Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENATAPAN KADAR ALKALOID INFUSA BIJI KOPI ROBUSTA SANGRAI (Coffea canephora Pierre Ex. A Froehner) DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Septi Wulandari; Mauritz Pandapotan Marpaung
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v12i02.352

Abstract

Kopi merupakan bahan minuman yang telah terkenal di seluruh dunia maupun di Indonesia. Tidak hanya memiliki aroma yang dan rasa yang khas, kopi juga dapat berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Manfaat kesehatan tersebut berasal dari senyawa – senyawa bioaktif yang terkandung di dalam kopi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kadar alkaloid seduhan kopi Robusta (Coffea canephora Pierre Ex. A Froehner) sangrai. Metode yang digunakan adalah dengan spektrofotometri Uv-Vis. Prosedur kerja meliputi uji fitokimia dan uji kadar alkaloid seduhan kopi robusta dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji fitokimia seduhan kopi robusta yang di teliti positif mengandung alkaloid dan untuk hasil uji kadar alkaloid sebesar 0,7768%. Kesimpulan yang didapat bahwa seduhan kopi robusta mengandung alkaloid dengan kadar alkaloid 0,7768%.
FORMULASI DAN EVALUASI MASKER GEL PEEL OFF DARI EKSTRAK ETANOLIK KOPI ROBUSTA (Coffea canephora Pierre ex. A Froehner) PEABERRY SANGRAI : FORMULATION AND EVALUATION OF GEL PEEL OFF MASK FROM ETHANOLIC EXTRACT ROASTED PEABERRY ROBUSTA COFFEE (Coffea canephora Pierre ex. A Froehner) Septi Wulandari; Achmad Wahyudi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.556

Abstract

Pagar Alam merupakan penghasil kopi robusta terbesar di Sumatera. Produk kopi robusta di Pagar Alam hanya sebatas untuk minuman. Inovasi sediaan lain belum ada padahal kopi sangat berpotensi dikembangkan sebagai bahan kosmetik. Biji kopi robusta peaberry sangrai mengandung antioksidan tinggi untuk mengatasi permasalahan kulit wajah kusam dengan aroma yang membuat rileks. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui formulasi optimal sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol biji kopi robusta sangrai. Formula terdiri dari formula 1 dengan tanpa ekstrak, formula 2 dengan ekstrak 2,5%, formula dengan  3 ekstrak 5%. valuasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, viskositas, uji waktu mengering, dan uji hedonik. Pengujian F1 dan F2 secara organoleptis memberikan hasil tekstur halus, warna kecoklatan, bau khas kopi tanpa parfum tambahan dan tahan lama pada F2.  Uji homogenitas  menunjukkan F1 dan F2 homogen. Uji pH rata-rata  F1 4,9 dan F2 6,2. Uji daya sebar yaitu F1 5,8 cm dan F2 5m, uji viskositas F1 2884 cPs dan F2 2896 cPs. Uji waktu mengering F1 20 menit, F2 23 menit dan pada uji hedonik menunjukan F2 paling disukai  aromanya. Dari hasil penelitian sediaan masker gel peel-off ekstrakketanol biji kopi robusta sangrai, dapat disimpulkan bahwa formula F2 merupakan formula1sediaan masker gel peel-off  terbaik. Kata Kunci:  kopi peaberry, sangrai, masker peel off
FORMULASI DAN EVALUASI MASKER GEL PEEL OFF DARI EKSTRAK ETANOLIK KOPI ROBUSTA (Coffea canephora Pierre ex. A Froehner) PEABERRY SANGRAI : FORMULATION AND EVALUATION OF GEL PEEL OFF MASK FROM ETHANOLIC EXTRACT ROASTED PEABERRY ROBUSTA COFFEE (Coffea canephora Pierre ex. A Froehner) Septi Wulandari; Achmad Wahyudi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.556

Abstract

Pagar Alam merupakan penghasil kopi robusta terbesar di Sumatera. Produk kopi robusta di Pagar Alam hanya sebatas untuk minuman. Inovasi sediaan lain belum ada padahal kopi sangat berpotensi dikembangkan sebagai bahan kosmetik. Biji kopi robusta peaberry sangrai mengandung antioksidan tinggi untuk mengatasi permasalahan kulit wajah kusam dengan aroma yang membuat rileks. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui formulasi optimal sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol biji kopi robusta sangrai. Formula terdiri dari formula 1 dengan tanpa ekstrak, formula 2 dengan ekstrak 2,5%, formula dengan  3 ekstrak 5%. valuasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, viskositas, uji waktu mengering, dan uji hedonik. Pengujian F1 dan F2 secara organoleptis memberikan hasil tekstur halus, warna kecoklatan, bau khas kopi tanpa parfum tambahan dan tahan lama pada F2.  Uji homogenitas  menunjukkan F1 dan F2 homogen. Uji pH rata-rata  F1 4,9 dan F2 6,2. Uji daya sebar yaitu F1 5,8 cm dan F2 5m, uji viskositas F1 2884 cPs dan F2 2896 cPs. Uji waktu mengering F1 20 menit, F2 23 menit dan pada uji hedonik menunjukan F2 paling disukai  aromanya. Dari hasil penelitian sediaan masker gel peel-off ekstrakketanol biji kopi robusta sangrai, dapat disimpulkan bahwa formula F2 merupakan formula1sediaan masker gel peel-off  terbaik. Kata Kunci:  kopi peaberry, sangrai, masker peel off
Workshop Lilin Aromaterapi Sebagai Repellent dari Minyak Atsiri Daun Cengkeh dan Sereh di SMA Negeri 02 Kota Bengkulu Septi Wulandari; Irfan Gustian; Dwita Oktarini; Reza Rahmawati; Mega Elfia; Yopan Hardiansyah; Siti Ilsah Setianingrum; Nurdiana Nurdiana; Juwita Triananda; Affifa Fitri Kurniawan
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3161

Abstract

Tujuan workshop ini untuk meningkatkan pengetahuan dan soft skill para siswa/I mengenai manfaat penggunaan bahan alam yaitu minyak atsiri sebagai bahan aktif repellent dalam lilin aromaterapi  dan mengarahkan perilaku dan pola pikir ekonomi produktif metode yang digunakan Adalah pemberian quisioner sebanyak 5 pertanyaan sebelum workshop dilakukan lalu melakukan post-test seletahnya. Hasil yang didapat pada workshop ini Adalah terjadi peningkatan pemahaman siswa/siswi mengenai pemakaian minyak atsiri sebagai repellent. Semua pertanyakan yang diajukan pada saat post-test sudah terjawab lebih dari 80%. Juga membuka pola pikir siswa/siswi mengenai produk ekonomi produktif berupa hampers wisuda dengan berbagai kemasan.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza ) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Nuraisyah Fitri Lesti; Suci Rahmawati; Septi Wulandari; Putri Mulia; Yona Harianti Putri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13363

Abstract

Penggunaan antibiotik untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dapat menimbulkan masalah resistensi, sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta dan rimpang temulawak terhadap bakteri Escherichia coli. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi, kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Escherichia coli. Variasi konsentrasi yang digunakan yaitu 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80%. DMSO digunakan sebagai kontrol negatif, sedangkan ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli mulai terbentuk pada konsentrasi 20% sebesar 0,10±0,17 mm, kemudian meningkat pada konsentrasi 40% sebesar 0,75±0,22 mm, 60% sebesar 2,18±0,67 mm, dan mencapai nilai tertinggi pada konsentrasi 80% sebesar 5,78±1,66 mm. Sementara itu, kontrol positif menunjukkan daya hambat yang sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang temulawak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli, yang ditunjukkan dengan terbentuknya clear zone dan meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea Canephora) dan Rimpang Temulawak (Curcuma zanthorrizha) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Intan Furnamasari; Suci Rahmawati; Septi Wulandari; Ikhsan Ikhsan; Yogie Andika Tri Nanda
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta konsentrasi efektif dari kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan perbandingan ekstrak 1:1. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak memiliki aktivitas antibakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada seluruh konsentrasi uji. Diameter zona hambat yang dihasilkan berturut-turut yaitu 0,40 mm; 1,33 mm; 1,96 mm; 2,73 mm; dan 2,70 mm, yang seluruhnya termasuk dalam kategori lemah. Kontrol positif menggunakan ciprofloxacin menunjukkan zona hambat sebesar 20,70 mm dengan kategori sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar konsentrasi (p
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea Canephora) dan Rimpang Temulawak (Curcuma zanthorrizha) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Intan Furnamasari; Suci Rahmawati; Septi Wulandari; Ikhsan Ikhsan; Yogie Andika Tri Nanda
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta konsentrasi efektif dari kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan perbandingan ekstrak 1:1. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak memiliki aktivitas antibakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada seluruh konsentrasi uji. Diameter zona hambat yang dihasilkan berturut-turut yaitu 0,40 mm; 1,33 mm; 1,96 mm; 2,73 mm; dan 2,70 mm, yang seluruhnya termasuk dalam kategori lemah. Kontrol positif menggunakan ciprofloxacin menunjukkan zona hambat sebesar 20,70 mm dengan kategori sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar konsentrasi (p
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza ) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Nuraisyah Fitri Lesti; Suci Rahmawati; Septi Wulandari; Putri Mulia; Yona Harianti Putri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13363

Abstract

Penggunaan antibiotik untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dapat menimbulkan masalah resistensi, sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta dan rimpang temulawak terhadap bakteri Escherichia coli. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi, kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Escherichia coli. Variasi konsentrasi yang digunakan yaitu 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80%. DMSO digunakan sebagai kontrol negatif, sedangkan ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli mulai terbentuk pada konsentrasi 20% sebesar 0,10±0,17 mm, kemudian meningkat pada konsentrasi 40% sebesar 0,75±0,22 mm, 60% sebesar 2,18±0,67 mm, dan mencapai nilai tertinggi pada konsentrasi 80% sebesar 5,78±1,66 mm. Sementara itu, kontrol positif menunjukkan daya hambat yang sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang temulawak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli, yang ditunjukkan dengan terbentuknya clear zone dan meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat melalui Edukasi Penggunaan Dexamethasone Secara Rasional di Klinik Armina Sakti Kota Bengkulu Lusiana Lusiana; Septi Wulandari; Annadine Zahrina Ajeqy; Rahmadannisa Dwi Amanda; Ridwan Hartadi; Elsa Nur Rahmadina; Elsi Febriyani
Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal PKM Manajemen Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/pkmb.v6i1.2313

Abstract

Inappropriate use of dexamethasone without adequate knowledge or health-professional supervision poses significant risks to the community, particularly through its informal circulation as a "miracle drug" (obat dewa) and illegal addition as an active pharmaceutical ingredient (BKO) in herbal products. A community education activity was conducted at Klinik Armina Sakti, Bengkulu City, to improve participants' understanding of dexamethasone, including its therapeutic indications, adverse effects, drug interactions, BKO contamination risks in traditional medicine, product legality verification through BPOM, and the importance of medically supervised dose tapering. The intervention employed an educational presentation followed by discussion, with knowledge assessed using a seven-item multiple-choice pre-test and post-test. Simulated data from 30 participants demonstrated a mean knowledge score increase from 34.76 before education to 80.95 after education, representing an average gain of 46.19 points. The mean normalized gain (N-Gain) was 0.692, categorized as moderate according to Hake's criterion. Before education, 27 participants were in the low knowledge category and three in the adequate category; after education, 15 participants achieved adequate knowledge and 15 achieved good knowledge, with all participants showing improvement. These simulated findings illustrate the intended structure and analysis of the article; however, they must be replaced with authentic questionnaire data, or the limitation explicitly disclosed, before manuscript submission for publication.
Ektstrak Kulit Jeruk Nipis dengan Minyak Serai Wangi Stick Balm sebagai Aromaterapi dan Repellent Nyamuk Aedes aegypti Septi Wulandari; Evelyne Riandiani; Ayu Nadiyah Permatasari Romdani; Felicitas Elena; Frisya Nutia Salsabila; Savira Intan Amanda
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.959

Abstract

Lime (Citrus aurantifolia) is a plant that has been empirically recognized to possess insecticidal and repellent properties. Citronella oil (Cymbopogon nardus) is an essential oil with antidepressant properties and is commonly used as aromatherapy. The purpose of this study was to determine the physical properties and mosquito-repellent activity of a stick balm preparation formulated from lime peel extract (Citrus aurantifolia) as a repellent, with the addition of citronella oil (Cymbopogon nardus) as aromatherapy. This study employed an experimental research method. Stick balm preparations were made in four formulations with extract concentrations of 0%, 5%, 10%, and 15%. The formulations were evaluated for organoleptic characteristics, pH, homogeneity, spreadability, smearability, hedonic acceptance, irritation, and the presence of steroids and terpenoids, as well as tested for mosquito-repellent activity against Aedes aegypti. The evaluation results showed that all formulations met the established physical quality standards, indicating good stability and safety. The mosquito-repellent effectiveness test demonstrated that formulation F3 (15% lime peel extract) provided the highest protection at 94.74%, followed by F2 (84.21%), F1 (74.68%), and F0 (42.11%). Thus, stick balm preparations containing lime peel extract and citronella oil are physically stable, safe, and effective as mosquito-repellent aromatherapy, with F3 being the most effective formulation.