Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

POLA KERJA SAMA ANTARA ORANG TUA DAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BACAAN SHALAT DI RA AL-AMIN Nabila Nabila; Dedi Masri; Raya Idul Fitri; Raihan Nazrey Suseno
incrementapedia Vol 4 No 2 (2022): Incrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi PG-PAUD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/incrementapedia.vol4.no2.a6559

Abstract

This study describes several external policies of RA Al-Amin in order to improve the quality of education at RA Al-Amin. The type of research in this paper is descriptive qualitative. Data collection techniques used by way of interviews and also various sources both from relevant books and journals. The results of this study indicate that the external policies set by RA Al-Amin consist of: (1) Prayer reading assistance, intending to educate the character of students to obey and obey Allah SWT through prayer, (2) Application of cooperation between parents and teachers in learning prayer readings for children, the application of this policy is expected to make it easier for children to memorize prayer readings, (3) Implementation of practice, getting children to pray correctly which is done together. (4) Repetition, parents have the duty to repeat the lessons that their children have learned at school. As for the inhibiting factors of this policy are external factors where both parents are busy working, as well as the community environment.
Peningkatan Kecerdasan Linguistik dengan Bermain Tebak Nama pada Anak Usia 5-6 Tahun Atika Dhini Insani Nasution; Diah Juliani; Dilia Meilandry; Nabila Nabila; Rezky Aprilia; Masganti Sitorus
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.875

Abstract

Linguistic intelligence is the ability to use language both orally and in writing. In playing guess the name, children can look for objects that are nearby, and can mention the names of animals when their characteristics are mentioned. With linguistic intelligence, it is hoped that it can help in the stages of child development. The purpose of this research is to improve the linguistic intelligence of early childhood by playing guess the name at RA PAI Medan. The type of research used is classroom action research. The results showed that there was an increase in children's linguistic intelligence through guessing the name, namely cycle I reached 34%, cycle II reached 75%. The conclusion of this study is the application of name guessing games can improve children's linguistic intelligence.
FILSAFAT ILMU DI ERA GLOBALISASI Nabila Nabila; Aisyah Tusyakdiah Berutu; Nur Febri Aldilla Tambunan
HIBRUL ULAMA Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v5i1.506

Abstract

Artikel ini disusun bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Filsafat Ilmu di Era Globalisasi.Dalam hal ini masih banyak orang yang menganggap filsafat tidak begitu penting bagi perkembangan zaman. Padahal ilmu pengetahuan dan teknologi dapat berkembang disebabkan adanya evolusi dari filsafat. Melalui metode library research (Studi Pustaka) dengan mengumpulkan data-data konkrit berupa buku-buku, jurnal, artikel, atau makalah ilmiah yang berkaitan dengan masalah yag dianalisis. Maka artikel ini mengungkapkan bahwa filsafat ilmu di era globlisasi sangat penting dengan membahas: 1) pengertian filsafat, 2) sejarah filsafat, 3) pentingnya filsafat ilmu di era globalisasi.Hasil artikel ini diharapkan dapat membuka wawasan dalam menilai pentingnya filsafat di era globalisasi.
Permainan Kincir Angka dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 5-6 Tahun Nabila Nabila; Muhammad Basri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah permainan edukatif yang dapat meningkatkan kognitif anak usia 5-6 tahun. Permainan edukatif tersebut diterapkan pada anak-anak Kelompok B TK IT Zia Salsabila, yang terletak di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mempelajari penerapan alat pembelajaran edukatif berupa kincir angka dalam mengembangkan aspek kognitif anak. Partisipan penelitian melibatkan 10 siswa berusia 4-5 tahun dan 1 guru. Teknik pengumpulan data meliputi data verbal, data non-verbal, dan pengamatan langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran edukatif kincir angka terbukti efektif dan mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak. Anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mencoba permainan tersebut. Pengamatan juga mengungkapkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kemampuan anak-anak usia 5-6 tahun dalam mengenal konsep bilangan ketika bermain Kincir Angka. Oleh karena itu, penggunaan media Kincir Angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak.
MENTAL HEALTH PHENOMENA OF STUDENTS FROM BROKEN HOME FAMILIES IN MAN 2 MEDAN MODEL Nabila Nabila; Zainun Zainun
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 7 No. 2 (2024): The Social and Cultural Impact of Technological Change, Education, and Traditio
Publisher : Prodi Sosiologi Agama dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v7i2.11067

Abstract

The family is the first and main place of learning for children. However, not all families can be a comfortable learning place forchildren, especially broken home families. Broken home students are vulnerable to mental health problems and need to get the rightsupport. This research aims to determine the mental health condition of students who experience broken homes due to their parents' divorce. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive qualitative approach. The data collectiontechniques used were observation, interviews and documentation. The research results showed that five MAN 2 Model Medanstudents accepted their parents' divorce, but it had an impact on the students' mental health conditions. This is indicated by changes in students' emotional, social and behavioral changes. Apart from that, there are also developments experienced bystudents which are supported by several external and internal factors.
Manfaat Program Kegiatan Mengaji dalam Pembentukan Nilai-Nilai Moral dan Agama pada Anak Usia Dini di Desa Jaranguda Kabupaten Karo: Penelitian Ahmad Syukri Sitorus; Najwa Mawaddah; Nabila Nabila; Mutiara Firdausi An Tasya; Salsabila Wibowo; Mivtahul Zannah; Yuli Anisah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5883

Abstract

Penanaman nilai moral dan agama pada anak usia dini berperan penting dalam membentuk karakter sejak awal perkembangan. Pada masa ini anak sangat peka terhadap pengaruh lingkungan sehingga memerlukan pembiasaan nilai religius secara berkelanjutan. Salah satu kegiatan yang mendukung proses tersebut adalah program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ). Penelitian ini bertujuan mengetahui manfaat pelaksanaan program BTQ dalam mendukung perkembangan nilai moral dan agama anak di Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan belajar, wawancara dengan pengelola dan peserta didik, serta dokumentasi kegiatan di Surau Al-Ihsan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program BTQ memberikan manfaat besar terhadap perkembangan nilai moral dan agama anak. Metode Iqro membantu anak meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara bertahap, sementara kegiatan tambahan seperti hafalan surat pendek, doa harian, praktik shalat, dan kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW memperkuat pemahaman nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Anak tidak hanya mengalami peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menunjukkan perilaku lebih disiplin, santun, dan bertanggung jawab. Dukungan masyarakat serta keterlibatan mahasiswa UIN Sumatera Utara turut menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Evaluasi Pelaksanaan Program Posyandu Balita di Indonesia dan Kendala Yang Dihadapi: Tinjauan Literature Dewi Agustina; Nabila Nabila; Diandra Zaskiah; Nadia Syahputri Sinaga; Indah Nurul Ismi; Khairunisa Anggraini; Dea Rosalina Ritonga; Yolanda Ramadhani; Sakila Kirey Randita Pane; Andini Srikandi; Nazwa Dwi Syafitri; Filzaricha Ardhita; Indah Azzahra Ritonga; Hasanul Affan Alhadi; Jilmy Sahbana Harahap
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 2 (2026): Volume 15 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i2.25759

Abstract

Program Posyandu balita merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang berperan strategis dalam mendukung Pembangunan Kesehatan Masyarakat, khususnya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala yang memengaruhi efektivitas program. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Posyandu balita di Indonesia serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah studi literature terhadap beberapa jurnal ilmiah nasional dari database Google Scholar yang terbit antara 2016 - 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa program Posyandu di Indonesia telah berjalan cukup baik dalam memberikan layanan kesehatan dasar seperti pemantauan pertumbuhan, imunisasi, dan penyuluhan. Namun, kendala utama meliputi rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan kader, kurangnya sarana prasarana, serta lemahnya pencatatan data. Kesimpulannya, diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia, dukungan fasilitas, serta strategi promosi kesehatan untuk meningkatkan efektivitas program Posyandu.