Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EVALUASI ADVERSE DRUG REACTION (ADR) ANTIDIABETES PADA GERIATRI BERDASARKAN ALGORITMA NARANJO DI KOTA BENGKULU : EVALUATION OF ANTIDIABETIC ADVERSE DRUG REACTION IN GERIATRICS BASED ON THE NARANJO ALGORITHM IN BENGKULU CITY Dian Handayani; Reza Rahmawati; Yona Harianti Putri; Petri Siti Khodijah; Eni Kurniati; Violina Aniza
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022): Forthcoming Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.413

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah kelompok penyakit yang ditunjukkan dengan adanya kelainan metabolik heterogen yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia. Penggunaan obat antidiabetes dapat menimbulkan adverse drug reaction terutama pada geriatri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian adverse drug reaction antidiabetes pada geriatri di Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pengambilan data pasien secara concurrent. Penelitian dilakukan di Kota Bengkulu. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 65 pasien geriatri dengan diabetes melitus yang mendapat obat antidiabetik serta bersedia mengisi kuesioner algoritma naranjo. Hasil penelitian berdasarkan penilaian kausalitas dengan menggunakan algoritma naranjo persentase kejadian ADR pada pasien geriatri dengan diabetes melitus adalah 12,3% dengan derajat kepastian probable (besar kemungkinan) dan 26,2% possible (mungkin). Farmasis dapat berperan dalam identifikasi ADRs melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan terhadap ADRs pada pasien geriatri.
A Bibliometric Analysis of Aloe vera in Wound Healing Asti Arum Sari; Reza Rahmawati
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v20i1.22312

Abstract

People have used Aloe vera for a variety of traditional medical applications. A. vera has been proven in numerous studies to play a key function in wound healing. Although there are many reviews on this topic, bibliometric analysis is not found in the literature. This study uses bibliometric analysis to evaluate the influence and relevance of the countries, journals, organizations, and authors that have made the most contributions to this topic. Scopus database was used to gather bibliographic data on relevant studies. A total of 417 published articles between 1981 and 2023 were selected. VOSviewer version 1.6.18 was used to conduct a bibliometric analysis of these papers. On the topic of A. vera as a wound healing agent, Tehran University of Medical Science from Thailand was the most productive institution and Journal of Ethnopharmacology was the most productive journal. India was the most productive and collaborative country. The spotlight of the recent papers was the use of biotechnology techniques and drug-delivery strategies of A. vera in wound healing. Developing formulation using various drug-delivery methods followed by in vivo preclinical and clinical studies of this particular topic were potential to be explored.
Penerimaan Vaksin COVID-19 Pada Responden Wanita di Desa Pelangki Dwi Kamilla Putri; Reza Rahmawati; Charles Banon; Asti Arumsari
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v2i1.23490

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Untuk memutuskan penyebaran penyakit, menghentikan wabah, dan dalam jangka panjang untuk menghentikan terjadinya penyakit COVID-19 perlu dilakukan vaksinasi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran masyarakat terhadap penerimaan vaksin COVID-19 Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengumpulan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 224 responden wanita, diantaranya 150 orang (67%) menyatakan bersedia untuk divaksinasi sementara sebanyak 69 orang (30,8%) tidak bersedia melakukan vaksinasi dan sisanya 5 orang (2,2%) masih belum memutuskan kesediaannya untuk melakukan vaksinasi. Kesimpulan penelitian ini menyatakan responden wanita di Desa Pelangki lebih banyak yang setuju untuk divaksinasi COVID-19.
EVALUASI ADVERSE DRUG REACTION (ADR) ANTIDIABETES PADA GERIATRI BERDASARKAN ALGORITMA NARANJO DI KOTA BENGKULU : EVALUATION OF ANTIDIABETIC ADVERSE DRUG REACTION IN GERIATRICS BASED ON THE NARANJO ALGORITHM IN BENGKULU CITY Dian Handayani; Reza Rahmawati; Yona Harianti Putri; Petri Siti Khodijah; Eni Kurniati; Violina Aniza
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.413

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah kelompok penyakit yang ditunjukkan dengan adanya kelainan metabolik heterogen yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia. Penggunaan obat antidiabetes dapat menimbulkan adverse drug reaction terutama pada geriatri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian adverse drug reaction antidiabetes pada geriatri di Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pengambilan data pasien secara concurrent. Penelitian dilakukan di Kota Bengkulu. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 65 pasien geriatri dengan diabetes melitus yang mendapat obat antidiabetik serta bersedia mengisi kuesioner algoritma naranjo. Hasil penelitian berdasarkan penilaian kausalitas dengan menggunakan algoritma naranjo persentase kejadian ADR pada pasien geriatri dengan diabetes melitus adalah 12,3% dengan derajat kepastian probable (besar kemungkinan) dan 26,2% possible (mungkin). Farmasis dapat berperan dalam identifikasi ADRs melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan terhadap ADRs pada pasien geriatri.
Workshop Lilin Aromaterapi Sebagai Repellent dari Minyak Atsiri Daun Cengkeh dan Sereh di SMA Negeri 02 Kota Bengkulu Septi Wulandari; Irfan Gustian; Dwita Oktarini; Reza Rahmawati; Mega Elfia; Yopan Hardiansyah; Siti Ilsah Setianingrum; Nurdiana Nurdiana; Juwita Triananda; Affifa Fitri Kurniawan
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3161

Abstract

Tujuan workshop ini untuk meningkatkan pengetahuan dan soft skill para siswa/I mengenai manfaat penggunaan bahan alam yaitu minyak atsiri sebagai bahan aktif repellent dalam lilin aromaterapiĀ  dan mengarahkan perilaku dan pola pikir ekonomi produktif metode yang digunakan Adalah pemberian quisioner sebanyak 5 pertanyaan sebelum workshop dilakukan lalu melakukan post-test seletahnya. Hasil yang didapat pada workshop ini Adalah terjadi peningkatan pemahaman siswa/siswi mengenai pemakaian minyak atsiri sebagai repellent. Semua pertanyakan yang diajukan pada saat post-test sudah terjawab lebih dari 80%. Juga membuka pola pikir siswa/siswi mengenai produk ekonomi produktif berupa hampers wisuda dengan berbagai kemasan.
Effect of Educational Videos on Osteoporosis Knowledge Among Menopausal Women in Semidang Alas Village, Pagar Alam City Reza Rahmawati; Delvia Novalisya; Delia Komalasari; Rizki Oktarini; Muthia Nurhidayah; Dian Handayani
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 9 No 2 (2026): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v9i2.7810

Abstract

Osteoporosis is a bone-loss disease caused by decreased estrogen levels, predominantly affecting menopausal women. Limited access to health information in rural areas remains a major barrier to early prevention efforts. This study aimed to determine the effect of educational videos on osteoporosis knowledge levels among menopausal women in Semidang Alas Village, Pagar Alam City. A pre-experimental design with a one group pre-test–post-test approach was employed, involving 83 respondents selected through total sampling. Prior to the intervention, 61 respondents (73.50%) demonstrated poor knowledge. Following the educational video intervention, a significant improvement was observed, with 76 respondents (91.60%) achieving good knowledge levels. The paired t-test results indicated a p-value of 0.000, confirming a statistically significant effect of the educational video on osteoporosis knowledge. It is concluded that audiovisual media is an effective health education strategy, particularly for rural communities with limited access to health information.
Uji Efektivitas Antiinflamasi Gel Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Jeruk Gerga Lebong Pada Mencit Charly Agustin; Oktoviani Oktoviani; Tri Danang Kurniawan; Ikhsan Ikhsan; Reza Rahmawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1135

Abstract

Inflamasi merupakan proses normal tubuh terhadap rangsangan yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan, ditandai dengan kemerahan, nyeri, rasa panas, pembengkakan, dan gangguan fungsi. Kulit buah jeruk Gerga Lebong mengandung flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin yang memiliki potensi antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat antiinflamasi gel ekstrak etanol 70% dari kulit buah jeruk Gerga Lebong. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang menggunakan 30 mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif, kontrol positif, Formula 1 (5%), Formula 2 (15%), dan Formula 3 (25%). Mencit-mencit tersebut dipuasakan 18 jam, kemudian diinduksi dengan karagenan dan edema diukur menggunakan plethysmometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak etanol 70% yang diekstrasi dari kulit buah jeruk Gerga Lebong memiliki aktivitas antiinflamasi terhadap edema mencit. Uji ANOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antar kelompok perlakuan. F1 (5%) menunjukkan efektivitas antiinflamasi terbaik dibandingkan dengan F2 (15%) dan F3 (25%), karena menghasilkan persentase rata-rata penghambatan edema tertinggi. F2 dan F3 kurang optimal karena formulasi terlalu encer, sehingga tidak dapat membentuk gel dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol 70% kulit buah jeruk Gerga Lebong memiliki khasiat antiinflamasi, dengan konsentrasi optimal ditemukan pada F1 (5%).
Peran Potensial Farmasis dalam Optimalisasi Terapi Pasien Long COVID-19: Tinjauan Literatur Rizki Oktarini; Reza Rahmawati; Delila Eliza
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1407

Abstract

Long COVID-19 merupakan sindrom pasca infeksi akut SARS-CoV-2 yang ditandai dengan gejala yang menetap selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah fase infeksi akut berakhir. Gejala yang umum meliputi kelelahan kronis, gangguan tidur, nyeri otot atau sendi, gangguan pernapasan, serta disfungsi kognitif seperti kesulitan berkonsentrasi dan kabut otak. Kondisi ini memberikan tantangan baru dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama dalam aspek manajemen jangka panjang. Meskipun demikian, peran farmasis klinis dalam tatalaksana pasien Long COVID-19 masih belum banyak dieksplorasi secara sistematis dalam berbagai studi. Artikel ini bertujuan untuk meninjau peran strategis farmasis dalam pemantauan farmakoterapi, pemberian edukasi kepada pasien, serta keterlibatan dalam tim kolaboratif interprofesional guna meningkatkan luaran klinis dan kualitas hidup pasien. Metode narrative review digunakan dengan menelaah berbagai literatur ilmiah dari tahun 2020 hingga 2024. Berdasarkan hasil tinjauan, keterlibatan farmasis terbukti berkontribusi terhadap pengurangan efek samping obat, peningkatan kepatuhan pasien terhadap regimen terapi, serta mendukung proses rehabilitasi secara menyeluruh. Dengan demikian, peran farmasis menjadi semakin penting dan perlu diintegrasikan dalam sistem layanan kesehatan untuk mendukung pemulihan pasien Long COVID-19 secara berkelanjutan.