Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENYULUHAN PENINGKATAN KUALITAS SDM MELALUI PELAYANAN HOSPITALITY DAN BAHASA INGGRIS DI HUTA RAJA DESA LUMBAN SUHI-SUHI Rosa Maria Simamora; Bonar Gurning; Jon Pieter Situmorang; Pioro Benevolent Simarmata
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v3i2.1665

Abstract

Abstract: The aim of the Community Service carried out through this training is to increase community awareness about the importance of good hospitality services, and the community's English language skills, especially hotel and homestay business activists, as well as to improve the community's standard of living through tourism. The implementation of this training uses the dialogue method in direct conversation and practice regarding the daily activities of village residents, local food and culture, as well as tourist attractions. The training participants were fathers, mothers, teenagers, youth groups and school children around Huta Raja Village who were very enthusiastic about taking part in the training and were not used to communicating in English due to environmental factors where English was very minimal. There has never been a similar activity provided to the people of Huta Raja Village. By holding this activity, the people of Huta Raja Village gained a lot of knowledge, such as learning to be more responsible for themselves, learning to become more independent in solving problems to create prosperity for the community. Keyword: hospitality; tourism improvement; and communication culture Abstrak: Tujuan dari Pengabdian Pada Masyarakat  yang dilakukan melalui pelatihan ini adalah meningkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya pelayanan hospitality yang baik, dan kemampuan berbahasa Inggris masyarakat khususnya para pegiat bisnis hotel dan homestay, serta  untuk meningkatkan taraf hidup masyarat melalui pariwisata. Pelaksanaan pelatihan ini adalah dengan menggunakan metode dialog dalam direct conversation and practice tentang aktivitas sehari-hari warga desa, makanan dan budaya local, serta tempat-tempat wisata. Peserta pelatihan adalah kaum bapak, ibu, remaja, karang taruna, dan anak sekolah sekitar Desa Huta Raja yang begitu semangat mengikuti pelatihan yang belum terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Inggris karena faktor lingkungan yang sangat minim menggunakan bahasa Inggris. Belum pernah ada kegiatan serupa yang berikan kepada masyarakat Desa Huta Raja. Dengan diadakannya kegiatan ini, masyarakat Desa Huta Raja memperoleh banyak ilmu seperti belajar agar dapat lebih bertanggung jawab lagi pada dirinya, belajar menjadi diri yang lebih mandiri dalam memecahkan suatu permasalahan untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat. Kata kunci: keramahan; peningkatan pariwisata; dan budaya komunikasi 
Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Menggunakan Community Language Learning (CCL) Method pangaribuan, Jontra Jusat; Situmorang, Jon Piter; Simamora, Rosa Maria; Gurning, Bonar; Simanjuntak, Dairi Sapta
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jam.v3i1.227

Abstract

Siswa SMP Swasta Katolik Asisi Medan kelas 1 mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema "Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Menggunakan Community Language Learning (CCL) Method" Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu siswa memperoleh keterampilan berbahasa Inggris yang baik dan benar. Salah satu masalah utama yang sering dihadapi anak ketika mereka menggunakan bahasa adalah bahwa itu sangat sulit untuk dipahami dan dipelajari. Siswa akhirnya tidak tertarik untuk mempelajarinya dan menghadapi kesulitan saat menggunakannya. Kegiatan pengabdian yang terdiri dari instruksi sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Hasil ini diperoleh dari pendekatan secara langsung, di mana pendataan dilakukan pada anak-anak yang mengikuti pembelajaran bahasa Inggris. Materi yang disampaikan terdiri dari percakapan sehari-hari. Hasil akhir dari pembelajaran bahasa ini adalah siswa akan mampu menerapkan penggunaan bahasa di kehidupan sehari-hari dan mengatasi masalah yang timbul saat belajar Bahasa Inggris. Anak-anak akan memiliki pengalaman belajar yang tenang, menyenangkan, dan mudah dipahami tentang materi yang disampaikan. Kata Kunci : Pembelajara Bahasa Inggris, Community Language Learning (CCL) Method.
Code Switching and Mixing Among Students at Catholic University of Saint Thomas Tarigan, Karisma Erikson; Gurning, Bonar; Simamora, Rosa Maria
Journal of linguistics, culture and communication Vol 2 No 2 (2024): Journal of Linguistics, Culture, and Communication
Publisher : CV. Rustam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61320/jolcc.v2i2.243-264

Abstract

This study investigates the linguistic patterns of code-switching and code-mixing between Bahasa Indonesia and Batak languages among students at Catholic University of Saint Thomas to explore their impact on academic and social communication. The study utilizes a qualitative descriptive approach grounded in ethnographic and discourse analysis frameworks to examine natural interactions within WhatsApp group chats and face-to-face communications. These frameworks allow for an in-depth understanding of the dynamics of bilingual usage and the social functions of language switching in real-life contexts. The study identifies several typical patterns: frequency of switching correlates with the formality of the setting, with more frequent switching in informal contexts, and functional usage where students switch languages to clarify concepts or strengthen social bonds. The analysis reveals that 70% of bilingual students report positive social impacts from code-switching, such as enhanced communication efficiency, cultural identity expression, and academic collaboration. However, 30% of student’s experience anxiety or feelings of exclusion due to limited fluency in dominant languages, which affects their sense of belonging and academic engagement. These findings highlight the dual nature of code-switching as both a facilitator of communication and a potential barrier in multilingual environments. The study suggests that educational policies at the University of Saint Thomas should support a more inclusive multilingual environment to address the diverse linguistic needs of all students, thereby enhancing cognitive, emotional, and social outcomes.
TERMS OF ADDRESS IN BATAK KARO LANGUAGE Situmorang, Jon Piter; Sembiring, Novalina; Gurning, Bonar
Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra (PENDISTRA) Vol 5 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/pendistra.v5i2.2363

Abstract

Bentuk-bentuk sapaan berkaitan dengan hubungan interpersonal yang ada antara penutur dan lawan bicaranya. Dalam masyarakat Batak Karo, penggunaan kata sapaan yang tepat merupakan salah satu kunci sukses dalam memulai percakapan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menemukan jenis-jenis variasi kata sapaan dan kaitannya dalam penggunaannya untuk menemukan pola pembentukan kata sapaan dalam masyarakat Batak Karo. Penelitian ini berkaitan dengan fenomena sosial, oleh karena itu metode penelitian qualitative diterapkan untuk menemukan variasi kata sapaan dalam Batak Karo, factor-faktor sosial yang mempengaruhinya, fungsi dari kata sapaan tersebut dan aturan maupun pola yang dipakai dalam kata sapaan. Data dikumpulkan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kekerabatan dalam Batak Karo berdasarkan 6 tingkatan ertutur yaitu Marga/ Beru, Bere-bere, Binuang, Kempu (perkempun), Kampah and Soler. Oleh karena itu, kata sapaan yang dipakai ditentukan setelah melalui proses ertutur.
TERMS OF ADDRESS IN BATAK KARO LANGUAGE Situmorang, Jon Piter; Sembiring, Novalina; Gurning, Bonar
Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra (PENDISTRA) Vol 5 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/pendistra.v5i2.2363

Abstract

Bentuk-bentuk sapaan berkaitan dengan hubungan interpersonal yang ada antara penutur dan lawan bicaranya. Dalam masyarakat Batak Karo, penggunaan kata sapaan yang tepat merupakan salah satu kunci sukses dalam memulai percakapan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menemukan jenis-jenis variasi kata sapaan dan kaitannya dalam penggunaannya untuk menemukan pola pembentukan kata sapaan dalam masyarakat Batak Karo. Penelitian ini berkaitan dengan fenomena sosial, oleh karena itu metode penelitian qualitative diterapkan untuk menemukan variasi kata sapaan dalam Batak Karo, factor-faktor sosial yang mempengaruhinya, fungsi dari kata sapaan tersebut dan aturan maupun pola yang dipakai dalam kata sapaan. Data dikumpulkan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kekerabatan dalam Batak Karo berdasarkan 6 tingkatan ertutur yaitu Marga/ Beru, Bere-bere, Binuang, Kempu (perkempun), Kampah and Soler. Oleh karena itu, kata sapaan yang dipakai ditentukan setelah melalui proses ertutur.
Cross-Cultural Perspectives in EFL Education: Exploring Students' Experiences in Narrative Texts tarigan, Karisma erikson; Gurning, Bonar
JETAL: Journal of English Teaching & Applied Linguistic Vol 7 No 1 (2025): September
Publisher : English Education Department at FKIP Nommensen University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jetal.v7i1.1831

Abstract

This study examines the experiences and interpretations of cross-cultural perspectives through narrative writing by English as a Foreign Language (EFL) students, inspired by Indonesian folktales. This research, grounded in Byram’s Intercultural Communicative Competence (ICC) framework and Narrative Inquiry theory, examines students' ability to maintain their cultural identity in English and the challenges they encounter in cultural-linguistic expression. A qualitative descriptive design was employed, with a narrative writing prompt as the research instrument, utilising data from 50 student-authored English narratives, collected through a classroom-based writing task conducted under supervision. These were analysed through rubric-based coding corresponding to ICC dimensions (cultural accuracy, use of local terminology, translation techniques, and intercultural misunderstandings) and narrative inquiry criteria (voice, structure, and reflection). The rubric-based analysis procedure allowed for categorisation of intercultural and narrative elements using descriptive statistics. Research indicates that the majority of students exhibited cultural awareness and adaptive linguistic strategies: 86% maintained cultural accuracy, 90% retained local terminology, and 78% employed adaptive translation methods. Furthermore, 86% had a logical structure, reflective significance, and an individual voice. Nonetheless, 22% showed dependence on literal translation, while 14% revealed intercultural misinterpretation or narrative disjunction. These findings confirm that culturally rooted narrative writing improves linguistic development and intercultural understanding. The research provides empirical support for the incorporation of local culture texts into English as a Foreign Language training and advocates for instructional scaffolding in metaphor, pragmatics, and narrative discourse.