Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatkan Akses Keluarga terhadap Pelayanan Kesehatan melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) Aris Wawomeo; Irwan Budiana; Raimunda Woga
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9598

Abstract

Minimnya pelaksanaan prilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat menjadi salah satu penyebab masih tingginya masalah kesehatan di Desa Geoghoma. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan komprehensif melalui pendampingan pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Desa Gheoghoma Kabupaten Ende Provinsi NTT. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah screening, ceramah, diskusi, simulasi, praktek dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan berdasarkan 12 indikator program PIS PK yakni 35,8% keluarga tidak memenuhi stadar indikator keikutsertaan program Keluarga Berencana (KB). 1,9% keluarga tidak memenuhi stadar indikator ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, bayi mendapatkan imuniasi dasar lengkap, tidak ada keluaraga yang tidak memenuhi stadar indikator Berdasarkan Bayi Mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif, 15,1% keluarga tidak memenuhi stadar indikator penderita tuberculosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar, 47,2% keluarga tidak memenuhi stadar indikator penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, semua keluarga yang memenuhi standar indikator penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak di telantarkan. 88,7% keluarga tidak memenuhi stadar indikator anggota keluarga tidak ada yang merokok, 98,1% keluarga tidak memenuhi stadar indikator berdasarkan keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), 15,1% keluarga tidak memenuhi stadar indikator keluarga mempunyai akses sarana air bersih dan 24,5% keluarga tidak memenuhi stadar indikator keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat. Kesimpulan; Pelaksanaan program PIS PK pada masyarakat desa mampu menjadi dasar intervensi kesehatan sehingga memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses berbagai bentuk layanan kesehatan konfrehensif.
Gambaran Perilaku Merokok Pada Remaja SMA Negeri 1 Ende Tahun 2026: Perilaku Merokok Remaja aprilia chindrania sombo; Yustina Paschalia; Aris Wawomeo
Kelimutu Nursing Journal Vol 5 No 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/knj.v5i1.2625

Abstract

Background Smoking behavior among adolescents remains an important public health issue because it can lead to nicotine dependence and increase the risk of various diseases. Adolescents are a vulnerable group to environmental influences, especially peers, making them more likely to engage in smoking behavior. Objective To describe smoking behavior among students of SMA Negeri 1 Ende based on smoking frequency, smoking intensity, number of cigarettes consumed, smoking situations, and classification of smoking behavior. Methods This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The study was conducted at SMA Negeri 1 Ende in May 2026. The population consisted of 151 male students in grades X and XI who had smoking behavior. A sample of 110 respondents was selected using accidental sampling technique. Data were collected using a smoking behavior questionnaire consisting of 23 questions and analyzed using univariate analysis. Results The results showed that most respondents had light-category smoking frequency (83 respondents; 75.5%), light-category smoking intensity (65 respondents; 59.1%), light-category number of cigarettes consumed (82 respondents; 74.5%), and light-category smoking situation (63 respondents; 57.3%). Overall, the majority of respondents were classified as light smokers (65 respondents; 59.1%). Conclusion Smoking behavior among students of SMA Negeri 1 Ende is predominantly classified as light smoking. Health promotion and smoking prevention efforts need to be continuously strengthened to reduce smoking behavior among adolescents 
ANALISIS DETERMINAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) DI DESA NUA JA KECAMATAN ENDE KABUPATEN ENDE: Analysis of the Determinants of Independence in Activities of Daily Living (ADL) among Older Adults in Nua Ja Village, Ende District, Ende Regency Aris Wawomeo; Pius Kopong Tokan
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeksnik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2276

Abstract

Kemandirian dalam Activities of Daily Living (ADL) merupakan kemampuan penting bagi lansia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penurunan kondisi fisik dan fungsional pada lansia dapat meningkatkan ketergantungan dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemandirian lansia dalam Activities of Daily Living (ADL) di Desa Nua Ja. Penelitian menggunakan desain survei deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 50 lansia berusia ≥60 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel penelitian meliputi usia, kondisi fisiologis, fungsi kognitif, dan dukungan keluarga. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase dengan menerapkan prinsip etik informed consent, anonimitas, dan kerahasiaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia di atas 65 tahun (86%), berpendidikan sekolah dasar (42%), dan bekerja sebagai petani (50%). Dukungan keluarga memengaruhi kemandirian lansia pada seluruh responden (100%), diikuti usia (82%) dan kondisi kesehatan fisiologis (70%), sedangkan fungsi kognitif menunjukkan pengaruh yang minimal (80%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan keluarga, usia, dan kesehatan fisiologis merupakan faktor utama yang memengaruhi kemandirian lansia dalam ADL di Desa Nua Ja.