Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Nilai-Nilai Pendidikan dalam Pertunjukan Jember Fashion Carnaval (JFC) Chandra Ayu Proborini; Nindya Nurdianasari; Fitria Kurniasih; Suhartiningsih Suhartiningsih; Hari Satrijono
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10060

Abstract

JFC menjadi sebuah pertunjukan yang memiliki keunikan dan keemasan yang berbeda dari karnaval yang ada sebelumnya. Sehingga JFC merupakan sebuah pertunjukan karnaval yang memiliki karakteristik tersendiri dalam penyajian pertunjukannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai Pendidikan dalam pertunjukan jember fashion carnaval(JFC). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses pertunjukan JFC terdapat nilai-nilai pendidikan yang terkandung didalamnya. Adapun nilai-nilai pendidikan tersebut diantaranya adalah nilai pendidikan budaya, nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan karakter dan nilai pendidikan kreativitas. Nilai-nilai yang didapatkan peserta tersebut didapat ketika melakukan pelatihan 6 bulan sebelum pertunjukan berlangsung.
Pendidikan Multikultural Sebagai Media Penanaman Sikap Toleransi Pada Siswa Sekolah Dasar Chandra Ayu Proborini; Rif’atul Vaizah; Suhartiningsih Suhartiningsih; Hari Satrijono; Fajar Surya Hutama
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Department of Education Faculty of Teacher and Training Education University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jipsd.v10i2.39934

Abstract

Pendidikan merupakan suatu pendekatan progesif untuk melakukan perubahan pada dunia pendidikan, hal ini merupakan fungsi dari suatu pendidikan, hal ini menjadikan pendidikan multikutural tidak lepas dari sikap toleransi karena keduanya adalah suatu kesatuan sistem pendidikan nasional. Sikap toleransi merupakan suatu kemampuan seseorang dalam memperlakukan seseorang dengan segala perbedaanya. Tujuan dari disusunnya artikel ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana cara memanfaatkan media pendidikan multikultural untuk penanaman sikap toleransi pada siswa sekolah dasar. Selain itu dalam artikel ini juga dibahas mengenai hambatan penerapan pendidikan multikultural di sekolah dasar dan strategi mengatasi hambatan tersebut. Aritkel ini menggunakan metode penelitian studi literatur, dimana mengumpulkan data-data yang relevan tentang pendidikan multikultural dan penerapannya yang kemudian dikaji sehingga menemukan sebuah fakta keilmuan baru mengenai pendidikan muktikultural di sekolah dasar. Kata Kunci: Pendidikan multikultural, toleransi
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN LAGU DAERAH DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DI SEKOLAH DASAR Chandra Ayu Proborini; Arda Cahyaning Prihantini; Galuh Tulus Utama; Iga Ayu Intan Candra; Marda Putra Mahendra
Mozaik : Journal of Art and Architecture Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/yep3d159

Abstract

Pembelajaran lagu daerah di sekolah dasar kerap terbatas pada aktivitas menyanyikan lagu tanpa pengkajian makna dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran lagu daerah dengan pendekatan deep learning, mengetahui nilai pendidikan yang terkandung dalam lagu daerah yang diimplementasikan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Subjek penelitain ini adalah guru dan siswa kelas III SDN Sukoreno 03 Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi terlaksana melalui tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan ketiga prinsip deep learning joyful learning, mindful learning, dan meaningful learning terwujud nyata dalam setiap kegiatan. Lagu Ampar-Ampar Pisang dan Cublak-Cublak Suweng terbukti mengandung nilai pendidikan meliputi kerja keras, kebersamaan, kejujuran, cinta budaya daerah, dan pelestarian tradisi. Faktor pendukung meliputi antusiasme siswa yang tinggi dan pendekatan guru yang komunikatif, sedangkan faktor penghambatnya adalah perbedaan kemampuan siswa dan belum tersedianya rubrik penilaian yang terstruktur. Secara keseluruhan, temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning menjadikan pembelajaran lagu daerah lebih bermakna, menarik, dan mampu memperkaya pemahaman budaya siswa sekolah dasar.
Strengthening Youth Capacity in English and Cultural Literacy through Contemporary Batik Design of Tapal Kuda Culture: Penguatan Kapasitas Pemuda dalam Bahasa Inggris dan Literasi Budaya melalui Pelatihan Desain Batik Kontemporer Berbasis Budaya Tapal Kuda Ika Fitriani; Chandra Ayu Proborini; Diana Setia Dewi
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 6 No. 1 (2026): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v6i1.2640

Abstract

This community service program is aimed to strengthen the capacity of youth members of Forum Pemuda Pelopor (FPP) Situbondo in English proficiency and cultural literacy, as well as to foster creativity through the development of contemporary batik motifs based on the local wisdom of the Tapal Kuda region. The program was based on the result of need analysis revealed that > 65% of FPP members had difficulties in all aspects of English skills, and >60% had limited knowledge of local culture. To address these issues, a series of 10 training sessions were conducted combining synchronous and asynchronous English learning, self-access language learning, and hands-on cultural activities. Results indicate a significant improvement: 89% of participants reported have better English and cultural literacy skills. The program highlights the relevance of integrating language learning with local culture and creative hands-on activities, while also providing a replicable model for sustainable youth empowerment.