINE PROVISION IS DESCENDING. Findings were triangulated with classical tafsir (Ibn Kathir, al-Tabari), five sahih hadiths (Bukhari, Muslim), and Salafi scholarship (Ibn Uthaymin, Ibn Baz), demonstrating that cognitive linguistic methods can enhance semantic understanding of the Quran without compromising theological authenticity.
KECERDASAN SPIRITUAL DAN PSIKOLOGIS SEBAGAI SOLUSI KESEHATAN MENTAL GEN Z DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN Solahudin Solahudin; Muslim Muslim; Muhammad Thalib
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.9408

Abstract

Generasi Z (Gen Z), yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, merupakan generasi yang tumbuh dalam era digital dengan kemajuan teknologi dan arus informasi yang pesat. Di tengah berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan serius berupa meningkatnya masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, stres, dan krisis identitas. Faktor-faktor seperti tekanan sosial, tuntutan akademik, serta pengaruh negatif media sosial berkontribusi terhadap meningkatnya kerentanan psikologis pada generasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kecerdasan spiritual (spiritual quotient/SQ) dan kecerdasan psikologis (emotional quotient/EQ) dalam perspektif Al-Qur’an sebagai solusi dalam menghadapi krisis kesehatan mental Gen Z. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan analisis kepustakaan terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur psikologi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan kecerdasan spiritual dan psikologis melalui konsep iman, sabar, tawakal, dzikir, tazkiyah, dan tafakkur, yang berfungsi sebagai strategi coping terhadap stres dan tekanan hidup. Kecerdasan spiritual membantu individu menemukan makna hidup dan ketenangan batin, sedangkan kecerdasan psikologis membantu dalam pengelolaan emosi dan hubungan sosial yang sehat. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani ke dalam kehidupan sehari-hari, Gen Z dapat membangun keseimbangan antara aspek spiritual dan psikologis yang berujung pada peningkatan kesejahteraan mental (mental well-being). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan psikologi Islam serta manfaat praktis bagi pendidik, keluarga, dan praktisi kesehatan mental dalam mendampingi generasi muda menghadapi tantangan kehidupan modern.
OTORITAS HADIS SEBAGAI BAYĀN TAFSIR AL-QUR'AN: ANALISIS NORMATIF DALAM PENETAPAN HUKUM POTONG TANGAN Q.S. AL-MĀ'IDAH [5]: 38 Yusup Supriadi; Muhammad Thalib; Arifin Arifin
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 3 No. 1 (2026): Islamic Studies Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/esv4kt95

Abstract

Artikel ini mengkaji fungsi hadis sebagai bayān Al-Qur’an dalam penetapan hukum potong tangan dengan fokus pada QS. al-Mā’idah [5]: 38. Penelitian ini berangkat dari persoalan munculnya pendekatan Qur’an-sentris yang memahami ayat tersebut secara literal tanpa melibatkan hadis sebagai penjelas normatif, sehingga melahirkan kesimpulan hukum yang kaku atau bahkan menafikan hudūd secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan peran hadis dalam memberikan batasan, perincian, dan konteks terhadap perintah Al-Qur’an terkait pencurian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan pendekatan normatif teoritis berbasis ulumul hadis dan ushul fiqih. Data primer berupa ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis sahih dalam kitab-kitab hadis mu‘tabar, sedangkan data sekunder meliputi kitab tafsir, syarah hadis, karya usul fikih, serta artikel jurnal ilmiah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis berfungsi sebagai bayān tafṣīlī, taqyīd, dan takhṣīṣ dengan menetapkan niṣāb pencurian, syarat-syarat penerapan hukuman, serta prinsip pencegahan penerapan hudūd dalam kondisi syubhat. Temuan ini menunjukkan bahwa pengabaian fungsi hadis sebagai bayān Al-Qur’an berimplikasi pada distorsi pemahaman normatif terhadap hukum potong tangan, baik dalam bentuk penerapan yang tidak proporsional maupun penolakan terhadap legitimasi hudūd itu sendiri. Oleh karena itu, hadis memiliki otoritas epistemologis yang tidak terpisahkan dari Al-Qur’an dalam konstruksi hukum Islam. Dengan demikian, integrasi Al-Qur’an dan hadis merupakan prasyarat utama dalam memahami dan menerapkan hukum potong tangan secara adil, proporsional, dan metodologis.